Mubes BKPAPM ke-II, Agung Resmi Jadi Ketua Perioede 2025-2028

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Badan Koordinasi Pecinta Alam Parigi Moutong (BKPAPM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-II.

Melalui kegiatan itu,Ketua Badan BKPAPM kini dipimpin Agung Latongko Delegasi dari Lpa.Muaralemo Desa Bambalemo Kecamatan Parigi.

Agung terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BKPAPM untuk periode 2025-2028 dalam Mubes Ke-II tersebut pada Jumat – Minggu (26-27-28, September 2025).

Penetapan Agung sebagai ketua BKPAPM dilakukan pada acara serah terima secara simbolik di Gedung Pertemuan Desa Matolele Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong , pada Sabtu (27/09/2025).

Mantan Ketua BKPAPM, Idrus Sahar Muhammad mengatakan, Sebagai pemimpin yang dipilih secara aklamasi, Agung diharapkan mampu memimpin organisasi dengan penuh dedikasi dan integritas, menjaga kebersamaan di antara anggota, dan meningkatkan peran BKPAPM yang berkualitas dalam upaya pelestarian alam.

“Sebagai pemimpin yang dipilih secara aklamai, Agung diharapkan mampu memimpin organisasi dengan penuh dedikasi dan integritas, menjaga kebersamaan di antara anggota, dan meningkatkan peran BKPAPM yang berkualitas dalam upaya pelestarian alam,” ungkap Idrus.

Pimpinan sidang yang merupakan perwakilan dari KPA.Gamasikartini dan LPLA. Dayobaraka

Kepemimpian Agung di BKPAPM diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam pelestarian alam di wilayah Parigi Moutong.

Agung mengungkapkan, setelah dirinya mengemban amanah sebagai Ketua BKPAPM bisa diterima dan di dukung 16 organisasi pecinta alam yg bernaung dalam BKPAPM.

“Terimakasih kepada teman-teman dan para senior, yang telah mendorong dan mensuport saya. semoga dalam kepemimpinan yang baru ini, kita dapat memberikan warna baru serta menjalankan amanah dengan baik dan menjaga marwah BKPAPM,” jelasnya.

Disdikbud Tegaskan, Sekolah Penerima Program MBG di Parigi Moutong Wajib Lapor

‎KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan seluruh sekolah di Kabupaten Parigi Moutong dibawah naungannya, yang menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib melapor ke dinas terkait.

Sekitar dua pekan terakhir, masyarakat Kabupaten Parigi Moutong dihebohkan dengan kejadian dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa pada dua satuan pendidikan berbeda didaerah ini, saat mengikuti program MBG.

Setelah sebelumnya sempat diberitakan terkesan tutup mata terkait hal ini, pihak Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, akhirnya angkat bicara menanggapi kisruh tersebut.

Ditemui media ini usai mengikuti rapat via daring bersama pihak Kemendikbudristek, pelaksanaan tugas (Plt), Kepala Dinas (Kadis) Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, mengaku, pihaknya telah menindaklanjuti salah satu kejadian dugaan keracunan yang dialami siswa.

“Kami mendapatkan laporan beberapa saat pasca kejadian di SMP 2 Taopa, dari pengawas sekolah. Nah, selesai menerima informasi ini, berdasarkan arahan pimpinan dalam hal ini Pak Sekda, langsung mengarahkan kami untuk menggelar rapat via zoom bersama dengan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dinkes, pihak sekolah, camat, bersama dengan pihak BGN pengawas MBG wilayah Provinsi Sulteng,” ujar Sunarti, saat dikonfirmasi Kamis petang, (25 September 2025).

Berdasarkan keterangan dari pihak kesehatan saat itu kata ia, bahwa benar sekitar 27 siswa SMP 2 Taopa tersebut, mengalami keracunan.

Dari puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan medis saat itu, sebagian diantara ada yang harus mendapatkan perawatan intensif, sehingga harus menjalani rawat inap di RSUD Buluye Napoae Moutong.

“Informasi yang kami peroleh saat itu, ada sekitar 7 siswa yang harus dirawat inap. Mereka ini yang mengalami muntah, sesak bahkan ada yang sampai kejang. Setelah dilakukan pemeriksaan, diduga siswa yang menjalani rawat inap tersebut, memiliki penyakit bawaan. Nah, jadi sudah keracunan kemudian adalagi penyakit bawaan, makanya harus mendapatkan perawatan intens saat itu,” ungkapnya.

Sehingga lanjut Sunarti, pihaknya mengaku bakal menerbitkan surat edaran keseluruhan sekolah, untuk melakukan pendataan kepada masing-masing siswanya yang memiliki riwayat penyakit bawaan dan diserahkan kepada pihak SPPG.

“Nantinya, pihak SPPG dapat menyiapkan menu yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi para siswa yang mengalami penyakit bawaan tersebut,” terangnya.

Ditanya terkait, sikap yang diambil Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong atas pihak SPPG yang diduga kuat telah lalai sebagai pelaksana program MBG di SMP 2 Taopa.

Sunarti mengaku, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan daerah ini, yakni Bupati, Wabup, atau Sekretaris daerah Kabupaten Parigi Moutong.

“Karena, berdasarkan aturan atau petunjuk pelaksanaan program MBG ini yang kami ketahui, Pemda tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi kegiatan ini. Intinya, kami hanya cukup sampai di kondisi menerima laporan dari pihak SPPG ataupun pihak sekolah yang menjadi sasaran penerima program MBG ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sunarti mengaku terkait dengan kejadian yang menimpa belasan siswa di SDK Toboli Barat, pihaknya tidak mendapat laporan dari pihak SPPG maupun Kepsek.

“Kalau yang di SDK Toboli Barat, terus terang tidak ada laporan masuk ke saya, baik dari pihak sekolah maupun dari pihak SPPG. Inilah yang saya maksud, minimal ada koordinasi dan komunikasi dengan kami pihak dinas, supaya ketika ada kejadian seperti ini, kita bisa bersama sama untuk mencari solusi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menerbitkan surat bagi seluruh sekolah di Kabupaten Parigi Moutong dibawah binaan Disdikbud, yang belum mendapatkan program MBG, untuk memberikan laporan ketika telah menerima program tersebut.‎‎

“Bahkan akan ada evaluasi setiap minggu yang dipimpin langsung oleh Pak Sekda, mulai dari pemerintah kecamatan, Kepala Sekolah, Korwil, Penyedia MBG dan OPD terkait. Intinya sesuai arahan pak Sekda, kami sebagai penerima manfaat harus berfikir positif, tidak mungkin program dari Presiden Indonesia itu mencelakakan rakyatnya, hanya saja teknis penyajian MBG yang mungkin kurang profesional atau belum berpengalaman. Kami tidak melarang pengusaha untuk berkegiatan di daerah kita, apa lagi dengan tujuan melaksanakan program ini. Hanya saja perlu juga diingat, jangan anak-anak kami, dijadikan korban, tandasnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/09/25/kisruh-mbg-di-parigi-moutong-sutoyo-desak-bupati-dan-wabup-bertanggungjawab/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://seruanrakyat.online/diduga-keracunan-mbg-18-siswa-sdk-toboli-barat-dilarikan-ke-puskesmas/?amp=1

Ada Literasi Bencana di Kemah Literasi TBM Sou Mpelava

KABUPATEN PARIGI MOUTONG kabarSAURUSonline.com – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava menggelar kegiatan Literasi Bencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, (Sabtu 27 September 2025).

Kegiatan tersebut, merupakan salah satu rangkaian

kegiatan dalam Kemah Literasi yang dilaksanakan TBM Sou Mpelava.

Dalam pelaksanaan Literasi Bencana, TBM Sou Mpelava bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan itu berlangsung di Pantai Lentora, Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah, ini diikuti oleh sejumlah peserta, terdiri dari pemuda, komunitas literasi, serta perwakilan masyarakat. 

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Parigi Moutong, Moh. Ikbal selaku pembawa materi menyampaikan Literasi atau sosialisasi Kebencanaan merupakan upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah setempat.

“Kalau keterkaitan dengan Literasi Kebencanaan, ini harusnya sudah ada dari dulu, karena Literasi Kebencanaan ini adalah kemampuan seseorang untuk bisa memetahkan serta bisa mengenali ancaman resiko bencana yang terjadi dari diri kita,” terang ikbal.

Melalui Kegiatan Literasi Bencana, BPBD Parigi Moutong menghadirkan beberapa materi tentang bencana dan diskusi interaktif yang membahas tentang mitigasi, evakuasi, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana.

Ikbal mengatakan, bahwa literasi bencana merupakan salah satu strategi penting dalam membangun budaya sadar bencana.

Apalagi kata ia, Kabupaten Parigi Moutong merupakan Daerah rawan bencana, terkait hal itu kesadaran dan pemahaman sangat penting untuk dapat menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Jika berbicara tentang bencana dan penanggulangannya, itu merupakan urusan bersama, maka melalui Literasi Bencana ini, kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih siap dan tanggap menghadapi bencana. Pengetahuan sederhana bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.

Ikut diserseret Dalam Pusaran Dugaan ‘Makelar’ Proyek, Wagub Sulteng Geram

KOTA PALU, kabarSAURUSonline.com – Nama Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido ikut terseret dalam pusaran isu pengaturan proyek yang disebut dilakukan Indrawati salah seorang staf pada RSUD Undata Palu dan Rio Lamadjido.

Ulah Indrawati dan Rio Lamadjido membuat kesal sejumlah rekanan, puncak kekesalan sejumlah rekanan karena diwajibkan untuk menghadap jika ingin membicarakan persoalan proyek yang ada di RSUD Undata Palu.

“Heran juga memang Rio ini siapa? Indrawati atau Indah ini sejak masuk di RSUD Undata Palu, pola pembagian proyek atau pekerjaan yang ada disana berubah sama sekali, semua berpusat di Program sekarang, lucunya orang ini pejabat juga bukan,” tutur salah seorang sumber yang minta Namanya tidak diungkap.

Ia mengatakan, selama ini dengan Indrawati hanya berhubungan lewat telpon, anehnya selalu diarahkan untuk berbicara dengan Rio Lamadjido, padahal jelas Rio tidak punya kapasitas sebagai apapun berkaitan dengan kebijakan di RSUD Undata Palu.

Pihaknya selalu ditolak dengan alasan ‘mengikuti perintah dari atas’ tentu saja kondisi itu membuatnya bingung perintah dari atas siapa yang mereka maksud.

“Disuruh ketemu Rio Lamadjido notabene kita ini langsung paham perintah dari atas itu datangnya dari siapa kan? bukan menuduh tapi siapa lagi kan? Kita bukan anak kemarin yang tidak mengerti dengan bahasa isyarat seperti itu,” tegasnya.

Lanjut sumber, kondisi diperparah dengan isu jika seluruh pekerjaan bersumber APBD itu yang disebut ‘punya orang atas’.

Berkaitan dengan persoalan perannya dalam bagi proyek di RSUD Undata Palu saat dikonfirmasi ia membantah dan menyebutkan itu fitnah yang kejam.

Rio lamadjido yang coba dikonfirmasi Kamis, 26 September 2025 via kontak WA hingga berita ini diterbitkan memilih bungkam.

Hanya Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido yang memberikan tanggapannya berkaitan dengan isu ada dirinya dibelakang Indrawati membantah dengan keras isu tersebut.

“Dengan tegas saya katakan itu tidak benar, perlu disampaikan itu tidak benar. Kenapa saya bilang itu tidak benar karena itu semua usulannya dari user. Kan kamu tau user siapa? Yang mau pake itulah dokter ahli,” kilahnya.

Buktinya kata dia, ada disana dokter ahli yang akan gunakan, semua usulan itu dari bawah management.

Renny mengungkapkan, seandainya dirinya ingin melakukan hal seperti itu (bermain proyek, red) dari dulu dia sudah kaya raya.

“Saya pernah jadi direktur RS Anutapura, Direktur RSUD Undata dan Kadis Kesehatan pernah gak kamu dengar saya melakukan hal seperti itu? Makanya saya harus jawab persoalan isu saya terlibat dalam hal mengatur atur proyek,” tegasnya.

Lanjut Renny, dirinya tidak pernah merasa takut karena tidak merasa berbuat seperti isu yang beredar tersebut.

Dan dia juga meyakini Indrawati atau Indah tidak berbuat seperti hal yang dituduhkan oleh Akun Anonim FB Satria Bajahitam.

“Karena saya merasa tidak berbuat makanya saya berani menjawab. Untuk komiu ketahui yang mengusulkan itu pihak manajemen. Contoh untuk alat operasi jantung terbuka dan lain lain, kami hanya menunggu usulan saja dan menganggarkan, masa seorang Wagub mau mengurusi hal seperti itu. Ini persoalan harga diri dek, martabat saya,” pungkasnya.

Kadin Parigi Moutong Gelar Senam ‘Tabola Bale’ Dengan Bonus Rp30 Juta

KABUPATEN PARIGI MOUTONG,. kabarSAURUSonline.com  – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar senam kreasi ‘Tabola-Bale’ dalam Karya Kreatif Parigi Moutong 2025.

Lagu ‘Tabola-Bale’ saat ini tengah trending di media sosial yang salah satunya adalah TikTok. Bahkan Lagu tersebut memiliki tarian atau gerakan Dance tersendiri yang dikreasikan oleh para Netizen.

Dengan begitu, tidak sedikit masyarakat dari semua kalangan yang meniru dan mengikuti gerakan tersebut jika mendengar lagu ‘Tabola-Bale’ ini.

Bermula dari ide dan inisiatif Kadin Parigi Moutong yang menggelar senam kreasi ‘Tabola-Bale’ mendapat antusias dari Masyarakat hingga para Pelajar khususnya yang ada di Wilayah eks Kecamatan Parigi.

Ketua KADIN Parimo Moutong, Faradiba Zaenong, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antara KADIN, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kegiatan ini kami siapkan hadiah total Rp30 juta untuk tiga kategori peserta. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat ikut jalan santai pada 28 September nanti dengan  doorprize  sembako,” jelas Faradiba.

Selain lomba senam kreasi “Tabola-Bale” Kadin Parigi Moutong juga melaksanakan kegiatan jalan sehat yang dijadwalkan pada 28 September 2025 di Alun-alun Kantor Bupati Parigi menjadi panggung promosi budaya dan gaya hidup sehat.

“Kegiatan seperti ini kami desain bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai strategi promosi daerah, budaya lokal, dan semangat hidup sehat,” terangnya.

Kemudian ditengah berlangsungnya kegiatan, Faradiba turut menyampaikan capaian besar KADIN Parimo yang sedang mempersiapkan ekspor perdana durian ke Tiongkok pada Januari 2026 mendatang.

Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil kerja keras selama dua hingga tiga tahun terakhir dalam menumbuhkan iklim investasi.

“Alhamdulillah, saat ini ada 16 pengusaha dari Tiongkok datang untuk berinvestasi, salah satunya di sektor durian. Kita sudah memiliki 16  Packing House  yang menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja setiap panen,” ungkapnya.

Faradiba menegaskan, agar iklim investasi tetap kondusif, dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk dukungan penuh dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“KADIN tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergerak bersama. Jika tidak, daerah ini tidak akan tumbuh. Kolaborasi antara KADIN, pemerintah, UMKM, dan investor internasional menjadi kunci agar daerah ini benar-benar menjadi Parigi Moutong Istimewa,” tegasnya.

Pantauan media ini, kegiatan Karya Kreatif Parigi Moutong 2025 tersebut digelar di Indor Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong yang diikuti para Siswa-siswi dari tingkat PAUD,SD Hingga SMA dan Masyarakat umum, (Jumat 26 September 2025).

Terima Program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat, TBM Sou Mpelava Gelar Kemah Literasi

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava, mendapatkan program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat, Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan program dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program ini dikemas dalam kegiatan kemah literasi, dengan rangkaian kegiatan seperti Temu Pegiat Literasi, Lokakarya Membaca Nyaring, Lokakarya Menulis Resensi Buku, Lokakarya Menulis Puisi, Sosialisasi Literasi Bencana, Pameran Buku Dwibahasa.

Rangkaian kegiatan kemah literasi dilaksanakan selama dua hari, Jumat – Sabtu (26/27) September 2025 di TBM Sou Mpelava, SDN Pelawa dan Pantai Lentora, Desa Pelawa, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua TBM Sou Mpelava, Syilva Muslimah mengatakan, kegiatan dimulai dengan Lokakarya Membaca Nyaring bagi siswa SD, oleh Widad Zahira, S.Pd, Gr di TBM Sou Mpelava, yang diikuti 24 siswa SD Inpres Pelawa, Jumat, 26 September 2025.

Selain itu, ada kegiatan menarik lainya, seperti gazebo baca buku, gazebo menggambar dan mewarnai juga malam puisi.

Kata Syilva, untuk temu pegiat literasi akan menghadirkan Ketua Forum TBM Sulteng dan Pelatih Ahli TPBIS dan Literasi Nasional, juga akan dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulteng.

“Kami juga mengisi kegiatan Kemah Literasi ini dengan sosialisasi Literasi Bencana, menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sebagai refleksi tujuh tahun bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018,” jelas, Eva, sapaan akrabnya.

Eva juga menambahkan, untuk pameran buku cerita anak dwi bahasa, akan menampilkan buku karya penulis lokal Parigi Moutong yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah Kaili Tara, Kaili Rai, Lauje dan Dondo Tialo.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat pada masyarakat dan bergerak bersama menjaga nyala api literasi di Parigi Moutong,” tutupnya.

Kisruh MBG di Parigi Moutong, Sutoyo Desak Bupati dan Wabup Bertanggungjawab

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Kisruh yang terus terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Parigi Moutong mendapat sorotan tajam dari Komisi IV DPRD, yang meminta mendesak agar Bupati dan Wabup, bertanggungjawab.

Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong mendesak Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Sahid agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas menyelesaikan persoalan ini.

Menurutnya, semestinya tidak ada alasan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, dibawah kepemimpinan pasangan Erwin Burase (Bupati) dan Abdul Sahid (Wabup), untuk tidak maksimal memberikan jaminan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakatnya.

Apalagi kata ia, terhadap program pemerintah pusat seperti Program MBG yang notabene jadi salah satu program strategis nasional.

“Ini adalah program yang lahir dari janji politik Pak Presiden, Maka konsekuensinya, Pemda tidak bisa tutup mata atas jalannya program ini sampai berhasil. Bila perlu mereka berdua (Erwin Burase – Abdul Sahid) harus turun tangan langsung mengawal. Bukan hanya sekadar menunggu laporan dari dinas terkait. Apalagi, sudah terdapat dua kali persoalan terkait program MBG di daerah kita ini, yang notabene korbannya adalah anak-anak kita,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sutoyo, kepada media ini Kamis (25/9/2025).

Ia menuturkan, ditengah kondisi masyarakat yang belakangan ini seakan terhimpit dengan sandera kebijakan baik pemerintah pusat maupun daerah, Pemda seharusnya peka terhadap berbagai isu yang tengah berkembang dikalangan masyarakat.

Apalagi, kata ia, terhadap isu yang berkaitan cukup erat dengan program pemerintah pusat seperti Program MBG ini.

“Sudah dua kali dan dalam waktu yang cukup berdekatan, kejadian dugaan keracunan terjadi didaerah kita ini. Jangan sampai kondisi itu membuat kepercayaan masyarakat terhadap program MBG semakin merosot. Kalau tidak segera dibenahi, ini bisa mencoreng citra Pemda. Anak-anak kita yang harusnya mendapat manfaat, malah jadi korban ketidakseriusan,” ujarnya dengan nada yang terdengar tegas.

Sutoyo mengaku selaku Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong dirinya bakal menggelar rapat dengar pendapat terkait hal ini, bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong yang notabene mitra komisi IV, bersama dengan pihak SPPG dan vendor penyedia.

“Insyaallah, Senin pekan depan (29 September 2025). Harus segera kita tanggapi ini, jangan sampai masyarakat menilai program ini hanya sebatas proyek politik,” tandasnya.

Kemudian, Sutoyo juga mengungkapkan sejumlah temuannya, berdasarkan sidak yang dilakukannya ke gedung dapur SPPG Parigi Moutong Taopa Nunurantai, pada Kamis (25 September 2025).Sutoyo mengaku, kisruh atas dugaan adanya persoalan dalam pelaksanaan program MBG di kabupaten Parigi Moutong ini, cukup menyita perhatiannya.

Sehingga dirinya memutuskan untuk turun langsung menemui sejumlah pihak terkait, guna mencari penjelasan dan solusi.Menurut Sutoyo berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, dirinya menilai terdapat hal yang perlu ada pembenahan dalam struktur SPPG.

“Jadi, dalam struktur SPPG tersebut minimal ada keterlibatan satu atau dua OPD terkait, sehingga Pemda juga bisa mendapat ruang dukungan dalam memastikan jaminan pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, komisi IV DPRD Parigi Moutong tidak berniat untuk mempersulit Investasi yang masuk ke daerah ini, apalagi menolak program tersebut.

Hanya saja menurutnya, selaku wakil rakyat DPRD Kabupaten Parigi Moutong berkewajiban untuk memastikan program tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

“Sejatinya, program Ini baik. Bahkan orientasinya bukan hanya untuk pengentasan stunting saja, tapi juga perbaikan ekonomi masyarakat, karena secara tidak langsung melibatkan UMKM, masyarakat lokal sebagai pekerja, serta para petani, nelayan hingga peternak,” tutupnya.

Exit mobile version
%%footer%%