Selecta Flora, ‘Surganya’ Para Pencinta Bunga di Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Taman bunga sekaligus toko Selecta Flora, adalah salah satu tempat penjualan tanaman hias yang ada di Kabupaten Parigi Moutong. Bagi sebagian kalangan menganggap, Selecta Flora bak ‘surganya’ para pecinta bunga yang tinggal di wilayah Parigi Moutong.       

Beralamat di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Selecta Flora adalah tempat penjualan tanaman hias dan bibit buah-buahan yang cukup lengkap pada daerah ini.

Ahmad Saiful, adalah pemilik dari toko Selecta Flora yang dibuka sejak tahun 2006 silam. Itulah sebabnya, nama Selecta Flora sudah cukup populer bagi telinga masyarakat Parigi Moutong.

Kepada Redaksi kabarSAURUS saat menyambangi tempat tersebut belum lama ini. Salah seorang karyawan Selecta Flora, Aan Indriani, mengatakan, ada sekitar ratusan jenis tanaman hias yang mereka jual.

“Banyak jenisnya, kalau jenis bunganya, ada calathea, anturium, pillow. Kalau anturium terbagi lagi, ada anturium bunga, anturium jenmani dan anturium sirih. Begitu juga pillow, ada pillow moonlight dan pillow blackcardinal,” sebutnya.

Sejak pandemi COVID-19, budi daya tanaman hias memang lagi ‘naik daun’ bagi kalangan masyarakat. Pasalnya, kegiatan membudidayakan tanaman hias, seakan jadi alternatif mengatasi rasa bosan.

Hal tersebut terjadi karena, Pandemi COVID-19, mengharuskan orang menghabiskan sebagaian besar waktu beraktivitasnya dengan berada di rumah saja.,     

Terkiat itu, Aan mengatakan, meski budi daya tanaman hias menjadi hobi baru bagi kebanyakan orang saat pandemi. Pihak toko tidak menaikkan harga pasaran bunga.

Untuk harga tanaman hias kata ia, umumnya dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Namun ada pula tanaman yang harganya mencapai Rp15 juta.

“Harganya itu bervariasi, tergantung dari jenis-jenis bunganya. Kisarannya mulai lima puluh ribu dan paling mahal lima belas juta,” ungkapnya.

Ia menerangkan, selama masa Pandemi COVID-19, para pengunjung banyak berburu bunga berjenis Aglonema.

Adapun harga Aglonema di tempat ini, lanjut Aan, berbanderol harga mulai dari seratus hingga lima ratus ribu rupiah.

TBM Sou Mpelava, Rumah Literasi Bagi Masyarakat Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava, bertempat di Desa Pelawa, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong. Masih eksis sebagai salah satu wadah atau rumah literasi bagi Masyarkat Parigi Moutong. Khususnya, warga sekitar wilayah Kecamatan Parigi dan eks Kecamatan Parigi.      

Pasalnya, sejak terbentuk 22 Agustus 2018 silam dengan segala keterbatasan. Rumah literasi masyarakat, TBM Sou Mpelava ini, sampai sekarang masih aktif bergerak dibidang literasi.

Para relawan TBM Sou Mpelava secara konsisten menjalankan program kerja sesuai kalender tahunan, terkait kegiatan Taman Bacaan Masyarakat. Hal tersebut dengan harapan, agarlembaga ini selalu menjadi rumah literasi bagi masyarakat.   

Berdasarkan informasi yang terhimpun dari Redaksi kabarSAURUS. Sejak mengantongi izin operasional, lembaga ini telah melaksanakan sejumlah program kegiatan.

Beberapa kegiatan tersebut adalah, menggelar lapak buku keliling, delivery buku, kelas menulis, kelas menggambar, mewarnai, malam puisi. Selain itu, ada juga kegiatan berbagi buku dengan TBM lain.

“Kalau untuk program baca keliling, kami laksanakan pada sekitar wilayah Desa Pelawa dan beberapa desa tetangga wilayah Kecamatan eks Parigi. Seperti, Desa Pelawa Baru, Jononunu, Petapa, Matolele dan pernah juga ke Desa Avolua,” ujar ketua TBM Sou Mpelava, Syilva Muslimah. Saat Redaksi kabarSAURUS, menyambangi kediamannya,belum lama ini.

Menurut Eva, sapaan akrabnya, akibat Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 kemarin, lembaga yang ia pimpin tersebut, sempat vakum dari segala kegiatan yang biasanya mereka laksanakan.

Hal itu katanya, karena adanya himbauan pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang bisa menciptakan kerumunan.

“2020 kemarin beberapa  bulan sempat kami tidak berkegiatan, apalagi saat kasus COVID-19 meningkat pada beberapa wilayah daerah kita ini. Hanya memang agak sulit kami menerapkan untuk menutup semua bentuk layanan. Pasalnya, sejumlah anak-anak, mulai dari usia SD hingga SMP yang tinggal di sekitar TBM Sou Mpelava ini, menjadikan tempat ini sebagai tempat bermain mereka. Kebetulan, ada beberapa permainan edukasi dalam program kami, jadi selain datang baca buku bisa datang bermain,” jelasnya.

Kondisi New Normal, TBM Sou Mpelava Kembali Eksis Dengan Sejumlah Program Kegiatannya

Sementara itu, untuk tahun ini lanjut Eva, baru satu kegiatan yang terlaksana yaitu mewarnai, dengan tema “melawan virus corona”.

Ia menuturkan, kegiatan ini adalah bagian dari upaya sosialisasi kepada anak-anak, akan pentingnya mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan pada masa Pandemi COVID-19 ini.

“Kegiatannya itu pada 22 Januari 2021 lalu, tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi anak-anak tidak datang bersamaan itu untuk menghindari kerumunan. Kami juga siapkan masker bagi anak-anak yang datang tidak menggunakan masker, kami juga menyiapkan tempat mencuci tangan,” urainya.

Kegiatan Uji Kelayakan Air Dinkes Parigi Moutong, Terhenti

Parigi Moutong, kabarSAURUSonlie.com Akibat Pandemi COVID-19, aktifitas uji kelayakan air dalam Laboratorium Dinkes Parigi Moutong, terpaksa harus terhenti untuk sementara.  

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olah raga, Dinas Kesehatan Parigi Moutong. Iswadin, menyampaikan hal itu, saat Redaksi KabarSAURUS, menyambangi ruang kerjanya, Rabu (3/3).

Ia mengatakan, saat ini kegiatan uji kelayakan air oleh pihaknya, belum dapat terlaksana. Pasalnya kata Iswadin, Laboratorium yang ada saat ini, masih memfokuskan untuk pemeriksaan sampel COVID-19.

“Laboratorium tempat pemeriksaan sampel COVID-19 tersebut juga untuk uji kelayakan air. Saat ini, laboratorium masih penuh dengan sampel Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Iswadin, laboratorium uji pemeriksaan air lainnya, yang terakreditasi untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, ialah Laboratorium Kesda.

Ia mengungkapkan, Laboratorium tersebut, saat ini berada pada wilayah Kota Palu, tepatnya, Jalan Undata Palu.

Ia mengaku, sebelumnya pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan pihak Laboratorium Kesda tersebut.

 “Pada awal dan pertengahan tahun 2019 lalu, Laboratorium Kesda masih dapat menerima dan menguji kelayakan air pada pemilik usaha. Sayangnya, sejak adanya pandemi COVID-19 awal tahun 2020, kegiatan tersebut terhenti hinggah saat ini,” bebernya.

 Iswadin menambahkan, pihaknya telah berupaya untuk mencari alternatif lain agar uji pemeriksaan air dapat terus terlaksanakan.

Namun, legalitas menjadi kendala. Sebab, Laboratorium lain belum terakreditasi.

 “Tempat lain mau memeriksa. Tapi, masalahnya mereka belum memiliki legalitas,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang milik Dinkes Parigi Moutong, terdapat sekitar 30 tempat usaha air isi ulang wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Menurut Iswadin, dari jumlah puluhan tempat usaha air isi ulang tersebut, belum seluruhnya melakukan uji kelayakan air.

Ferdinan Kana Lo : Jabatan Itu Amanah dan Kepercayaan Pimpinan

Palu, kabarSAURUSonline.com  – Gencarnya kritikan dan hujatan tertuju kepada kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulteng , Ferdinan Kana Lo. Mendapat tanggapan santai pria kelahiran Nusa Tenggara Timur tersebut.

Pria berkumis yang cepat akrab dengan semua orang itu mengatakan, jabatan hanyalah amanah dan wajib di jalankan dengan penuh tanggungjawab. Adapun kritik pedas yang mengarah kepadanya merupakan cambuk untuk berbuat lebih baik.

“Tugas saya bekerja keras dengan tulus dan ikhlas di Sulteng sesuai tugas dan fungsi saya sebagai Kabalai BPPW Sulteng. Tidak mungkin saya mampu puaskan semua pihak ,”ungkap mantan Kasatker P2JN NTT tersebut.

Terkait tuntutan segelintir orang yang meminta ia mundur, Ferdinan Kana Lo menilai itu adalah sebuah kritik membangun.

Menurutnya, masalah jabatan yang di embannya adalah sebuah titipan dan amanah yang harus di pertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban itu kata ia, baik kepada Negara maupun kepada Tuhan.

“Tuntutan saudara Amir saya anggap itu kritik buat saya dalam memimpin balai BPPW. Bahwa saya harus bekerja lebih keras lagi, masalah jabatan adalah kepercayaan pimpinan dan amanah ” tandasnya.

Diketahui, Ferdinan Kana Lo ST.MT mengikuti pelantikan Menteri Pekerjaan Umum sebagai Kepala BPPW Sulawesi Tengah naungan Kementrian PUPR pada Ditjen Cipta Karya Februari 2019. Sebelumnya, Ferdinan menjabat selaku Kepala Satker P2JN NTT, pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Provinsi Bali_Nusa. serta Kasatker P2JN, BPJN X Provinsi NTT.

Ayah tiga orang anak kelahiran 18 Desember 1970 ini memilih terus bekerja walau mandi hujatan dan kritikan. Baginya bekerja dengan tulus serta amanah adalah pengabdian tanpa henti dan merupakan titipan Tuhan yang kelak akan di pertanggung jawabkan.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa saya tidak bisa memuaskan semua orang. Saya hanyalah abdi negara yang kebetulan mendapat kepercayaan pimpinan menjabat selaku Kabalai BPPW Sulteng. Kelak akan tiba waktunya jabatan ini akan berakhir. Ya, sesuai ketetapan Tuhan dalam takdir kita,” ujar Suami dari Anita Kana Lo-Batugodo. mengakhiri percakapannya.

Temuan Kementerian ESDM, Baba Pemilk ‘Lubang Maut’ PETI Buranga

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Berdasarkan hasil temuan lapangan inspektur tambang Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Membenarkan bahwa nama Baba, adalah pemilik ‘lubang maut’ PETI di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong.

Hal itu terungkap dalam rapat Forkompinda Kabupaten Parigi Moutong, pada ruang rapat Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam rapat tersebut, perwakilan dari inspektur tambang Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Mineral dan Bartubara wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Moh. Saleh, mengungkapkan, sejumlah fakta lapangan dari hasil investigasi yang pihaknya lakukan pada Kamis (25/2).

Sebanyak 18 poin, fakta lapangan yang berhasil terkumpulkan oleh pihak inspektur tambang Kementerian ESDM ini. Menariknya, dari sejumlah temuan fakta lapangan tersebut, beberapa poin mengarah dan mengungkap aktor yang bertanggungjawab terhadap ‘lubang maut’ Peti Buranga.

“Pada hari terjadinya longsor, menurut informasi warga, dari Lima lubang bukaan, hanya satu lubang yang aktif. Yaitu, lubang bukaan tambang, milik Saudara Baba,” ungkap Moh.Saleh, dalam rapat tersebut, Senin (1/3).

Selain itu, terdapat Lima unit Screen dan sluicebok pada lokasi PETI sebagai alat mengelola material hasil galian.

Kemudian, masih berdasarkan hasil fakta lapangan temuan inspektur tambang Kementerian ESDM, terdapat beberapa tenda dan rumah dari bahan kayu pada sekitar lokasi kejadian, sebagai tempat tinggal sementara sejumlah pendulang dan karyawan Baba

“Juga terdapat pompa dan selang pada lubang bukaan yang mengalami longsor,” terangnya.

Berdasarkan data base IUP Provinsi Sulawesi Tengah, lokasi Peti berada pada luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Terkait hal ini lanjutnya, terdapat Lima poin kesimpulan dari pihak Kementerian ESDM antara lain, mendorong kepada pihak yang berwenang untuk menghentikan aktifitas PETI tersebut.

Mendorong instanri yang berwenang untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan secara transparan, bagi siapapun yang terlibat pada aktifitas PETI itu.

“Pembinaan dan pengawasan oleh ESDM, terbatasi hanya sampai kepada kegiatan pertambangan yang memiliki legalitas. Makanya, wilayah yang memiliki potensi pertambangan, dapat mempeertimbangkan untuk memperoleh legalitas seperti IUP atau IPR, sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan,” tandasnya.

Temuan Kementerian ESDM Terkait PETI, Polres Parigi Moutong, Telah Memeriksa Sejumlah Pihak

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Parigi Moutong. Andi Bantara, dalam kesempatan tersebut, mengaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, dalam upaya mengungkap aktor intelektual PETI Desa Buranga.

“Kami telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Bebrepa orang telah kami periksa, untuk untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan instruksi dari Kapolda Sulawesi Tengah, pihaknya juga akan melibatkan tim Labfor dari Mabes Polri. Hal ini, untuk melakukan penelitian terkait dampak kerusakan lingkungan yang terjadi.

Menurutnya, hasil dari pemeriksaan tim Labfor Mabes Polri yang melibatkan Tim dari ITB dan IPB, dapat menjadi dasar dalam menentukan jeratan pasal bagi para aktor pelaku PETI.

“Selain UU Minerba, UU Lingkungan Hidup, termaksud UU terkait Kehutanan. Hari ini tim dari Puslabfor tersebut tiba di Parigi Moutong,” ungkapnya.

Selain itu kata Andi Batara, pihaknya juga sampai saat ini masih tetap memfokuskan pada kegiatan pencarian korban sesuai dengan SOP tim SAR.

“Berdasarkan SOP tim SAR, maka proses pencarian korban akan berakhir pada Selasa (2/3) pekan ini. Sehingga, apa bila kami belum menemukan korban laninya, maka dinyatakan hilang,” jelasnya.

Lanjutnya, terkait potongan tubuh korban yang ditemukan beberapa waktu lalu, pihak kepolisian melibatkan tim untuk mengidentifikasi DNA potongan tubuh tersebut.

Secara terbuka dalam kesempatan itu, Andi Batara meminta agar sejumlah pihak yang nota bene merupakan unsur Forkompinda dapat secara bersama-sama melakukan himbauan kepada masyarakat terkait pertambangan yang layak.

“Termasksud dalam hal pengawasan, dengan harapan bagi pihak pemerintah daerah dari tingkatan paling atas hingga kebawah, tidak memberikan peluang untuk terciptanya PETI pada daerah kita ini,” tandasnya.

Berita Terkait Sebelumnya : https://kabarsaurusonline.com/2021/02/28/siapa-aktor-dibalik-peti-desa-buranga-parigi-mutong/

Sebanyak 57 Desa Ikut Pilkades Serentak 29 Maret Mendatang

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Perhelatan Pemilihan kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Parigi Moutong akan berlangsung pada tanggal 29 Maret 2021 mendatang. Tercatat ada sebanyak 57 desa yang akan ikut menggelar pesta demokrasi teresebut.

Diketahui, Kabupaten Parigi Moutong seharusnya menggelar Pilkades serentak pada tahun 2020 kemarin, terpaksa tertunda karena adanya refocusing anggaran akibat Pandemi COVID-19.

Terkait itu, Kepada Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Parigi Moutong, Agus Salim, mengatakan setelah melihat kondisi pandemi ini Pilkades serentak sudah dapat dipastikan terlaksana tahun 2021 tepatnya pada tanggal 29 Maret nanti, namun dalam pelaksanaanya tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Pelaksanaan Pilkades serentak nanti pada tanggal 29 Maret 2021. Dan berdasarkan data ada sebanyak 57 desa yang melakukan Pilkades serentak ini,” ujarnya saat redaksi kabarSAURUS menyambanginya, Senin (01/03/2021).

Ia menuturkan, 57 desa itu tersebar pada 17 kecamatan, tahun ini ketambahan tujuh desa dari tujuh kecamatan yang juga ikut dalam Pilkades serentak karena masa jabatan dari Kepala Desanya berakhir tahun ini.

“Dari beberapa desa itu, ada delapan kecamatan yang kandidatnya lebih dari lima orang. Sehingga hari ini dilaksanakan tes tertulis dan wawancara bagi desa yang kandidatnya melebihi jumlah lima orang,” tuturnya.

Ia menerangkan, untuk desa yang kandidatnya lebih dari lima orang tersebut diwajibkan mengikuti tes tertulis dan juga tes wawancara.

“Ada 54 orang dari 8 kecamatan yang saat ini mengikuti tes tertulis dan wawancara itu,” sebutnya.

Ia melanjutkan, 54 orang ini mengikuti tes di gedung pertemuan Dinas PMD. Masing-masing mereka (peserta-red), mengikuti tiga tahapan wawancara.

“Tiga tipe wawancaranya, pertama dari Sekda yaitu pak Zulfinasran, Mantan Kadis DPMD pak Fit dan juga dari Kadis DPMD yang sekarang yaitu pak Zulfinachri,” bebernya.

Ia menyebutkan, untuk peserta wawancara terbagi menjadi dua sesi, ada yang mengikuti wawancara sesi pagi dan ada yang sesi siang.

Hal ini dilakukan, untuk menyiasati tempat pelaksanaan kegiatan yang kurang daya tampung.

“Dibagi dua gelombang, yang pagi tadi 29 orang dan siang ini ada 25 orang peserta,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, untuk penilaian tes wawancara tersebut menggali aspek visi-misi, aspek pendidikan dan juga aspek pengalaman kerja dari setiap peserta yang mencalonkan.

“Kalau dari pendidikan tentunya terkait dengan pendidikan terakhir yang mencalonkan, ada yang tamatan SMP, SMA hingga S1. Kalau dari segi pengalaman kerjanya ditanya apakah pernah menjadi bagian dari pemerintahan desa. Visi-misi juga sangat penting,” jelasnya.

Namun kata ia, bukan suatu keharusan calon Kades pernah menjadi bagian dari pemerintahan desa.

“Untuk tes tertulis bobotnya 50 persen, wawancara 20 persen dan visi-misi serta pengalaman kerja itu 30 persen,” urainya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya bekerja lebih cepat untuk persiapan kegiatan tersebut, agar hasil dari penilaian tes tulis dan wawancara bisa segera diketahui.

“Ini kita marathon, insha’Allah setelah selesai wawancara mungkin malam kami akan lakukan pemeriksaan dari hasil tes. Mudah-mudahan paling lambat itu lusa atau besok sudah keluar hasil pengumumannya,” tutupnya.

Satu Miliar Lebih DD Mertasari, 60 Persen Untuk Padat Karya Tunai

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Setelah melalui beberapa tahapan musyawarah desa dan menyesuaikan dengan peraturan-peraturan baru pada akhirnya Pemerintah Desa Mertasari Kecamatan Parigi menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2021.

“Kita Desa Mertasari baru-baru ini telah selesai penetapan APBDES 2021, setelah sebelumnya mengalami beberapa tahapan musyawarah,” ujar Sekretaris Desa Mertasari Dian, kepada redaksi kabarSAURUS, Senin (01/03).

Pemdes Mertasari menetapkan pagu anggaran Dana Desa (DD) sekitar 1 Miliar lebih dengan rincian untuk program pemberdayaan 40 persen, padat karya tunai 60 persen.

Melalui DD tersebut juga Pemdes Mertasari menyertakan program pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan penyertaan modal usaha untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mertasari.

Ia mengatakan, berdasarkan perencanaan program pada karya tunai akan digunakan untuk penimbunan jalan usaha tani, pembuatan plat duiker, dan pembangunan bronjong sungai  untuk normalisasi sungai Desa Mertasari.

“Ada juga program pemberdayaan seperti memberikan pembiayaan terhadap lembaga pendidikan. Juga untuk posyandu dan pendanaan untuk mendukung program pencegahan stunting, karena pencegahan atau penanganan stunting ini prioritas juga sehingga tetap dianggarkan,” jelasnya.

Kemudian kata Dian, selama Pandemi COVID-19 belum berakhir Pemdes masih diharuskan menyisihkan anggaran DD sedikitnya 8 persen untuk program desa aman dari COVID-19.

Sehingga lanjutnya, dengan adanya anggaran persiapan itu, pihak desa dapat berjaga-jaga apabila terjadi kelonjakan kasus COVID-19 pada Desa Mertasari.

Sementara itu, ditanya terkait keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Langsung TUnai (BLT) yang bersumber dari DD Mertasari, Dian mengatakan, tahun ini jumlahnya berkurang dari tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena tahun ini ada persyaratan kriteria penerima yang berubah dan dipersempit oleh pemerintah pusat seperti, penerima bansos pemerintah tidak boleh menerima ganda.

“Kalau untuk penerima BLT tahun ini Desa Mertasari mengalami penurunan, yang dulunya 60 KK dan tahun ini sisa 46 KK. Karena kriteria kan dipersempit tahun ini, jadi sudah tidak ada lagi yang penerima PKH dan bantuan pemerintah lainya jadi berkurang masyarakatnya KPM itu,” bebernya.

Exit mobile version
%%footer%%