DPRD Parigi Moutong Gelar RDP Bersama PT IMFT dan AMPKP

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSoine.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PT Indonesia Mixing Fruit Tranding (IMFT) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Kawasan Pertambangan (AMPKP), (Senin, 15 September 2025).

Pantauan media ini, RDP yang berlangsung di ruang sidang Paripurna DPRD tersebut, dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, didampingi Ketua Komisi I, Moh. Irfain dan Wakil Ketua Komisi II, Moh Fadli, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD.

Agenda rapat tersebut yakni membahas berbagai hal terkait keberadaan PT IMFT yang notabene adalah salah satu perusahaan packing house ekspor durian, mulai dari dampak lingkungan, ketenagakerjaan, hingga sumbangsih terhadap daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), selama melaksanakan operasionalnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam kesempatan tersebut, Ruslih, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Kebijakan Publik (AMPKP) Kabupaten Parigi Moutong, menyampaikan sejumlah pertanyaan, yang diklaim sebagai aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat, terkait transparansi keberadaan perusahaan tersebut.

“Dalam berbagai diskusi dengan masyarakat, banyak yang masih belum mengetahui dengan izin operasi PT Minxing ini. Kemudian, terkait persoalan hak-hal tenaga kerja yang kita ketahui bersama, seakan tidak ada jaminan bagi tenaga kerja yang notabene adalah masyarakat kita. Belum lagi, sumbangsihnya bagi daerah, karena beberapa informasi yang kami terima, bahwa Perusahaan ini, sudah beroperasi sekitar 2 tahun lamanya, tapi belum ada memberikan kontribusi dalam bentuk PAD,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan manajamen PT IMFT, Ricky menuturkan, perusahaan tersebut telah mengantongi legalitas dan telah mendapat Nomor Izin Berusaha (NIB) dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui sistem OSS.

Selain itu, pihak perusahaan ini juga mengaku telah mengantongi dokumen terkait izin lingkungan.

Sementara itu, Sayutin Budianto menekankan, RDP tersebut bukan bermaksud menghalang – halangi bagi perusahaan yang ingin berinvestasi di Parigi Moutong.

Namun kata ia, DPRD menjadi wadah untuk mempertemukan kepentingan masyarakat dan perusahaan agar tercapai titik temu yang konstruktif.

“DPRD berkewajiban mengawal aspirasi masyarakat. Kami berharap perusahaan juga dapat lebih transparan dan akomodatif dalam menjalankan aktivitasnya. Kami bukan bermaksud menghalang – halangi investasi didaerah ini. Namun, perlu diketahui, sebagai perusahaan yang berinvestasi tentu ada kaidah yang wajib dipenuhi. Inilah, yang kami maksud, supaya perusahaan tersebut dapat memberikan manfaat juga bagi negara dan daerah,” tegasnya.

Untuk Diketahui, saat berita ini diterbitkan, RDP tersebut masih sementara berlangsung dan alot.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/03/17/perusahaan-durian-di-parigi-moutong-dinilai-belum-layak-operasi/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://zonasulawesi.id/buntut-marak-isu-pt-imft-ketua-komisi-1-minta-dprd-lakukan-rdp-lintas-komisi/

Disdikbud Parigi Moutong, Siap Salurkan Seragam Sekolah Gratis Tahap Akhir

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong saat ini telah siap untuk menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis tahap akhir bagi siswa-siswi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penyaluran seragam sekolah gratis tahap akhir ini, merupakan lanjutan dari program 100 hari masa kerja Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, dalam mendukung pendidikan yang merata dan meringankan beban ekonomi orang tua murid.

Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Sekolah Dasar, Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan, penyaluran seragam sekolah ini juga merupakan komitmen Disdikbud Parigi Moutong dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar.

“Kami terus berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Seragam gratis ini diharapkan dapat membantu orang tua yang kurang mampu agar anak-anak mereka tetap semangat belajar,” ujarnya , saat dikonfirmasi media ini (Minggu, 14 September 2024).

Penyaluran seragam sekolah gratis tahap akhir ini kata ia, diperuntukan bagi sekitar 5000-an, siswa-siswi SD dan SMP tahun ajaran baru, yang tersebar di 23 Kecamatan.   

“Masing-masing siswa – siswi menerima satu paket seragam sekolah. Tahap pertama waktu lounching disalurkan sekitar 3000 lebih. Kemudian, tahap dua beberapa waktu lalu sekitar 7000 pasang. Dan saat ini sekitar 5000–an pasanga. Sesuai total keseluruhannya yaitu sekitar 15 ribu lebih,” teranganya.

Ia menuturkan, program ini juga sejalan dengan visi misi daerah dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.   

Ia berharap, bantuan ini dapat menambah semangat belajar seluruh siswa penerima bantuan.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/08/27/7000-pasang-seragam-sekolah-gratis-bagi-siswa-siap-distribusi/

KUNJUNGU JUGA : https://seruanrakyat.online/disdikbud-pariamo-siapkan-rp-38-miliar-lebih-untuk-seragam-sekolah-gratis/

Banjir Datang Lagi Bikin Jalan Amblas, Desa Matolele Terisolasi Kini

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Akses jalan keluar masuk yang amblas akibat kembali diterjang banjir pada Minggu malam (14 September 2025), bikin Desa Matolele, Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong terisolasi.

Berdasarkan informasi yang dikirimkan ke Redaksi kabarSAURUSonline.com, kejadian ini terjadi sekitar pukul 12 : 00 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Air sungai yang meluap menghantam sisi jembatan yang menjadi bagian dari badan jalan, sehingga menyebabkan struktur penyangga runtuh dan sebagian besar badan jalan amblas ke sungai.

Kepala Desa Matolele, Tifan, saat dikonfirmasi media ini via telepon, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini kondisi warga desanya telah terisolir.

“Kemarin, masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Tapi, saat ini betul – betul akses jalan ini sudah tidak bisa dilalui. Kami saat ini sudah terisolir,” ungkapnya.

BACA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/12/banjir-desa-matolele-nyaris-terisolir/?amp=1

Ia menerangkan, jalan yang amblas tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk Desa Matolele.

Selaku Kades, kata Tifan, dirinya telah menyampaikan kepada Bupati serta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, terkait kekhawatiran situasi ini bisa terjadi.

“Baru berapa hari lalu saya sampaikan ini kepada Pak Bupati dan Pelaksanaan Tugas (Plt) Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD. Harapannya, bisa segera dilakukan langkah pencegahan, karena kondisi cuaca saat ini yang tengah masuk musim penghujan,” ujarnya.

Ia berharap, Pemda Parigi Moutong dapat mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jalan yang amblas tersebut.

“Beruntungnya, sampai saat ini pemukiman warga masih tergolong aman. Yah, harapan kami, supaya segera dilakukan perbaikan, jangan sampai kami lama terisolir,” tandasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi via pesan singkat melalui WhatsApp, Plt Kalak BPBD, Rivai menuturkan, pihaknya telah menerima informasi terkait kondisi jalan yang amblas tersebut.

“Iya, kami telah menerima informasi ini. Saat ini, saya sementara berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) kita, untuk segera turun mengambil data lapangan,” terangnya.

Ia menambahkan, kondisi alat berat BPBD Parigi Moutong yang saat ini sementara dalam perbaikan, membuat pihaknya terkesan lambat melakukan antisipasi akses jalan di Desa Matolele tersebut.

“Beberapa hari lalu memang sudah disampaikan ke kami. Hanya saja, kondisi alat berat kami memang saat ini sedang dalam perbaikan. Makanya, kemarin kami hanya bisa melakukan giat pembersihan sejumlah material disekitar lokasi, dibantu dengan warga setempat. Insyaallah, semoga besok alat berat kami sudah dapat digunakan,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan media ini, kondisi struktur atas dan lantai jembatan masih nampak untuh. Namun, kerusakan parah terjadi pada abutment (Struktur penahan beban di ujung jembatan yang berfungsi sebagai penahan akhir beban dari struktur atas dan beban lingkungan lainnya) yang jebol.

Jebolnya abutment pada jembatan ini membuat rongga antara struktur atas jembatan dengan badan jalan yang lebarnya diperkirakan sekitar 5 meter, dengan kedalaman yang diperkirakan sekitar 2 – 4 meter (dari struktur atas jembatan).

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/02/jalan-mulus-masih-dalam-penantian-warga-desa-matolele-butuh-kepastian/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://seruanrakyat.online/jalan-penghubung-binangga-matolele-rusak-parah-warga-minta-bupati-tinjau-langsung/?amp=1

Disdikbud Parigi Moutong Sosialisasikan Perda Kebudayaan Daerah

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Parigi Moutong, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2024, tentang penyelenggaraan kebudayaan daerah, pada Kamis 4 September 2025.

Melansir dari zentainovasi.id, Kepala Bidang Kebudayaan Ninong Pandake, melalui Kepala Seksi Nilai Budaya dan Tradisi Taufan mengatakan, dengan adanya Perda penyelenggaraan kebudayaan ini bisa menjadi dasar disemua kalangan bukan hanya pada bidang kebudayaan saja.

Misalnya kata ia, di Desa Perda Penyelenggaraan Kebudayaan ini sangat dibutuhkan, karena sebagai dasar hukum bagi pemerintah desa untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan pemajuan kebudayaan melalui desa itu sendiri.

“Karena di desa, biasanya masih enggan untuk memprogramkan kegiatan kebudayaan karena payung hukumnya belum ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya Perda ini, desa juga diharapkan segera menyusun Peraturan Desa (Perdes). Pasalnya kata ia, desa merupakan ujung tombak dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Dalam sosialisasi tersebut, melahirkan berbagai rekomendasi dari masyarakat diantaranya, dorongan pelestarian bahasa daerah, penggunaan ornamen khas daerah, penggunaan atribut seperti Siga dan Sampolu di hari-hari tertentu yang dilakukan sekolah, desa, kecamatan sampai OPD.

Kemudian lanjut ia, pengadaan museum daerah atau rumah adat, pembangunan gedung kesenian untuk menyalurkan minat serta bakat remaja di bidang seni.

Taufan menambahkan, dalam sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari anggota Komisi IV DPRD Parigi Arnol Ahloai SH, Tenaga Ahli Penyusunan Perda Kumdang Setda Kabupaten Parigi Moutong Abdullah.

Sosialisasi ini juga dihadiri, perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat Kaili (FKMK), Kerukunan Umat Beragama, tokoh budayawan, tokoh masyarakat, kepala sekolah SMA/SMK, pemerintah Kecamatan Eks Parigi serta kepala desa.

Ia berharap dengan adanya Perda ini, bisa direspon baik oleh Bupati dan Wakil Bupati, mengingat perda adalah bagian penting dalam kemajuan pemerintahan daerah., pada Kamis 4 September 2025.

Melansir dari zentainovasi.id, Kepala Bidang Kebudayaan Ninong Pandake, melalui Kepala Seksi Nilai Budaya dan Tradisi Taufan mengatakan, dengan adanya Perda penyelenggaraan kebudayaan ini bisa menjadi dasar disemua kalangan bukan hanya pada bidang kebudayaan saja.

Misalnya kata ia, di Desa Perda Penyelenggaraan Kebudayaan ini sangat dibutuhkan, karena sebagai dasar hukum bagi pemerintah desa untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan pemajuan kebudayaan melalui desa itu sendiri.

“Karena di desa, biasanya masih enggan untuk memprogramkan kegiatan kebudayaan karena payung hukumnya belum ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya Perda ini, desa juga diharapkan segera menyusun Peraturan Desa (Perdes). Pasalnya kata ia, desa merupakan ujung tombak dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Dalam sosialisasi tersebut, melahirkan berbagai rekomendasi dari masyarakat diantaranya, dorongan pelestarian bahasa daerah, penggunaan ornamen khas daerah, penggunaan atribut seperti Siga dan Sampolu di hari-hari tertentu yang dilakukan sekolah, desa, kecamatan sampai OPD.

Kemudian lanjut ia, pengadaan museum daerah atau rumah adat, pembangunan gedung kesenian untuk menyalurkan minat serta bakat remaja di bidang seni.

Taufan menambahkan, dalam sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari anggota Komisi IV DPRD Parigi Arnol Ahloai SH, Tenaga Ahli Penyusunan Perda Kumdang Setda Kabupaten Parigi Moutong Abdullah.

Sosialisasi ini juga dihadiri, perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat Kaili (FKMK), Kerukunan Umat Beragama, tokoh budayawan, tokoh masyarakat, kepala sekolah SMA/SMK, pemerintah Kecamatan Eks Parigi serta kepala desa.

Ia berharap dengan adanya Perda ini, bisa direspon baik oleh Bupati dan Wakil Bupati, mengingat perda adalah bagian penting dalam kemajuan pemerintahan daerah.

Belasan Lomba Ramaikan Festival Literasi Parigi Moutong 2025

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Belasan jenis lomba, ramaikan festival literasi dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pagi Moutong.

Semarak literasi kembali menggema di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Tahun ini. Melalui lomba Festival Literasi Parigi Moutong tahun 2025, yang menghadirkan berbagai kegiatan inspiratif, yang dipusatkan pada penguatan budaya literasi, edukasi, dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Dalam upaya mendorong minat baca dan kecintaan terhadap literasi, Disdikbud menghadirkan sebelas jenis lomba dalam festival literas Parigi Moutong tahun ini, yang melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.

Sebelas jenis lomba tersebut, diantaranya lomba menulis cerpen, lomba membaca puisi, lomba mendongeng, lomba baca puisi tingkat SD-SMA, lomba esai literasi digital, lomba foto tingkat SD dan SMP, dan berbagai lomba edukatif lainnya

Melansir dari zentainovasi.id Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase dalam sambutannya, yang dibacakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan H. Moh. Sakti Lasimpala mengatakan, Hari Anak Nasional bukan sekedar peringatan tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen dalam melindungi, mendidik, serta memenuhi hak anak sebagai penerus bangsa.

“Kegiatan festival literasi ini merupakan kepedulian kita terhadap peningkatan kualitas anak-anak, khususnya dalam bidang pendidikan dan budaya baca,” ujarnya.

Literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah informasi, serta menanamkan nilai-nilai kearifan dan moral yang luhur.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui program Gerbang Desa dan 100 hari kerja, terus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah anak, sehat, serta mendukung tumbuh kembang mereka.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/10/ratusan-pelajar-di-parigi-moutong-ramaikan-festival-literasi-2025-2/

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2025/09/11/sebelas-lomba-ramaikan-festival-literasi-parigi-moutong-2025/

Desa Air Panas Kembali Dihantam Banjir, Aktivitas PETI Diduga Kuat Jadi Pemicu

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, kembali dihantam bencana banjir. Diduga kuat, aktivitas PETI di hulu sungai yang menjadi wilayah Desa Kayuboko, pemicu maraknya bencana banjir yang melanda Desa Air Panas ini.

Dampak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat,Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) semakin terasa berat.

Air bercampur lumpur kerap kali menerjang pemukiman warga di Desa Air Panas hingga nyaris menyisakan keluhan dari masyarakat yang telah beberapa kali harus membersihkan rumahnya dari sisa sisa lumpur karena aktivitas PETI yang berlangsung di Desa tetangganya, yakni Desa Kayuboko, yang juga dianggap telah merusak lingkungan.

Berdasarkan, informasi yang dihimpun media ini pada Jumat petang (12 September 2025), air bercampur lumpur kembali meluap bahkan menutup badan jalan dan jembatan yang dulunya kerap dijadikan titik perbatasan Desa Kayuboko dan Air Panas.

Terkait hal ini, Ketua Himpunan Pemuda Alkhairat (HPA) Parimo, Ridwan, angkat bicara.Menyorot aktivitas PETI di Desa Kayuboko, Ridwan menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong telah lalai untuk menghentikan aktifitasnya PETI yang sudah lama beroperasi.

“Akibat lambat ditertibkan, lahan bekas tambang bisa berakibat fatal bagi masyarakat,” tegas Ridwan, Jumat (12/09).

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal sudah nyata terlihat.

Sungai yang dulunya jernih kini dipenuhi lumpur, bahkan tanggul penahan air tak lagi mampu menahan derasnya banjir.

“Bukan hanya sawah dan kebun yang rusak, tapi rumah-rumah warga ikut terendam. Ini jelas bencana yang lahir dari pembiaran,” tambahnya.

Ridwan mengingatkan bahwa setiap musim hujan, desa-desa di sekitar Kayuboko selalu menjadi langganan banjir.

Ia menyebut, banjir bukan semata karena curah hujan tinggi, melainkan adanya kerusakan lingkungan diwilayah daerah tangkapan air, akibat aktivitas PETI.

“Ini bukan bencana alam murni, ini bencana karena ulah manusia yang dibiarkan tanpa pengawasan,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Ridwan, harus segera dijawab pemerintah dengan langkah konkret.

Ia menegaskan, tidak cukup hanya dengan imbauan, melainkan harus ada tindakan tegas menertibkan aktivitas PETI di Desa Kayuboko.

“Kalau tidak, maka masyarakat akan terus menanggung derita yang sama setiap tahunnya,” kata dia.

Ridwan bahkan mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah (Pemda) dalam melindungi warganya.

Ia menduga, ada kemungkinan pembiaran karena adanya kepentingan tertentu yang membuat penertiban PETI di Kayuboko berjalan lambat.

“Apakah mata mereka sudah tertutup oleh sesuatu, hingga tak lagi melihat derita rakyat yang sesungguhnya?” tanyanya.

Ia mengingatkan, dampak banjir bisa semakin parah, jika tidak ada solusi.Menurutnya, tanah longsor, banjir bandang, dan hilangnya sumber air bersih, bisa menjadi bencana lanjutan.

“Siapa yang akan bertanggung jawab ketika banjir bandang melanda? Jangan tunggu korban jiwa baru kalian bergerak,” tegas Ridwan.

Sementara itu, Hamsah yang merupakan salah seorang warga Desa Air Panas, juga mengaku resah dengan kondisi banjir yang terus berulang.

Ia, mengatakan bahwa banjir lumpur membuat akses jalan putus dan merusak lahan pertanian mereka.

“Kami sudah sering teriak minta solusi, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Kalau begini terus, kami yang jadi korban,” keluhnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/12/banjir-desa-matolele-nyaris-terisolir/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2025/09/10/pemodal-peti-moutong-abaikan-edaran-bupati-bekas-galian-berdampak-buruk-bagi-kesehatan-dan-lingkungan/

Banjir, Desa Matolele Nyaris Terisolir

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com –  Banjir yang menerjang Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, merusak jembatan yang membuat desa tersebut nyaris terisolir.

Curah hujan yang cukup tinggi diwilayah Kecamatan Parigi Tengah, pada Kamis malam (11 September 2025) mengakibatkan sekitar pukul 22 : 00 Wita, Desa Matolele diterjang banjir.

Beruntung, material air bercampur lumpur tidak berhasil masuk ke kawasan pemukiman warga Desa Matolele. Meski demikian, banjir tersebut nyaris membuat desa ini terisolir akibat, sejumlah material yang terbawa arus air, menghantam jembatan yang notabene satu-satunya akses penghubung keluar masuk desa tersebut.

Pantauan media ini pada Jumat (12 September 2025), sejumlah material berupa potongan kayu dan pohon sempat menutup ‘kolong’ jembatan, sehingga membuat arus air yang deras mengubah arah dan merusak bagian lain dari struktur jembatan tersebut.

Alhasil, saat ini jembatan tersebut hanya dapat diakses warga dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua saja.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat penanganan dari pihak terkait dilokasi bencana, sehingga kerugian yang diakibatkan juga belum dapat diketahui.

“Tadi pagi sudah ada pejabat dari BPBD yang datang meninjau,” ungkap Hamsum, salah seorang warga Desa Matolele.

Ia menambahkan, dikhawatirkan terjadi banjir susulan yang dapat membuat jalan akses keluar masuk Desa Matolele tersebut lumpuh total.

“Ini saja kondisi cuaca sudah mulai mendung lagi, kayak mau hujan deras lagi,” tambahnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/02/jalan-mulus-masih-dalam-penantian-warga-desa-matolele-butuh-kepastian/

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2025/09/12/longsor-di-jalur-kebun-kopi-4-mobil-dan-4-motor-tertimbun/

Exit mobile version
%%footer%%