‘Berulah Lagi’, Bupati Parigi Moutong Dapat Somasi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Berulah lagi, Bupati Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Samsurizal Tombolotutu. Kembali mendapat somasi terkait penyerobotan lahan.

Jabatan Bupati Parigi Moutong, yang kini diemban Samsurizal Tombolotutu selama dua periode, belakangan sering terdengar ‘bersahabat’ dengan sejumlah persoalan hukum.

Akibat sejumlah tindakannya belakangan ini, membuat ia beberapa kali mendapat layangan surat berisi somasi.

Baca : https://kabarsaurusonline.com/berita-merupakan-sajian-kumpulan-informasi-publik/perkara-tuduhanhutang-samsurizal-cs-lanjut-persidangan/

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/berita-merupakan-sajian-kumpulan-informasi-publik/sengketa-aset-parigi-moutong-ketua-dprd-jadi-tergugat/

Tak tanggung-tanggung, saat ini Bupati Parigi Moutong berpotensi mendapat jeratan hukum dari Dua Undang – Undang. Yaitu, Pasal 407 KUHPidana dan pasal 412 KUHPidana, serta pasal 1365 KUHPerdata.        

Kali ini, surat somasi atau teguran hukum tersebut dari  Moh. Suaib HI Hadiuna. Warga Dusun III, Desa Tada Timur, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, melalui tim pengacaranya.

Surat bernomor 003/SOMASI/LBH-Parimo/1/2021, tertanggal 21 Januari 2021, menyebutkan bahwa, sekitar tahun 2020, tanpa sepengetahuan Moh. Suaib HI Hadiuna. Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, melakukan penebangan 70 pohon kelapa, sebagai lahan menuju Pantai Mosing pada lokasi miliknya.

Surat keterangan jual beli tahun 1986 dan surat keterangan dari kepala desa setempat tahun 1992, menjadi dasar atas kepemilikan lahan tersebut.

Akibat hal itu, melalui dampingan kuasa hukumnya, Sumitro. Moh. Suaib HI Hadiuna meminta biaya ganti rugi senilai Rp 170 Juta  Rupiah.

Kuasa hukum Moh. Suaib menilai hal itu setimpal atas kerugian yang ia alami, dengan rincian, 70 pohon kelapa X Rp 2.000.000.

Selain itu, tanah seluas Lebar 20 dengan panjang 1000 Meter X Rp 30.000.000

Masih berdasarkan isi dalam surat somasi tersebut, Bupati Parigi Moutong bakal menjadi terlapor dalam kasus pidana dan kasus perdata, jika tidak segera menyelesaikan hal tersebut.

“Bahwa kami menegaskan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, agar segera menyelesaikan atau membicarakan permasalahan ini dengan batas waktu 3 X 24 jam. Terhitung, sejak diterimanya somasi ini,” bunyi poin Delapan surat somasi tersebut.

Harga Cabai Pasar Sentral Parigi ‘Pedis’ Lagi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Harga cabai, pada pasar sentral Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kembali alami kenaikkan yang seakan menunjukkan eksistensi rasa Pedisnya.

Pantauan redaksikabarSAURUSonline.com, sejumlah bahan rempah mulai mengalami kenaikkan harga pada Pasar Sentral Parigi (PSP), Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (23/01),

Padahal, jelang hari raya natal dan tahun baru 2020 lalu, harga dari bahan rempah tersebut masih terbilang normal saja.

“Harga Rica (Sebutan Cabai, bagi warga Parigi Moutong) sekarang naik, perkilonya sampai Rp 50 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp 45 ribu. Selain itu, Tomat juga sudah naik Rp 5000 ribu per kilo, biasanya Cuma Rp 3000 ribu sampai Rp 4000 Ribu saja,” ungkap Tina, pedagang cabai PSP.

Menurutnya, beruntung kenaikkan harga cabai ini, tidak seiringan dengan Bawang Putih dan Mawang Merah.

Ia menuturkan, harga bawang merah dan juga bawang putih masih berkisar Rp 30 ribu perkilo dalam seminggu ini.

“Yang lain harganya naik, tapi kalau bawang merah dan bawang putih itu harganya hanya Rp 30 ribu saja per kilo. Apa biasanya sampai Rp 40 ribu satu kilo,” tutur Tina.

Selain harga cabai, sejumlah harga bahan pokok juga mengalami kenaikkan.

Indah, salah seorang pedagang bahan campuran pada PSP mengaku, beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam mengalami kenaikkan.

Bukan hanya itu, sambung Indah, tepung terigu hingga mie instan, juga ikut mengalami kenaikkan.

“Beras bongkaran naik jadi Rp 460 per karung, kalau biasanya hanya Rp 425 ribu saja. Harga telur yang sebelumnya Rp 43 ribu kini menjadi Rp 45 ribu per satu rak,” tandasnya.

Rumah Terdampak Bencana di Sulbar Dapat Bantuan Puluhan Juta

Mamuju, kabarSAURUSonline.com – Sejumlah rumah rusak terdampak bencana gempa bumi pada Provinsi Sulawesi Barat, bakal mendapat bantuan dari pemerintah hingga Rp 50 juta.

Kabupaten Mamuju dan Majene adalah daerah yang paling banyak terdapat Rumah terdampak bencana Gempa Bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo, pada Jumat pekan kemarin.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), berjanji akan mengucurkan bantuan kepada warga Provinsi Sulbar agar dapat memperbaiki segala kerusakan pada rumah terdampak bencana tersebut.

Melansir dari Radarsulbar.co.id, kepastian bantuan itu, terungkap saat Presiden berkunjung ke Kabupaten Mamuju, Selasa 19 Januari.

Jokowi mengaku, besaran nominal bantuan, akan menyesuaikan tingkat kerusakan dari setiap bangunan.

“Untuk rumah penduduk yang roboh pemerintah akan membantu. Bagi yang rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, ringan berarti yang retak-retak Rp 10 juta,” kata Jokowi, kepada ratusan warga yang memilih Stadion Manakarra, Mamuju, sebagai titik pengungsian.

Olehnya kata Jokowi, pendataan lapangan harus obyektif dan berlaku transparan.

Kemudian, Jokowi juga menyampaikan beberapa hal terkait perbaikan sejumlah kantor pemerintahan yang ‘luluh lantak’ kepada Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar.

“Untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh. Nanti, setelah audit,  segera pemerintah pusat bangun kembali,” tutur Jokowi.

Ia berharap, perekonomian Provinsi Sulbar dan aktifitas pemerintahan bisa kembali normal setelah bantuan dari pemerintah pusat mengucurkan bantuan tersebut.

Selain persoalan bantuan, mantan Wali Kota Solo ini juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam kepada  korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah terdampak bencana gempa bumi pada (15/1 Red).

“Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada korban, yang meninggal dunia. Semoga keluarga dapat ikhlas dan sabar,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris DP menyebutkan, Jokowi mengapresiasi semua pihak yang telah menyiapkan tempat pengungsian layak.

Pemprov Sulbar Bakal Lakukan Assesment Rumah Terdampak Bencana Gempa Bumi, Wilayah Mamuju dan Majene

“Semua pihak sudah membuat tempat pengungsian yang menurut presiden sudah representatif, tinggal perkuat sanitasinya. Kalau untuk tendanya sudah aman,” kata Idris.

Pemprov Sulbar juga telah menyampaikan setiap kendala penanganan gempa kepada menteri PUPR yang mendampingi Presiden Jokowi.

“Insya Allah segera juga melakukan assessment terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. Termasuk bangunan pemerintah maupun rumah warga,” ujar Idris.

Ia menyebutkan, rendahnya kondisi fiskal Sulbar membuat dampak gempa semakin terasa.

“Wilayah terdampak gempa Majene-Mamuju tidak terlalu luas namun sangat memukul Sulbar, dalam arti fiskalnya yang kecil. Tambah lagi dengan kebencanaan,” ujar Idris.

Pemulihan pasca gempa bakal segera dilakukan tahun ini. Postur anggarannya dari APBN.

“Itu bisa saja kalau presiden mengatakan. Itu namanya Kepresnya keluar dari segi pembiayaan,” tandas Idris.

Sulteng Hadir Menghapus Air Mata Korban Bencana Sulbar

Mamuju, kabarSAURUSonline.comHingga seminggu, Bencana gempa bumi 6,2 SR, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus hadir menghapus air mata korban bencana Sulbar.

Sejak Jumat (15/1) gempa bumi menggoyang Sulbar yang mengakibatkan kerusakan hingga korban jiwa. Ternyata, bantuan Sulteng terus berdatangan untuk meringankan duka korban bencana Sulbar .

Hampir tak kenal putus, iring-iringan bantuan dari daerah tetangga Sulbar itu terus berdatangan untuk memulihkan kondisi daerah yang berduka tersebut. Tidak terkecuali, bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

Wakil Gubernur Provinsi Sulteng, Rusli Dg. Palabbi kepada media ini, Kamis (21/1) mengungkapkan, sedikitnya ada 12 unit mobil pengangkut bantuan dari wilayahnya.

Ia menyebutkan, nilai bantuan Pemprov Sulteng untuk Sulbar tersebut, mencapai Rp 702 juta yang pembelanjaannya berupa sembako, keperluan bayi, wanita dan lansia.

“Bantuan ini merupakan balas budi warga Sulteng, karena Sulbar merupakan provinsi yang pertama kali membantu bencana 28 September 2018 lalu,” ujarnya.

Rusli berharap, dengan hadirnya bantuan bagi daerah yang terkenal dengan Bumi Manakarra itu, dapat membangkitkan dan mendukung percepatan memulihkan kondisi daerah setempat.

Ia membeberkan, bantuan yang hadir bersumber dari masyarakat Peduli Bencana Gempa Sulbar. Kemudian lanjutnya, dari OPD Pemprov Sulteng, Bank Sulteng, Inspektur Tambang Kementerian ESDM Sulteng dan pengusaha tambang Se-Sulawesi Tengah.

Sementara, Gubernur Sulbar, Andi Ali Baal Masdal saat menerima bantuan Pemprov Sulteng, Jumat (22/1). Menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulteng dan Masyarakat Sulteng atas dukungan selama ini.

“Terima Kasih kepada Pemprov Sulteng. Khususnya, kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, atas bantuannya yang sampai saat ini tidak berhenti masuk ke wilayah Sulbar. Bantuan tersebut sangat membantu masyarakat kami pada kondisi saat ini,” tandasnya.

PWI Sulteng Peduli Sulbar, Diakui Bikin Ketum PWI Bangga

MamujukabarSAURUSonline.com – Kehadiran relawan PWI Sulteng Peduli, bagi korban bencana gempa bumi Provinsi Sulawesi Barat. Ternyata, sempat membuat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Athal Depari, bangga.

Hal itu berdasarkan penuturan Ketua PWI Provinsi Sulawesi Barat, Naskah M. Nabhan, ketika menyambut kedatangan para relawan dari kalangan wartawan, yang menyambangi kediamannya Rabu, (21/1).

Ia mengaku, telah menanti kedatangan para relawan dari profesi wartawan Sulteng itu, sejak Athal Depari menghubunginya via gawai, Selasa (20/1) malam.

“Saya mendapat telepon dari Ketum PWI. Pak Athal, mengaku bangga atas kepekaan PWI Sulteng, menggelar aksi kemanusiaan untuk korban gempa bumi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),” ujarnya.

Pengakuan tokoh Pers bumi Manakarra itu, terungkap saat Tim Relawan PWI Sulteng Peduli, datang untuk menyerahkan sejumlah bantuan paket sembako bagi korban gempa bumi 6,2 SR Sulbar.

Naskah Apresiasi Angkatan Muda PWI Sulteng

Atas nama PWI Sulbar, Naskah M Nabhan juga menyampaikan terimakasih kepada PWI Sulteng, yang sudah mengirimkan angkatan mudanya ke Sulbar.

Hal itu menurut Ia, guna memberikan dukungan moral bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.

Bukan hanya itu, sejumlah pujian pun beberapa kali ia lontarkan kepada organisasi wartawan tanah Tadulako, yang telah mengirimkan para anggotanya yang masih muda dengan Kepala Divisi Hubungan Antar Lembaga PWI Sulteng, Syahrul, sebagai Koordinator relawan.

Sebelum bercengkrama dengan para relawan. Naskah, menerima sebanyak 40 paket logistik yang diserahkan secara simbolis oleh, Syahrul (koordinator relawan)

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir bersama Naskah, Ketua Dewan kehormatan PWI Sulbar, Sulaeman Rahman dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Herman Muhtar.

Usai serah terima bantuan tersebut, Naskah kembali mengucapkan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Begitu juga kepada seluruh masyarakat, atas sumbangsi dan perhatian dalam menjalin silahturahmi sekaligus meringankan beban masyarakat Sulbar.

“Kami ucapkan terima kasih buat seluruh masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng). Khususnya warga Parigi Moutong yang sudah membantu para korban bencana wilayah Provinsi Sulbar ini,” tutupnya.

Tangan ‘Tina Rampah’, Spirit Bagi Relawan Untuk Sulbar

Mamuju, kabarSAURUSonline.com – Tangan sejumlah ‘Tina Rampah’ atau juru masak pada Dapur Umum milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, memberikan spirit bagi relawan kemanusiaan.

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang saat ini ‘menangis’ akibat goncangan gempa bumi berkekuatan 6,2 SR, mengundang empati dari berbagai daerah wilayah pulau sulawesi.

Lebih-lebih Provinsi Sulawesi Tengah yang secara terus menerus mengerahkan bantuannya kepada Sulbar. Keterlibatan pemerintah dan warga Sulawesi Tengah, bukan hanya ‘Isapan Jempol Belaka’ untuk meringankan beban korban bencana.

Hingga detik ini, sejumlah bantuan dari daerah ‘Tadulako’ itu, terus mengalir bak air mengairi ratusan hektar persawahan bumi Manakarra. Selain bantuan yang terus mengalir, sejumlah relawan dari berbagai organisasi pun, ikut membuang waktunya bersama keluarga untuk menciptakan Sulbar bangkit.

Dari balik bantuan kemanusiaan tersebut, ‘Tina Rampah’ hampir pupus dari sorot perhatian karena terfokus pada siapa dan berapa jumlah bantuan yang masuk.

Padahal, untuk memberikan tenaga dan spirit para relawan yang menjalankan aksi kemanusiaan, ‘Tina Rampah’ lah orangnya.

Kondisi masyarakat Sulbar saat ini cukup memperihatintakan. Setiap sudut kota Mamuju, berhiasan warna-warni tenda pengungsian.

Berdasarkan hasil penelusuran kabarSAURUSonline.com pada Dapur Umum (DU) Posko Relawan Pemkot Palu, Kamis (21/1).

Penanggung jawab, DU Posko Relawan Pemkot Palu, Wati menuturkan, sebanyak Lima orang bertugas menjadi ‘Tina Rampah’ pada DU tersebut.

Kelima orang itu, masing-masing Umiyati, Talha, Arman, Dedi Zahera dan Halik yang merupakan anggota Tim Tagana Pemkot Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan itu katanya, Tim Pemkot Palu sudah melaksanakan tugas kemanusiaan sejak Senin (18/1)

Setiap Hari, ‘Tina Rampah’ DU Pemkot Palu Siapkan 1000-1500 Nasi Bungkus

“Setiap hari kami menghabiskan sedikitnya 100 kilogram beras dan 10 rak telur ayam. Selain itu, ada juga bumbu dapur lainnya yang jumlahnya tidak dapat terhitung jelas. Sedangkan, hasil masakan kami setiap harinya berjumlah 1000 hingga 1500 bungkus,” ungkapnya.

Wati mengatakan, jumlah masakan yang tersedia setiap harinya itu, khusus untuk para Tim Relawan dan pengungsi yang tinggal berada pada tenda pengungsian.

Kemudian, dalam setiap hari aktifitas dapur umum berlangsung dua kali yakni penyediaan makan siang dan makan malam.

Penuturan Wati itu, seakan menggambarkan betapa pentingnya tangan terampil ‘Tina Rampah’ dalam meracik masakan pada masa penanggulangan dampak bencana Provinsi Sulbar.

Parigi Moutong Dapat Pagu DD Rp 237 Miliar

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Undang-Undang desa telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk itu, desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya.

Untuk 278 desa di Kabupaten Parigi Moutong, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memberikan pagu anggaran yang disebut Dana Desa (DD) sebesar Rp 237.516.597.000,00.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Ikbal S.Sos, saat redaksi kabarSAURUSonline.com menyambanginya, Rabu (20/01/2021).

“Total pagu anggaran untuk Dana Desa yaitu senilai Rp 237.516.597.000,00 di tahun 2021,” sebutnya.

Ia mengatakan, terkait persentase pembagian DD ke masing-masing desa, dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku secara nasional.

 “Persentase pembagian DD untuk tahun 2021 itu sesuai dengan PMK. Dan itu ada empat poin, yaitu alokasi dasar per desa, klasifikasi desa berdasarkan IDM, alokasi afirmasi dan ranking alokasi kinerja serta alokasi formula. Itu pembagian menurut Kemenkeu langsung, bukan daerah,” bebernya.

Ikbal mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini, terus terjadi peningkatan pagu anggaran DD untuk Parigi Moutong. Hal itu dimungkinkan, termasuk karena alokasi afirmasi desa yang menyebabkan perubahan status desa.

“Lima tahun terakhir pagu anggaran untuk DD itu meningkat, dan itu karena alokasi afirmasi desa itu setiap tahun hampir mengalami perubahan,” ungkapnya

Misalnya kata dia, dari status desa yang sangat tertinggal berubah menjadi desa tertinggal.

“Jadi tidak hanya berubah status dari sangat tertinggal menjadi tertinggal saja. Bahkan, ada yang berubah status jadi berkembang, maju dan mandiri,” tandasnya.

Sebelumnya di tahun 2020, kata Ikbal, pagu anggaran DD dipotong dari  Kemenkeu, karena sebagian besar anggaran digunakan untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Hal itu diketahui berlaku secara nasional, tidak terkcuali Parigi Moutong.

“Tahun 2020 pagu anggaran DD itu sebenarnya Rp 240.520.943.000, karena adanya Pandemi COVID-19 jadi mengalami pemotongan dari kementrian. Sehingga total pagunya itu sama dengan pagu yang teranggarkan tahun 2021 ini,” tutupnya.

Exit mobile version
%%footer%%