URK 2021, Bappelitbangda Parigi Moutong Usulkan Dua Kegiatan

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, mengusulkan pekerjaan jalan desa dan transportasi darat pada tahun anggaran 2021.

Usulan Rencana Kerja (URK) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) itu, berdasarkan realita kebutuhan masyarakat khususnya wilayah utara.

Selain kondisi jalan desa banyak menuai keluhan, transportasi darat angkutan pedesaan yang jauh dari perkotaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Demikian ungkapan Kasubbid PIPW I, Ketut Sudana kepada kabarSAURUSonline.com, Jumat (16/10). Ia mengatakan ada tiga ruas jalan yang menjadi usulan tahun 2021 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tiga ruas jalan desa yang kami usulkan yakni berada di Kecamatan Tinombo, Kasimbar dan Lambunu,” sebutnya.

Namun sekarang kata ia, dengan adanya Covid-19, maka ada pengurangan anggaran DAK sekitar Rp 300 Juta lebih.

“Karena tahun ini ada penurunan atau pengurangan anggaran, maka dari itu sekarang kami harus menyesuaikan dana dari anggaran tersebut,” ujar ketut.

Ia menjelaskan, sebenarnya dengan pengurangan itu tidak terlalu berpengaruh banyak terhadapat kegiatan. Hanya saja, dari anggaran untuk kegiatan pembangunan jalan yang harus pihaknya lakukan penyesuaian.

“Perencanaan jalan wilayah Kecamatan Tinombo  ada sekitar enam kilo. Mungkin sekarang akan ada pengurangan, karena harus disinkronisasikan dengan dana yang ada. Tinggal menunggu lagi bagaimana perubahan dari Dinas PUPRP,” terangnya.

Transportasi Darat Juga Bagian URK 2021 Bappelitbangda Parigi Moutong

Begitupun dengan pengusulan transportasi darat bagi pengangkutan desa yang jauh dari perkotaan, sebanyak enam unit. Fasilitasnya katanya, berupa mobil pick up yang sasarannya untuk lima kecamatan wilayah utara.

“Ada lima kecamatan menjadi usulan mendapat mobil pick up yaitu Kecamatan Torue, Tinombo, Tinombo Selatan, Tomini dan Palasa,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari perencanaan pengusulan sebanyak enam unit itu, Kecamatan Tinombo Selatan yang mendapatkan jatah dua unit. Selain kecamatan tersebut masing-masing mendapatkan satu unit.

Lanjut Ketut, syarat untuk bisa mendapatkan atau mengusulkan mobil pick up terutama jauh dari perkotaan dan sudah harus memiliki dokumen BUMDes. BUMDesnya pun sudah harus jalan karena ini sangat penting, dalam artian sudah beroperasi untuk mendukung ekonomi desa.

“Awal November dokumen pengusulan transportasinya sudah harus masuk. Sekarang masih dalam perekapan dan tanda tangan Bupati,” tutupnya.

KPU Parigi Moutong, Paslon Harus Melakukan Kampanye Terbatas

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Masa pandemi Covid-19, KPU Parigi Moutong Sulawesi Tengah mengharuskan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah untuk melakukan kampanye terbatas.

Selain itu, tidak melakukan aktifitas kampanye yang bertentangan dengan peraturan pelaksanaan Pemilukada serentak 9 Desember 2020.

Demikian penyampaian anggota Komisioner KPU Parigi Moutong, Abdul Gafur kepada kabarSAURUSonline.com, Kamis (16/10). Gafur mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala utama pelaksanaan kampanye terbuka bagi Pasangan Calon (Paslon).

Sehingga, para Paslon  harus melakukan kampanye secara tertutup. Namun,  dalam hal itu juga masih ada pembolehan menggunakan metode pertemuan tatap muka. Akan tetapi peserta kampanye terbatas dan kegiatannya dalam ruangan atau gedung.

“Sebagaimana ketentuan PKPU, kampanye terbatas sudah paling banyak 50 orang yang hadir dalam ruangan itu dan tidak boleh melebihi dari 50 orang. Itu sudah menjadi ketentuan PKPU nomor 16 tahun 2020,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam PKPU Nomor 16 tahun 2020 itu, para PASLON tidak boleh melaksanakan rapat umum, dengan menghadirkan massa yang banyak.

Ia menyebutkan, saat ini para pasangan calon telah berada pada tahapan kampanye. Dimana, sesuai jadwal berlangsung mulai tanggal 26 September 2020 sampai dengan 5 Desember 2020.

“Paslon juga harus memperhatikan jadwal pelaksanaan kampanyenya. Jangan sampai menyalahi penempatan wilayah kampanye yang sudah ada,” himbaunya.

Hal terpenting lagi, pihaknya berharap dalam tahapan kampanye saat ini, semua pihak khususnya simpatisan Paslon dapat menjaga kesuksesan Pemilukada Sulawesi Tengah.

Kerap ‘Mangkir’ Pansus Covid-19 DPRD Parigi Moutong ‘Dicuek’

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – OPD teknis dan Tim Gugus Covid-19 produk eksekutif kerap ‘Mangkir’ dari undangan Pansus DPRD Parigi Moutong. Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Parigi Moutong terkait realisasi anggaran penanganan Covid-19, kembali mendapat ‘cuekkan’ dari pihak terkait.

Pasalnya, beberapa kali agenda pembahasan hingga Rabu kemarin, Tim Gugus Covid-19 dan OPD terkait, lagi-lagi tidak menghadiri rapat Pansus.

“Kalau bisa, mungkin dari ketua melakukan komunikasi dengan Satgas Covid 19. Ini yang paling fundamental sekali sebenarnya, karena ketika terjadi miskomunikasi, Tim Gugus yang akan bertanggung jawab,” ujar H. Wardi pada rapat Pansus DPRD Parigi Moutong belum lama ini.

Berdasarkan informasi terhimpun, pada tanggal 14 September 2020, Pansus Covid 19 telah mengadakan rapat lanjutan yang ke enam kalinya. Pembahasanya seputar teknis penanganan Covid 19, yang peserta rapatnya beberapa OPD. OPD tersebut yakni BPKAD, Rumah Sakit Anuntaloko, Rumah Sakit Tombolotutu, Dinas Sosial dan  Perindustrian dan Perdagangan.

Berdasarkan penjelasan pihak Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pengalokasian anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 26 milyar. OPD sudah menerima anggarannya terkait penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, jaring pengaman sosial, dan untuk belanja tak terduga.

Ia menjelaskan, realisasi anggaran tersebut tersebar ke penanganan kesehatan, yang terdiri dari beberapa item dari penyediaan sarana dan prasarana kesehatan. Sekitar Rp 3 milyar lebih melekat pada Dinas Kesehatan, RSUD Anuntaloko, RSUD Raja Tombolotutu, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tetapi, beberapa item yang masuk dalam perencanaan penggunaan dana belum terealisasi secara maksimal.

Pantauan media ini, OPD lainnya yang memiliki tugas penting seperti DLH, juga tidak menghadiri rapat tersebut. Padahal, kehadiran OPD itu sangat penting dalam mengkonfirmasi sejumlah kegiatan dan penggunaan anggaranya.

Menurut Pansus pembahasan rapat yang berlangsung selama beberapa pekan itu, terkesan membias karena ketidakhadiran tim satgas Covid-19. Itulah sebabnya Pansus belum menemukan informasi yang lebih akurat terkait penanganan dan realisasi dana covid-19 untuk wilayah Parigi Moutong.

Nurlina : Orang Tua Jadikan Rumah Tempat Belajar dan Bermain Ramah Anak

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Adanya wabah covid-19 membuat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyesuaikan sistem pembelajaranya. Sejak beberapa bulan yang lalu, layanan PAUD menerapkan sistem bermain dan belajar dari rumah untuk peserta didik. Maka dari itu, orang tua menjadi guru yang pertama dan utama, dituntut bisa menjadikan rumah sebagai tempat belajar dan bermain yang ramah anak.

Hal itu disampaikan Kabid PAUD dan Dikmas, Nurlina S,Pt M,Si, kepada redaksi kabarSAURUSonline.com, diruang kerjanya, Kamis (15/10).

Nurlina mengatakan, adaptasi dengan pandemi ini Disdikbud Parigi Moutong melakukan inovasi metode pembelajaran, agar para peserta didik PAUD tidak kehilangan masa belajarnya. Sehingga, tugas utama Bidang PAUD dan Dikmas adalah membangun kapasitas para guru PAUD agar bisa mengajar dari rumah.

“Tugas terberat guru mengajar dari rumah adalah, membuat orang tua menjadi teman, guru serta orang tua bagi anaknya. Jadi meletakkan kembali fungsi orang tua sebagai guru yang pertama dan utama,” terangnya

Saat ini Disdikbud tengah memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada fasilitator, kemudian fasilitator akan melatih guru-guru PAUD yang ada di Kabupaten Parigi Moutong dan selanjutnya bimbingan itu diberikan kepada orang tua.

Disdikbud Susun 12 Materi Pembelajaran dari Rumah

Agar bisa dilaksanakan dengan baik, kata Nurlina, Disdikbud  telah menyusun 12 materi pembelajaran yang akan dipedomani orang tua dalam melakukan pembelajaran di rumah. Diantaranya yaitu bermain sains dari rumah, bermain bahasa dari rumah, melakukan pengasuhan yang positif, memberikan dukungan psikososial untuk anak.

“Orang tua harus lebih memperhatikan hal-hal apa saja yang bisa dijadikan edukasi untuk anak, dalam hal ini yang terpenting adalah pelibatan anak pada setiap situasi,” ujarnya.

Nurlina menambahkan, sistem pembelajaran yang dilakukan para orang tua  di rumah tidak harus menggunakan fasilitas yang sama dengan belajar di sekolah, belajar di rumah juga bisa dilakukan dengan menjadikan rumah area bermain yang ramah kanak-kanak.

 “Masa pandemi ini menjadi kesempatan bagi para orang tua melakukan peran penting dengan bermain bersama anak, memberi hal yang mengedukasi sang anak dan selalu melibatkan anak dengan cara yang menyenangkan melalui apa yang ada di rumah,” tutupnya.

Program Fisik Pemdes Petapa Parigi Moutong, Tahun Ini Tidak Tuntas

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Program fisik tahun 2020 yang sudah terencanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Petapa, dipastikan tidak tuntas.

Program pembangunan fisik Pemdes Petapa Kabupaten Parigi Moutong Provinisi Sulawesi Tengah, dalam perencanaan pemanfaatan Dana Desa (DD) tahun 2020. Terpaksa harus terbengkalai akibat Pandemi Covid-19.

Hal Tersebut disampaikan Kepala Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Muin L Rugo. kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com disela kesibukannya belum lama ini.

“Dua program pembangunan fisik tahun 2020 Pemdes Petapa yakni, penimbunan jalan dan pembangunan talud terpaksa harus terhenti. Karena, persiapan anggaran dalam perencanaan program itu, seluruh teralihkan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Melansir dari soalkakita.com, total anggaran DD untuk Desa Petapa sebesar Rp 800 Juta lebih. Namun, sekitar 30 persen beralih ke penanganan Covid-19, berupa Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTDes).

 “Anggaran DD Rp 800  Juta untuk program pembangunan desa ini, selebihnya teralihkan ke penanganan Covid-19 berupa BLTDes,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari total 1000 lebih KK, hanya sekitar 139 KK yang sudah memenuhi kriteria penerima BLTDes dari anggaran DD tersebut.

Sebelumnya, pada tahap pertama penyaluran BLTDes bagi 139 KK, masing-masing mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp. 600 Ribu perbulan selama Tiga bulan berturut-turut.

“Kemudian, pada penyaluran BLTDes pada tahap II, sebesar Rp 300 Ribu perbulan selama tiga bulan juga. Setelah, bulan ketiga yang penyaluran Rp 600 Ribu selesai. Hal ini, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan penanganan Covid-19 Desa Petapa  merujuk pada SE Mendes tahun 2020 terkait desa tanggap Covid-19.

Ia menghimbau kepada seluruh warganya agar tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan.

“Seperti, kurangi aktifitas keluar rumah jika tidak penting tidak penting, jaga jarak, selalu mengenakan masker pada saat berpergian serta tidak lupa untuk selalu mencuci tangan,” tandasnya.

Puluhan Bumdes di Parigi Moutong Belum Dapat Penyertaan Modal

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Puluhan Bumdes di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga saat ini masih belum mendapat dana penyertaan modal.

Berdasarkan data yang dikantongi DPMD Parigi Moutong saat ini, dari total 278 desa yang ada pada wilayah Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 186 desa sudah membentuk BUMDes dan mendapat anggaran pernyataan modal yang bersumber dari Dana Desa (DD). Sedangkan 92 desa lainnya, masih belum memberikan anggaran pernyataan modal kepada BUMDesnya.

Padahal, BUMDes diharap mampu meningkatkan perputaran ekonomi desa. Pemerintah pusat menaruh harapan besar terhadap badan usaha yang dianggap dapat menjadi ‘pintu masuk’ kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Kabid Pemberdayaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa (DPMD) Kabupaten Parigi Moutong, Rony A. Tombolotutu, kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com di ruang kerjanya, Selasa (13/10).

Ia mengatakan, ketidakpahaman Pemerintah Desa (Pemdes) soal pembentukan badan usaha desa, menjadi alasan puluhan desa yang hingga kini belum membentuk maupun memberikan penyertaan modal.

“Masing-masing Pemdes terkesan bingung dalam pembentukan Badan usaha ini,” ujarnya.

Pasalnya kata Rony, salah satu syarat pembentukannya yaitu memiliki inisiatif dari pemerintah desa, dengan menentukan target yang akan dicapai dari sejumlah jenis usaha.

Hal ini lanjutnya, bertujuan untuk memastikan agar sejumlah jenis usaha dikelola tetap berjalan dan bergerak maju, meskipun tanpa bantuan anggaran penyertaan modal dari DD.

“Dalam hal pernyataan modal bagi badan usaha ini tidak boleh keliru, seharusnya ada proyeksi terlebih dahulu sebelum pembentukan usaha. Sehingga, dapat mengukur apakah suatu usaha berjalan sesuai harapan atau tidak,” jelasnya.

Sejumlah BUMDes yang Aktif Masih Belum Capai Target

Ia menyebutkan, hal itu bercermin pada 186 BUMDes yang sudah terbentuk di Kabupaten Parigi Moutong saat ini. Dimana, dari jumlah itu tutur Rony, sebagiannya masih belum mencapai target seperti yang diharapkan.

Sehingga katanya, penting untuk melakukan analisa perencanaan usaha terlebih dahulu, sebelum BUMDes diberikan bantuan anggaran penyertaan modal.

“Makanya kami terus memantau dan memverifikasi pada setiap tahunnya. Selain itu, mengadakan pelatihan khusus untuk pemanfaatan usaha,” terangnya.     

Ia berharap, dengan terbentuknya BUMDes kedapan, dapat memberdayakan masyarakat hingga menciptakan lapangan pekerjaan sampai dengan generasi yang akan datang.

“Pemerintah desa harus betul-betul memanfaatkan BUMDes secara efektif. Jika nanti DD berhenti, setidaknya ada Pendapatan Asli Desa (PADes) bersumber dari Badan usaha ini,” tandasnya.

Sopir Parigi – Palu Provinsi Sulawesi Tengah Digratiskan Rapid Test

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comSejumlah Sopir lintas Parigi – Palu mendapat kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong bebas biaya Rapid Test.

Biaya Rapid Test yang mencapai Rp 150 ribu, dianggap memberatkan kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Hal ini pun mendapat protes dari sejumlah kalangan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

Seperti, kalangan Sopir angkutan lintas daerah Parigi Moutong – Kota Palu. Dimana, hampir setiap hari para Sopir ini melakukan perjalanan pulang pergi dari dua daerah ini.

Sejumlah Sopir Parigi – Palu berpendapat, kebijakan yang keluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terkait upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Palu, terkesan tidak mempertimbangkan pendapatan para sopir lintas Parigi-Palu.

Ditambah lagi, kebijakan Pemda Parigi Moutong terkait harga untuk Rapid Test sebesar Rp 150 ribu, seakan memaksa para Sopir berhenti bekerja.

Aksi protes para Sopir Parigi – Palu pun dilakukan pada Senin (12/10), di kelurahan Loji yang menjadi tempat ‘mangkal’ mereka.

Dalam aksi protesnya, sejumlah Sopir meminta agar Pemda Parigi Moutong dapat menggratiskan Rapid Test kepada mereka.

Protes Sopir Parigi – Palu Terkait Rapid Test, Direspon Positif Pemda Parigi Moutong  

Protes sejumlah Sopir tersebut, mendapat respon positif dari Pemda Parigi Moutong.

Hal itu seperti disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Parigi Moutong, Irwan, kepada kabarSAURUSonline.com.

“Permintaan para sopir itu mendapat apresiasi dari Pak Bupati. Sehingga pada sore hari ini kami akan segera melakukan Rapid Test secara gratis kepada setiap Sopir yang ada” ujarnya, usai menghadiri pertemuan para Sopir dengan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.

Ia mengungkapkan, kesimpulan dari hasil pertemuan itu, Rapid Test gratis tidak hanya bagi para Sopir. Para Ina-Ina (Sebutan lain bagi pedagang sayur – sayuran, versi bahasa Parigi) kata Irwan, yang ingin berjualan ke wilayah Kota Palu, juga akan mendapat Rapid Test gratis.

Ia menambahkan. Samsurizal Tombolotutu juga akan mengadakan Rapid Test gratis kepada masyarakat secara bertahap.

“Karena saat ini alat Rapid Test yang ada masih sangat terbatas, sehingga pada tahap awal baru untuk para sopir dulu. Setelah itu, baru untuk pedagang yang berjualan ke kota Palu,” tutupnya.

Exit mobile version
%%footer%%