Aklamasi, Pemilihan Ketua DPD KNPI Parigi Moutong Cederai Demokrasi?

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Proses pemilihan ketua DPD KNPI Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah periode 2021 – 2024 yang secara aklamasi. Terkesan mencederai gaung sistem demokrasi, yang merupakan seruan pemuda dalam perjuangan reformasi 1998.

Pelaksananaan pemilihan ketua KNPI Parigi Moutong periode 2021-2024, dalam rangkaian kegiatan musyawarah daerah (Musda) yang dihelat pada salah satu wilayah Kecamatan Mepanga belum lama ini. Menunjuk Moh Rifal Tajwid sebagai ketua KNPI Parigi Moutong periode 2021-2024.

Menjabatnya seorang Moh Rifal Tajwid (MRT) sebagai ketua KNPI Parigi Moutong tersebut secara aklamasi. Terkesan mencederai demokrasi pada negara ini, yang notabene merupakan kumandang perjuangan pemuda melalui gerakan mahasiswa tahun 1998 dalam memperjuangkan reformasi.

Terkait hal tersebut, MRT selaku ketua KNPI Parigi Moutong terpilih untuk periode 2021-2024, tidak menampik anggapan tentang terpilihnya sebagai ketua dengan cara aklamasi mencederai demokrasi.

Namun, ia menegaskan, aklamasi adalah jalan terakhir yang diambil pihak panitia penyelenggara. Pasalnya kata MRT, sampai dengan hari pelaksanaan pemilihan hanya ia yang siap menjadi calon ketua DPD KNPI Parigi Moutong.

Sehingga, ia membantah, jika aklamasi adalah setingan untuk melenggangkannya duduk menjabat sebagai ketua KNPI Parigi Moutong 2021-2024.

Menurutnya, sebelumnya sejumlah nama telah bersepakat untuk ikut dalam kontestasi pemilihan ketua DPD KNPI Parigi Moutong tersebut dengan penguatan penandatanganan berita acara.

“Berdasarkan penandatanganan berita acara yang saya ketahui saat itu, sejumlah nama bakal menjadi calon pada pemilihan nanti. Selain saya (MRT), ada Andi Dalil Pandake, Wahyudin, dan Fit Dewana. Hanya, saya tidak memahami mengapa mereka tidak jadi untuk maju dalam kontestasi ini,” ujarnya kepada Redaksi KabarSAURUS, Sabtu pekan kemarin.

MRT menambahkan, berbekal jari sepuluh dari bekas kepengurusan DPD sebelumnya, ia mencoba untuk membangun dan mengembalikan marwah lembaga sebaga wadah bagi pemuda.

“Saatnya pemuda kembali kerumah,” tandasnya.                       

Pemdes Dolago, Rencanakan Pemberdayaan Budi Daya Lebah Madu

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comPemerintah Desa (Pemdes) Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Berencanamelaksanakan program pemberdayaannya dengan menggerakkan warga untuk mau membudi dayakan lebah madu.    

Menjadi sebuah kepercayaan khalayak, jika madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara rutin dan sewajarnya.

Dalam berbagai budaya selama berabad-abad, madu telah digunakan dalam banyak keperluan pengobatan dan makanan.

Sementara, Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, belum banyak yang tertarik untuk mengembangkan usaha budi daya lebah madu.

Melihat peluang ini, Pemerintah Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan mendorong terlaksananya budi daya lebah madu pada masyarakatnya.

Terbukti, tahun ini, Pemdes Dolago memasukan budi daya lebah madu sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Dolago, Ishak, kepada media kabarSAURUS mengatakan, pada dasarnya sebagian masyarakatnya sudah memiliki pengetahuan cara membudidayakan lebah madu.

Sebab kata Ishak, usaha ini sudah berjalan pada beberapa Kepala Keluarga. Hanya saja, lanjut Ishak, selama ini belum ada campur tangan pemerintah dalam hal memberikan dukungan berupa modal.

“Untuk program pemberdayaan masyarakat, ada budidaya lebah madu yang mana kemarin sudah terlihat menjajikan bagi masyarakat kami yang menekuni kegiatan ini,” ujar Ishak.

Ia menuturkan, pihaknya masih akan melihat struktur anggaran pada DD Desa Dolago yang tersedia. Hal itu, untuk memastikan apakah dapat mengalokasikan anggaran pada program tersebut.

“Program pemberdayaan itu saja yang kita loloskan, itupun melihat anggaran dulu, mencukupi atau tidak tetapi tetap kita masukan ke perencanaan, siapa tau ada perubahan anggaran nantinya,” jelasnya.

Ishak menyampaikan, saat ini masyarakatnya yang menjadi pembudidaya memiliki tiga kotak tempat budidaya lebah madu yang terbilang produktif.

Namun, sarana prasarana pendukung belum cukup memadai sehingga hasil panennya belum maksimal. Inilah yang diharapkan bisa dibantu oleh pemerintah desa melalui anggaran desa.

“DD yang Pemdes Dolago terima hanya sekitar 700 juta lebih. Sedangkan ADD sekitar 300 juta,” terangnya.

DPUPRP Selesaikan Tiga Sengketa Lahan, Termasuk Bekas Kantor KONI

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Bidang Pertanahan pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, saat ini tengah menyelesaikan tiga sengketa lahan yang dilaporkan masyarakat.

Demikian penuturan, Pelaksana Tugas (PLT) Bidang Pertanahan DPUPRP, Robin Ardiansyah, saat redaksi kabarSAURUS menyambangi ruang kerjanya, Senin (05/04/2021).

Robin mengatakan, prioritas yang harus segera terselesaikan tahun ini yaitu sengketa lahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parigi Moutong yang sebelumnya merupakan kantor pembantu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Donggala.

“Yang kita fokuskan ini sesuai dengan instruksi dari pimpinan, yaitu penyelesaian perkara sengketa tanah yang kantor eks penghubung donggala. Yang lebih kita kenal itu kantor KONI,” ujarnya.

Terkait perkara lahan bekas kantor KONI itu, pihaknya sudah berkonsultasi ke bagian hukum termasuk ke Kejaksaan Negeri Parigi. Hal itu guna mencari solusi terbaik yang tidak bertentangan dengan hukum.

Hasil dari konsultasi itu, akan dirapatkan dengan pihak-pihat terkait lainnya. Sehingga harapannya, ada suatu kesepakatan yang baik antara kedua belah pihak yang bersengketa.

“Sudah sempat kita konsultasi  ke Kejaksaan, dan mungkin dalam waktu dekat ini kita akan rapat lagi untuk membahas bagaimana penyelesaiannya. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” tuturnya.

Robin menambahkan, untuk mengundang pihak-pihak terkait membutuhkan waktu  yang cocok dan setidaknya ada sedikit anggaran.

“Karena yang jelas untuk mengundang rekan rapat, panitia, kepolisian dan tim hukum itu juga butuh biaya. Walaupun masih minim tapi kita tetap bergerak walaupun masih pelan-pelan,” ungkapnya.

Robin menyebutkan, selain sengketa lahan bekas kantor KONI pihaknya juga sementara mengurus perkara bidang tanah yang terletak di Desa Poli Kecamatan Tinombo Selatan.

“Kalau yang di Desa Poli itu lokasinya pertambakan udang, yang di depan Mosing itu. Itu kan milik pemerintah, Ccma katanya lahannya masyarakat,” bebernya.

Selain itu, perkara perumahan guru SD Inpres 1 Bantaya. Pasalnya untuk perkara itu, lokasi dan perumahan guru yang berada di arah timur dikuasai oleh salah satu mantan guru sekolah tersebut.

“Jadi itu semua kita selesaikan pelan-pelan, karena menyelesaikan itu tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan,” pungkasnya

Diketahui, untuk tahun 2021 terhitung mulai bulan Januari hingga April, ada dua laporan yang masuk ke Bidang Pertanahan terkait sengketa tanah.

DAK Rp4 Miliar DPUPRP Untuk Bangun Jaringan Irigasi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, alokasikan anggaran Rp4 miliar lebih pada Bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk pembangunan jaringan irigasi tahun 2021 ini.

Demikian kata Kepala Bidang SDA, Moh Aflianto Hamzah ST, saat redaksi kabarSAURUS menyambangi ruang kerjanya, Senin (05/042021). Ia mengatakan, setiap tahun, program Bidang SDA tidak berubah signifikan. Masih menyangkut urusan sumber daya air seperti pantai, sungai, irigasi dan rawa.

Hanya saja kata ia, yang berubah adalah lokasi atau wilayah yang menjadi sasaran program. Hal itu karena, penentuan lokasi berdasarkan usulan masyarakat pada musrenbang.

Aflianto mengatakan, untuk anggaran Rp4 miliar lebih itu akan digunakan pada  empat wilayah yang menjadi lokasi pembangunan jaringan irigasi  yakni Sigenti, Malanggo, Labalang Kasimbar dan juga Parigi Selatan.

“Pengerjaannya di Daerah Irigasi (DI) Sigenti, Malanggo, Labalang Kasimbar dan Parigi Selatan,” sebutnya.

Lanjut ia, untuk penganggaran pengerjaan jaringan irigasi tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dananya dari pusat. Dana DAK sekitar Rp 4 miliar lebih,” ujarnya.

Ia menerangkan, wilayah yang menjadi lokasi pembangunan jaringan irigasi itu sudah masuk tahap lelang dan juga tanda tangan kontrak, tinggal menunggu waktu pelaksanaan pengerjaannya.

Ia melanjutkan, selain ada pembangunan jaringan irigasi, masih ada lagi program untuk pengerjaan pantai di lima lokasi, hanya saja itu masih masuk dalam tahapan perencanaan.

“Kalau untuk pengerjaan pantai itu ada sekitar lima lokasi. Tapi sekarang kami masih dalam tahapan perencanaannya saja, belum pelaksanaannya. Mungkin bulan depan akan kita laksanakan di ULP ,” jelasnya.

Ia menyebutkan, untuk perencanaan sungai itu seperti pemasangan bronjong, pemasangan talud, kemudian untuk pantai seperti penahan abrasi pantai.

“Yang baru jalan masih pembangunan irigasi, kalau yang untuk sungai dan pantai masih dalam perencanaan. Karena mengingat juga banyak anggaran yang terpotong akibat Covid-19 ini,” bebernya.

Aflianto menambahkan, kalau untuk anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2021 untuk Bidang SDA itu terkucurkan sekitar kurang lebih Rp 1 miliar. “Rp 1 miliar itu sudah dengan biaya belanja dan pegawai honorarium. Kalau dihitung-hitung untuk pegawai saja sudah mencapai Rp 600 juta. Dan jika nanti sisa dari anggaran itu akan kami tambah-tambahkan untuk pengerjaan fisik juga,” tutupnya.

DLH, Pekerjakan 30 Orang Petugas Kebersihan RTH Parigi Moutong

Parigi Moutong, https://kabarsaurusonline.com/ – DLH Parigi Moutong, Pekerjakan 30 Orang Petugas Kebersihan RTH Parigi Moutong

Sekedar Informasi yang berhasil terhimpun media ini, sebelumnya RTH berada dalam kewenangan Bidang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP).

Kemudian lanjut Nyoman Adi, hlal itu dengan kemudian berpindah menjadi  kewenangan DLH atas perintah peraturan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

“Ada delapan RTH yang diserahkan ke DLH, dan sekarang kita sudah dalam tahapan pembersihan RTH yang sudah dilakukan oleh teman-teman yang bertugas sejak bulan kemarin”. Jelas Kepala Dinas DLH Parimo Irfan, kepada media kabarSAURUS, saat menyambangi ruang kerjanya.

Pihaknya mengakui, jika saat ini,  jika upaya pemeliharaan belum maksimal karena keterbatasan sarana pendukung. Seperti alat-alat pemotong dan pembersih rumput.

“Cuma satu persoalan yang kita hadapi yaitu prasarananya masih terbatas, seperti alat pangkasnya dan alat semprotnya,” ujarnya.

Irfan mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong memiliki delapan titik RTH yakni, Taman Raja-Tombolotutu, PMK Sail-Tomini, Taman Masigi, Taman Posintomu Kampal, Taman Alun-alun Kota Parigi, Taman Toraranga dan Taman Maesa. Kedelapan RTH ini belum bisa dibersihkan semuanya secara sekaligus.

“Karena keterbatasan itu kita belum bisa satu kali secara keseluruhan, sehingga kita memilih RTH yang strategis dulu, seperti, Taman Raja-Tombolotutu, Taman Posintomu Kampal, Taman Masigi dan Alun-alun Kota Parigi,” terangnya

Irfan menjelaskan, terkait dengan anggaran yang tersedia untuk pemeliharaan RTH, secara keseluruhan sekitar Rp300 juta. Itu sudah termasuk honor para petugas sebanyak 30 orang per bulan, kemudian biaya perbaikan mesin dan operasional lainnya.

“Untuk petugas sendiri, kita gaji per bulan. Jadi ada petugas koordinator, penjaga keamanan dan pengawasan RTH,” sebutnya.

Dengan prasarana yang masih terbatas, Irfan menambahkan, saat ini pihaknya masih menggunakan peralatan seadanya milik DLH.

Bimtek PJJ, Tingkatkan Kompetensi Guru Kabupaten Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Guna menigkatkan kompetensi guru Kabupaten Parigi Moutong pada masa pandemi Covid-19. Disdikbud Parigi Moutong, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Selama pandemi COVID-19 metode dalam proses pembelajaran menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Antara lain, penggunaan metode Daring (Dalam jaringan) atau secara online dan luring (Luar jaringan) atau secara tatap muka.

Penyesuaian ini, tentunya tidak mudah bagi sejumlah guru maupun siswa Kabupaten Parigi Moutong. Seperti metode daring sendiri, yang mengharuskan tenaga pendidik melek menggunakan teknologi.

Terkait itu, Kepala Bidang Manajemen SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong. Ince Pina, tahun ini memprogramkan Bimtek PJJ yang terhadap guru yang tujuanya untuk peningkatan mutu pembelajaran.

“Tahun ini program kita yaitu peningkatan mutu pembelajaran, dari dana BOS afirmasi untuk kegiatan Bimtek PJJ terhadap guru Kabupaten Parigi Moutong”. Ujarnya, kepada kabarSAURUS, saat menyambangi ruang kerjanya, belum lama ini. 

Ia mengatakan, pada proses pelaksanaan Bimtek PJJ tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Parigi Moutong.

Sehingga, kata Ince Pina, guru pada masing-masing wilayah, bisa terarahkan untuk mengikuti Bimtek PJJ itu.

“Paling tidak, pada era digitalisasi kita bisa ikut arus globalisasi. Tidak mungkin, mutu guru hanya seperti itu saja, tidak berkembang,” terangnya.

Lanjut Ince Pina, para tenaga pendidik yang sudah berusia lanjut, juga dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu untuk memotivasi semua guru, agar mampu menyesuaikan metode pembelajaran megikuti perkembangan zaman.

“Insya Allah, kita akan berupaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran selama masa pandemi COVID-19. Pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan baru bagi guru di sekolah. Tahun kemarin sudah bagus, tetapi tahun ini kita akan lebih tingkatkan lagi,” jelasnya.

Terkait Pelaksanaan Bimtek PJJ, Disdikbud Parigi Moutong Gandeng Tim Dari Untad Palu

Ia menambahkan, terkait rencana Bimtek PJJ tersebut pihaknya akan bekerja sama dengan tim dari Universitas Tadulako Palu, untuk melakukan pembimbingan dan pelatihan terhadap guru-guru di Kabupaten Parimo.

Ince Pina berharap, program ini dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan, juga mendapat dukungan dari semua guru. Ia juga berharap, hal ini nantinya mampu menghasilkan output guru yang semakin bermutu dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh di sekolahnya masing-masing.

Mahfud Raup Suara Terbanyak Pada Pilkades Parigimpu’u, Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Mahfud, Calon Kepala Desa (Cakades) pada Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) serentak, Desa Parigimpu’u Kabupaten Parigi Moutong, berhasil meraih suara terbanyak.

Mahfud yang merupakan cakades nomor urut satu, berhasil mengantongi suara terbanyak setelah proses perhitungan suara Pilkades serentak, Desa Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong, terlaksana Senin (29/03).

Desa Parigimpu’u sendiri, memiliki Lima cakadesnya pada pilkades serentak tahun ini yaitu, nomor urut 1 Mahfud, nomor urut 2 Japurlah,S.I.Kom, nomor urut 3 Rustam, nomor urut 4 Irman, dan nomor urut 5 Alfian S. Hulopi.

Dalam proses perhitungan suara, data yang terhimpun oleh panitia pelaksana pemilihan kepala desa P2KD Parigimpu’u. Mahfud unggul dengan perolehan suara sebanyak 328 suara.

Sementara, calon nomor urut 4 Irman, dengan jumlah perolehan 237 suara.  Kemudian, Cakades nomor urut 5 Alfian.S Hulopi dengan jumlah suara sebanyak 173 suara.

Seedangkan Cakades nomor urut 3 Rustam, memperoleh suara sebanyak 127 suara. Serta, Cakades nomor urut 2 Japrulah, S.I.Kom  memiliki perolehan 40 suara.

Berdasarkan data yang berhasil terhimpun media ini, sebelumnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Parigimpu’u ada sebanyak 1.086.

Sedangkan data pemilih yang berhasil diperolah P2KD Parigimpu’u, hanya 905 orang yang mengeluarkan hak pilihnya pada pelaksanaan pemungutan suara Pilkades Parigimpu’u. Selain itu, data suara yang dinilai tidak sah oleh P2KD saat itu, yakni sebanyak Lima suara.

Pantauan media ini, pelaksanaan Pilkades serentak Desa Parigimpuu berlansung lancar tanpa kendala apapun dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Nampak sejumlah aparat Kepolisian dan TNI turut mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Zulfinachri. Camat Parigi Barat Sri Nur Rahma, dan sejumlah kepala desa Kecamatan Parigi Barat, nampak hadir untuk menyaksikan langsung pilkades Parigimpu’u tersebut.

Ini Pesan Kadis DPMD Parigi Moutong, Kepada Mahfud Sebagai Kades Terpilih Desa Parigimpi’u, pada Pilkades Serentak Parigi Moutong Tahun 2021

Zulfinachri selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Parigi Moutong. Dalam amanatnya menyampaikan pada masyarakat untuk tetap menerima hasil yang ada dan tetap bersatu walaupun berbeda pilihan.

“Saya menyampaikan kepada masyarakat semua untuk tetap menerima hasilnya, siapapun yang menang pada Pilkades saat ini, adalah pemimpin. Jangan lihat dari usianya yang masih sangat muda, karena kepala desa perpanjangan tangan dari pemerintah,” tegasnya

Sementara itu, ia juga berpesan kepada calon nomor urut 1 untuk tidak hanya melayani masyarakat yang memilihnya saja.

“Kepada saudara Mahfud, saya mengamanatkan untuk tidak hanya melayani masyarakat yang memilihnya saja. Semua saudara kita, dan sebelum pelantikan, saya sampaikan sekarang apa yang anda akan laksanakan nanti, akan dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Exit mobile version
%%footer%%