Hestiawati Nanga, Dipilih Pimpin PMI Parigi Moutong 2025-2030

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com –  Secara aklamasi, Hestiawati Nanga, terpilih menjadi Ketua PMI Kabupaten Parigi Moutong, masa bhakti 2025-2030, menggantikan Noor Wachida Prihantini Tombolotutu.

Pada sidang pleno III  dalam Musyawarah Ke – V PMI Kabupaten Parigi Moutong, dengan agenda pemilihan ketua, seluruh pemilik hak suara yang merupakan perwakilan pengurus PMI Kecamatan se- Kabupaten Parigi Moutong, Tenaga Sukarela dan Korps Sukarelawan bersepakat menunjuk Hestiawati Nanga sebagai Ketua.

 Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh serta harapan besar dari para peserta terhadap kapasitas dan integritas beliau dalam memimpin organisasi kemanusiaan ini ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Terpilih menyampaikan kesiapan dan komitmennya untuk membawa PMI Kabupaten Parigi Moutong menjadi lebih maju, profesional, dan hadir secara nyata di tengah masyarakat. Salah satu fokus strategis yang diutarakan adalah pendirian Unit Donor Darah (UDD) PMI di Parigi Moutong.

“Saya bersedia mengemban amanah ini dengan sepenuh hati. Insyaallah, kita akan memperjuangkan agar PMI Kabupaten Parigi Moutong memiliki UDD sendiri, sehingga pelayanan darah bisa lebih cepat, aman, dan mandiri — sejajar dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah,” ujar Hj. Hestiwati.

Musyawarah ini juga menjadi titik awal konsolidasi organisasi dan penguatan peran PMI di daerah, selaras dengan Tujuan Organisasi.

Dengan latar belakang profesional di bidang kesehatan masyarakat dan pengalaman dalam berbagai gerakan sosial, Hj. Hestiwati dinilai mampu menghadirkan energi baru bagi PMI Parigi Moutong.

“Harapan ke depan, kepemimpinan ini dapat mendorong kolaborasi lintas sektor, memperluas jangkauan pelayanan, serta menjawab tantangan kemanusiaan secara adaptif dan solutif,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Hestiawati Nanga, merupakan isteri dari Bupati Parigi Moutong saat ini, H. Erwin Burase.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/08/01/muskab-ke-v-pmi-parigi-moutong-di-gelar/

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2023/11/14/sekda-zulfinasran-ajak-masyarakat-aktif-gunakan-aplikasi-satu-darah-parigi-moutong/

Muskab ke – V PMI Parigi Moutong di Gelar

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke – V Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong digelar di lantai dua kantor Bupati, (Jumat, 01 Agustus 2025).

Gelaran Muskab ke – V PMI Kabupaten Parigi Moutong ini, sebagai penanda telah berakhirnya masa jabatan para pengurus PMI masa bhakti 2019-2024, yang dinahkodai Noo Wachida Prihantini Tombolotutu.

Salah satu agenda utama dalam Muskab ke – V PMI Kabupaten Parigi Moutong ini yaitu memilih nahkoda beserta kepengurusan yang baru untuk masa bhakti 2025-2030.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Lamakarate, menuturkan, kegiatan musyawarah ditingkat Kabupaten atau Kota, merupakan agenda organisasi yang wajib dilaksanakan, saat masa bhakti kepengurusan sebelumnya telah selesai.

“Berdasarkan surat yang masuk dari PMI Kabupaten Parigi Moutong, bahwa kepengurusan PMI disini telah selesai, maka saya meminta kepada Sekretaris PMI Provinsi menyiapkan segala adminstrasi untuk merespon, agar Muskab ke – V PMI Parigi Moutong ini bisa segera dilaksanakan. Insyaallah, setelah pelaksanaan musyawarah ini, PMI Kabupaten Parigi Moutong, akan punya ketua yang tidak kalah semangatnya, dengan Ketua sebelumnya dalam membawa organisasi ini semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Hidayat Lamakarate menuturkan, merujuk pada UU Kepalangmerahan, diharapkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memberikan dukungan dalam bentuk penganggaran terhadap organisasi ini, agar dapat menjalankan program kerjanya.    

Sementara itu, Adrudin Nur selaku Pelaksana Tugas (Plt), Ketua PMI Parigi Moutong, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan musyawarah bukan hanya sekedar menuntaskan program kerja dari pengurus masa bhakti periode sebelumnya.

Melainkan, kata ia, kegiatan ini merupakan titik temu komitmen dan harapan bersama untuk menguatkan peran PMI sebagai kekuatan utama dalam berbagai aksi kemanusiaan di daerah ini.

“Ditengah dinamika sosial, perubahan iklim dan meningkatnya resiko bencana, eksistensi PMI sebagai organisasi kemanusiaan dituntut untuk terus adaptif, tangguj dan relevan. Sehingga, pelaksanaan musyawarah ini, kita tidak hanya mengevaluasi program dan struktur organisasi, tetapi juga untuk menentukan program kerja organisasi dalam kurun waktu 2025-2030,” ungkapnya.    

Ia berharap, agar arah program kegiatan organisasi dalam kurun waktu lima tahun kedepan, berfokus pada penguatan kapasistas relawan, moderenisasi pelayanan darah dan tanggap darurat, sinergitas lintas sektor dan digitalisasi layanan kemanusiaan.

“Tak kalah pentiing, kita akan melaksanakan pemilihan ketua untuk masa bhakti 2025-2030. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda atas segala bentuk dukungan dan dedikasi kepada kami para pengurus PMI didaerah ini masa bhakti 2019-2024. Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang demokrasi yang sehat, terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepalangmerahan,” tandasnya.

Diketahui, pelaksanaan musyawarah tersebut berakhir pada Minggu, 03 Agustus 2025.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2024/10/31/komisi-iv-minta-dinkes-beri-atensi-ke-pmi-parigi-moutong/

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2023/09/28/ketua-pmi-parigi-moutong-ajak-masyarakat-manfaatkan-aplikasi-satu-darah/

Guru ASN di Parigi Moutong Ikut Workshop Terkait E-Kinerja dan Kedisiplinan

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai Guru di Kabupaten Parigi Moutong, Mengikuti Workshop penyusunan angka kredit, E-Kinerja dan Kedisiplinan ASN.

Workshop tersebut, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik bud) Kabupaten Parigi Moutong, di Aula Dikbud Parigi, (Rabu 30 Juli 2025).

‎Kegiatan ini, dijadwalkan selama dua hari dimulai sejak 30-31 Juli 2025, yang berlangsung di Aula Disdikbud Parigi Moutong.‎

Hal itu diungkapkan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu 30 Juli 2025.

‎Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan oleh bagian sekretariat Disdikbud yang bekerjasama dengan ‎Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Parigi Moutong.

‎Selain itu, kata ia, penyusunan angka kredit menjadi tanggungjawab setiap ASN, untuk mendapatkan poin sesuai target yang ditetapkan.

‎”Penyusunan angka kredit ini dihitung berdasarkan pangkat dan golongan berdasarkan poin, sehingga poin yang dikumpulkan sesuai terget bisa diusulkan untuk kenaikan golongan IIIa ke IIIb,” ujarnya.

Kemudian lanjut ia, hal serupa juga terjadi pada penilaian kinerja, yang sebelumnya menggunakan sistem manual, sekarang beralih ke digital.

”Jadi penilaian prestasi kerja pegawai struktural atau korwil sesua Sasaran Kerja Pegawai (SKP) semuanya sudah menggunakan E-Kinerja,” sebutnya.

Ia menuturkan, sasaran kerja pegawai telah berdasarkan aturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB)

‎Begitupun, para guru dan tenaga fungsional sistem kinerja melalui platform merdeka mengajar.

‎”Apalagi saat ini banyak ASN atu para guru yang melanggar kedisiplinan pegawai, tentunya berdasarkan aturan, terdapat sanksi yang harus diberikan,” bebernya.

‎Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini tentunya,untuk memberikan pemahaman dan pengutatan bagi para guru maupun ASN terkait kinerja pegawai,” pungkasnya.

Pemdes Lobu Mandiri Berhasil Realisasikan Program Air Bersih

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong telah berhasil merealisasikan program air bersih.

Pengadaan air bersih untuk masyarakat itu, merupakan salah satu program prioritas Pemdes Lobu Mandiri sejak tahun 2024 hingga tahun 2025.

Bendahara Desa Lobu Mandiri, Siti Rahmayana mengatakan, program pengadaan air bersih di tahun 2025 diadakan pada dua titik, yaitu di wilayah Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Lobu Mandiri.

Sementara, untuk program pengadaan air bersih yang telah terealisasi di tahun sebelumnya hanya satu titik, yaitu di wilayah Dusun 3.

“Terkait program untuk tahun ini, Pemdes Lobu Mandiri masih memprioritaskan program air bersih, dan beberapa program lainnya seperti padat karya. Alhamdulillah untuk program air bersih tahun 2025 sudah kami realisasikan pada tahap I kemarin,” terangnya saat ditemui wartawan media ini (Rabu 30 Juli 2025).

Ia mengatakan, anggaran pelaksanaan program itu bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025  dengan total Rp.175.000.000. 

Kemudian, terkait dengan pengerjaannya direncanakan pada tahap I APBDes Tahun 2025.

“Jadi untuk program air bersih yang menjadi prioritas kami, pada tahun 2024 hingga tahun 2025 sudah tuntas, dan saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Lobu Mandiri,” terangnya.

Harapannya, program air bersih tersebut dapat membantu masyarakat Desa Lobu Mandiri serta dapat merasakan asas manfaatnya. 

“Alhamdulillah, dengan adanya pengadaan air bersih ini, kita melihat masyarakat terbantu. Karena sebelumnya masyarakat Desa Lobu Mandiri agak kesulitan terkait air bersih. Kami selaku pemdes juga berharap kedepannya, program-program lainya dapat terealisasi dengan baik dan lancar seperti program air bersih ini,” jelasnya.

Ratusan Meter Kabel Instalasi PJU Jalur Dua Parigi Kemalingan?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Diduga kuat telah terjadi pencurian kabel yang digunakan untuk instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) jalur dua Parigi, sebanyak ratusan meter.

Hal ini disampaikan Khaerudin, selaku Kepala Bagian (Kabag) Umum, Sekretariad Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani hal tersebut.

Kepada media ini disela kesibukan diruang kerjanya, Khaerudin mengaku hal ini menjadi temuan dan menjadi salah satu faktor kendala yang dihadapi pihaknya, ketika hendak melaksanakan pemeliharaan PJU disejumlah titik di wilayah Ibukota Kabupaten Parigi Moutong.

“Sekitar 200 meter kabelnya itu hilang, kami menduga dicuri. Ini juga yang menjadi kendala bagi kami,” ungkapnya kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com (Rabu, 30 Juli 2025).

Ia menuturkan, kejadian pencurian kabel PJU di jalur dua Parigi ini, merupakan temuan kedua kali pihak Bagian Umum Sekda Parigi Moutong.

Parahnya lagi kata ia, dugaan pencurian ratusan meter kabel PJU Jalur Dua Parigi yang menjadi temuan pihaknya saat ini, merupakan titik yang sama dengan temuan sebelumnya.

Terkait hal ini, Khaerudin telah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib, serta mengimbau agar masyarakat sekitar jalur dua Parigi, dapat bersama-sama untuk menjaga fasilitas daerah.

“Saya berharap agar masyarakat disekitar jalur dua Parigi, pada umumnya seluruh masyarakat Parigi, mari bersama-sama kita menjaga fasilitas umum yang merupakan aset daerah,” tandasnya.

Soal WPR, Wabup Minta Komponen FPR Parigi Moutong Fokus Cari Solusi

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com  – Wakil Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Abdul Sahid, meminta agar seluruh komponen Forum Penataan Ruang (FPR) pada daerah ini, fokus mencari solusi terhadap dokumen Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah terbit.

Hal ini disampaikan Abdul Sahid, dalam rapat Forum Penataan Ruang (FPR) Kabupaten Parigi Moutong, diruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) yang digelar (Selasa, 29 Juli 2025).

Ia menuturkan, pengusulan WPR di Desa Buranga, Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah.

Sehingga kata ia, sebaiknya pihak kompenen FPR Parigi Moutong tidak lagi berkosentrasi pada pertanyaan soal asal muasal terbitnya dokumen WPR disejumlah wilayah tersebut.

“Kita sepakati saja, yang sudah berjalan ini tinggal dicari solusinya,” ungkapnya

Pasalnya, lanjutnya, keberadaan WPR dapat mendorong aktivitas pertambangan ilegal kearah yang legal. Sehingga dapat memberikan kontribusi kepada daerah.

“Keberadaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ini bukan hal baru. Kita sudah berada di tengah proses. Sejak awal, pengusulan ini tentu sudah melalui pertimbangan agar tidak merugikan siapa pun,” ujarnya.

Selain itu, menurut Abdul Sahid, jika IPR telah diterbitkan, maka pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan, evaluasi, dan penindakan.

Ia menjelaskan, jika pihak koperasi pemegang IPR melakukan pelanggaran yang telah ditetapkan, maka pemerintah harus berani mencabut izin tersebut.

Menurutnya, penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) ini juga, guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya yaitu, sebagai dasar hukum bagi pemerintah untuk melalukan pungutan disektor pajak.

Meski demikian, ia mengaku aktivitas pertambangan emas berpotensi menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan. 

Karena itu, ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi meminimalisir risiko kerusakan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah harus hadir dalam pengawasan. Selama ini tambang dikelola secara ilegal, tak ada kontribusi ke daerah. Kita kejar legalitasnya agar ada pemasukan yang sah,” tegasnya.

Abdul Sahid menambahkan, sebagai Wabup Parigi Moutong, ia mengaku berkewajiban mengayomi dan melindungi masyarakat agar tidak tersangkut persoalan hukum.

“Saya pun tidak menginginkan izin ini terbit jika bertentangan dengan aturan. Tapi jika kita sudah duduk bersama dan sepakat, kenapa tidak?. Demi kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong,” pungkasnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/05/25/ketua-fraksi-pkb-harap-revisi-rtrw-bukan-untuk-pertambangan/

KUNJUNGI JUGA : https://zentainovasi.id/2025/07/29/putusan-bebas-oknum-kepsek-oleh-pn-parigi-dibatalkan-ma-md-divonis-13-tahun-penjara/

Reformasi Ketenagakerjaan di Parigi Moutong, Pemda Usulkan Program Strategis ke Kemenaker

JAKARTA, kabarSAURUSonline.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong menyampaikan usulan strategis berupa Roadmap terkait tenaga kerja dalam mendorong reformasi ketenagakerjaan yang lebih kontekstual, inklusif dan berbasis data lapangan kepada Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Bupati H. Erwin Burase, memimpin rombongan sejumlah pejabat Pemda bersama anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, saat melakukan audiensi dengan pihak Kemenaker RI, digedung Kemanaker (Senin, 28 Juli 2025).

Dalam Audiensi tersebut, Pemda Parigi Moutong membawa empat usulan strategis yang diklaim dapat menjadi kunci keberhasilan menanggapi permasalahan terkait rendahnya kualitas kerja, terbatasnya akses pelatihan serta dominasi sektor informal, yang dihadapi dalam iklim ketenagakerjaan di daerah ini.

“Isunya bukan semata pengangguran, tapi kualitas kerja dan ketimpangan akses pelatihan,” ungkap Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase.

Keempat poin yang diklaim sebagai usulan strategis versi Pemda Parigi Moutong tersebut, Pertama, Pelatihan vokasi berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan digitalisasi desa. Kedua, Pembangunan BLK dan Mobile Training Unit (MTU) untuk menjangkau wilayah terpencil dan mendorong pelatihan berbasis karakteristik daerah.

Poin Ketiga adalah Digitalisasi layanan pasar kerja dari kabupaten hingga desa, menghubungkan pencari kerja dengan dunia usaha.

Serta, poin Keempat adalah sinkronisasi Job Fair pusat dan daerah agar selaras dengan kompetensi lokal dan kebutuhan industri.

Sementara itu, menurut data BPS 2025, Parigi Moutong memiliki 348.938 penduduk usia kerja, TPAK 74,68%, dan TPT 2,10%. Meski angka pengangguran relatif rendah, lebih dari 58 ribu orang bekerja tanpa upah sebagai pekerja keluarga, mengindikasikan rapuhnya struktur perlindungan kerja dan rendahnya produktivitas sektor informal.

Menyikapi kedatangan para punggawa ketenagakerjaan lingkup Pemda Parigi Moutong ini, Sekjen Kemnaker RI Prof. Dr. Cris Kuntadi menyambut baik Roadmap (peta jalan) yang dianggap sebagai usulan strategis atas isu ketenagakerjaan dari pihak Pemda di daerah ini.

“Kami siap menjajaki sinergi program lebih lanjut antara pusat dan Parigi Moutong,” ujarnya melalui perwakilan Sesditjen Lavotas.

Diketahui sejumlah pejabat lingkup Pemda Parigi Moutong yang hadir mendampingi Bupati yaitu Sekretaris Daerah (Sekda), Zulfinasran Achmad, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans),Hendra Bangsawan, Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Tri Nugrah Adhiyarta, serta sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong.

Langkah proaktif Bupati dalam perjuangan menyerukan reformasi ketenagakerjaan yang berpihak pada masyarakat bawah tersebut, mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Parigi Moutong.

Bahkan, langkah yang diambil H. Erwin Burase tersebut dianggap sebagai cerminan atas pergeseran pendekatan dalam tata kelola ketenagakerjaan daerah, yang tidak lagi bergantung pada instruksi pusat semata, tetapi mulai hadir sebagai aktor perubahan dengan membawa data, strategi, dan desain kebijakan lokal.

Diberbagai kesempatannya menghadiri sejumlah kegiatan Pemda Parigi Moutong, H. Erwin Burase kerap menyampaikan, bahwa ketimpangan infrastruktur dan keterbatasan fiskal, Parigi Moutong semakin mempertegas jika kualitas SDM hanya bisa dibangun ketika negara hadir di desa bukan hanya melalui bantuan, tapi lewat kolaborasi desain sistem dan penguatan kelembagaan.

Langkah Pemda Parigi Moutong yang memberikan usulan strategis berupa roadmap Ketenagakerjaan ini, seakan menjadi sinyalemen bahwa Pemda Parigi Moutong tidak hanya punya keberanian dalam menyuarakan kebutuhan, tetapi juga mampu daam mendesign solusi.

Sejumlah Persoalan Ketenagakerjaan di Parigi Moutong, Sebelumnya Telah Menyita Perhatian, Pansus LKPJ Bupati Parigi Moutong Tahun Anggaran 2024

Dalam gelaran lanjutan rapat Pansus LKPJ Bupati Parigi Moutong tahun 2024, yang berlangsung diruang paripurna DPRD dengan menghadirkan Disnakertrans, belum lama ini, kisruh terkait persoalan Ketenagakerjaan di Kabupaten Parigi Moutong sempat menyita perhatian publik beberapa waktu belakangan ini, menjadi pembahasan serius sejumlah Anggota Legislatif (Anleg) yang menjadi anggota Panitia Khusus (Pansus) bentukan DPRD.

Mencuatnya sejumlah persoalan yang dihadapi para tenaga kerja di Kabupaten Parigi Moutong terkait haknya berdasarkan perintah UU, seakan mempertegas minimnya kehadiran daerah sebagai keterwakilan negara dalam keberpihakannya terhadap sejumlah persoalan yang dialami para tenaga kerja di daerah ini.

Disnakertrans Parigi Moutong yang seakan pasif terhadap tugas dan fungsi pengawasannya, seakan membuat OPD ini lemah dalam membaca potensi konflik atas ketimpangan antar hak dan kewajiban yang dialami para tenaga kerja pada sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah daerah ini.

Sikap bertindak disaat kisruh terkait ketimpangan hak dan kewajiban yang dialami tenaga kerja telah terjadi dan mencuat kepermukaan, membuat sejumlah kalangan masyarakat menilai Disnakertrans Parigi Moutong telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan serta evaluasi, sehingga bak pemadam kebakaran saat terjadi konflik ketenagakerjaan.

Hal ini, seperti yang terungkap dalam lanjutan rapat Pansus LKPJ Bupati Parigi Moutong Tahun Anggaran 2024, antara tim Pansus DPRD dengan Disnakertrans Parigi Moutong.

Dimana pihak Disnakertrans mengaku belum menerima laporan dari para tenaga kerja di perusahaan penyedia jasa (Perusahaan Vendor) yang bekerjasama dengan salah satu Perusahaan BUMN yang beroperasi di beberapa wilayah daerah ini.

“Terkait dengan persoalan tenaga kerja yang dialami para tenaga kerja di perusahaan Vendor pada salah satu BUMN ini, kami belum mendapat laporan sampai saat ini,” ungkap Hendra Bangsawan selaku Kadisnakertrans Parigi Moutong.

Pernyataan Kadisnakertrans Parigi Moutong tersebut, disampaikannya saat menjawab pertanyaan Anleg asal partai Perindo, Mohammad Irfain, terkait langkah yang diambil pihaknya atas tindakan sebuah perusahaan Vendor penyedia jasa yang diduga kuat tidak membayarkan hak para karyawannya sebagaimana yang diamanatkan UU terkait ketenagakerjaan ketika memberhentikan sejumlah pekerjanya ‘ditengah jalan’, saat kontrak mitra kerjasamanya dengan perusahaan salah satu perusahaan BUMN telah dinyatakan selesai.

“Pernah terjadi didaerah ini, sebuah perusahaan Vendor penyedia jasa bekerjasama dengan salah satu BUMN, diduga kuat tidak menjalankan kewajiban membayar hak tenaga kerjanya kepada sebagaimana mekanisme UU, ketika kontrak kerjasama mereka usai dengan BUMN tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan ke saya, para tenaga kerja ini, tidak dibayarkannya gaji mereka dibulan terakhir kontrak mereka usai. Kemudian, dalam UU ada mekanisme yang wajib dilakukan perusahaan ketika PHK atau dinyatakan pailid. Apakah pihak Disnakertrans pernah menangani persoalan terkait hal ini,” tanya Irfain, yang juga sebagai ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong, dengan nada sedikit tegas.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/06/30/investasi-dan-ketenagakerjaan-di-parigi-moutong-bakal-dievaluasi-dprd/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/06/30/investasi-dan-ketenagakerjaan-di-parigi-moutong-bakal-dievaluasi-dprd/?amp=1

Exit mobile version
%%footer%%