Sekolahkan Lagi Anak Putus Sekolah, Program Pemdes di Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Sekolahkan lagi anak putus sekolah, merupakan salah satu program prioritas bidang pendidikann, Desa Lobu Mandiri Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong.

Pemerintah Desa (Pemdes) Lobu Mandiri memberikan dukungan dana pada anak putus sekolah, untuk kembali mengenyam pendidikan.

Program ini merupakan respon cepat pemerintah desa, terhadap dampak timbul akibat pandemi COVID-19 yang mempengaruhi ekonomi rumah tangga. Bahkan, berimbas pada putusnya pendidikan anak.

Kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com yang menyambangi kantor Desa Lobu, Senin (11/01/2021). Sekretaris Desa Lobu Mandiri, Nur Afni mengatakan, program tersebut bersumber dari Dana Desa tahun 2021.

Ia menuturkan, program itu bertujuan untuk meringankan beban ekonomi orang tua murid pada masa Pandemi covid-19.

Selain itu, program ini juga untuk mendukung target pemerintah pusat dan daerah khususnya pengentasan wajib belajar untuk anak usia sekolah.

Ia Berharap, adanya program ini, orang tua semakin termotivasi untuk mendukung pendidikan anaknya.

Hal ini juga, guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap berkontribusi terhadap pembangunan desa dan daerah dikemudian hari.

“Jika ada anak yang putus sekolah dan masih mempunyai minat atau keinginan untuk melanjutkan sekolahnya, kami siap untuk menanggung biayanya,” tuturnya.

Lebih lanjut katanya, terkait program itu, Pemdes Lobu Mandiri menganggarkan pengadaan seragam sekolah dan biaya mobiler.

Program ini berlaku untuk jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.

“Jadi SD, SMP hingga SMA bisa kami masukan dalam program ini, yang penting mereka masih memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolahnya,” tutupnya.

Diketahui, Pemdes Lobu Mandiri juga memprosikan anggaran untuk mendukung pendidikan siswa berprestasi untuk warga desanya.

Menara Pandang, Proyek Menyeberang Tahun di Parigi Moutong?

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Menara pandang yang menjadi salah satu kegiatan proyek yang melekat pada Dispora Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Disinyalir proses pengerjaannya menyeberang tahun.

Pembangunan menara pandang yang berada pada dua lokasi berbeda, yakni Desa Katulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan dan Desa Salumpengut Kecamatan Moutong terkesan lelet.

Memasuki minggu pertama bulan Januari 2021, proyek pembangunan menara pandang bernilai ratusan juta rupiah ini, belum terlihat rampung.

Tampak balok penyangga penopang Mal untuk pengecoran tiang pada lantai dua masih terlihat kokoh.

Pekerjaan konstruksinya pun, terlihat masih sama seperti saat Tim Redaksi kabarSAURUSonline.com berkunjung pada bulan desember awal tahun 2020.

Padahal, berdasarkan informasi yang terpampang pada papan proyeknya, bangunan tersebut seharusnya sudah selesai pada tangal 29 Desember 2020.

Pengerjaan menara pandang tersebut, mulai triwulan akhir tahun anggaran 2020 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020.

Masih berdasarkan informasi dari papan proyeknya, nilai kontrak pada kegiatan proyek itu bernilai Rp 232.830.261. Sementara, waktu pelaksanaan pekerjaan 140 hari kalender tertanggal 12 Agustus dan berakhir tanggal 29 Desember 2020.

CV. NISA DIKA MEMBANGUN mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek itu, dengan Nomor Kontrak 027/01SP/PK/PKK.PD TWU/DISPORAP AR /VIII/2020.

Proyek Menara Pandang Lambat, Padahal Dalam Pengawasan APIP dan Polres

Aneh, pengerjaan proyek bernilai ratusan juta ini bisa lambat. Padahal, kegiatannya dalam pengawasan APIP dan Polres Parigi Moutong.

Melansir dari Portalsulawesi.id. Agil, Kontraktor pelaksana proyek itu, mengaku optimis proyek yang ia tangani dapat selesai tepat waktu.

“Kami.optimis bisa selesaikan pekerjaan ini tepat waktu, saat ini sudah capai 70 persen bobotnya,” jelas Agil, Sabtu (19/12/2020) silam. Saat tim media ini menyambangi lokasi pembangunan menara pandang pada Desa Salumpengut.

Optimisme Agil selaku kontraktor pelaksana karena proyek itu berada dalam dampingan  APIP dan Polres Parigi Moutong. Khususnya, Unit Tipikor dari Krimsus.

“Proyek kami dalam pengawasan APIP dan Tipikor Polres Pak, Mereka biasa mengontrol kami kerja. Makanya, kami yakin bisa selesai tepat waktu,” terangnya sambil menunjuk papan proyek.

Belum ada keterangan lebih jauh dari kontraktor pelaksana terkait penyebab lambatnya proses penyelesaian proyek tersebut.

Tanaman Hias Selamatkan Ekonomi Saat Pandemi

Mamasa, kabarSAURUSonline.com Kecantikan tanaman hias tercanyata mampu menyelamatkan ekonomi warga Kabupaten Mamasa pada masa Pandemi Covid-19.

Melansi dari Liputan6.com, banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini.

Sejumlah warga Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Menjadikan budidaya tamanan hias sebagai salah satu sumber penghasilan mereka saat pandemi.

Seorang pembudidaya, Andre Sambokaraeng menuturkan, selama pendemi Covid-19 ini, hampir semua tanaman hiasnya menjadi incaran banyak orang.

Meningkatnya minat warga terhadap hal ini, memberi dampak positif bagi perekonomian para pembudidayanya.

“Sejak penerapan work from home (WFH) pada awal pandemi, bisa dibilang ramai warga yang berburu. Karena, kebanyakan kegiatan itu untuk mengisi waktu selama WFH,” kata Andre kepada Liputan6.com, Jumat (27/11/2020).

Salah satu jenis tanaman hias yang jadi incaran konsumen yakni, jenis Caladium spesies Mamasa. Jenis tanaman ini mendapat pesanan dari berbagai daerah Indonesia, seperti dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

“Kalau penghasilan cukup lumayan, bisa mencapai Rp20 juta per bulan untuk penjualan yang kami lakukan secara online. Jadi orang pesan secara online,” ujar Andre.

Untuk pemasaran tanaman hias, andre mengaku melakukan beberapa cara, termasuk memanfaatkan sosial media.

Selain itu, juga terdapat konsumen yang datang untuk beli secara langsung. Selama pandemi Covid-19 budidaya tanaman hias sangat membantu mereka.

“Dampak ekonomi akibat Covid-19 dirasakan semua orang. Tetapi, lewat budidaya tanaman hias yang kami lakukan sejak awal, bisa membantu mendorong ekonomi keluarga pada masa-masa sulit,” tutur Andre.

Andre berharap, apa yang mereka lakukan ini dapat memotivasi masyarakat lainnya terkhusus bagi warga Mamasa agar terus berupaya bangkit melakukan inovasi pada masa pandemi yang bisa bertujuan meningkatkan ekonomi.

Tahap Enam Operasi Aman Nusa II Parigi Moutong, Cegah Covid-19

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comOperasi Aman Nusa II. merupakan giat Polres Parigi Moutong, dalam mencegah atau memutus penyebaran COVID-19 pada wilayah ini.

Demikian ungkapan Kabag OPS, AKP Junus Achpah. Saat, jumpa pers tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Posko Sekretariat Gedung Diklat Parigi, Kamis (07/01).

Berdasarkan pantuan redaksi kabarSAURUSonline.com. Junus menuturkan, jajaran Polri bekerjasama dengan Satgas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong dalam menjalankan Operasi Aman Nusa II ini.

Hal itu kata Junus, guna menekan penyebaran Covid-19 pada daerah ini, yang sedang menunjukkan peningkatan signifikan mulai Desember 2020 kemarin.   

“Kami dari Polri, termasuk Polres Parigi Moutong, terlibat dalam kegiatan yang namanya Operasi Aman Nusa II ini,” ujar Junus.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini, kegiatan Operasi Aman Nusa II pada wilayah  hukum Polres Parigi Moutong, telah memasuki tahap ke enam (VI).

“Hingga Januari 2021 sekarang, kegiatan ini sudah memasuki tahap VI,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebanyak 35 orang personil anggota Kepolisian Resort Parigi Moutong  yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Jumlah iu lanjut Junus, kemudian membentuk lima Satuan Tugas (Satgas) yang juga telah mempunyai Kepala Satuan masing-masing.

“Karena sudah mempunyai Kasat masing-masing, maka nantinya mereka akan bisa terarahkan saat melakukan kegiatan apa saja,” terangnya.

Sementara itu, pendistribusian vaksin COVID-19 dari PT Bio Farma tahap pertama untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah telah tiba sejak Selasa, (05/01/2021).

Junus mengatakan, kemungkinan dari kelima tim satgas tersebut akan terlibat dalam kegiatan penjemputannya, untuk pendistribusian ke Kabupaten Parigi Moutong.

“Rencana pelaksanaan penjemputan vaksin Covid-19 ke Kota Palu,  pada tanggal 12 Januari 2021. Mungkin, dari Kelima tim satgas tersebut akan kami libatkan untuk pengawalan penjemputannya,” tutupnya.

Belajar Bersemuka Masih Tertunda, Apakah UN Masih Pantas?

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comBelajar Bersemuka atau tatap muka bagi seluruh siswa Sekolah Dasar masih harus tertunda lagi untuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Kondisi ini pun turut memunculkan pertanyaan seperti apa proses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) nantinya?.

Apakah. Ujian Nasional bagi siswa kelas akhir masih pantas, sementara Pandemi tak kunjung tuntas?.

Berdasarkan Informasi yang terhimpun oleh Redaksi kabarSAURUSonline.com, hingga Kamis, 07 Januari 2021. Penyebaran Covid-19 pada Kabupaten Parigi Moutong mulai mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak Desember 2020 kemarin.

Tercatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kabupaten Parigi Moutong mencapai 249 orang.

Kondisi ini pun, turut mendorong Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengeluarkan surat edaran agar menunda pembelajaran tatap muka.

“Walaupun sudah ada SK kemarin kita juga harus mengkoordinasikan ke Satgas dulu karena Satgas yang menentukan sekolah yang berhak melakukan pembelajaran tatap muka mana yang tidak,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Manejemen SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Ince Pina, kepada media ini saat menyambangi ruang kerjanya, Kamis (07/01).

Hal itu juga kata ia, menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk pelaksanaan ujian bagi siswa yang kini menduduki kelas akhir.

Ia menyampaikan, terkait pembelajaran bersemuka nantinya, metode yang bakal terlaksana akan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. 

“Sehingga, pelaksanaan UN nantinya, berubah menjadi asesmen kompetensi minimal untuk jejang pendidikan SD,” ujarnya.

Belajar Bersemuka Masih Tertunda, UN Berganti AN?

Sementara itu, melansir dari cermati.com. UN yang kini menjadi Asesmen Nasional oleh Mendikbud Nadiem Makarim, merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang SD dan SMP

Terdapat tiga bagian ujian dalam asesmen nasional tersebut. Salah satunya adalah, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). 

Kompetensi ini bermaksud untukmengukur capaian literasi (bahasa) membaca dan numerasi (matematika). Hal ini sebagai hasil belajar kognitif, survey karakter dan survey lingkungan belajar

Contohnya disebutkan, akan ada survey terkait implentasi gotong royong di sekolah, apakah kebahagiaan anak di sekolah sudah mapan, termasuk apakah masih ada kasus bullying.

Asesemen Nasional ini Rencananua akan terlaksana tahun ini. Tentu saja, hal itu dengan melihat perkembangan penyebaran COVID-19 di masing-masing wilayah termasuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Mekanisme yang berkaitan dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanan Assemen Nasional ini, pihak Disdikbud Parigi Moutong, masih menunggu sosialisasi lebih lanjut dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kita masih menunggu sosialisasi tentang itu dari Kemdikbud dan kita juga melihat perkembangan dari COVID-19 ini,” tutup Ince Pina.

Vaksin COVID-19 Tahap Awal, Pejabat dan Petugas Kesehatan Jadi Prioritas

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com –  Secara nasional program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mulai diterapkan Januari ini. Untuk Kabupaten Parigi Moutong, data terkini sudah ada 249 orang yang terkonfirmasi positif dan 5 dinyatakan meninggal. Masifnya penyebaran COVID-19 ini, dimulai sejak bulan November 2020.

Berdasarkan itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Parigi Moutong mulai menyusun jadwal dan perencanaan tahapan pemberian vaksin untuk masyarakat Parigi Moutong. Satgas mengatakan, untuk tahap awal pejabat daerah dan petugas kesehatan yang menjadi prioritas.

Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Parigi Moutong, Irwan S.K.M M.kes, kepada redaksi kabarSAURUSonline.com mengatakan, untuk tahap awal pemberian vaksin akan diberikan kepada kurang lebih 2000 jiwa.

 “Seperti yang disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Wulandari Marasobu. Bahwa , vaksinasi tahap awal itu akan terfokuskan dulu bagi pejabat daerah (Forkopimda) ini dan petugas kesehatan yang kurang lebih 2000-an jiwa,” ujar Irwan, saat jumpa pers yang bertempat di asrama diklat, kamis (07/01/2021).

Lanjut Irwan, vaksinasi sinovac tahap kedua akan diberikan untuk masyarakat yang melakukan tugas pelayanan lainnya, dengan sejumlah ketentuan sebagai syarat penerima vaksin.

“Tahap pertama kan untuk pejabat dan tenaga medis, jadi untuk tahap kedua kemungkinan akan diberikan seperti untuk Satpol PP atau pegawai yang lainnya juga. Selanjutnya juga akan dibagikan bagi masyarakat umum dan pelaku ekonomi,” sebutnya.

Irwan menjelaskan, ketentuan penerima vaksin COVID-19 diantaranya yaitu yang berumur 18 tahun hingga 59 tahun, termasuk yang sebelumnya sudah pernah dinyatakan Positif COVID-19.

“Untuk yang sudah berusia 59 tahun keatas itu tidak boleh menerima vaksin ini. Selain itu, orang yang sudah pernah terindikasi positif COVID-19 juga tidak boleh, dan masih banyak lagi ketentuannya,” tuturnya.

Lanjut Irwan, vaksin tersebut merupakan program pemerintah pusat sehingga digratiskan untuk masyarakat. Rencananya pengambilan vaksin akan dilakukan tanggal 12 januari 2021 mendatang di Palu.

“Tidak ada pemungutan biaya dalam pemberian vaksin ini. Karena biayanya sudah ditanggung oleh pemerintah pusat,” bebernya.

Alasan memprioritaskan pemberian vaksin tahap awal untuk tenaga medis karena mereka yang paling beresiko sebab bersentuhan langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Pemda Siapkan Tempat Karantina dan Lokasi Pemakaman Jenazah COVID-19

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Melihat kondisi peningkatan penyebaran COVID-19 yang cukup signifikan sejak Desember 2020, Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong segera menyiapkan tempat karantina dan lokasi pemakaman khusus jenazah COVID-19.

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Badrun Nggai SE saat menghadiri rapat paripurna masa persidangan satu DPRD, pada Rabu (06/01/2021) mengatakan, menyediakan tempat karantina dan lokasi pemakaman khusus pasien COVID-19 merupakan hal mendesak.

 “Yang menjadi lokasi pemakaman khusus bagi jenazah positif COVID-19 terdapat pada dua titik, yaitu di Desa Lobu Mandiri Dusun II Kecamatan Parigi Barat dan juga Desa Olaya Dusun V Kecamatan Parigi,” sebutnya.

Lanjut Wabup, Pemda sudah dapat memastikan dua lokasi pemakaman tersebut, bahkan pihaknya sudah melakukan peninjauan lokasi bersama dinas terkait seperti Dinas PUPRP, BPBD, Dinas Kesehatan, BKAD dan jajaran OPD terkait lainnya.

“Ya tentunya jauh dari pemukiman penduduk, karena itu sangat penting untuk mengantisipasi penularannya lagi. Sudah sesuai dengan apa yang kami harapkan,” terangnya.

Bukti kesiapan Pemda, selain melakukan peninjauan lokasi telah diinstruksikan juga pada Dinas PUPRP segera melakukan pembukaan jalan menuju lokasi pemakaman tersebut.

“Saya berharap agar dalam waktu dekat ini Dinas PUPRP sudah melakukan pembukaan jalan menuju ke lokasi itu,” harapnya.

Gedung 3-4 RSUD Anuntaloko Akan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Positif Covid-19

Terkait tempat karantina pasien terkonfirmasi COVID-19, Wabup menambahkan, Pemda memilih gedung lantai 3 dan 4 RSUD Anuntoloko Parigi.

“Jadi nanti gedung 3-4 RSUD Anuntaloko tersebut akan dijadikan tempat karantina,” ujarnya.

Lanjutnya, gedung itu selain digunakan untuk pasien terkonfirmasi positif yang sementara dalam perawatan, juga bisa digunakan untuk orang yang sedang melakukan karantina mandiri.

“Untuk yang telah melakukan karantina mandiri, nantinya akan ditarik semua ke RSUD Anuntaloko Parigi. Jadi disana total kamar yang tersedia untuk penanganan Covid-19 terdapat 101 kamar,” tutupnya.

Exit mobile version
%%footer%%