DPUPRP : Program TMMD Parigi Moutong Bantu Penanganan Stunting

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com –  DPUPRP menilai program TMMD di Kabupaten Parigi Moutong, dapat membantu penanganan Stunting untuk daerah ini.

Dari sejumlah kegiatan yang terprogramkan melalui Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) pada wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya, adalah pembangunan jamban pada Dua lokasi berbeda dengan total sebanyak 23 titik.

Melansir dari website resmi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong, Kamis, (01/04). Jamban merupakan salah satu kebutuhan mendasar lingkungan masyarakat. Atas dasar inilah melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa, bersama Kodim 1306 Donggala yang bekerja sama dengan Dinas PUPRP Parigi Moutong membangun jamban.

Adapun desa yang menjadi sasaran pembuatan jamban melalui program TMMD untuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong tahun ini, yaitu Desa Siaga dan Desa Silutung.

Hance Maidi, Kepala Seksi Penataan Bangunan Lingkungan dan Pengembangan Permukiman Bidang Cipta Karya DPUPR, mengatakan, program pada Dua desa wilayah Parigi Moutong tersebut, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal penanganan stunting.        

Menurutnya, pembuatan jamban ini juga sebagai bentuk dukungan untuk mensukseskan program Stunting yang Pemda Parigi Moutong saat ini galangkan.

Ia menuturkan, pada kunjungan sebelumnya, masyarakat ke dua desa tersebut masih mengeluhkan terkait dengan kurangnya fasilitas jamban pada desa mereka.

Maka, kata Hance Maidi, atas dasar inilah pembuatan jamban menjadi salah satu agenda kegiatan pembangunan melalui Program Tentara Manunggal Masuk Desa untuk wilayah Parigi Moutong.

Ia menjelaskan, proses penegerjaan jamban tersebut secara manual dengan sistem  padat karya atau gotong royong.

“Antara masyarakat desa, TNI dan DPUPRP Parigi Moutong,” ujarnya.

Pada kesempatan lainnya, Hantce Maidi, menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap personil TMMD wilayah Parigi Moutong yang telah bekerja dalam rangka pembangunan sejumlah fasilitas pada dua desa tersebut.

DPUPR Sebagai Pendamping Teknis dalam Program Pembangunan Jamban Oleh TMMD wilayah Parigi Moutong

Pasalnya dalam program ini DPUPRP hanya sebagai Tim Pendamping Tekhnis untuk membantu jalannya proses pekerjaan.

“Kami dari pihak OPD, hanya sebagai pendamping tekhnis dalam pekerjaan ini. Pekerjaan pembangunan seluruhnya dikerjakan oleh teman-teman dari pihak TNI dan masyarakat. Maka dari itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan teman-teman sekalian” tutupnya.

Sebentar Lagi Bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Ayo Persiapkan Diri

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Menjelang datangnya bulan ramadhan 1442 Hijriah yang tinggal sebentar lagi. Umat islam berbondong-bondong mempersiapkan diri dalam menyambut bulan yang suci ini. Mulai dari persiapan materi, makanan, pakaian, fisik dan lainnya.

Namun terkadang kita melupakan bahwa persiapan menyambut ramadhan tidak hanya sekedar fisik dan materi semata, tetapi juga persiapan secara batin dan jiwa.

Berikut ini adalah beberapa hal persiapan puasa menurut islam, yang media ini peroleh dengan melnsir dalamislam.com

1. Bertobat

Pertobatan adalah salah satu hal yang mesti kita lakukan sebagai umat islam sebelum datangnya bulan puasa.

Pada hari-hari sebelumnya, kita sebagai manusia tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bertobat dan meminta mapun pada Allah SWT.

Dengan pertobatan, hati kita akan lebih siap menyambut ramadhan dan menjadi lebih tenang. Namun, bertobat bukan hanya pada lisan saja, melainkan harus dibuktikan dengan perbuatan.

Jika sebelumnya kita malas untuk shalat, sering melakukan perbuatan maksiyat, hendaknya mulai saat ini kita tinggalkan hal-hal tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat AN Nur ayat 31 yang bunyinya:

 وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Rasullullah SAW sendiri yang sudah mendapat jaminan ma’sum atau terjaga dari dosa, tetap melakukan taubat. Apalagi, kita yang hanya umatnya yang sering berbuat dosa.

2. Memantapkan niat

Tidak akan sempurna ibadah seseorang tanpa niat yang ikhlas dan tulus.

Sebelum datangnya bulan ramadhan 1442 Hijriah nanti, niatkan hati kita untuk menjalankan segala amal ibadah. Khususnya dibulan ini, hanya untuk mencari ridho semata dan tanpa niatan yang lain misalnya niat ingin pamer, sok alim dan sebagainya.

Buanglah jauh-jauh pikiran semacam itu dan yakinkah hati kita bahwa ramadhan adalah bulan dimana kita bisa memperbaiki segala amal ibadah kita.

3. Ramadhan 1442 Hijriah Nanti, Senantiasa Berdoa

Berdoa adalah salah satu kewajiban kita terhadap Allah SWT dan menjelang ramadhan kita hendaknya senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Doa adalah sarana komunikasi kita kepada Allah SWT dan pada bulan ramadhan doa kita akan senantiasa dikabulkan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

4. Memperbanyak ibadah sunnah

Sebelum memasuki bulan ramadhan tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dan melatih diri untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat sunnah.

Misalnya, shalat dhuha dan ibadah sunnah lainnya. Ibadah sunnah ini bisa dilakukan dan lebih baik daripada hanya menghabiskan waktu untuk menonton TV atau melakukan hal lain yang tidak penting.

5. Berpuasa di bulan Syaban

Sebelum berpuasa dibulan ramadhan kita sebaiknya melatih kebiasaan berpuasa dengan menjalankan puasa sunnah di bulan syaban sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang bunyinya

لا يَصُومُ ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha:

“Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan (mengira) dia tidak pernah berbuka. Dan (lain waktu) beliau tidak berpuasa sampai kami mengatakan (mengira) dia pernah berpuasa. Dan aku tidak melihat Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan dan aku tidak melihat Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam memperbanyak berpuasa selain di bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari Muslim)

“Saya bertanya, Wahai Rasulullah saya tidak pernah melihat anda berpuasa di antara bulan-bulan yang ada seperti engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” (Beliau) bersabda: “Itu adalah bulan yang sering diabaikan orang, antara Rajab dan Ramadan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amal (seorang hamba) kepada Tuhan seluruh alam. Dan aku senang saat amalanku diangkat, aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Nasa’i).

6. Memperbanyak membaca Alqur’an Pada Ramadhan 1442 Hijriah Nanti

Membaca Alqur’an tidak hanya memiliki banyak manfaat (baca manfaat baca Alquran setiap hari) tetapi juga bisa membuat hati dan pikiran kita tenang sehingga kita bisa menyambut datangnya bulan ramadhan hati dan pikiran yang lebih baik.

Selain itu diriwayatkan bahwa bulan rajab dan bulan sya’ban adalah bulan menanam dan menyiram sementara bulan ramadhan adalah bulan memanen.

Sehingga kita disarankan untuk memperbanyak amalan dikedua bulan tersebut.

Abu Bakar Al-Balkhi berkata:

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadan adalah bulan memanen tanamanPerumpamaan bulan Rajab bagaikan angin, sedangkan perumpamaan Sya’ban bagaikan mendung dan perumpamaan Ramadan bagaikan hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiram pada bulan Sya’ban, bagaimana dia akan memanen di bulan Ramadan.”

7. Memperbanyak ilmu agama

Menjelang bulan ramadhan luangkan waktu kita sejenak untuk menimba ilmu agama. Hal ini akan membantu kita untuk lebih memahami ibadah dan keutamaan bulan ramadhan dengan baik. Belajar agama bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dan bisa bersumber dari buku tentang islam maupun mendatangi kajian-kajian islam yang sering diadakan dalam masjid. Hal ini sebagaimana perintah Allah pada Surat Al Anbiya ayat 21 yang bunyinya

مَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS Al Anbiya : 21)

8. Jangan Lupa, Usahakan qadha puasa sebelumnya Sudah Selesai

Sebelum memasuki bulan ramadhan 1442 Hijriah nanti, kita hendaknya menyelesaikan semua hutang puasa dari ramadhan sebelumnya. Puasa yang ditinggalkan pada bulan ramadhan wajib diganti terkecuali bagi orang yang sudah lanjut usia boleh membayarkan fidyah.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist berikut :
Dari Abu Salamah, dia berkata, saya mendengar ‘Aisyah radhiallahu ’anha berkata: “Aku memiliki kewajiban berpuasa dari bulan Ramadan lalu, dan aku baru dapat mengqadanya pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dari keseriusan beliau (mengqadha) pada bulan Sya’ban disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha sampai memasuki bulan Ramadan berikutnya.” (Fathul Bari, 4/19)

9. Menyambut Ramadhan 1442 Hijriah Nanti, Dengan Perasaan Gembira

Sebagai umat islam selayaknya kita menyambut bulan suci, seperti bulan ramadhan 1442 Hijriah nanti, dengan perasaan gembira dan bahagia karena bulan ramadhan memiliki banyak keutamaan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 58 yang bunyinya

“Katakanlah, ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

10. Mensucikan diri

Sebelum ramadhan tiba hendaknya kita menyucikan hati, pikiran, perbutana dan jika perlu lingkungan kita karena bulan ramadhan sangat istimewa dan kita menyambut datangnya bulan tersebut seperti kita menyambut tamu penting.

11. Perbanyak berzikir

Keutamaan zikir kepada Allah SWT perlu diketahui agar kita dapat senantiasa berzikir kepada Allah dan memohon ampun serta rahmat darinya. Menjelang bulan ramadhan perbanyaklah zikir kepada Allah SWt agar hati dan pikiran kita terjaga dari segala kotoran.

Demikianlah persiapan yang bisa kita lakukan sebelum datangnya bulan ramadhan. Puasa ramadhan tentunya berbeda dalam hal hukum pelaksanaan dibandingkan dengan puasa sunnah yang lain (baca macam-macam puasa sunnah) seperti puasa senin kamis (baca keutamaan puasa senin kamis), puasa rajab (baca keutamaan puasa rajab), puasa rajab (keutamaan puasa rajab), puasa arafah (baca keutamaan puasa arafah) maupun puasa daud (baca keutamaan puasa daud). Perbanyaklah khazanah tentang keutamaan puasa dan pelajari tips-tips yang bisa memperlancar puasa kita dibulan ramadhan (baca juga tips agar kuat berpuasatips agar lancar berpuasa, dan tips berpuasa sambil bekerja). Semoga bermanfaat

Hasil Pilkades Serentak Sejumlah Desa di Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comHasil Pilkades serentak Kabupaten Parigi Moutong, pada proses pemungutan dan perhitungan suara yang terlaksana pada Senin, 29 Maret 2021 telah selesai. Berikut hasil perhitungan suara beberapa TPS pada sejumlah desa yang berhasil terhimpun media ini.

Berdasarkan informasi yang terhimpun media ini, pada hasil pelaksanaan pemungutan suara Pikades serentak tahun 2021, Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong.

Abd. Yakob berhasil memperoleh suara terbanyak pada TPS III, yaitu 385 suara dengan total suara sah sebanyak 960 dari 1256 DPT untuk Desa Palasa.

Abd. Yakob sendiri, mengalahkan Empat Cakades lainnya yaitu, AN’AM dengan perolehan 166 suara, Asalin 342 suara. Sedangkan, Aziz 54 suara dan Muhlis 11 suara, dengan total suara tidak sah sebanyak Dua suara.

Kemudian, pada hasil perhitungan suara pada pelaksanaan Pilkades serentak TPS III, Desa PalasaLambori, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Ridwan Lanatci unggul telak dari Tiga Cakades Palasa Lambori lainnya, dengan perolehan sebanyak 299 suara, dari total 320 suara sah pada 558 DPT.

Sedangkan Tiga Cakades pesaing Ridwan Lanatci yaitu, Haris Daudo memperoleh 9 suara, Yanto Abas juga memperoleh 9 suara. Serta, Jallaludin memperoleh 3 suara pada TPS III desa tersebut.

Selain itu, hasil pemungutan suara Pilkades serentak Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Haris, S.Pd M.Pd, unggul dari dua Cakades lainnya untuk TPS I.

Mantan Komisioner KPU Parigi Moutong ini, berhasil mengantongi sebanyak 189 suara dari 346 suara sah dengan total DPT 396 jiwa.

Sedangkan, dua Cakades yang bersaing dengan Haris adalah, Masirimin hanya memperoleh sebanyak 6 suara dan Imran memperoleh 153 suara pada TPS I Desa Palasa Tangki tersebut.

Senasib Dengan Bashar YW Badja Pada Hasil Pilkades Serentak Kabupaten Parigi Moutong, Abd. Haris P, Dipastikan Menyandang Gelar KadesDua Periode bagi Desa SinguraKecamatan Toribulu

Kemudian, pada hasil pelaksanaan pemungutan suara Pilkades serentak Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong. Bashar YW Badja, dapat dipastikan menjadi Kepala Desa Jononunu periode 2021-2027.

Pasalnya, Bashar YW Badja unggul jauh dari pesaingnya, yaitu Nurwahyuni. Hal itu, berdasarkan hasil pemungutan suara Pilkades serentak pada desa yang yang hanya mengadakan I TPS dengan dua orang Cakadesnya tersebut.

Tercatat, hasil perhitungan Pilkades serentak pada desa tersebut, Bashar YW Badja berhasil memperoleh suara sebanyak 293 suara. Sedangkan Nurwahyuni, hanya mampu mengumpulkan pundi-pundi suara sebanyak 48.

Sementara itu, sebanyak 341 suara sah dalam pelaksanaan Pilkades serentak Desa Jononunu KabupatenParigi Moutong pada tahun 2021 ini,dengan Satu suara tidak sah.

Senasib dengan Bashar YW Badja, berdasarkan hasil pemungutan dan perhitungan suara dalam pelaksanaanPilkades serentak Desa Singura Kecamatan Toribulu kabupaten Parigi Moutong. Abd. Haris P, yang notabene petahanadapat dipastikan menyandang gelar Kades Singura Dua Periode.

Pasalnya, Abd. Haris. P, berhasil unggul dari Empat Cakades pada desa tersebut, dengan total perolehan suarasebanyak 400 suara pada Dua TPS yang ada.

Diketahui, Pada TPD I, Abd. Haris. P, berhasil mengantongi sebanyak  227 Suara. Sedangkan pada TPS II, ia berhasil memperoleh suara dari rakyat sebanyak 173 suara.

Bom Bunuh Diri Makassar, Umat Kristen Diminta Tetap Tenang

Jakarta, kabarSAURUSonline.comMelansir dari radarsulbar.co.id. Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom, meminta kepada seluruh umat Kristen tetap tenang seiring dengan dugaan bom bunuh diri Makassar, tepatnya di depan Gereja Katedral. Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 28 Maret 2021.

Gomar Gultom, juga menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban tewas maupun luka atas kejadian bom bunuh diri makassar, tepatnya depan gereja Katedral.

“Saya mengungkapkan duka cita mendalam atas ledakan bom yang terjadi di depan Katedral Makassar, Minggu pagi ini, terutama dengan adanya korban luka. Peristiwa naas ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi pada nusantara,” kata Gomar Gultom dalam keterangan tertulisnya.

Ia pun meminta umat Kristen untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan peristiwa tersebut kepada aparat. Ia berharap, umat untuk tidak takut dan resah, namun tetap waspada.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak memposting serta membagikan gambar ataupun video yang memuat peristiwa tersebut. Karena hal tersebut menurutnya bakal menimbulkan keresahan.

“Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Khususnya, masyarakat Makassar,” ungkapnya.

Gomar Gultom juga menyayangkan peristiwa bom terjadi saat umat Kristen seluruh Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum. Peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina.

“Lewat ini, Yesus sedang membangun persepsi tentang diri-Nya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Ia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan,” ucapnya.

Dalam semangat kelembutan seperti itulah, Gultom mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini seraya berdoa bagi kedamaian seluruh masyarakat.

Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, Diduga Pakai Kendaraan Roda Dua

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, pelaku bom diduga berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis matic bernomor polisi DD 5984 MD.

Kedua pelaku berupaya memasuki pelataran gereja. Akan tetapi, pelaku sempat dihentikan oleh security pada pintu masuk gereja hingga akhirnya ledakan terjadi.

“Dari hasil informasi lapangan, bahwa ada ditemukan tadi kendaraan yang hancur dan juga ada beberapa potongan tubuh, dan ini tentunya bagian daripada penyidik dari pihak kepolisian untuk meyakinkan ya dari potongan-potongan tersebut,” katanya. Akibat ledakan tersebut, sedikitnya 14 orang luka-luka. Mereka dirawat di tiga rumah sakit berbeda yakni di RS Stella Maris, RS Akademis Jaury Jusuf Putra, dan RS Pelamonia.

Dugaan Korupsi DAK Disdikbud Sulbar, Tiga Orang di Tahan

Mamuju, kabarSAURUSonline.com – Tiga orang tersangka dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Kini, dalam penahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati).      

Melansir radarsulbar.co.id. Sejauh ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar sudah menahan tiga orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar 2020.

Para tersangka itu adalah mantan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA (PSMA) Disdikbud Sulbar, Burhanuddin Bohari. Ia merupakan Ketua Penanggungjawab Pengelolaan DAK Fisik Pendidikan SMA se-Sulbar 2020. Burhanuddin ditahan Kejati Sulbar pada Rabu 24 Maret 2021

Kemudian, Busra Edi selaku Wakil Ketua Penanggungjawab Pengelolaan DAK Fisik Pendidikan SMA se-Sulbar 2020. Ia ditahan Kejati Sulbar pada 10 Maret 2021.

Selanjutnya, Aking Djide selaku Koordinator Fasilitator Pengelolaan DAK Fisik Pendidikan SMA se-Sulbar 2020. Ia ditahan Kejati Sulbar pada 18 Maret 2021.

Oleh penyidik Kejati Sulbar, penetapan sebagai tersangka terhadap ketiganya, atas dugaan melakukan permintaan sebesar 3 persen dari jumlah anggaran yang diterima oleh 82 kepala sekolah (kepsek) penerima DAK Fisik 2020.

Disinyalir, hal tersebut terjadi pada kurun waktu Januari 2020 sampai Juli 2020 atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu pada tahun 2020. melakukan permintaan sebesar 3 persen kepada 82 kepala sekolah (kepsek) penerima DAK Fisik 2020 Disdikbud Sulbar, dari jumlah anggaran yang diterima oleh kepsek.

Permintaan uang tersebut dinilai jaksa sebagai kepentingan pribadi tersangka dengan alasan untuk biaya Jasa Pembuatan Dokumen Perencanaan berupa Gambar Kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Total keseluruhan dana itu mencapai Rp 1.425.330.050. Dan nilai itu dianggap sebagai kerugian negara.

Kuasa Hukum Seorang Tersangka Korupsi DAK Disdikbud Sulbar, Minta Kepsek dikorek

Dalam kasus ini, Akriadi Pue Dollah, selaku kuasa hukum dari tersangka Burhanuddin Bohari, menyampaikan pendapatnya. Menurut dia, kliennya adalah korban atas tindakan fasilitator DAK yang meminta uang kepada para kepsek.

“Burhanuddin Buhari ini adalah korban, yang mana atas tindakan fasilitator meminta kepada kepala sekolah agar menyetor sebanyak 3 persen dengan alasan bahwa untuk kepentingan pembuatan dokumen dan gambar,” ucapnya Sabtu (27/3).

Akriadi menegaskan, tindakan tersebut tanpa sepengetahuan Burhanuddin Buhari. Sebab fasilitator yang berhubungan langsung dengan kepsek.

“Buktinya, terkait adanya pengembalian kerugian negara, yang mengembalikan sejumlah uang adalah fasilitator bukan Pak Burhanuddin,” beber Akriadi.

Seharusnya, kata Akrdiadi, kepsek selaku penerima DAK yang paling bertanggungjawab atas persoalan ini.

Sebab anggaran DAK yang bersumber dari APBN langsung masuk ke rekening masing-masing sekolah. Jadi hak masing-masing kepsek untuk pengelolaan anggaran tersebut.

“Dan jika benar adanya pemotongan anggaran yang dilakukan seseorang yang mengatasnamakan salah satu pejabat, maka untuk mengungkap kebenaran itu cukup dengan keberanian dan kejujuran masing-masing kepsek untuk menyebut siapa orang-rang itu, maka semuanya akan terungkap dengan jelas,” kata Akriadi.

Menurut Akriadi, jika para kepsek berani mengungkap itu maka ia yakin akan ada beberapa orang yang turut menjadi tersangka dalam persoalan ini. Sebab potensi itu masih terbuka

“Jika kepala sekolah tak berani mengungkap sekarang, kami yang akan mempertanyakan dalam persidangan nanti. Dengan begitu mungkin semuanya bisa terungkap,” ucap Akriadi.

Ia menambahkan, seharusnya kepsek penerima DAK juga ditersangkakan juga karena menyalahgunakan kewenangannya untuk memenuhi permintaan fasilitator untuk menyetor dana 3 persen.

“Selain dari pada itu, terhadap kegiatan ini sudah dilaksanakan serah terima barang per 31 Desember 2020. Jika benar adanya pemotongan 3 persen, itu berarti para kepala sekolah melakukan manipulasi data terhadap pertanggungjawabanya. Karena 3 persen itu tidak tercantum dalam RAB,” tutup Akriadi.

Metode US, Kewenangan Sendiri Satuan Pendidikan Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Terhitung sejak tanggal 22 Maret 2021 kemarin. Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai melaksanakan Ujian Sekolah (US). Metode pelaksanaan US satuan pendidikan di Parigi Moutong, menjadi kewenangan masing-masing sekolah.

Demikian penuturan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, kepada Redaksi kabarSAURUS, saat menyambangi ruang kerjanya, Jum’at (26/03).

Ia mengatakan, karena masih mewabahnya COVID-19, sehingga metode belajar mengajar hingga pelaksanaan US ikut menyesuaikan protokol kesehatan.

Namun demikian, kata Sunarti, satuan pendidikan berhak menentukan metode pelaksanaan US sesuai dengan kondisi siswanya.  

“Semua model pelaksanaan US disilahkan, tehnik pelaksaan ujianya kami serahkan kepada masing-masing satuan pendidikan Parigi Moutong. Tergantung dari pada sarana prasarana mereka. Kalau siswanya memiliki HP android, memiliki pulsa data dan akses internetnya, silahkan secara daring,” tuturnya

Ia menerangkan, dalam mengambil langkah metode daring ataupun luring, perlu dan harus berdasarkan kondisi siswa serta sekolah.

Misalnya, lanjut Sunarti, untuk daerah terpencil yang tidak memiliki akses jaringan internet yang memadai. Maka, secara otomatis akan melaksanakan US dengan metode luring.

Ia menegaskan, metode apapun yang digunakan oleh masing – masing satuan pendidikan Parigi Moutong pada pelaksanaan US. Harus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Misalnya, dengan mengumpulkan siswa pada satu rumah untuk bersama-sama melaksanakan ujian. Tapi, tetap dengan mengedepankan p0rotokol kesehatan,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari masing-masing Korwil, beberapa sekolah sementara melaksanakan US.

Antara lain, sebutnya, pada rayon satu yaitu Kecamatan Sausu, Balinggi, Torue. Kemudian rayon dua Kecamatan Parigi sampai di Kecamatan Ampibabo.

“Untuk rayon tiga itu Kecamatan Sidoan, Tinsel, Bolano, Bolano Lambunu, Kasimbar Mepanga, Tinombo, Ongka Malino, Palasa, Moutong, Taopa, Tomini Toribulu,” ungkapnya.

Pasca UN Terhapuskan, US Menjadi Salah Satu Rujukan Satuan Pendidikan di Parigi Moutong, Sebagai Penentu Kelulusan Siswa   

Sunarti menambahkan, setelah Kemendikbud menghapus Ujian Nasional UN, melalui Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem. Ujian Sekolah menjadi salah satu penentuan kelulusan. “Kemarinkan kalau pada UN ada empat mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Tapi sekarang tidak ada lagi UN, maka pada US semua mata pelajaran sudah tergabungkan dan tidak dibedakan lagi,” pungkasnya.

Kemdikbud Petakan Mutu Sekolah Melalui Asesmen Nasional

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Asesmen Nasional merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk penilaian mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar hingga menengah.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menjelaskan Asesmen Nasional telah menjadi kesepakatan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

Ia mengatakan, Asesmen Nasional adalah suatu bentuk pemetaan mutu pendidikan sekolah pada suatu daerah.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu. Tetapi, mengevaluasi dan memetakan berupa input proses, dan hasil.

Sunarti menuturkan, bahwa sebelumnya UN sebagai penentu kelulusan seorang siswa. Tetapi, kata ia, kebijakan baru terkait adanya Asesmen Nasional, lebih pada pemetaan mutu sekolah melalui para siswa.

“Kita mengetahui bahwa UN adalah penentu kelulusan dengan melaksanakan ujian selama tiga hari. Kemudian, pemerintah merubah itu, karena menentukan kelulusan dengan ujian tiga hari, Sedangkan siswa sudah berproses lama di sekolah. Sehingga setelah berproses panjang pemerintah merubahnya menjadi Asesmen,” jelas Sunarti kepada media kabarSAURUS, saat menyambangi ruang kerjanya, Kamis (25/03).

lanjut Sunarti, pemetaan mutu bertujuan  untuk mengetahui apa saja prestasi akademik sekolah. Sehingga, pemerintah memiliki acuan  dalam meningkatkan dan mengembangkan satuan pendidikan, berdasarkan hasil pemetaan.

“Asesmen itu lebih pada pemetaan prestasi akademik siswa seluruh Indonesia. Pemetaanya, mungkin hasil pendidikan Kabupaten Parigi Moutong seperti apa, terus Kota Palu seperti apa. Sehingga, pemerintah dapat melihat pada daerah mana yang satuan pendidikannya masuh harus berkembang dan ditingkatkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Sunarti, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan dan baru saja dilantik  menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Parimo.

Exit mobile version
%%footer%%