Tersissa 77 hari, Progres Proyek Perpustakaan Parigi Moutong Baru 57 Persen

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSoine.com – Proyek pembangunan gedung perpustakaan mendapat Inspeksi Mendadak (Sidak) dari Inspektorat Daerah dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong.

Tim probity audit inspektorat daerah bersama Kejari Parimo melakukan Sidak terhadap proyek strategis nasional yang salah satunya pembangunan gedung perpustakaan tersebut, (Kamis 02 Oktober).

Proyek Pembangunang perpustakaan itu berlokasi di kompleks perkantoran Kabupaten Parigi Moutong, jalur dua Parigi Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi.

“Pemeriksaan yang kami lakukan ini untuk memastikan 10 proyek strategis nasional yang ada di Parimo, termasuk pembangunan gedung perpustakaan ini harus diawasi secara teliti,” ujar Kepala Inspektur Daerah Parigi Moutong, Sakti Lasimpala, melansir dari   Seruanrakyatonline.com.

Ia menjelaskan, hal itu merupakan bagian dari pelaporan Inspektorat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait 10 proyek tersebut. 

Menurutnya, pembangunan gedung perpustakaan ini deviasinya positif sekitar dua sampai lima persen, mengingat waktu pekerjaan tersiah 77 hari dan progresnya baru mencapai 57 persen.

“Kami berharap dari sisah waktu yang ada secepatnya bisa diselesaikan, agar tidak ada penambahan waktu yang sudah ditentukan jangan sampai mendapatkan teguran dari KPK,” bebernya. 

Lanjut ia, tanggal 3 bsok inspektorat akan mengundang pihak rekanan CV. Arawan untuk memaparkan strategi percepatan penyelesaian proyek pembangunan gedung perpustakaan.

“Masah waktu pekerjaan 210 hari kalender, terhitung sejak Mei sampai 14 Desember 2025, berarti masih tersisah 77 hari, dengan prestasi 43 persen, yang  kami takutkan deviasinya itu negatif,” tuturnya. 

Ia menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan tim probity audit inspektorat tidak menemukan adanya temuan konstruksi yang rusak atau tidak sesuai spesifikasi, karena masih tahapan pekerjaan. 

“Kami akan terus mengawasi progres pekerjaan ini, apalagi waktu yang tersisah sekitar 77 hari, setiap minggu harus ada peningkatan prestasinya agar selesai tepat waktu,” sebutnya. 

Senada dengan Kepala Inspektur Daerah,  Ari Anggora selaku pelaksana proyek, mengaku pembangunan gedung layanan perpustakaan, sudah memasuki minggu ke 19 dengan presentasi 57 persen.

Saat ini, kata ia, untuk aitem struktur beton hampir dinyatakan selesai, karena tersisah satu lantai yang akan dilakukan pengecoran. 

“Kemudian untuk aitem non struktur masi dalam proses pekerjaan, yaitu pemasangan tehel, palfon, dan aliran listrik, khususnya di lantai satu, sedangkan lantai dua masih dalam pemasangan beton mungkin pekan ini sudah  selesai,” terangnya. 

Ia menambahkan, sebelum masa  kontrak berakhir, proyek pembangunan gedung layanan ini dipastikan sudah selesai, dengan sisah waktu 77 hari. Mengingat semu material sudah siap untuk digunakan. 

“Hampir sebagian besar material yang digunakan untuk pembangunan genung ini, kami suplai dari palu, mulai dari batu bata, besi dan lainnya, kalau semen sebagian dari Parigi,” pungkasnya.

MAPALA Santigi Perkenalkan Wisata Alam Sulteng Lewat LLWA-XI 2025

KOTA PALU, kabarSAURUSonline.com – Mahasiswa pecinta alam (Mapala) Santigi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako ikut mengenalkan potensi wisata alam dan budaya di Sulawesi Tengah lewat kegiatan Lomba Lintas Wisata Alam (LLWA) tingkat nasional ke-XI.

Kegiatan itu akan dilaksanakan pada 28 Oktober s/d 01 September 2025 mendatang sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Panitia LLWA Mapala Santigi, Diva, di Palu, mengatakan Lomba Lintas Wisata Alam ke XI meliputi dua kabupaten yaitu Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

“Peserta akan berjalan melintas dari Desa Gangga, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong ke Desa Ngata Baru Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi,” ucap Diva.

Ia menguraikan, Mapala Santigi memilih wilayah tersebut sebagai lintasan peserta LLWA ke XI 2025, karena ingin memperkenalkan khasanah budaya, serta mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi dalam mempromosikan objek wisata di Provinsi Sulawesi Tengah, 

Peserta yang akan mengikuti kegiatan ini terdiri dari

organisasi pecinta alam, organisasi pramuka, Menwa, TNI dan Polri serta organisasi kepemudaan, termasuk instansi pemerintah dan swasta seluruh Indonesia.

“Ada ratusan orang yang sampai saat ini telah menyatakan bersedia untuk ikut dalam LLWA-XI mereka tergabung dalam tim. Satu tim terdiri dari 3 (tiga) orang, dan satu official,” sebutnya.

Ia menambahkan, Mapala Santigi lewat LLWA XI ingin menyatukan persepsi mengenai potensi wisata dan budaya, serta ingin membangun hubungan sesama manusia, dan hubungan antara manusia dan alam yang kuat.

“Salah satu dari maksud kegiatan LLWA XI ialah membangun silaturahim antar organisasi, antar individu manusia yang berdampak pada tumbuhnya kesadaran untuk merawat dan melestarikan hutan dan alam serta budaya,” katanya.

LLWA ke-XI Mapala Santigi Fisip Untad tahun 2025 akan memperebutkan piala bergilir dan piala tetap Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, serta total bonus jutaan rupiah.

Dinas ESDM Sulteng Ingatkan Koperasi Pertambangan Rakyat Soal Rencana Pertambangan

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan meski telah mengantongi izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau telah dinyatakan legal, nanum koperasi wajib menyiapkan dokumen rencana penambangan.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Sultanisah, SP., M.Si, saat ditemui sejumlah awak media, Rabu 1 Oktober 2025.

Ia menuturkan, untuk syarat penyiapan dokumen tersebut, telah tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) nomor 174 tahun 2024.

“Kepmen 174 tahun 2024 itu sudah tersedia format penyusunan dokumen rencana penambangan, bahkan sampai dengan kubikasi pengelolaan mas,” bebernya.

Kemudian, kata ia, setelah melengkapi persyaratan tersebut, koperasi juga harus melengkapi paralel Kepala Teknis Tambang (KTT).

Sementara, untuk mengisi posisi KTT itu Koperasi bisa memberikan rekomendasi langsung  kepada salah satu anggota untuk mengikuti bimbingan teknis agar mendapatkan sertifikat kualifikasi yang diakui oleh Kepala Inspektur Tambang (KaIT)

“KTT ini adalah orang yang bertanggung jawab penuh terkait operasional kegiatan pertambangan, setelah semuanya terpenuhi Koperasi harus mengusulkan ke Minerba One Map Indonesia (MOMI),” sebutnya.

Lanjut ia, KTT yang ditunjuk harus memenuhi syarat, yaitu harus mempunyai status pendidikan. Apabila tidak mempunyai status pendidikan Koperasi juga bisa menunjukkan  KTT sementara.

Menurutnya, kepala teknis tambang sementara masa berlakunya enam bulan sembari menunggu calon KTT mengikuti bimbingan teknis. 

“Andaikan calon KTT yang mengikuti Bimtek tidak mendapatkan sertifikat kualifikasi yang diakui oleh Kepala Inspektur Tambang, koperasi harus KTT dari luar keanggotaan koperasi, nantinya KTT akan dievaluasi oleh ESDM, ” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait dengan Iuran pertambangan rakyat (Iperah) pihaknya telah mengusulkan penganggaran, hanya saja hasil drafnya belum keluar, dan sebagian besar masih dalam penyusunan dokumen yang dimaksud. 

“Mungkin dalam waktu dekat sudah ada SK Gubernur, kalau menunggu Perda masih lama, tetapi matriksnya tagihan sudah ada, apabila koperasi sudah jalan mungkin Iperah juga sudah siap,” pungkasnya. 

Meski demikian, Dinas ESDM Sulteng bersama Kementerian ESDM masih melakukan pembahasan Iperah yang diproyeksikan mencapai Rp 3,8 miliar per tahun untuk dibagikan ke daerah penghasil.

Diplomasi Kopi Timor Leste, AMKI Pusat Jajaki Kolaborasi

JAKARTA, kanbarSAURUSonline.com – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Demokratik Timor Leste di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, didampingi Dewan Penasihat Anton Charliyan, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hubungan Internasional Budi Nugraha, Ketua Bidang Hukum Rukmana, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Anita Fitria, Wakil Ketua Bidang Litbang Levy Dewi, serta Humas Herdiana.

Hadir pula Marsda TNI Yulianta dan sejumlah pelaku usaha yang siap menjajaki kerja sama dengan Timor Leste.

Kedatangan rombongan AMKI disambut hangat oleh Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares, bersama staf kedutaan Remigio Coa. Pertemuan berlangsung akrab dengan suguhan kopi khas Timor Leste sebagai bagian dari jamuan diplomasi.

Dalam sambutannya, Tundra Meliala menyampaikan bahwa kunjungan AMKI bertujuan menjalin kerja sama dengan Timor Leste, khususnya di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi.

“Terima kasih Mr. Roberto Sarmento de Oliveira Soares atas waktunya dan penyambutannya yang luar biasa. Suatu kehormatan bagi kami semua. Intinya kami ingin berkolaborasi dengan Timor Leste,” ujarnya.

Tundra juga memperkenalkan sejumlah pelaku usaha yang memaparkan berbagai proyek potensial untuk dijalankan di Timor Leste.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang sekaligus memperkuat jejaring AMKI di tingkat internasional,” harap alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.

Sementara itu, Dewan Penasihat AMKI, Anton Charliyan, yang juga budayawan Jawa Barat, menekankan pentingnya kerja sama budaya dalam mempererat ikatan kedua bangsa.

“Terima kasih, semoga pertemuan ini menjadi momentum istimewa untuk dapat menjalankan berbagai bidang, khususnya budaya. Kita bisa bekerja sama,” tutur mantan Kapolda Jabar lulusan Akpol 1984 itu.

Sebagai simbol persahabatan, Anton menyerahkan cinderamata berupa kujang dan ikat Sunda kepada Dubes Roberto, yang kemudian membalasnya dengan kain tenun khas Timor Leste.

Suasana semakin hangat ketika Anton menyapa dengan ungkapan budaya “Obrigadu barak,” yang dalam bahasa Tetum berarti “terima kasih banyak.” Ucapan itu dijawab oleh Roberto dengan “Hatur nuhun pisan,” ungkapan serupa dalam bahasa Sunda yang juga berarti “terima kasih banyak.”

Roberto menyampaikan apresiasi atas kunjungan AMKI beserta para investor yang hadir.

“Kami sangat terima kasih, pintu kami selalu terbuka,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Roberto juga menyampaikan bahwa Timor Leste akan segera bergabung dengan ASEAN, sebuah langkah strategis dalam memperkuat peran negaranya di kawasan Asia Tenggara.(red)

RDP Soal MBG di Parigi Moutong, Komisi IV DPRD Usulkan “Tutup Sementara”

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

RDP tersebut, merupakan tindak lanjut dari persoalan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat sejumlah siswa dari dua sekolah di Kabupaten Parigi Moutong harus dilarikan ke Puskesmas usai mengonsumsi MBG.

Terkait hal itu, Komisi IV DPRD Parigi Moutong mengeluarkan rekomendasi melalui RDP kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong dan SPPG agar program MBG di Parigi Moutong di berhentikan sementara.

“Jadi kita merekomendasikan dan menyarankan ke Pemerintah Daerah untuk mengintervensi program nasional ini, mengintervensi maksudnya dalam tataran garis kordinasi secara administratif, perekrutan tenaga kerjanya, perekrutan ahli gizinya, akuntannya dan lain sebagainya,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sutoyo, kepada awak media, (Senin 29 September 2025).

Menurutnya, Pemda Parigi Moutong tetap harus dapat bertanggung jawab dalam persoalan yang terjadi saat ini.

Ia mengatakan, Pemberhentian sementara terhadap sejumlah dapur MBG di Parigi Moutong bukan untuk menghalangi pelaksanaan program nasional tersebut.

Melainkan, kata ia, sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program itu, dalam masa pemberhentian tersebut, SPPG dan pihak terkait diharapkan dapat memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Yang menjadi catatan kami, dihentikan sementara dari 6 dapur yang ada saat ini. Untuk SPPG Taopa kemarin sudah Police Line, jadi tersisa 5 dapur lagi, jadi untuk 5 dapur ini kami sarankan untuk di tutup sementara selama 10 hari sembari menunggu poin-poin SOP yang dilengkapi oleh penyedia dan kemudian Pemerintah Daerah. Dengan begitu progam ini akan bagus, jika program ini berjalan bagus kedepannya saya rasa kita semu dapat terbantu,” terang Sutoyo.

Ia menambahkan, rekomendasi yang dikeluarkan merupakan kepedulian DPRD Parigi Moutong terhadap masyarakat. Bahkan, Program MBG tersebut digagas untuk meringankan beban masyarakat.

“Jika dapur-dapur atau penyedia MBG di Parigi Moutong mengabaikan rekomendasi dari DPRD ini, silahkan dibuka dan jalan kembali, yang jelas kami DPRD peduli dengan masyarakat,” tegasnya.

Terkait dengan pemberhentian itu, Kordinator Wilayah SPPG Parigi Moutong, Moh Fahri menyampaikan, pihaknya akan meneruskan rekomendasi yang dikeluarkan Komisi IV DPRD Parigi Moutong kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Meskipun menurut Fahri, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya terkait penutupan dapur MBG yang bermasalah merupakan kewenangan dari BGN.

“Kami sebagai SPPG juga memiliki jenjang secara struktural, jadi terkait hasil rekomendasi dari DPRD Parigi Moutong akan kami sampaikan secara berjenjang dalam hal ini ke Provinsi. setelah itu, kami tinggal menunggu seperti apa tindak lanjutnya,” ujarnya.

TBM Sou Mpelava Gelar Lokakarya Membaca Nyaring Bagi Siswa SD

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava menggelar Lokakarya Membaca Nyaring bagi siswa SD, Jumat 26 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 24 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Inpres Pelawa.

Lokakarya menghadirkan Widad Zahira, S.Pd., Gr. sebagai narasumber. Selain memberikan materi, Widad juga mengajak seluruh peserta untuk langsung mempraktikkan teknik membaca nyaring di depan teman-teman mereka.

Menurutnya, semua anak memiliki potensi pada bidang masing-masing, untuk membaca nyaring pada kegiatan itu, ada sekitar enam anak yang sudah bagus dalam membaca nyaring, tinggal perlu terus dilatih.

“Dari praktik itu, terlihat beberapa siswa sudah memiliki dasar yang kuat dalam membaca nyaring, tinggal dipoles sedikit agar lebih percaya diri,” ujar Widad.

Widad berpesan, potensi anak yang sudah terlihat itu, harus didukung dan diberikan wadah kreativitas.

“Saya berharap teman pegiat literasi di Sou Mpelava bisa melanjutkan pelatihan seperti ini, dan menjembatani ke pihak sekolah agar gurunya tahu bahwa beberapa siswa ini punya potensi yang kuat dalam membaca nyaring,” tandasnya.

Setiap peserta mendapatkan kesempatan tampil, sehingga dapat dinilai langsung kemampuan dan potensi mereka. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat literasi sekaligus melatih keterampilan berbicara di depan umum.

Diketahui, Lokakarya Membaca Nyaring merupakan bagian dari rangkaian program Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025. Melalui program ini, TBM Sou Mpelava berupaya menumbuhkan budaya membaca serta melahirkan generasi yang gemar literasi sejak usia sekolah dasar.

Kepala Balai Bahasa Sulteng, Dr. Syarifuddin: Proses Literasi Harus di Arahkan Menjadi Tradisi

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com  — Budaya literasi di kalangan anak muda harus diperkuat agar tidak sekadar menjadi aktivitas sesaat, tetapi berkembang menjadi tradisi bahkan budaya. Untuk itu pentingnya kehadiran negara dalam mendukung komunitas literasi di daerah.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum, saat membuka kegiatan Berbagi Praktik Baik dalam Temu Pegiat Literasi, di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava, Sabtu 27 September 2025.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, yang diberikan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada TBM Sou Mpelava.

Menurutnya, tahun ini akan menjadi patokan untuk pemberian bantuan literasi di masa mendatang. Karena itu, ia mendorong komunitas literasi  memperbanyak kegiatan dan memperkuat konsolidasi agar program seperti ini mendapat perhatian berkelanjutan.

“Keberadaan negara hadir untuk bagaimana teman-teman itu mengelola komunitas-komunitas literasi yang memang sasarannya anak muda, agar mereka dekat dengan buku,” jelas Dr. Syarifuddin.

Ia menegaskan, proses literasi yang kini berjalan harus diarahkan menjadi tradisi, hingga akhirnya melekat sebagai budaya.

 “Kalau sudah budaya, membaca bisa dilakukan di mana saja, bahkan di ruang sederhana,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan pengalaman pribadi saat menyelesaikan disertasinya yang mencapai lebih dari seribu halaman. Menurutnya, pencapaian itu tidak lepas dari kebiasaan membaca dan konsistensi mengakses ratusan sumber bacaan.

Syarifuddin menuturkan, semasa menempuh pendidikan, dirinya bahkan ditargetkan membaca dan mempresentasikan dua buku setiap hari. Kebiasaan tersebut diyakini mampu membangun daya ingat, menguatkan mental, serta menjadikan literasi sebagai bekal berbicara dan menulis.

“Buku itu adalah kami sebagai pengarang atau penulisnya. Kita memang sudah membangun tradisi membaca, dan itu yang membuat kita mudah mengingat dan percaya diri,” pesannya.

Exit mobile version
%%footer%%