Aktivitas Tambang Galian C, TMJ Disinyalir Pakai Izin ‘Abal-abal’?

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Aktivitas tambang galian C atau pertambangan Pasir, Batu, Kerikil oleh perusahaan bernama PT Tunggal Maju Jaya (TMJ) saat ini, terindikasi, menggunakan izin ‘abal-abal’.

Aktivitas Galian C PT TMJ tersebut, terjadi pada wilayah Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan informasi yang terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com, aktivitas pertambangan itu, telah terjadi hampir Satu tahun terakhir. Aktivitas ini pun, disinyalir menjadi salah satu penyebab sejumlah petani wilayah Kecamatan Palasa gagal panen.

Masyarakat menganggap, kegiatan pengerukkan material pada sekitar wilayah bantaran sungai yang tepat berlokasi pada muara Sungai Palasa tersebut, mengakibatkan tergerusnya sejumlah material sekitar pintu masuk Jaringan Irigasi.

Kuat dugaan sementara, pengerukkan sejumlah material dalam ‘perut bumi’, yang menjadi kegiatan utama aktivitas tambang galian C itu. Sebagai penyebab Jaringan Irigasi menuju lokasi persawahan warga tidak teraliri air.

Kondisi gagal panen ini pun, menjadi keluhan sejumlah Petani yang nota bene warga Kecamatan Palasa dan memiliki lokasi persawahan pada wilayah Desa Palasa Tangki.

“Waktu kami cek keatas, aliran air sungai ini, sudah tidak lagi berada pada bagian atas pondasi atau lantai menuju pintu jaringan irigasi. Sehingga, tidak ada air yang bisa sampai ke lokasi persawahan kami,” ungkap, Pamrudin.

Kemudian, Pemerintah Desa Palasa Tangki dan Pemerintah Kecamatan mengaku tidak memahami secara pasti terkait izin pertambangan pihak perusahaan.

Kedua pejabat tersebut mengaku telah mendapat arahan dari Bupati Parigi Moutong, untuk tidak mencampuri terlalu jauh terkait keberadaan aktivitas tambang galian C yang kini PT TMJ lakukan.

Kedua pejabat tersebut menuturkan, Bupati Parigi Moutong berpesan, bahwa segala urusan terkait pertambangan menjadi gawean Pemerintah Provinsi.   

“Ada izinnya. Kami diminta untuk tidak mencampuri terlalu jauh. Karena pak Bupati bilang, pertambangan menjadi tugas Pemerintah Provinsi,” terang, Camat Palasa, Baharudin. Saat tim redaksi kabarSAURUSonline.com, menyambangi ruang kerjanya, Jumat (18/12).

“Yang saya ketahui, ada izin mereka. Tapi saya tidak memahami secara pasti, seperti apa bentuk izinnya, karena saya hanya pejabat sementara. Sesuai arahan pimpinan, urusan terkait pertambangan menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi,” kata Sunarti, Pelaksana tugas Kepala Desa Palasa Tangki, kepada awak media Minggu (20/2).

Sejumlah alat berat nampak ‘nongkrong’ pada lokasi aktivitas galian C PT TMJ. Sumber Foto : Redaksi kabarSAURUSonline.com (Jumat, 18 Desember 2020).
PT TMJ, Baru Kantongi Izin Ekplorasi Untuk Aktivitas Galian C, Bukan Izin Produksi          

Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil Tim Redaksi kabarSAURUSonline.com himpun, aktifitas tambang galian C yang Perusahaan TMJ lakukan saat ini, baru mengantongi izin WIUP.

Hal tersebut sesuai surat terbitan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Tengah untuk Direktur PT TMJ. Dalam surat dengan nomor 540/324/WIUP/DPMPTSP/2020 itu, berisikan ketentuan atas persetujuan atas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada PT TMJ.

Pertama, pemberian WIUP batuan tersebut, bukan merupakan surat izin melakukan kegiatan usaha pertambangan. Selain itu, melarang untuk tergunakan dalam keperluan lain diluar maksud dan tujuan surat persetujuan tersebut.

Kedua, dalam jangka waktu paling lambat lima hari kerja setelah surat WIUP tersebut terbit. PT TMJ harus menyampaikan permohonan Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah Cq. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan tembusan Kepala ESDM Provinsi Sulawesi Tengah.                          

Sementara itu melansir dari PortalSulawesi.id, berdasarkan data daftar IUP yang bersumber dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, tertanggal 24 November 2020. PT TMJ beralamat Jl. Soekarno Hatta No 26 Palu. Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore.

Daftar IUP itu juga menyebutkan, Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Sebagai lokasi pertambangan batuan milik PT TMJ dengan luas 23,7 Hetare. Dengah komoditas, kerikil berpasir alami (Sirtu).

Adalah Hantje Yohanis, selaku penanggungjawab PT TMJ yang sudah mengantongi IUP dengan nomor SK 540/359/IUP-E/DPMPTSP/2020 tersebut.

Meski demikian, IUP tersebut menerangkan bahwa Ekplorasi merupakan tahapan kegiatan yang harus dilakukan oleh PT TMJ. Kegiatan ekplorasi ini terhitung sejak 17 Juli 2020 sampai dengan 17 Juli 2023.

“Izin ekplorasi itu, belum bisa melakukan penambangan, kalo belum memiliki izin produksi,” ungkap Muh. Neng, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, kepada Redaksi Portal Sulawesi.id.

Untuk diketahui, selain aktivitas tambang galian C, PT TMJ juga melakukan produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) pada lokasi tersebut.

Budidaya Bawang Putih, Beraroma Korupsi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Budidaya bawang putih yang menjadi proyek pada tahun 2019, menghembuskan aroma praktek korupsi pada sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan proyek tersebut.

Berdasarkan sejumlah informasi yang terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com Proyek budidaya Bawang Putih untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, mencapai puluhan Miliar Rupiah bersumber dari tahun anggaran 2019.

Aroma praktek ‘culas’ dari proyek budidaya bawang putih ini, berhembus saat proses penyaluran kepada petani yang terindikasi menggunakan praktek ‘tengik’. Sehingga, potensi tindak korupsi pun mencuat kepermukaan.

Hal itu, mendasari Tim media ini, melakukan penelusuran lapangan pada Lima Kabupaten wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, terungkap bahwa petani pada Lima Kabupaten penerima bantuan bibit budidaya Bawang Putih tersebut, merugi.

Pasalnya, petani penerima bantuan bibit tersebut, tidak dapat menikmati hasil panennya atau mengalami gagal panen.

Bahkan, para petani terpaksa harus merasakan kerugian mencapai jutaan rupiah pada beberapa Kabupaten penerima bantuan bibit budidaya bawang putih itu.

Selain itu, ada juga sejumlah daerah yang petani penerima manfaat enggan menanam bibit bantuan dari pemerintah ini, dengan berbagai alasan.

Umumnya, penyebab para petani enggan menanam, karena kualitas bibit yang tidak bisa menghasilkan umbi.

Penelusuran Budidaya Bawang Putih Ke Wilayah Parigi Moutong

Kemudian, ada sejumlah daerah yang pembagian bibitnya jauh dari lokasi tanam. Sehingga petani tidak mempunyai biaya untuk memgangkut hingga ke titik tanam.

Adalah Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso,Kabupaten Sigi, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Donggala. Sebagai daerah penerima bantuan bibit budidaya bawang putih tersebut, tahun anggaran 2019.

Penelusuran ke wilayah Parigi Moutong, mengantarkan tim media ini menuju Kecamatan Tinombo dan Kecamatan Palasa sebagai wilayah penerima bibit budidaya bawang putih ini.

Hasil penelusuran lapangan pada dua Kecamatan tersebut cukup mencengangkan. tim media ini menemukan bibit bawang Putih tahun anggaran 2019 itu masih tertumpuk pada salah satu bangunan.

Berdasarkan keterangan yang terhimpun, para petani mengaku menolak untuk menanam karena tidak begitu paham dengan proses dan tata cara penanaman.

Selain itu, ada juga yang sempat menanam namun mengeluh karena pasaran bawang putih pada wilayah tersebut cukup sulit.

“Artinya, siapa yang suka tanam, tinggal pergi ambil bibitnya. Tidak da pembagian kelompok. Kalau disini, lebih baik Bawang Merah atau bawang Goreng, itu lebih pas,” ujar Marten salah seorang petani wilayah Kecamatan Palasa.

Untuk diketahui, Desa Lombok Barat dan Desa Ogoalas adalah lokasi penerima bantuan untuk wilayah Kecamatan Tinombo. Sedangkan, Desa Bambasiang Kecamatan Palasa, adalah lokasi penerima bantuan bibit tersebut.

Sementara, untuk Kabupaten Donggala, pengelolaan proyek ini melekat pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Donggala. Dengan metode Satker Mandiri, Metty, mendapat kepercayaan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sedangkan untuk tingkat Propinsi Sulawesi Tengah, Risal Bujang mendapat kepercayaan sebagai PPK kala itu, dengan Kadis Holtikultura dan Tanaman Pangan, Trie Iriany Lamakampali, selaku kuasa pengguna anggaran.

Penelusuran Budidaya Bawang Putih Wilayah Kabupaten Poso         

Kepada Tim, petani penerima manfaat Desa Siliwanga dan Watutau Kecamatan Lore Piore Kabupaten Poso, mengaku merugi. Bahkan, petani tersebut mengaku menduga jika bibit budidaya bawang putih tersebut, tidak layak tanam.

“Bibit bawang putih yang terbagi tahun lalu ndak bisa menghasilkan. Cuma daunnya rimbun tapi tidak berumbi, panen tidak ada yang mau beli,” keluh Wayan, petani Desa Watutau.

Senada dengan Wayan, Agus yang merupakan petani Desa Watumaeta terpaksa harus menanggung rugi puluhan juta karena menanam bibit budidaya bawang putih bantuan pemerintah tersebut.

“Bibitnya banyak yang kempes, tidak tumbuh,dan kalaupun tumbuh tidak berumbi. Selain itu,tidak laku dijual saat panen,” ungkapnya.

Untuk Kabupaten Poso, bibit budidaya bawang putih tersalurkan pada Kelompok tani desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara. Selain itu, Desa Watutau dan Desa Siliwanga Kecamatan Lore Piore.

Sementara, untuk Kabupaten Sigi, terdapat tiga Desa penerima manfaat, yakni Desa Lewara,Desa Dombu serta Desa Soi Kecamatan Marawola Barat.

Risal Bujang, selaku PPK Proyek Budidaya Bawang putih 2019 tidak berkomentar banyak. Ia mengatakan, bahwa saat menjabat tidak membayarkan sejumlah bibit bawang putih yang didatangkan oleh kontraktor penyedia bibit.

“Ada sekitar Rp.1,2 miliar uang bibit saya tidak cairkan, Karena bibitnya bermasalah. tetapi pada bulan Desember 2019 lalu, saya dimutasi ke Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Selaku mantan PPK pada proyek tersebut. Risal Bujang bungkam saat wartawan mencoba mendalami terkait pemenang tender proyek bernilai Miliaran Rupiah tersebut.

“Maaf, saya sudah lupa siapa pemenang tendernya. Saya sudah setahun fokus pada dinas kehutanan ini,” elaknya.

Siapa Pemenang Tender Proyek Pengadaan Bibit Budidaya Bawang Putih Tersebut?

PT Wahana Banu Sejatera, beralamat Jalan Taruna Jaya Gang IV/RT 003. Lingkungan Taman Gajahmada Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat. Menjadi pemenang tender pengadaan benih Bawang Putih dan pupuk hayati Cair Tahun 2019.

Perusahaan tersebut memenangkan tender senilai Rp.2.976.237.000 untuk Kabupaten Sigi. Sedangkan, ‘pundi-pundi’ rupiah senilai Rp 4.345.105.000 untuk Kabupaten Poso.

Kemudian, PT Wahana Banu Sejatera, sebagai pemenang tender pada Kabupaten Parigi Moutong, dengan anggaran Rp.2.776.605.000.

Selain daerah tersebut, perusahaan ini juga sebagai pemenang tender dengan proyek yang sama pada Kabupaten Banggai, dengan anggaran senilai Rp. 1.603.834.400.

Untuk diketahui, pengelolaan anggaran PT Wahana Banu Sejatera  pada tahun 2019, mencapai Rp.11.701.781.400, untuk empat Kabupaten.

(Bersambung)

Penulis : Tim Redaksi PS/KS/SK

Bantu Ekonomi Warga, Pemdes Pambalowo Adakan Bibit Sapi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Pombalowo Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, anggarkan Rp750 juta dari Dana Desa (DD) untuk pengadaan bibit sapi.

Demikian ungkapan Kepala Desa (kades) Pombalowo, kahar D.J, saat kabarSAURUSonline.com menyambangi ruang kerjanya, Kamis (10/12). Ia mengatakan, program itu bagian dari upaya untuk membantu perekonomian warga terutama yang berpenghasilan rendah.

“Selain untuk menjalankan program desa, Pemdes juga gunakan DD untuk membantu perekonomian warga yang penghasilannya rendah,” ujarnya.

Kahar menjelaskan, pemberian bibit sapi untuk yang berpenghasilan rendah ini, menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat Desa Pombalowo tahun 2020.

“Jadi ini salah satu program pemberdayaan desa, tujuanya untuk membantu warga,” jelasnya.

Pengadaan bibit sapi tahun 2020 ini kata dia, sejumlah sepuluh ekor dan yang menerimanya juga ada sepuluh Kepala Keluarga.

“Jadi masing-masing dari penerima itu mendapatkan satu ekor sapi saja,” terangnya.

Kahar menuturkan, ini menjadi salah satu program andalanya. Bahkan katanya, selama menjabat sudah ada sekitar 100 ekor sapi yang Ia berikan kepada masyarakat.

“Jadi selama saya yang jadi kades sudah ada sekitar 100 ekor lebih bibit ternak sapi yang Pemdes bantu untuk memperbaiki perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Kahar berharap, setiap penerima bantuan bisa memelihara dan mengembangkan ternak sapinya. Sehingga jika mengalami kesulitan ekonomi dalam keluarga bisa dijual dan menjadi penopang untuk kebutuhan rumah tangga.

“Nanti kalau memang perekonomian mereka melemah, maka ternak itu bisa untuk dijual. Karena dari pihak Pemdes Pombalowo tidak sama sekali mengharuskan agar ada PAD ke kantor desa, karena itu kami fokuskan untuk masyarakat sendiri,” tutupnya.

Tim Kemendikbud Turun Lapangan, Monitoring Realisasi Bantuan BOS

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Tim Kemendikbud Republik Indonesia turun langsung kesetiap sekolah di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, untuk melakukan monitoring pelaksanaan dana BOS.

Monitoring Dana BOS oleh Kemendikbud tersebut, merupakan upaya kroscek pemanfaatan anggaran dan perkembangan bagi sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dalam kegiatan itu, Sekolah Dasar (SD) penerima DAK 2020 di Kabupaten Parigi Moutong yang menjadi sasaran monitoring kali ini.

Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Parigi Moutong, Ince Pina, mengutib pemberitaan Disdikbud.com, Kamis (10/12), mendampingi langsung tim monitoring Kemendikbud.  

Ince Pina menerangkanb, monitoring berlangsung pada minggu kedua bulan Desember 2020. Monitoring lapangan tersebut berlangsung secara sampling di empat sekolah penerima.

“Sekolah yang terpilih yaitu sekolah yang menerima empat hingga tujuh jenis bantuan. Kepala sekolah sebelumnya sudah  kami informasikan sejak awal agar harus berada di sekolah untuk mendampingi bendahara DAK dan BOS,” jelasnya.

Ia menuturkan, hal itu penting, karena pemeriksaan bukan hanya realisasi fisik semata, tetapi juga administrasi atau model pelaporannya. Sebab biasanya di sekolah, berbeda bendahara DAK dengan bendahara BOS.

Sebelum ada tim monitoring dari pusat, pihaknya sudah melakukan monitoring ke sejumlah sekolah penerima. Hasilnya katanya, cukup memuaskan dengan realisasi pekerjaan sekitar 90 persen.

Dalam proses monitoring internal itu, bersamaan dengan monitoring pelaksanaan ujian semester SD tanggal 7 dan berakhir tanggal 12 Desember 2020.

“Alhamdulillah, begitu kami melakukan moniting internal, sertidaknya realisasi perkembangan lapangan tidak mengkhawatirkan,” yakinnya.

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Parigi Moutong Meningkat

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Sejak tahun 2019 hingga 2020, angka kematian Ibu dan bayi masih cukup meningkat di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Proses kelahiran yang merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap rumah tangga, bisa berubah menjadi peristiwa menyedihkan. Mengapa tidak, dari proses kelahiran bayi terdapat resiko besar bagi seorang ibu khususnya kematian.

Oleh sebab itu Kepala Puskesmas (Kapus) Parigi, Yunita Tagunu kepada  kabarSAURUSonline.com belum lama ini, menghimbau kepada ibu hamil agar rutin memeriksa kehamilannya di setiap Posyandu terdekat.

“Saya mengimbau agar ibu-ibu hamil harus rutin untuk memeriksakan kesehatannya ke Posyandu terdekat,” ujarnya.

Menurut Yunita, agar ibu hamil bisa mendapat bimbingan tentang proses kehamilan dan bagaimana cara mencegah kematian bayi baru lahir dengan berat badan rendah.

Ia mengungkapkan, menurut data tahun 2019 ada empat kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi ada  dua kasus. Untungnya pada tahun 2020 sedikit mengalami penurunan yakni kematian ibu dengan satu kasus dan kematian bayi juga satu.

Aspek Kesehatan dan Non Kesehatan Mempengaruhi Kematian Ibu dan Bayi

Ia mengatakan, aspek kesehatan dan non kesehatan dapat mempengaruhi kematian ibu dan bayi. Mengingat katanya, kematian ibu tersebut hampir rata-rata karena hamil dengan usia yang sudah rentah.

“Apalagi dengan usia yang sudah tua, itu dapat menyebabkan kesehatan tubuh terancam. Jadi, kalau hamil pada usia tua dapat mengancam jiwa ibu hamil,” ujarnya.

Ia menytebutkan, akibat dari kematian bayi dari tahun 2019 hingga 2020, terjadi karena berat badan yang rendah. Aspek penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi atau tidak memperhatikan pola hidup makan yang sehat sejak hamil.

Lanjut Yunita, dari kematian ibu dan bayi itu, tentunya sangat mempengaruhi angka penurunan stunting di Kabupaten parigi Moutong. Sehingga menurut kajian medisnya, kesehatan bagi ibu hamil juga harus terencanakan dengan sangat baik.

“Dengan begitu, remaja yang sehat akan menjadi ibu-ibu hamil sehat. Begitupun, ibu-ibu hamil sehat, mereka bisa mendapatkan bayi-bayi yang sehat,” jelasnya.

Yunita menambahkan, hal itu juga perlu ada kerjasama antara Bidan Desa maupun instansi terkait yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Sehingga mampu memberikan bimbingan kehamilan yang baik bagi ibu-ibu hamil.

Ujian Smester SD di Parigi Moutong 7-12 Desember 2020

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Ujian smester Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah akan berlangsung pada tanggal 7 hingga 12 Desembet 2020.

Menariknya, proses pelaksanaan ujian smester kali ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pelaksanaannya menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Demikian kutipan ungkapan Kabid Manajemen Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Parigi Moutong, Ince Pina melalui Disdikbud.com, belum lama ini.

“Ujian Smester bagi SD, mulai tanggal 7 hingga 12 Desember 2020. Mengingat masih pandemi COVID-19, pemberlakukan metode untuk siswa kelas atas dan bawah berubah atau terjadi penyesuaian,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan ujian semester masa pandemi mengalami perubahan. Hal itu, karena komitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan siswa dan guru agar terhindar dari virus corona.

Kata dia, untuk siswa kelas atas (4, 5 dan 6) mengikuti ujian semester di sekolah dengan tetap mererapkan protokol kesehatan. Sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 3 ujian berlangsung dari rumah.

Peran aktif guru sangat penting untuk kelas bawah atau 1, 2 dan 3 saat pelaksanaan ujian semester. Sebab guru yang mengantarkan soal ujian atau tugas ke rumah masing-masing siswa.  Ada juga metode untuk membuat kelompok di rumah-rumah siswa.

“Sejauh ini, sesuai dengan hasil monitoring oleh tim di sejumlah sekolah secara sampling, ujian semester berlangsung lancar,” ucapnya.

Ia berharap, pelaksanaan ujian semester berlangsung dengan lancar hingga pihaknya menyatakan selesai. Demikian juga siswa kelas atas, yang datang di sekolah tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Realiasasi Fisik SD Penerima Bantuan DAK Capai 90 Persen

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Realisasi fisik Sekolah Dasar di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah capai 90 persen.

Itu sudah berdasarkan hasil monitoring oleh tim Manajemen SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pekan kemarin.

Melansir Disdikbud.com, tahun ini anggaran DAK regular dan afirmasi pendidikan untuk Kabupaten Parigi Moutong sebesar kurang lebih Rp 22 miliyar. Dana itu tersebar di sejumlah sekolah dengan berbagai jenis bantuan misalnya pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

“Untuk Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan bantuan afirmasi Rp 3 miliyar. Sedangkan regular sekitar Rp 18 miliar lebih untuk rehabilitasi pembangunan sekolah dan sebagian pembangunan baru,” ujar Kepala Bidang Manajemen SD Ince Pina.

Lebih detailnya, bantuan untuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong ada 11 jenis. Bantuan itu seperti rehabilitasi ruang kelas, jamban, perpustakaan, ruang guru dan rumah dinas guru.

Selanjutnya, pembangunan rumah dinas guru, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan jamban, pembangunan UKS, pembangunan perpustakaan dan pembangunan ruang guru.

Ince Pina menambahkan, tahun ini pencairan DAK untuk sekolah penerima bantuan sedikit mengalami perubahan. Sebelumnya, penyerahan laporan pada akhir kegiatan, namun kali ini laporan harus masuk setiap tahapan.

“Untuk mencairkan tahap dua, harus menyelesaikan laporan tahap satu, demikian seterusnya. Kalau tidak, biasanya fisik sudah selesai laporan terlambat. Kita belajar dari pengalaman,” bebernya.

Ia meyakini, metode itu bisa meminimalisir keterlambatan pekerjaan dan tertib administrasi terutama sistim pelaporan. 

Exit mobile version
%%footer%%