Hari Bakti PU, DPUPRP Silahturahmi Kepada Pensiunan

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Hari Bakti PU diperingati pada 03 Desember setiap tahunnya. Kali ini, pada peringatan ke 75, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong, melakukan silaturahmi kepada pensiunannya.

Peringatan kali ini, memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, untuk memeriahkan Hari Bakti PU ini, DPUPRP selalu menggelar sejumlah perlombaan. Namun, akibat Pandemi Covid-19, hal tersebut tidak nampak pada peringatan tahun ini.

Meski demikian, pemandangan yang berbeda dan patut dijadikan contoh terlihat pada kegiatan DPUPRP Parigi Moutong, pada peringatan Hari Bakti PU ke 75 ini

Pasalnya, OPD yang saat ini dipimpin Rivai sebagai Plt Kepala Dinas (Kadis) melakukan silaturahmi kepada sejumlah pensiunan DPUPRP, sembari membagikan sembako.

“Jika sebelumnya peringatan Hari Bakti Pu ini kami melakukan sejumlah perlombaan. Namun tahun ini, karena masih ada covid, sehingga kegiatan itu tidak dilaksanakan,” ujar Rivai, melansir dari situs resmi DPUPRP Parigi Moutong.

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, Rivai bersama-sama dengan sejumlah perwakilan bidang dari OPD itu sendiri.

Rivai menuturkan, para pensiunan tersebut adalah bagian dari orang-orang berjasa dalam pembangunan daerah ini.

“Pada saat mereka masih bertugas, mereka sudah banyak berbuat untuk pembangunan daerah ini. Khususnya, bagi DPUPRP Parigi Moutong,” tuturnya.

Sayangnya, ungkap Rivai, tidak semua pensiunan DPUPRP ini, bisa ia dan pihaknya kunjungi. Hal itu kata Rivai, akibat beberapa pensiunan sudah tidak lagi tinggal pada wilayah Parigi M0utong.    

“Selain itu, ada juga yang keluar kota,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Rivai, setelah melakukan silaturahmi kepada para pensiunan tersebut, ia bersrta tim berencana untuk mengunjungi salah satu Panti Asuhan yang terletak di Desa Pelawa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

Pembangunan Tangki Septik, Diyakini Selesai Tepat Waktu

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Pembangunan tangki septik yang menjadi salah satu program tahun anggaran 2020. DPUPRP Parigi Moutong, yakini dapat selesai tepat waktu.

Salah satu kegiatan pemanfaatan penggunaan anggaran tahun 2020 pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong, yaitu pembangunan tangki septik berjumlah puluhan unit, bagi masyarakat.

Secara spesifik, kegiatan itu berada dalam pengelolaan dan pengawasan bidang Cipta Karya, DPUPRP Parigi Moutong. Tercatat sebanyak 30 unit proyek pekerjaan fisik tersebut dalam program kegiatan bidang Cipta Karya DPUPRP tahun 2020.

Informasi tersebut dihipun Redaksi kabarSAURUSonline.com, yang melansir dari website resmi DPUPRP Parigi Moutong

Memasuki bulan terakhir tahun anggaran 2020, proyek infrastuktur itu masih dalam tahapan pengerjaan sampai saat ini.

Meski demikian, DPUPRP yakin pengerjaannya dapat selesai sebelum bulan Januari 2021 nanti.

Kepada awak media, Hance Maidi, Kepala Seksi Penataan Bangunan Lingkungan Bidang Cipta Karya DPUPRP Parigi Moutong, mengungkapkan hal tersebut.

“Dari total jumlah keseluruhannya sebanyak 30 unit, 17 unitnya merupakan paket invidual. Sedangkan, 13 unit lagi, adalah paket komunal,” ujarnya, Selasa (1/12).

Hance Maidi yang saat itu dalam kegiatan mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kadis DPUPRP, Rivai, untuk meninjau langsung proses pengerjaan pembangunan tangki septik wilayah Kecamatan Parigi Selatan dan Parigi Tengah.

Pada sela waktu luang dalam kegiatan itu, Hance Maidi mengungkapkan, persentase proses pengerjaan pembangunan tangki septik tersebut. Ia menuturkan, secara keseluruhannya telah mencapai sekitar 80 persen.

Kata Hance Maidi, masih ada sisa waktu dari waktu yang telah ditetapkan. Sehingga, lanjut Hance Maidi, pihaknya meyakini dengan manfaatkan sisa waktu yang ada, progres pada proyek pekerjaan itu dapat selesai tepat waktu.

“Dengan persentase progres pengerjaan seperti itu, kami yakin pengerjaan proyek ini, dapat selesai tepat waktu,” tandasnya.

Bidang Pertanahan DPUPRP, Terbitkan 80 Sertifikat Bidang Tanah

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Bidang Pertanahan DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, tahun ini bakal menerbitkan sertifikat tanah senayak 80 dokumen.

Pasca Kabupaten Parigi Moutong ‘merdeka’ sejak tahun 2002 silam. Hingga saat ini Pemerintah Daerah (Pemda), terus berupaya melakukan inventarisir sejumlah aset tanah yang notabene ‘warisan’ dari Kabupaten Donggala.

Tahun ini, Sejumlah aset tanah yang sebelumnya menjadi milik Kabupaten Donggala yang terletak daerah ini, akan resmi menjadi aset Pemda Parigi Moutong.

Keyakinan akan hal itu, tidak lepas dari kerja keras bidang pertanahan DPUPRP Parigi Moutong, yang membangun kerjasama dengan Kementerian Pertanahan ATR/BPN wilayah Parigi Moutong. Terkait penerbitan 80 dokumen sertifikat tanah.    

Bahkan, melalui penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut, Bidang pertanahan DPUPRP tahun ini dapat menerbitan dokumen sertifikat bidang tanah tersebut melebihi dari target

“Awalnya, target kami hanya sebanyak 75 dokumen sertifikat saja yang akan terbit. Namun seiring berjalannya waktu. Penerbitan dokumen sertifikat ini telai mencapai angka 80 dokumen,” ujar Plt Kabid Pertanahan DPUPRP Parigi Moutong, Robin Ardiansyah.

Saat Redaksi kabarSAURUSonline.com, menyambangi ruang kerjanya Senin (30/11).  Robin Ardiansya Didampingi seorang stafnya untuk menjelaskan hal tersebut.

Ia menuturkan, 80 aset bidang tanah yang sudah rampung penerbitan sertifikatnya itu, merupakan aset bidang tanah yang berlokasi di tiga kecamatan daerah ini.

“Kecamatan Bolano, Kecamatan Bolano Lambunu dan Kecamatan Moutong,” ungkapnya.

Ia mengatakan, 90 persen penerbitan dokumen sertifikat bidang tanah tersebut, sertifikat bidang tanah sekolah yang sebelumnya adalah aset Kabupaten Donggala.

Meskipun Kata Robin, beberapa hal terkait penerbitan dokumen sertifikat itu menjadi tanggungan negara.

Namun, lanjutnya, bebebrapa kegiatan yang tidak masuk dalam tanggungan negara, mendapat intervensi dari anggaran daerah.

“Anggaran yang terkucurkan hanya sekitar Rp 50 Juta, itupun sudah sangat kami irit,” terangnya.

Bidang Pertanahan DPUPRP Parigi Moutong, Masih Memfokuskan Kegiatannya Pada Penerbitan Sertifikan Tanah ‘Warisan’ Donggala

Dalam beberapat tahun kedepan, Tambah Robin, bidang pertanahan DPUPRP masih fokus pada kegiatan penerbitan sertifikat bidang tanah.

Pasalnya, masih banyak tanah ‘warisan’ atau hibah Kabupaten Donggala yang nota bene aset daerah tersebut belum memiliki alas hak menjadi aset Pemda Parigi Moutong.

“Kita fokus dihibah Donggala dulu,  karena semua belum ada alas hak pengaman aset bagi daerah ini,” pungkasnya.

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/ratusan-juta-abt-dpuprp-parigi-moutong-untuk-pemeliharaan-taman/

Kecamatan Palasa ‘Digoyang’ Gempa, Ini Himbauan BPBD

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comKecamatan Palasa ‘digoyang’ gempa bumi, sejak lima hari terakhir. BPBD Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah menghimbau agar warga tidak panik.

Berdasarkan informasi yang berhasil terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com. Tercatat sejak lima hari terakhir, Kecamatan Palasa ‘digoyang’ gempa sekitar 27 kali.

Hal ini sempat menimbulkan kepanikan warga pada wilayah tersebut. Pasalnya, kejadian pada 28 September 2018 yang menghantam Provinsi Sulawesi Tengah, masih ‘segar’ dalam benak warga Parigi Moutong.  

Terkait hal tersebut, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, I Nyoman Adi, menghimbau agar warga tidak panik secara berlebihan.

Kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com, saat menyambangi ruang kerjanya Selasa (01/12). Ia mengaku, saat ini pihak BPBD Parigi Moutong telah berada di lapangan untuk melakukan tindakan kewaspadaan.

“Kami membantu warga wilayah Kecamatan Palasa dengan mendirikan tenda pada sekitar rumah mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa (Pemdes) sekitar, terkait penentuan jalur evakuasi menuju titik kumpul jika Kecamatan Palasa ‘digoyang’ gempa bumi lagi.

“Pada tiap-tiap desa kami telah menentukan titik kumpulnya dan jalur evakuasi. hal itu kami lakukan kalau misal terjadi gempa susulan,” terangnya.

Ia menuturkan, Tim lapangan BPBD Parigi Moutong juga memberikan himbauan bagi masyarakat setempat, agar tetap waspada, dan tidak panik secara berlebihan.

Ia menegaskan, hal terpenting dalam kondisi seperti ini adalah, warga jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong.

“Kemudian untuk masyarakat pesisir pantai jangan panik karena belum ada informasi akan terjadi tsunami. Juga sebagai bentuk himbauan kepada masyarakat  agar melihat memperhatikan struktur rumah masing-masing. Kalau misalnya rawan dengan retakan, sebaiknya berjaga-jaga jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survey lapangan lanjutnya, sampai dengan saat ini belum ada warga yang mengungsi karena situasi masih aman terkendali.

Kecamatan Palasa ‘Digoyang’ Gempa, Namun Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, melansir dari TEMPO.CO. BMKG menjelaskan gempa yang terjadi sejak Jumat (27/11 Red) hingga Senin (30/11) pukul 06:00 Wita, akibat aktivitas sesar lokal. Sementara, titik gempa yang berpusat pada wilayah daratan, sehingga tidak menimbulkan potensi tsunami.

BMKG juga merilis grafik gempa bumi, rata-rata kekuatan guncangan dengan magnitudo di bawah empat Skala Richter dengan kedalaman bervariasi.

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/bpbd-parimo-ingatkan-warga-waspada-bencana-la-nina/

PKBM Lahir Atas Inisiatif dan Kebutuhan Warga

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com PKBM lahir atas dasar inisiatif dan kebutuhan warga Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada sejumlah desa, merupakan salah satu cara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong mewujudkan program Parimo Cerdas.

Pembentukan PKBM dapat mendukung kemajuan kualitas pendidikan desa. Meski demikian, pembentukan ini atas inisiatif warga desa secara mandiri dan mempertimbangkan kebutuhan warga.

Melansir dari situs resmi Disdikbud Parigi Moutong, demikian ungkapkan Kabid Paud dan Dikmas, Nurlina Sani. Ia mengatakan, Disdikbud masih membutuhkan peran DPMPD untuk memudahkan warga desa membentuk PKBM.

Pasalnya, kata Nurlina, sebagai OPD yang bertugas melakukan pendampingan terhadap desa. DPMD Parigi Moutong memiliki akses dengan aparat dan warga desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi membentuk lembaga tersebut.

“Jika OPD terkait memfasilitasi pembentukan PKBM, maka lebih cepat menarik minat warga desa. Bahkan, program kegiatannya pun dapat menyentuh langsung dengan kebutuhan warga,” terangnya, Selasa (1/12).

Nurlina menuturkan, kegiatan pada lembaga ini bukan hanya soal pengentasan warga putus sekolah untuk mendapatkan ijazah paket. Namun lanjutnya, lebih kearah pengembangan kecakapan hidup.

“Contohnya, Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) juga menjadi bagian kegiatan pembelajaran pada lembaga ini,” tutupnya.

Lagu Daerah Garapan Disdikbud, Diluncurkan Usai Pilkada

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Lagu daerah garapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong. Rencananya louncing pada Desember 2020, usai perhelatan Pilkada.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong, Sri Nur Rahma, saat Redaksi kabarSAURUSonline.com, bertandang ke ruang kerjanya, Jumat (28/11).

Ia mengatakan, sejak tahun 2019 segala proses penggaparan yang cukup panjang ‘mewarnai’ upaya peluncuran album perdana lagu daerah Kabupaten Parigi Moutong ini.

Hal tersebut kata Sri Nur Rahma, mulai dari seleksi lagu dan penyanyi. Hingga, proses rekaman dan peluncuran album perdana berjudul ‘Parigi Dalam Nada Kebudayaan’.

“Sebenarnya peluncuran album perdana ini, kita laksanakan pada awal tahun 2020. Hanya saja, karena adanya Covid-19, maka tertunda lagi. Insya Allah, mungkin setelah Pilkada, kami louncing,” ujarnya.      

Ia menuturkan, album ‘Parigi Dalam Nada Kebudayaan’ ini, berisikan sejumlah lagu daerah dari berbagai macam bahasa dominan wilayah Parigi Moutong.

Lanjut Sri (sapaan akrabnya), sebanyak 12 penyanyi putra putri anak daerah Parigi Moutong mengisi album tersebut. Sebelumnya, para penyanyi ini telah mengukuti tahapan seleksi kontes menyanyi.   

“Album perdana ini, kami mengcover sejumlah lagu daerah dalam bahasa lauje, bahasa tialo, bahasa kaili tara, tajio dan bahasa rai. Penyanyinya, adalah anak-anak kita yang sudah melalui seleksi dalam kontes menyanyi tahun kemarin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, album tersebut memuat delapan lagu. Enam diantaranya, terpilih melalui seleksi untuk pembuatan album tersebut. Para penciptanya, adalah anak Parigi Moutong.

Kemudian sisanya, adalah bentuk apresiasi terhadap lagu daerah yang sudah tercatat berprestasi.        

“Yaitu ‘Sou Nagaya’, telah mendapat penghargaan terbaik tingkat nasional. Kemudian, ‘Epe Tesa’ bercerita kekayaan Teluk Tomini berbahasa kaili mendapat penghargaan pada gelar budaya tingkat provinsi,” terangnya.

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/disdikbud-parigi-moutong-rampungkan-dokumen-kebudayaan/

Jembatan Cabang Tiga Bolano Lambunu, Akhirnya Direhab

Parigi Moutong kabarSAURUSonlie.com –  Jembatan cabang Tiga pada wilayah Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong yang mengalami rusak berat, akhirnya Direhab DPUPRP.   

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Akhirnya merehabilitasi jembatan  Cabang 3 Bolano Lambunu. Setelah (sekitar dua pekan sebelumnya), sempat menjadi keluhan masyarakat.

Berdasarkan penelusuran Redaksi kabarSAURUSonlie.com. Keluhan warga terkait kondisi kerusakan yang cukup parah pada jembatan cabang tiga ini, sempat mengisi berada postingan salah satu akun media sosial (Facebook).    

melansir dari salah satu akun pengguna facebook bernama Achand Lee yang memperlihatkan kondisi jembatan tersebut yang sangat memprihatinkan.

“Mau uji nyali? tak perlu jauh-jauh. Lewat jembatann ini saja, dadamu pasti akan deg-degan tak karuan (jantung berdebar kencang). Namun, torang so biasa leee (logat Sulawesi yang bermakna sama dengan ‘Kami sudah terbiasa’), soalnya, so (sudah) lama itu. Foto ini masih manis, kalau keadaaan sekarang lebih manis (sindiran, yang sebenarnya bermakna lebih parah lagi). Masyarakat so pernah berpatisipasi, begitu juga dari Polsek Bolano Lambunu pernah kase bae ini jembatan. For (untuk) masyarakat tarima kase lee (terima kasih) biar saribu dua ribu (nominal uang pecahan Seribu, Dua ribu Rupiah). For Polsek Bolano Lambunu, tarima kase juga eh sorri (maaf) sopir oto (mobil) tarima kase juga lee so pernah bakase nae ini jembatan mudah-mudahan kita pe anak pe anak (anak dari anakku atau cucu), so ta aspal ini jembatan,” tulis akun bernama Achnad Lee pada beranda statusnya, Sabtu (28/11).

Melansir dari website resmi milik DPUPRP Parigi Moutong. Keluhan warga itu, langsung mendapat respon dari DPUPRP, dengan menyediakan anggaran rehabilitasi jembatan cabang tiga tersebut.

Baca : http://pu-parigimoutong.com/?p=2553#.X9YcXlX7QdU

Pembangunan Baru Jembatan Cabang Tiga Bolano Lambunu, Bakal Diusul Pakai APBN  

Kemudian pada Minggu (29/11). Bidang Bina Marga DPUPRP Parigi Moutong mulai mengerjakan proses rehabilitasi jembatan cabang tiga dengan memanfaatkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada APBD-Perubahan (APBDP) tahun 2020.

“Rehabilitasi itu adalah solusi jangka pendek. Sedangkan, untuk rencana jangka panjang harus ada pembangunan baru jembatan secara permanen,” ujar Eko selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) rehabilitasi tersebut.

Eko menuturkan, pembangunan baru jembatan memerlukan biaya yang besar. Sehingga, DPUPRP Parigi Moutong, masih harus melakukan sejumlah proses terkait rencana pembangunan baru jembatan itu.

“Setidaknya, rehabilitasi jembatan cabang tiga yang menjadi akses penghubung perlintasan antar desa tersebut, bisa mengurangi keresahan masyarakat yang melintasi wilayah itu,” tuturnya.

“Menurut pimpinan kami, rencana pembebasan lahan sekitar lokasi, dan anggaran pembangunan fisiknya akan diusulkan melalui anggaran APBN,” tambahnya.

Kondisi Jembatan Cabang Tiga Kecamatan Bolano Lambunu, setelah kegiatan rehabilitasi DPUPRP Parigi Moutong. Sumber Foto : Matarakyatindo.com
Exit mobile version
%%footer%%