Walau Anggaran Kecil, DPUPRP Rehab Kantor DPRD Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Walau alokasi anggaran rehabilitasi kantor DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah nilainya kecil, DPUPRP secara berlahan merehap kerusakan bangunan perwakilan rakyat.

Gedung DPRD yang hampir setahun tidak berpenghuni tersebut, karena kondisi bangunan yang mengkhawatirkan. Secara bertahap kantornya para wakil rakyat itu sudah menjadi perhatian, meski hingga saat ini masih meninggalkan kenangan bencana.

Bahkan, rehabilitasi bangunan pemerintah tersebut bukan hanya pada gedung DPRD saja, melainkan kerusakan ringan kantor Bupati juga menjadi sasaran pekerjaan.

Kedua bangunan kantor pemerintahan di Kabupaten Parigi Moutong tersebut, merupakan bagian dari dampak gempa bumi 28 September 2018 silam.

Melihat kondisi kedua bagunan tersebut, kantor DPRD yang terlihat sangat parah. Selain, sejumlah ruangan khususnya ruang komisi-komisi dan fraksi-fraksi, terlihat retakan-retakan pada setiap sudut bangunan.

“Untuk pelaksanaan rehabilitasi gedung DPRD Parigi Moutong itu menghabiskan dana sekitar Rp 190 juta. Untuk rehab kerusakan ringan kantor bupati sekitar Rp100 Juta,” sebut Kasi Infrastruktur Bidang Cipta Karya DPUPRP Parigi Moutong, Wayan Sumarya kepada kabarSAURUSonline.com belum lama ini.

Ia mengakui, pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi kedua gedung itu, belum sepenuhnya tuntas, karena pihaknya mengalami keterbatasan anggaran yang tersedia.

Untungnya kata Wayan, wakil masyarakat di lembaga DPRD Parigi Moutong mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi kantor rakyat tersebut.

“Kemarin ada anggaran kecil untuk kita, sehingga pengerjaannya belum sepenuhnya tuntas,” jelasnya.

Lanjut Ia, untuk program infrastruktur tahun 2021, jika alokasi anggarannya besar maka pihaknya akan menambah beberapa kegiatan lagi.

Kegiatan tersebut, seperti pekerjaan pembangunan trotoar dan perencanaan pembangunan gedung asrama mahasiswa di Jalan Suparman kota Palu.

“Saya harap mudah-mudahan anggarannya nanti cukup, agar beberapa tambahan kegiatan tersebut bisa terlaksana,” tutupnya.

Mayori Mparigi Husni Hamzah Tutup Usia

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comMayori Mparigi, Husni Hamzah Subahana meninggal dunia di usia ke-88, Senin 7 Desember 2020 sekitar pukul 03.09 WITA.

Husni Hamzah Subahana, merupakan tokoh adat yang banyak berkontribusi terhadap pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) Parigi Moutong. Mayori Mparigi ini, meningalkan 10 orang putra dan putri.

Melansir dari website resmi Disdikbud Parigi Moutong, Kepala Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Parigi Moutong, H.Badrun Nggai, melepaskan jenazah secara simbolis dari Pemerintah Daerah, sebelum disalatkan ke Masjid Nurul Falah Pelawa.

“Saya selaku pemerintah daerah mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Saya mengajak kita semua memanjatkan do’a untuk almarhum Husni Hamzah Subahana,” ujar Badrun Nggai.

Tampak ratusan orang hadir melayat dan mengantar jasad Almarhum Mayori Mparigi ini, ke tempat peristirahatan terakhir.

Sejumlah tokoh adat Patanggota Parigi Moutong turut hadir. Selain itu, wakil ketua DPRD Provinsi Sulteng Zalzulmida  Djanggola, Wakil ketua DPRD Faisan Badja, juga ketua MUI Parigi Tengah, ikut hadir mengantar jasad Almarhum.

Usai pemakaman, patanggota melantik Subhan anak laki-laki ke Empat dari Almarhum Husni Hamzah untuk melanjutkan tugasnya sebagai Mayori Mparigi.

Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai dan seluruh pelayat, turut menjadi saksi pelantikan Mayori Mparigi yang baru ini.

Pernyataan tokoh adat Patanggota bahwa gelar Mayori tersebut turun kepada Subhan menjadi pertanda prosesi tersebut. Selanjutnya, proses pemakaian atribut adat Kaili (pakaian) dan pemasangan siga sebagai prosesi penutup.

Sebelum Berpulang, Mayori Mparigi Sempat Membuat Cerita Rakyat Suku Kaili Pada Wilayah Kabupaten Parigi Moutong

Semasa hidup Almarhum menunjukan kecintaanya terhadap budaya Kaili dengan aktif turut serta dalam proses pemajuan kebudayaan Parigi Moutong.

Belakangan, meski sudah dalam kondisi lemah, Almarhum masih berupaya berkontribusi dalam memberikan pokok pikiran kebudayaan yang tengah melalui proses perampungan oleh Disdikbud Parigi Moutong.

Hal itu, sebagaimana amanat UU No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.

Pada penghujung usianya, Almarhum sempat menuliskan beberapa catatan sejarah dan cerita rakyat Suku Kaili pada wilayah Parigi Moutong.

Pendidikan dan Kesehatan, Prioritas Desa Bambalemo Tahun 2021

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Tahun 2021, program pembangunan pendidikan  dan kesehatan akan menjadi skala prioritas Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tahun 2020  ini, menurut sejumlah pemerintah desa merupakan tahun terpuruk bagi kelangsungan program pembangunan perdesaan. Ratusan juta anggaran desa harus beralih alokasi untuk penanganan Covid-19.

Padahal, pemerintah desa sudah menyusun sedemikian rapi program pembangunannya, baik pembangunan secara fisik maupun pemberdayaan masyarakat. Namun, karena amanat pemerintah pusat untuk melakukan penanganan serius terhadap bencana non alan itu, semuanya menjadi terbengkalai.

Berbeda halnya dengan Desa Bambalemo, yang tetap melaksanakan sebagian program kegiatan desa fisik maupun pemberdayaan masyarakat. Walaupun, pandemi Covid-19 masih tetap menghantui Negeri ini.

“Alahamdulillah semua program sudah terlaksana, baik itu program fisik maupun program pemberdayaan masyarakat. Penanganan pasca bencana dan penanganan pandemi Covid 19 juga terselesaikan,” terang Kepala Desa (Kades) Bambalemo, Irvan Adnan kepada kabarSAURUSonline.com, saat bertemu, Jumat (04/12).

Ia mengatakan, pada tahun 2021 Desa Bambalemo Induk akan memprioritaskan program pendidikan dan kesehatan. Program itu kata Ia, khusus untuk penanganan anak putus sekolah dan yang terdampak putus sekolah.

Lanjut Ia, sementara untuk program kesehatan, pihaknya mendorong peningkatan pelayanan posyandu. Sedangkan peningkatan ekonomi masyarakat, targetnya adalah pengaktifan kembali semua kegiatan yang menyangkut pengolaan sumber daya alam.

“Yang intinya pada tahun 2021, tidak ada pengangguran di Desa Bambalemo dan ini menjadi beban moral buat saya. Menyangkut status desa yang sekarang masuk kategori mandiri harus bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun depan, juga akan kembali dialokasikan. Namun saat ini, pihaknya belum mengetahui berapa nilai yang akan di kucurkan.

Tidak hanya itu lanjutnya, BUMdes juga akan menjadi perhatian, agar dapat berjalan efektif dengan usaha pengelolaan batu bata dan sumber daya alam lainnya.

“Kami masih akan melaksanakan rapat bersama BPD. Jadi, tahun 2021 mendatang insya Allah kami akan menerapkannya,” tutupnya

Malam Gelar Harla, Pagi OPA Gen’s Pala Tanam Pohon

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Tanggal 4 Desember 2020 malam menggelar Hari Lahir (Harla) ke-22, di pagi hari OPA Gen’s Pala melaksanakan aksi tanam pohon.

Tidak memakan waktu lama, bibit pohon hasil kerjasama OPA Gen’s Pala dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong tuntas tertanam.

Pasalnya, proses penanaman pohon tersebut bukan hanya melibatkan anggota Gen’s Pala sendiri. Namun, momen Harla organisasi yang bergerak untuk lingkungan itu, juga melibatkan puluhan kelompok pencinta alam di Kabupaten Parigi Moutong.

Kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com, Sugito, Ketua Umum OPA Gen’s Pala menuturkan, kegiatan tanam pohon atau penghijauan merupakan sebuah kegiatan wajib organisasi pecinta alam .

Kata Sugito, selain bagian dari rangkaian kegiatan Harla OPA Gem’s Pala, aksi tanam pohon ini juga dapat meningkatkan rasa solidaritas dan persatuan sesama anggota pecinta alam.

“Bedalah, kegiatan kami dengan yang lain. Meski semalam jika orang melihat kami tertawa-tawa, tapi pasti ada kegiatan positif yang kami lakukan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya tidak menyangka antusias pencinta alam di daerah itu, memberikan suport positif bagi Gen’s Pala. Sampai-sampai katanya, sebanyak 40an lembaga Pencinta alam hadir.

Ia menyebutkan, hanya dalam waktu satu jam, aksi tanam pohon yang lokasinya di area jalur sampah tuntas tertanam.

“Kami sangat berterima kasih dengan teman-teman pencinta alam lainnya, yang sudi mensukseskan kegiatan kami,” cetusnya.

Sugito menambahkan, OPA Gen’s Pala sudah berkomitmen untuk selalu melaksanakan hal-hal positif bagi bangsa dan negara.

Begitu juga dalam membangun karakter generasi muda dalam melakukan sesuatu yang positif, agar tidak memilih jalan yang salah.

“Intinya yang paling penting, dengan kegiatan seperti ini tiada lagi kata-kata tawuran antar pemuda,” tandasnya.

Cipta Karya DPUPRP Parigi Moutong ‘Memoles Cantik’ Trotoar

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong Sulawesi Tengah ‘Memoles Cantik’ Trotoar area perkantoran.

Keindahan area perkotaan di Ibukota merupakan kewajiban pemerintah daerah. ‘Memoles Cantik’ area perkantoran dengan polesan warna-warni cat oleh Bidang Cipta Karya DPUPRP adalah bagian pemenuhan kewajiban tersebut.

Proses pengecatan untuk hal itu, DPUPRP Parigi Moutong memilih trotoar pembatas jalan di area perkantoran jalur dua Ibukota Parigi.

Area perkantoran merupakan wajah Ibukota Parigi Moutong yang harus tertata indah, agar setiap orang melewatinya merasa nyaman dengan keindahan areanya.

Demikian ungkapan Kepala Seksi Infrastruktur mewakili Kepala Bidang Cipta Karya, Wayan Sumarya, saat redaksi kabarSAURUSonline.com menyambangi kantor DPUPRP belum lama ini.

Ia mengatakan, pekerjaan pengecatan merupakan salah satu upaya pemeliharaan trotoar, dengan mengganti cat lama yang sudah mulai kusam dan pudar.

“Pengecatan itu kami lakukan sepanjang area perkantoran jalur dua,” bilangnya.

Meskipun tuturnya, anggaran yang tersedia sangat kecil sekitar Rp 50 juta. Namun dengan anggaran itu, pihaknya tidak hanya melakukan pengecatan saja, melainkan pembersihan dan perbaikan kerusakan kecil trotoar pun terlaksana.

“Anggarannya kecil. Sehingga dengan anggaran tersebut kami lakukan pemanfaatan seadanya saja,” bebernya.

Ia menambahkan, selain untuk pemeliharaan, pengecatan  itu juga dapat menjaga nama kota yang indah dan bersih. Sehingga dapat menambah keindahan ruas jalan seputaran area perkantoran.

Harla OPA Gen’s Pala, Bukan Hanya Seremoni Belaka

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Harla OPA Gen’s Pala ke 22 yang dirayakan pada 04 Desember 2020, bukan hanya sekedar acar seremoni belaka.

Perayaan salah satu momen yang dianggap ‘sakral’ oleh para anggotanya ini, terlaksana di markas mereka yang bertempat di Desa Jononunu. Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Komitmen kerjasama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pun, memberi warna dalam perayaan dirgahayu Organisasi Pecinta Alam yang kini telah memiliki keanggotaan sebanyak empat angkatan.

Kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com, Fahmi, ketua panitia Harla OPA Gen’s Pala ke 22, menuturkan, kegiatan penghijauan melalui penanaman ratusan pohon. Turut menjadi rangkaian dalam kegiatan memeriakan Harla OPA Gen’s Pala tahun ini.

“Ini, sesuai dengan tema kita, Menjalin Kerjasama Satu Misi Menjaga dan Melesatarikan Lingkungan. Alhamdulillah, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, bisa memfasilitasi kami terkait pengadaan ratusan berbagai jenis tanaman,” uijarnya.

Ia mengatakan, titik penanaman ratusan pohon itu sesuai hasil koordinasi dengan pihak instansi, tertuju pada area jalur menuju TPA Jononunu.

Untuk proses penanaman kata Ia, melibatkan puluhan Lembaga Pencinta Alam di Kabupaten Parigi Moutong.

“Biar kegiatan kami ini tidak terkesan hanya sebatas seremonial belaka dan berjalan sesuai dengan tema yang telah kami konsep,” paparnya.

‘Gebrakan’ generasi penerus OPA Gen’s Pala ini, membuat senior sekaligus par pendiri Organisasi Pecinta Alam ini, merasa bangga.

Jaya, yang merupakan salah seorang pendiri OPA Gen’s Pala, mengaku terharu dengan terobosan para penerus organisasi tersebut. 

Menurutnya, generasi ini sudah memberikan sesuatu yang terbaik bagi organisasi dan mampu memeriahkan perayaan Harla OPA Gen’s Pala ke 22 ini.

Jaya mengkisahkan, latar belakang pendirian Organisasi Pecinta Alam di Desa Jononunu, adalah kenakalan remaja dan maraknya illegal logging pada wilayah desa tersebut tahun 1998, merupakan pemicu tercetusnya OPA Gen’s Pala.

“Saya berterima kasih sekali kepada adik-adik Gen’s Pala yang sudah menyalakan kembali obor pengharapan,” tutupnya

DPMD Parigi Moutong Perkenalkan Aplikasi eHDW bagi KPM

Parigi Moutong, kabarSaURUSonline.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, memperkenalkan aplikasi eHDW kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Aplikasi smartphone  berbasis android itu, merupakan sebuah sistim pelaporan dari Kementerian Desa yang bertujuan untuk memudahkan KPM untuk melaporkan perkembangan penanganan stunting.

Tugas KPM sebagai tenaga monitoring dan fasilitasi konvergensi penanganan stunting lapangan, tentunya harus melaporkan segala perkembangan yang terjadi di lapangan. Sehingga untuk memudahkan hal tersebut, aplikasi eHDW sangat membantu KPM dalam menjalankan tugas di semua wilayah di Kabupaten Parigi Moutong.

Demikian penjelasan Kepala Bidang Penataan dan Perkembangan Desa DPMD Kabupaten Parigi Moutong, Rhein  Zullita kepada media ini belum lama ini.

Rein mengatakan, setiap bulan KPM harus melaporkan pelaksanaan tugas monitoring konvergensi stunting melalui Form Pemantauan Bulanan.

“Laporannya terdiri dari ibu hamil/nifas, anak usia nol hingga 24 bulan dan anak usia 2-6 tahun,” paparnya.

Dengan demikian lanjutnya, eHDW tersebut bisa membantu pemerintah daerah maupun pusat, mendapatkan informasi mengenai sarana dan prasarana pendukung pencegahan stunting.

Begitupun kata Ia, informasi terkait ibu hamil, anak baduta, balita, tingkat pemenuhan paket pelayanan konvergensi, termasuk dari segi penganggarannya.

‘Untuk memperkenalkan aplikasi ini, kami sudah melakukan pelatihan kepada KPM yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Parigi Moutong,” sebutnya.

Ia menyebutkan, pelatihan itu bertujuan agar KPM dapat dengan mudah dan cepat melaporkan hasil pendataan. Begitu juga lanjutnya, dengan penyajian data yang tepat dan cepat demi untuk penentuan kebijakan langkah pencegahan stunting.

Metodenya ucap Rein, menggunakan sistim virtual melalui aplikasi zoom. Seluruh narasumbermenyajikan materinya melalui aplikasi tersebut, termasuk proses tanya jawab jika  belum mengerti atau ada yang belum jelas.

“Alhamdulillah, pesertanya sekitar 372 orang dengan pembagian kegiatan sebanyak tiga gelombang,” jelasnya.

Exit mobile version
%%footer%%