Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyelenggara PAUD-HI Digelar

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyelenggara PAUD-HI Digelar Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Melansir dari situs resmi Disdikbud Parigi Moutong. Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, membuka kegiatan Bimtek tersebut, yang bertempat di aula Kantor Bappelitbangda, Senin (26/10).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Adrudin Nur. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan yang memiliki peserta sebanyak 53 guru Se-Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam sambutanya, Adrudin Nur mengatakan, pengembangan anak usia dini holistik integratif adalah upaya pengembangan anak sedini mungkin, yang untuk memenuhi kebutuhan esensial.

Kata Adrudin, untuk layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan perlindungan dan kesejahteraan.

Semua layanan ini lanjutnya, akan menjadi kebijakan yang akan terlaksanakan demi pengembangan anak sedini mungkin.

Tentunya, masih tutur Adrudin, dengan selalu melibatkan pihak pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan para orang tua.

Tujuan pelaksanaan Bimtek tersebut ungkapnya, untuk meningkatkan kapasitas penyelanggara dalam pelaksanaan PAUD HI pada satuan PAUD dan mempercepat penyelenggaraan PAUD HI pada satuan PAUD.

Sementara itu, Wakil Bupati Badrun Nggai dalam sambutannya mengatakan, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.

Melalui pemberian ransangan pendidikan katanya, sebagai upaya membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani. Sehingga, anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

PAUD HI dilakukan secara stimulan, sistematis serta menyeluruh dan terintegrasi berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Hal itu, demi mewujudkan anak yang sehat, cerdas dan berkarakter sebagai generasi masa depan yang berkualitas.

Wabup menambahkan, program PAUD HI adalah program nasional yang terlaksana secara menyeluruh.

Sehingga, peran aktif dari Disdikbud sebagai pemerintah harus menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak sedini mungkin.

“Mulai dari usia PAUD. Dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak,” tutupnya.

BUMDes di Parigi Moutong, Baru 40 Dianggap Beroperasi Baik

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comSebanyak 186 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah terbentuk dari total 278 desa yang tersebar pada 23 Kecamatan Kabupaten Parigi Moutong. Dari 186 tersebut, 40 dianggap beroperasi dengan baik.

BUMDes, merupakan salah satu program strategis Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, melalui penyertaan modal.

Namun, BUMDes di Parigi Moutong nampaknya belum sesuai harapan. Pasalnya, dari 278 desa yang tersebar di 23 kecamatan, sebanyak 186 sudah membentuk BUMDes namun hanya sekitar 40 yang dinilai beroperasi baik.

Ratusan desa yang tidak melakukan inovasi dalam mengembangkan badan usaha ini, terkesan hanya ‘ikut-ikutan’. Padahal, belum memahami benar tentang tata kelolanya sehingga bisa mandiri.

Hal itu dituturkan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan  Desa (DPMD) Kabupaten Parigi Moutong. Rony A Tombolotutu, kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com via telepon selulernya, Rabu (28/30).

Berdasarkan data tutur Rony A Tombolotutu, sekitar 200 desa dari total 278 sudah mendapat anggaran penyertaan modal untuk mengoperasikan BUMDes di Parigi Moutong.

“Sekitar 40 dinilai bagus kinerjanya, ini gambaran bahwa sekitar 238 desa lagi yang belum aktif atau tidak beroperasi dengan baik. Semua harus diperhatikan, mulai dari pengelolaanya, pengurusnya harus bagaimana, standarisasinya apa. Kemudian, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang jadi tujuan BUMDes agar berjalan efektif,” jelasnya.

BUMDes di Parigi Moutong, Desa Dinilai Tidak Paham Tata Kelola

Ia menyakini, jika desa memahami tata kelola, mampu memanfaatkan SDM serta SDA. Maka badan udaha tersebut bisa beroperasi dengan baik.

Kemudian kata Rony, jika telah menghasilkan keuntungan, pada akhirnya bisa mendongkrak ekonomi masyarakat desa.

Ia menyebutkan, Desa Mertasari, Taopa, Tolai, Siniu, Toribulu, dan Sienjo merupakan bagian dari total 40 desa yang BUMDesnya produktif. Sehingga lanjut Rony, puluhan desa tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lainnya pada daerah ini.     

Ia menambahkan, DPMD mengapresiasi desa yang inovatif dalam mengembangkan Bumdesnya. Pihaknya pun berencana, memberi penghargaan kepada BUMDes di Parigi Moutong yang aktif dan produktif.

“Jika ada BUMdes yang dinilai bagus dan siap kami bimbing, maka kami akan tingkatkan dan memfasilitasi. Hal ini akan menjadi target kedepanya,” tandasnya.

SMK 1 Toribulu, Kembali Laksanakan Belajar Mengajar di Sekolah

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – SMK 1 Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Suteng), kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka. Dalam proses tersebut, sekolah ini tetap mengedepankan  kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Pandemi Covid-19 yang membuat hampir seluruh satuan pendidikan Indonesia mulai Taman Kanak- kanak, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setaranya seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Toribulu. Terpaksa harus mengganti proses belajar mengajar dalam kurun waktu 7 bulan kedepan.

Namun, pasca pemerintah Provinsi ‘gencar’ melakukan sosialisasi dan penindakan terkait perubahan pola perilaku di masa New Normal seperti ini, turut membuat saya yang bertugas selaku wartawan kabarSAURUSonline.com, merasa durkhaka jika tidak sama ortunya.

Untuk ‘legowo’, meski telah mulai menjalankan proses belajar mengajar secara tatap muka, salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong ini, tetap juga melaksanakan proses belajar mengajar secara daring dan luring.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMK 1 Toribulu, Sitti Nursiah, yang ditemui Redaksi kabarSAURUSonline.com. Selasa (27/10) disela kesibukkannya.

Ia mengatakan, sebelum melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka, SMK 1 Toribulu telah melakukan segala persiapan terkait syarat untuk melaksanakan kegiatan itu.

Selain sosialisasi kepada komite sekolah dan wali murid, orang tua dan/atau wali murid pun, diminta untuk menandatangani surat kesepakatakan maupun persetujuan tersebut.

“Tentunya, tidak lupa pula kami menyiapkan segala standar berkaitan dengan protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah,” ujarnya.

Selain itu kata Sitti Nursiah, pihaknya juga membentuk tim gugus tugas dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 lingkup SMK 1 Toribulu.

Ia menjelaskan, gugus tugas Covid-19 lingkup SMK 1 Toribulu itu, terdiri dari seluruh dewan guru hingga tata usaha.

Sedangkan, tim Satgas terdiri dari para siswa yang bertugas untuk memantau para para siswa lainnya.

“Mereka (Satgas) diberikan jadwal secara bergantian melakukan pemantauan. Kemudian, mencatat siswa lainnya yang melanggar protokol kesehatan dan melaporkan kepada tim gugus tugas yang notabene adalah para guru,” jelasnya.

Tidak hanya persoalan protokol kesehatan bagi guru dan siswa dan  kesiapan sekolah terkait pemenuhan standar protokol yang di anjurkan Pemerintahan.

pihaknya juga lanjut Sitti Nursiah,  dituntut untuk melakukan inovasi terhadap metode pembelajaran ditengah Pandemi Covid-19.

Pasalnya, dalam hal belajar tatap muka ini, pihak sekolah hanya diberi kesempatan memulai belajar mengajar pukul 07.30 WITA dan berakhir 11.30 WITA. Selain itu, Kuota siswa dalam satu kelas pun di batasi.

“Rata-rata perkelas 30 org, jadi dalam setiap satu mata pelajaran saat materi kelas, sebagiannya harus diluar dulu. Kecuali pada mata pelajaran yang sifatnya praktek, semua bisa sekaligus ikut. Karena belajarnya bukan didalam ruangan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMK 1 Toribulu, Moh Alfahri Hiola, mengatakan, meski belajar mengajar secara tatap muka telah dilaksanakan, namun, proses pembelajaran daring dan luring masih tetap dilakukan.

Proses belajar mengajar secara daring dan luring itu kata Farid (sapaan akrabnya), lebih di peruntukan kepada siswa siswi kelas XI dan XII.

Pasalnya lanjut ia, siswa siswi pada kelas itu, telah mendapat mata pelajaran praktek.

“Pada kelas ini, siswa dituntut harus benar – benar paham atas materi yang diberikan. Kadang waktu satu jam itu, tidak cukup untuk membuat mereka mengerti. Sehingga, kami masih memberlakukan proses belajar luring dan daring. Materi dapat dilanjutkan pada proses daring, kemudian untuk prakteknya, dapat dilaksanakan luring. Mereka bisa datang menemui gurunya, ” terangnya.

Menurutnya, metode tersebut merupakan salah solusi pembelajaran ditengah Pandemi Covid-19. Khususnya, bagi siswa – siswi SMK 1 Toribulu, yang notabene adalah kelas ujian.

“Kondisi, belajar tatap muka, dengan tetap memberlakukan belajar luring dan daring ini, menurut kami cukup menjawab kegelisahan hati orang tua atau wali murid siswa kelas XII. Serta menjawab tentang masalah kondisi baik geogerafis wilayah tempat tinggal mereka. Jangankan pegang hp, jaringan saja susah ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dalam hal proses belajar luring pun. pihak sekolah juga memiliki satu inovasi dalam metode pembelajaran yang paling digemari oleh sejumlah siswa yaitu konsep. Dimana, para siswa dan guru ini, mereka mendapat bantuan pulsa dari telkomsel diendus bekerja sama dengan dinas Kominfo.

“Kami juga punya kelas alam. Jadi para siswa ini, juga bisa belajar secara bersama2 dalam jumlah satu kelas. Karena belajarnya di alam terbuka, makanya tidak khawatir kita dengan sosial dan psikal distancing. Cukup cuci tangan dan cuci mulut dan pake masker ditempat yang sudah disiapkan,” tutupX

Sekretaris SMSI Riau Wafat, Seluruh SMSI di Tanah Air Duka Mendalam

kabarSAURUSonline.com – Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Moralis, Sekretaris Serikat Media Siber (SMSI) Provinsi Riau.

“Semoga sahabat kita, almarhum Moralis mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, mudah-mudahan tergolong syahid, Aamiin YRA,’’ sebut orang nomor satu di Provinsi Riau itu.

Gubernur Riau juga mendoakan istri, anak, dan keluarga almarhum tabah menghadapi cobaan. ‘’Sekarang, kita doakan semoga isterinya (lagi dirawat) lekas sembuh, Aamiin YRA,’’ ujar Syamsuar.

Sebelumnya, Ahad (25/10), sekitar pukul 16.00, sejumlah wartawan menyempatkan diri ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menyolatkan sekaligus memberi penghormatan terakhir terhadap almarhum.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang terlihat sedih ketika memberikan sambutan singkat. Tampak hadir sejumlah wartawan antara lain H Fendri Jaswir, H Asril Darma, Luna Agustin, dan H Ardiansyah Tanjung.

Setelah disholatkan yang juga dihadiri anggota DPRD Riau Yulisman S.Si dan H Agung Nugroho SE serta owner PT Muhibah Ibnu Ma’sud, jenazah Pemred/Penanggungjawab riaumandiri.id itu dikebumikan dengan standar protokol kesehatan Covid-19, di TPU Palas, Rumbai, sekitar pukul 17.00.

Sebelumnya, Mohammad Moralis sempat mengalami demam panas. Karena kondisinya menurun, maka dibawa ke RS Awal Bross Panam, Senin (19/10/20) pukul 04.00 WIB dinihari.

Karena kondisinya membutuhkan ventilator, Senin siang dipindahkan ke RSUD Arifin Ahmad. Almarhum menjalani perawatan di ICU sambil menunggu hasil Swab, yang keluar Selasa (20/10/20) dengan hasil positif Covid-19.

Dirut RSUD Arifin Ahmad dr Nuzelly Husnedi, MARS sebelumnya sempat menginformasikan kondisi almarhum membaik. Respon terhadap obat yang diberikan juga sangat baik. Moralis masih di dalam ruang ICU memakai ventilator dan dalam pengawasan tim dokter.

Namun Tuhan berkehendak lain. Setelah sempat menjalani perawatan selama enam hari, Mohammad Moralis menghembuskan nafas terakhir menjelang siang tadi.

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar wartawan di Riau. Apalagi, dalam kesehariannya almarhum dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Media sosial baik FB maupun WhatsApp, banjir ucapan berbelasungkawa atas kepergian almarhum. Ucapan duka juga disampaikan Ketua SMSI Riau Novrizon Burman

“Innalillahi wainna ilahi rajiun. Hari ini kita kehilangan wartawan yang tunak dan mencintai profesinya. Sosok wartawan yang pantas untuk dijadikan teladan. Selamat jalan Saudara kami Mohammad Moralis. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran”

Novrizon juga menyampaikan “kami sangat kehilangan, almarhum adalah orang baik, saya saksinya,’’ ucapnya.

Mendengar berita duka tersebut, Firdaus ketua Umum SMSI Pusat menyampaikan duka cita mendalam, atas kepergian Moralis.

“Kepergian Sahabat dan saudara kami Moralis, sangat tak terduga. Membuat kami keluarga besar SMSI se Tanah air berduka. Semoga beliau khusnul Khotimah dan yang ditinggalkan diberi kesabaran”

Dari 278 Baru 32 Desa yang Menerima DD Tahap III

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, diberi kewenangan dan sumber dana yang memadai melalui dana desa (DD) sejak tahun 2015 agar dapat mengelola potensi yang dimiliki guna meningkatkan ekonomi desa. Namun sayang tidak semua desa merespon cepat penyaluran dana desa tersebut. Sebut saja di Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, respon sejumlah Kepala Desa begitu ‘lambat’, sebab dari 278 desa baru 32 desa yang telah menerima pencairan DD tahap III tahun 2020 ini. Sebanyak 246 desa lagi yang masih sementara dalam proses.

“Sebanyak 32 desa telah tersalurkan, 41 desa masih pada proses keuangan, 23 desa sudah dalam tahap pengajuan, dan sekitar ratusan masih belum melakukan pengajuan,” jelas Kabid Pemerintah Desa pada Dinas Pemberdayaan masyarakat desa (DMPD) Parigi Moutong, Ikbal, kepada kabarSAURUSonline.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/10).

Ikbal mengatakan, pencairan DD tahap tiga dilakukan bulan Oktober ini, sehingga pihak desa diminta lebih serius mengurus semua persyaratan administrasi yang wajib sebelum megajukan pencairan DD tahap III.

Kata Ikbal, yang masih menjadi kendala utama keterlambatan pencairan DD tahap III, dikarenakan 29 desa yang belum melaporkan realisasi DD tahun 2019.

“Penyaluran dana desa itu dinilai dari realisasi anggaran dana desa di tahun senelumnya, karena itu menjadi salah satu syarat penyaluran dana desa tahap III,” ungkapnya.

Lanjutnya, menyikapi hal ini, Dinas PMD berinisiatif membentuk tim untuk mengatasi keterlambatan penyaluran dana desa khusus tahap III di tahun 2020.

“Untuk penyalurannya tidak menunggu semua desa telah selesai dalam proses pengajuannya, jika desa itu telah siap maka akan dilakukan pencairan,” tutupnya.

Disdikbud Parigi Moutong Dapat DAK 22 Miliyar Tahun Ini

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, tahun ini mendapat kucuran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 22 Miliar Rupiah.

Salah satu program prioritas pembangunan daerah Parigi Moutong yaitu Parimo Cerdas yang meliputi urusan pendidikan atau peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Keseriusan Pemerintah Daerah dalam hal ini diantaranya, berupaya mendapat anggaran untuk peningkatan sarana dan prasaran penunjang mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Ince Pina, saat ditemui Redaksi kabarSAURUSonline.com, diruang kerjanya Rabu (21/10).

Ia mengatakan, Disdikbud Parigi Moutong mendapat kucuran anggaran DAK Reguler Rp 18 miliar dan DAK Afirmasi sebesar Rp 3 miliar.

Anggaran tersebut, untuk kegiatan bangun baru dan rehabilitasi sejumlah gedung Sekolah Dasar di daerah ini.  

“Ada 11 macam pembangunan yaitu, rehab ruang kelas, rehab jamban, rehab perpustakaan, rehab ruang guru, rehab rumah dinas guru. Kemudian, pembangunan rumah dinas guru, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan jamban, pembangunan UKS, pembangunan perpustakaan dan pembangunan ruang guru,” ungkapnya.

Ia menuturkan, penganggaran bantuan pembangunan sekolah tersebut secara bertahap dan skala prioritas, berdasarkan usulan yang masuk kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) sesuai Dapodik.

“Untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi atau pembangunan gedung baru di sekolah, maka pengusulan harus sesuai dengan Dapodik dari masing – masing sekolah. Karena, Dapodik merupakan sumber informasi sekolah tersebut,” ujarnya.

Perkiraan Disdikbud Parigi Moutong, Program Kegiatan Bersumber dari DAK berakhir Desember 2020

Saat ini kata Ince Pina, kegiatan pembangunan baru gedung sekolah dasar sedang berjalan dengan realisasi anggaranya memasuki tahap dua.

Berdasarkan pantauan lanjutnya, diperkirakan program kegiatan tersebut akan rampung pada awal Desember 2020.

“Untuk program sarana dan prasarana ini sudah hampir 80 persen dikatakan bagus. Saya sering mengimbau Kepala Sekolah yang mendapat bantuan, agar selalu berkomunikasi dan berkoordinasi demi kelancaran kegiatan ini,” tandasnya.

Ditanya terkait prioritas penganggaran bidang SD Disdikbud Parigi Moutong tahun 2021. Ince Pina menyampaikan, masih berkisar pada pemenuhan sarana prasarana pendidikan serta pengadaan alas hak untuk sekolah (sertifikat tanah).

“Jadi, untuk pembuatan sertifikat sekolah kami sudah bekerja sama dengan pihak Bidang Pertanahan DPUPRP Parigi Moutong. Karena, salah satu syarat untuk rehabilitasi atau pembangunan harus memiliki sertifikat sekolah,” tutupnya.

Terkendala Akreditas, Laboratorium DLH Parigi Moutong Belum Beroperasi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Salah satu keuntungan memiliki laboratorium di daerah yaitu untuk menguji kualitas udara, mengetahui pencemaran tanah dan pencemarah air. Namun sayang, di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong meskipun  sejumlah sarana prasarana pendukung laboratorium sudah tersedia, belum bisa beroperasi karena terkendala akreditasi.

Terkait itu, Kepala DLH Parigi Moutong, Mohammad Irfan Maraila,  kepada kabarSAURUSonline mengaku, pihaknya masih dalam proses pengurusan sertifikasi akreditas untuk laboratorium.

Pada prosesnya itu, DLH Parigi Moutong sudah mengunjungi salah satu laboratorium di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang sudah terakreditasi, untuk belajar kiat-kiat mendapatkan sertifikat akreditasi.

 “Laboratoium Ampana sudah terakreditas, sehingga beberapa waktu lalu saya berkunjung ke laboratorium tersebut, mencoba untuk meniru apa yang telah mereka buat. Ternyata hampir semua komponen yang dibutuhkan untuk akreditasi sudah ada sama kita. Hanya saja tinggal mau dilatih SDM nya dan mau mengukuhkan beberapa organisasi di dalamnya seperti, kepala laboratorium, tata usaha dan siapa tenaga analisnya,” jelasnya.

Kata Irfan, setelah nanti semua persyarata administrasinya rampung, DLH akan mengajukan usulan akreditas kepada Komite Akreditas Nasional (KAN) untuk akreditasi laboratorium tersebut.

“Karena dianggarkan dana DAK sekitar Rp 500 Juta, jadi semua alat laboratorium kita sudah ada, apalagi kemarin sudah dapat bantuan alat untuk menguji kualitas udara, jadi semuanya sudah lengkap, apabila sudah terakreditasi mungkin sekarang laboratorium sudah berjalan dengan semestinya,”  kata Irfan.

Diketahui untuk bisa terakreditasi maka laboratorium minimal memiliki lima parameter  yang harus lulus uji profisiensi. Lima parameter tersebut harus sudah lulus uji barulah diajukan ke KAN beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya. 

Exit mobile version
%%footer%%