Audiensi ke Dewan Pers, AMKI Pusat Siap Berkontribusi Bagi Dunia Pers Nasional

JAKARTA, kabarSAURUSonline.com – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat mengadakan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Dewan Pers Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi AMKI untuk memperkenalkan visi, misi organisasi kepada lembaga yang menaungi dan mengatur ekosistem pers nasional.

Rombongan pengurus AMKI Pusat yang hadir dipimpin langsung oleh Ketua Umum Tundra Meliala. Ia didampingi Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hubungan Internasional Budi Nugraha, Ketua Bidang Hukum Rukmana serta dua pengurus bidang humas, Simon Leo Siahaan dan Rendi Herdiana.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, yang turut didampingi oleh Tenaga Ahli Dewan Pers, Sudrajat. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dengan nuansa diskusi terbuka mengenai perkembangan dunia media di tengah arus digitalisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, memaparkan secara rinci latar belakang terbentuknya AMKI. Ia menjelaskan bahwa AMKI hadir sebagai wadah berhimpun bagi perusahaan media lintas platform yang kini semakin berkembang dan menghadapi berbagai tantangan konvergensi.

“Perubahan pola konsumsi informasi oleh masyarakat menuntut media untuk beradaptasi agar tetap relevan, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Tundra Meliala.

“AMKI didirikan untuk memperkuat kolaborasi antarperusahaan media di berbagai platform, baik cetak, elektronik, maupun digital. Kami ingin menghadirkan ekosistem pers yang sehat, beretika, dan mampu menjawab kebutuhan publik di era serba cepat ini,” sambung alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.

Selain memperkenalkan visi dan misi, Tundra juga secara resmi menyerahkan dokumen legalitas AMKI kepada Dewan Pers. Penyerahan berkas tersebut menjadi langkah konkret AMKI dalam menunjukkan keseriusannya membangun organisasi yang sah secara hukum dan siap berkontribusi bagi dunia pers nasional.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengurus AMKI. Ia menilai kehadiran AMKI dapat memperkaya dinamika organisasi pers di Indonesia, khususnya dalam menghadapi era konvergensi media yang menuntut inovasi dan profesionalisme.

“Dewan Pers menyambut baik kehadiran AMKI. Kehadiran organisasi ini menunjukkan bahwa industri media terus bergerak maju, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Kami berharap AMKI dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga independensi pers sekaligus mendorong peningkatan kualitas jurnalistik di tanah air,” ungkap Totok.

Sekjen AMKI Pusat Dadang Rachmat menyatakan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai peluang kerja sama antara AMKI dan Dewan Pers, terutama dalam hal peningkatan kapasitas perusahaan media, perlindungan hukum bagi jurnalis, hingga penguatan literasi digital masyarakat.

“Diskusi berjalan konstruktif, menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen pers agar mampu menjawab tantangan disrupsi informasi, maraknya hoaks, serta tuntutan transparansi publik.

Dadang Rachmat menjelaskan ke depan AMKI akan mendorong program-program pelatihan, riset media, serta advokasi bagi perusahaan anggota.

“AMKI tidak hanya sekadar wadah formal, melainkan juga pusat pertukaran gagasan dan inovasi,” katanya.

Umi Sjarifah menambahkan, dengan adanya pertemuan ini, pengurus AMKI berharap langkah awal yang ditempuh dapat membuka jalan menuju kemitraan berkelanjutan dengan Dewan Pers.

AMKI optimistis mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pers nasional sebagai pilar demokrasi sekaligus penyedia informasi yang kredibel.

“Silaturahmi dan audiensi ini menandai babak baru bagi AMKI dalam memperkenalkan diri ke ranah publik sekaligus memperkokoh posisi AMKI. Dengan visi kolaboratif dan orientasi pada profesionalisme, AMKI bertekad menjadi motor penggerak media konvergensi di Indonesia,” ucap Umi.(red)

Polres Parigi Moutong Berhasil Sikat Puluhan Tersangka Narkoba

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Parigi Moutong, berhasil mengamankan sebanyak puluhan tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Hal itu disampaikan Kapolres Parigi Moutong melalui Kasat Narkoba, Iptu Anugerah Sejahtera Tarigan dalam konferensi pers di Mapolres Parigi Moutong (Selasa 23 September 2025).

Ia menyampaikan, dalam waktu sembilan bulan, pihaknya berhasil menangkap  57 tersangka yang terdiri dari 53 laki-laki dan 4 perempuan.

Kemudian, Dari puluhan tersangka tersebut, Satuan Reserse Polres Parigi Moutong juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) ratusan paket narkotika jenis sabu.

“Total barang bukti yang berhasil kami amankan sebanyak 546 paket narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 424,4 gram,” ungkapnya.

Menurutnya, penangkapan terbaru dilakukan pada 18 September 2025 di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sidoan. Petugas mengamankan seorang tersangka bernama Randy, bersama 5 paket sabu seberat 1 gram.

Adapun pasal yang dikenakan kepada masing-masing tersangka yaitu pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Iptu Anugerah menjelaskan, dalam pengungkapan kasus narkoba mulai Januari hingga September 2025, sebagian besar informasinya berawal dari masyarakat.

Terkait hal itu, Ia sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga dan mengimbau agar kerja sama ini terus dilanjutkan.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, apabila memiliki informasi terkait peredaran narkoba, segera laporkan ke Polsek, Polres, atau langsung kepada saya. Informasi tersebut akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polres Parigi Moutong berkomitmen kuat untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya.

“Langkah-langkah represif terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” ujarnya.

Dari Sampah, DLH Parigi Moutong Ciptakan 4 Ton Pupuk Kompos

KABUPATEN PARIGI MOUTONG kabarSAURUSonline.com –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), memproduksi  Pupuk Kompos berbahan baku sampah sebanyak 4 ton.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Parigi Moutong Mispa H Tamabontosampah menyampaikan itu sebagai upaya meminimalisasi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah.

“Bahan bakunya adalah daun kering hasil angkutan sampah oleh petugas kebersihan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pupuk Kompos sekitar 4 ton tersebut hasil olahan komposter sejak Juli 2025 hingga saat ini, yang rencananya pupuk organik itu akan digunakan DLH di Wilayah perkantoran Kota Parigi dan diberikan ke Masyarakat jika ada yang memerlukan.

Terkait hal itu, DLH Parimo didukung dengan mesin pengolahan dan pengoperasiannya dilakukan secara mandiri oleh sejumlah pegawai di instansi tersebut.

“Daun kering dengan kotoran hewan dan sekam dicampurkan EM4 sebagai bakteri pengurai pada bahan organik. Pengolahannya murni tidak menggunakan bahan kimia,” tuturnya.

Mispah Mengaku, produksi Pupuk Kompos ini sebelumnya sempat tertahan yang dikarenakan kurangnya tenaga kerja.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya untuk melakukan produksi Pupuk Kompos tersebut dengan cara gotong royong atau saling melengkapi maupun dalam kegiatan-kegiatan lapangan DLH Parimo lainnya.

“Dalam produksi Pupuk Kompos ini, kami kekurangan tenaga kerja, saat ini untuk penggilingan itu ada 5 pekerja yang seharusnya untuk normalnya yang dibutuhkan adalah 8 pekerja,” terangnya.

Harapannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, kedepannya dapat memberikan solusi terkait kurangnya tenaga kerja di Dinas tersebut.

Mengingat, tupoksi DLH Parimo dalam melakukan penataan, kebersihan dan mengatasi sampah adalah tanggung jawab yang besar serta butuh sinergitas oleh semua stekholder dan seluruh elemen masyarakat.

Kemudian, selain memproduksi pupuk organik, DLH Parimo juga memiliki beberapa unit bank sampah.

“Kami juga memiliki mitra bank sampah unit dikelola masyarakat. Di bank sampah, sampah yang masuk disortir sesuai jenis dan warna, diantaranya plastik, kertas, karton, kardus, botol dan sejenisnya. Hasil tabungan sampah selanjutnya di bawa ke koperasi sampah untuk dijual,” demikian Mispa.

Soal Dugaan Siswa Keracunan Saat MBG, Dinkes dan Disdikbud Parigi Moutong ‘Tutup Mata’?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dugaan kasus keracunan menimpa sejumlah siswa SDK Toboli saat mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencuat dan telah menyebar luas di kalangan masyarakat, seakan tak lantas membuat pihak OPD terkait ‘bangun’. Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, justru terkesan ‘tutup mata’, karena enggan memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswa SDK Toboli Barat mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing usai menyantap menu yang disajikan dalam kegiatan MBG, beberapa waktu lalu.

Para guru yang khawatir segera membawa belasan siswa tersebut ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada keterangan resmi dari pihak Dinkes maupun Disdikbud terkait langkah tindak lanjut yang diambil.

Kedua instansi yang seharusnya memiliki kewenangan terkait hal ini, justru memilih bungkam saat coba dikonfirmasi media ini via pesan singkat via WhatsApp (Rabu, 17 September 2025).

Sikap bungkam ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, transparansi informasi dinilai sangat penting agar publik tidak berspekulasi berlebihan.

Beberapa warga bahkan menilai, diamnya instansi terkait bisa memperburuk citra program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah.

Sejumlah pihak mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan, melakukan investigasi mendalam, serta memastikan keamanan makanan yang didistribusikan dalam program MBG.

Selain itu, publik juga menuntut adanya evaluasi serius, agar kasus serupa tidak kembali terulang di sekolah lain.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, belasan siswa SDK Toboli Barat yang sempat dilarikan ke Puskesmas, dinyatakan tidak harus menjalani perawatan intensif.

Bahkan, belasan siswa ini juga telah kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa pada hari ini, (Rabu, 17 September 2025).

Sementara itu, harapan agar program MBG benar-benar membawa manfaat bagi kesehatan anak didik, terus digaungkan tanpa harus mengorbankan keselamatan mereka.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/16/dugaan-keracunan-siswa-sdk-toboli-barat-usai-ikuti-mbg-bikin-ketua-fraksi-gerindra-geram/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://zonasulawesi.id/pemkab-parigi-moutong-resmi-luncurkan-program-mbg-targetkan-generasi-bebas-stunting/

Dugaan Keracunan Siswa SDK Toboli Barat Usai Ikuti MBG, Bikin Ketua Fraksi Gerindra Geram

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dugaan kasus keracunan yang dialami belasan siswa SDK Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, beberapa saat usai melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencuat kepermukaan, bikin Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Parigi Moutong, geram.

Kepada, Redaksi kabarSAURUSonline.com, Faisan Badja, selaku Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Parigi Moutong, mengaku turut prihatin terhadap kejadian yang menimpa belasan siswa SD Toboli Barat, yang diduga mengalami keracunan, beberapa saat usai mengikuti program MBG.

Menurut Lelo (sapaan akrab Faisan Badja), program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sejatinya membawa tujuan mulia untuk meningkatkan gizi siswa dan mendukung upaya pencegahan stunting.

Namun sangat disayangkan, kata ia, tujuan mulia dari program MBG di Kabupaten Parigi Moutong, seakan ternodai dengan adanya kejadian yang menimpa belasan siswa di Toboli Barat, hingga sempat dilarikan Puskesmas terdekat.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang terjadi. Program ini jangan sampai justru menimbulkan dampak buruk bagi anak-anak. Pemerintah daerah harus segera mengevaluasi standar pengolahan dan distribusi makanan,” tegasnya, bernada sedikit geram, saat diwawancarai media ini via telepon seluler, Selasa malam (16 September 2025).

Selain itu, Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Parigi Moutong ini juga menyoroti pengawasan mutu dan higienitas makanan yang disinyalir terdapat kelemahan, hingga dugaan kasus keracunan ini dapat terjadi.

Lelo mengungkapkan, adanya kondis ini perlu mendapat perhatian yang lebih serius, dari sejumlah pihak terkait.

Ia juga menuturkan, selaku Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, dirinya bakal meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) maupun Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk turun langsung melakukan investigasi, terkait kejadian yang menimpa belasan siswa SDK Toboli Barat tersebut.

Ia menambahkan, Fraksi Gerindra juga akan mendorong melalui DPRD Parigi Moutong, untuk meminta Pemerintah Daerah (Pemda) membentuk tim khusus dalam rangka melaksanakan pengawasan terhadap program MBG yang berlangsung di daerah ini.

“Jika ditemukan kelalaian dari pihak penyedia makanan, maka harus ada sanksi tegas. Program ini baik, tetapi harus benar-benar diawasi, supaya tujuannya tercapai tanpa mengorbankan kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan keracunan ini menjadi sorotan publik, pasca pemberitaan media ini sebelumnya, terkait belasan siswa SDK Toboli Barat yang mengalami gejala mual, sakit kepala dan muntah, beberapa saat usai menyantap hidangan dari program MBG, hingga sempat dilarikan kerumah sakit.

Kemudian, Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Sekolah Dasar (SD), Ibrahim, yang kembali dikonfirmasi media ini, mengaku bakal menyampaikan hal tersebut kepada pimpinannya, untuk langkah yang akan diambil pihak Disdikbud Parigi Moutong.

“Jawaban dari Kepsek SDK Toboli Barat, memang benar hal ini terjadi. Syukur Alhamdulillah, tidak sampai ada yang rawat inap. Besok (Rabu, 17 September 2025), akan saya sampaikan kepada Bu Kadis,” terangnya, kepada media ini, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat via WhatsApp.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/16/belasan-siswa-sdk-toboli-barat-dilarikan-ke-puskesmas-usai-mbg/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://zonasulawesi.id/persiapan-pelaksanaan-mbg-bapelitbangda-parigi-moutong-lakukan-pendataan/

Belasan Siswa SDK Toboli Barat Dilarikan Ke Puskesmas Usai MBG

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com– Diduga keracunan, sebanyak belasan siswa SDK Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, dilarikan ke Puskesmas, beberapa saat usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (16 September 2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, para siswa tersebut mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah, tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG disekolah tersebut.

Diketahui, sebanyak 18 siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Parigi Utara, untuk mendapatkan penanganan medis.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Puskesmas (Kapus) Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Vemmy Lamatoa, membenarkan jika pihaknya sempat melakukan tindakan observasi kepada 18 siswa SDK Toboli Barat.

Meski demikian, Kapus Pangi ini mengaku belum berani memberikan kesimpulan, perihal diagnosa yang dialami belasan siswa SDK Toboli Barat tersebut.

“Ini, perlu kami luruskan terkait simpang siur kalo kami melakukan perawatan. Kami tidak melakukan perawatan, kami hanya melakukan pemeriksaan dan observasi kepada 18 siswa SD tersebut. Saya tidak berani memastikan apakah ini keracunan atau tidak, karena ada dokter yang berhak menjelaskan hal ini. Namun, para siswa tadi datang dengan kondisi ada yang merasakan mual, ada muntah, ada juga dengan keluhan sakit kepala,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibrahim, selaku Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, mengaku baru mendapatkan informasi saat Redaksi kabarSAURUSonline.com mengkonfirmasi hal ini.

Sehingga, kata Ibrahim, selaku OPD terkait, dirinya akan masih ingin meminta keterangan dari Kepala Sekolah (Kepsek) SDK Toboli Barat.

“Saya baru mengetahui hal ini, karena pihak sekolah tidak memberikan informasi. Saya akan meminta keterangan lebih jauh dlu kepada Kepsek, nanti akan saya hubungi kembali kalau sudah ada jawaban dari sana (Kepsek SDK Toboli Barat,” terangnya, saat dikonfirmasi media ini via telepon seluler.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disdikbud Parigi Moutong belum memberikan keterangan lebih lanjut, terkait hal ini.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/08/15/program-mbg-kabupaten-parigi-moutong-launching-di-sd-negeri-4/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2025/05/20/sebanyak-45-dapur-disiapkan-dukung-mbg-di-parigi-moutong/

Dinas Kelautan Parigi Moutong Gelar Raker dan Sosialisasi BPJS

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dinas Kelautan dan Perikanan menggelar rapat kerja bersama penyuluh dan petugas lapangan, (Senin 15 September 2025).

Kegiatan tersebut, dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan praktik illegal fishing serta penyerahan santunan kematian bagi nelayan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Mohamad Nasir, mengatakan forum tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah strategis di sektor kelautan dan perikanan.

“Kita juga mengevaluasi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari subsektor perikanan tangkap dan budidaya,” kata Nasir dalam sambutannya.

Ia menegaskan, praktik penangkapan ikan secara ilegal masih menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan sumber daya laut. Selain merugikan negara secara ekonomi, praktik itu juga mengganggu kehidupan nelayan lokal.

“Kami mengajak penyuluh dan petugas lapangan untuk terus aktif memberi edukasi kepada masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris nelayan yang terdaftar sebagai peserta aktif. Santunan ini, menurut Nasir, adalah bentuk hadirnya negara bagi pekerja sektor informal yang berisiko tinggi.

Ketua Panitia, Mashening, menyebut kegiatan berlangsung dua hari di Hotel Anutapura, Parigi, dengan peserta sebanyak 62 orang yang terdiri dari nelayan, penyuluh perikanan, dan petugas lapangan.

“Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat sinergi semua pihak dalam menjaga sektor kelautan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.

Terkait hal itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyampaikan, penyuluh dan petugas lapangan adalah ujung tombak dalam pelaksanaan Program-program di sektor kelautan. Mereka hadir langsung ditengah masyarakat menjadi penghubung antara rencana dan aksi nyata.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh penyuluh, Petugas lapangan serta semua pihak yang telah bekerja keras bahkan dalam keterbatasan sumber daya. saya yakin, dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang kuat, kita mampu membangun sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Exit mobile version
%%footer%%