Proyek Jalan, Diyakin DPUPRP Selesai Tepat Waktu

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Proyek jalan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2020. DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah meyakini, sejumlah proyek pekerjaan pada beberapa ruas jalan wilayah daerah ini, dapat selesai tepat waktu.

Berdasarkan hasil penelusuran Redaksi kabarSAURUSonline.com, melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik, (LPSE) Parigi Moutong.

Meski demikian, masih dalam situasi Pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda), tetap memporsikan APBD tahun 2020, untuk sejumlah kegiatan pembangunan infrastuktur.

Seperti pada proyek pengerjaan pada sejumlah ruas jalan wilayah ini, Pemda tak tanggung-tanggung untuk memporsikan APBD tahun 2020 ini.

Total sejumlah proyek pekerjaan jalan pada beberapa wilayah tersebut, berbandrol angka mencapai puluhan miliar rupiah, melalui proses tender.

Sejumlah jalan itu antara lain, proyek pekerjaan peningkatan jalan Tomoli – Perkebunan dengan kode tender 2630149, yang pemenang adalah CV Al Konstruksi.

Pengerjaan proyek ini berbandrol pagu APBD-Perubahan (APBDP) tahun 2020, senilai Rp 1.200.000.000.

Ada juga, kegiatan paket pekerjaan peningkatan ruas Khatulistiwa – Siaga, yang berbandrol pagu APBDP senilai Rp 2.530.000.000.

Proyek tersebut, berkode tender 2628149 yang pemenangnya adalah perusahaan bernama Prisma Gayatri Mandiri.

Kemudian, kegiatan paket peningkatan jalan Desa Silampayang sejauh Dua kilo Meter, dengan kode tender 2411149.

Pembangunan infrastruktur ini, berbandrol pagu APBDP tahun 2020 senilai Rp 2.340.000.000. Proses tendernya pun, dimenangkan CV. Faiz Indotama.

Peningkatan jalan Desa Silabia sejauh Satu Kilo Meter, berkode tender 2410149 yang anggarannya bersumber dari APBDP Parigi Moutong tahun 2020. Berbandrol pagu anggaran senilai Rp 1.200.000.000, dengan perusahaan bernama Sinar Mutiara Indah sebagai pemenangnya.    

Selain itu, pada paket kegiatan Rehabilitasi Jalan ruas Kasimbar – Ogoteng, berkode tender 2408149.

Lagi – lagi, perusahaan bernama Prisma Gayatri Mandiri memenangkan proses tender atas kegiatan yang pengerjaannya berbandrol Rp 3.000.000.000, dan bersumber dari APBDP tahun 2020.

Lebih lanjut, terdapat beberapa program infrastruktur pembangunan dari kegiatan proyek jalan lainnya yang berbandrol minimal Rp 3.000.000.000.

Anggarannya, ternyata masih bersumber dari APBDP tahun 2020.

Proyek Jalan Ruas SP. Balinggi – Sausu, Berbandrol Nomimal Tertinggi

Meski demikian, yang lebih menyita perhatian Redaksi kabarSAURUSonline.com, adalah kegiatan rehabilitasi ruas SP. BALINGGI – SAUSU.

Pasalnya, pembangunan infrastruktur pada kegiatan proyek jalan wilayah ini, memakan biaya dengan pagu senilai Rp 4.000.000.000, yang lagi – lagi bersumber dari APBDP Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020.

Ruas ini pun, menjadi satu-satunya program pembangunan infrastruktur Kabupaten Parigi Moutong yang berbandrol rupiah tertinggi pada tahun anggaran 2020.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong. Melalui Bidang Bina Marga meyakini, proses pengerjaan sejumlah proyek jalan tersebut, bisa selesai tepat waktu.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPRP Parigi Moutong, Wayan Mudana, menuturkan hal tersebut kepada awak media. (Melansir dari salah satu artikel pada website resmi DPUPRP berjudul ‘Akhir November 2020, Progres Pekerjaan Ruas Jalan Dinas PUPRP Parigi Moutong Capai 90%’, terbitan 29 November 2020).

Klik : http://pu-parigimoutong.com/?p=2556#.X9YG4VX7QdU

Sebagai Kabid Bina Marga, Wayan Mudana, merupakan penanggungjawab teknis atas kontrol dan pengawasan terhadap sejumlah paket pekerjaan tersebut.

Menurutnya, paket pekerjaan yang menguras APBD tahun 2020 yang mencapai puluhan Miliar rupiah itu, sudah mencapai persentase sekitar 90 persen.

“Pada prinsipnya, semua (progres) pekerjaan ini rata-rata sudah 89 hingga 90 persen,” ujar Wayan Mudana via gawainya.

Bahkan kata Mudana, beberapa paket pekerjaan telah mendapat pemeriksaan dan telah dinyatakan selesai oleh tim PHO.

“Salah satunya, pekerjaan ruas Ongka Persatuan Sejati Kecamatan Ongka Malino,” tambahnya.

Rehabilitasi Irigasi Desa Parigimpu’u, Ditanggapi DPUPRP

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Rehabilitasi jaringan irigasi yang merupakan permintaan warga Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat. Akhirnya, mendapat tanggapan dari DPUPRP Parigi Moutong.

Rusaknya saluran yang menjadi salah satu penyuplai air ke wilayah persawahan warga yang terletak pada wilayah Desa Parigimpu’u, Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Rivai yang kini menjadi Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong. Mampu menjawab keluh kesah para petani tersebut.

Meskipun, saat ini Rivai baru mendapat kewenangan sebatas Plt Kepala Dinas (Kadis) PUPRP Parigi Moutong. Namun, kinerjanya selama mengisi kekosongan jabatan Kadis, tidak bisa dipandang sebelah mata pula.

Pantauan Redaksi kabarSAURUSonline.com, selama ia aktif mengemban tugas sebagai Plt Kadis DPUPRP Parigi Moutong pada tahun 2020 ini, sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan DPUPRP dapat terselesaikan dengan baik.

Salah satunya, pada kegiatan pembuatan Perda RTRW Parigi Moutong. Rivai sangat aktif menghadiri setiap pembahasan Perda ini, mulai sejak pembahasan terkait penyusunan Raperda hingga penetapannya sebagai Perda.

Hal yang sama ternyata juga terjadi saat para petani yang nota bene merupakan warga Parigi Moutong, melaporkan kerusakan salah jaringan irigasi pada wilayah Desa Parigimpu’u.

Mendengar hal itu, tak butuh waktu hingga menyeberang tahun anggaran 2020. Rivai langsung meminta jajarannya untuk melakukan kegiatan rabilitasi jaringan irigasi, yang sempat membuat resah para petani tersebut.

Melansir dari situs resmi DPUPRP Parigi Moutong. Kepada awak media, Kepala Seksi Irigasi, Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPRP, Zubaid, membenarkan hal itu.

Ia menuturkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menuntaskan laporan warga terkait rehabilitasi jaringan irigasi Desa Parigimpu’u.

“Selain tertutupnya saluran pada pintu air bagian inti akibat tumpukan sejumlah bebatuan yang cukup besar dan telah kami atasi sebelumnya. Kini tinggal penggalian bagian bawahnya. Kita akan alokasikan anggarannya,” ungkapnya ketika berkunjung ke Desa Parigimpu’u, Selasa (30/11).

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa Parigimpu’u Juga Sebagai Penyuplai Air ke beberapa Desa Tetangganya.

Ia menerangkan, rehabilitasi jaringan irigasi pada Desa Parigimpu’u, memang sangat penting. Pasalnya, kata Zubaid, alirannya menjangkau hingga ke beberapa desa lain, tetangga Desa Parigimpu’u.

Lebih lanjut, Zubaid menyebutkan sejumlah desa yang ikut merasakan dampak jika rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, tidak segera teratasi.

Selain Desa Parigimpu’u sendiri, sebut Zubaid, Desa Jono Kalora, Desa Baliara hingga Desa Bambalemo turut terdampak akibat kondisi ini.

“Hanya dengan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Parigimpu’u yang menjadi harapan kita untuk mengatasi suplai air pada tiga desa ini,” tandasnya.

Pengawas Sekolah, Penentu Arah Tercapainya Terget Pendidikan

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comPengawas sekolah, menjadi penentu arah dan tercapainya target pendidikan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Melansir dari situs resmi Disdikbud.com Parigi Moutong, Sekretaris Daerah Kabupaten  Parigi Moutong, Ardi Kadir, membuka secara resmi kegiatan seleksi substansi calon pengawas sekolah. Kegiatan itu bertempat di gedung pertemuan SMP Negeri 2 Parigi, Sabtu (28/11).

“Majunya kualitas pendidikan bukan hanya peran guru dan kepala sekolah. Namun, pengawas sekolah juga menjadi penentu arah dan tercapainya target pendidikan,” tutur Ardi Kadir, dalam sambutannya.

Ia  mengatakan, seleksi tersebut bertujuan untuk mencari calon yang memiliki potensi sebagai pengawas sekolah. Tentunya kata Ardi Kadir, sesuai dengan kualitas dan kebutuhan daerah.

Selain itu, lanjut Ardi Kadir, pengawas sekolah merupakan pembinaan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah.

Kemudian, meningkatkan kinerja guru dan tenaga pendidikan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Ardi Kadir menambahkan, dalam upaya meningkatkan kebutuhan kualitas terkait kegiatan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 143 tahun 2014.

Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Tengah dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Solo untuk melaksanakan seleksi tersebut.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana kegiatan itu, Sunarti, melaporkan, sebanyak 50 orang peserta yang berasal dari guru dan kepala sekolah yang sudah layak secara administratif oleh sistem dan kelengkapan data yang telah diverifikasi oleh panitia pelaksana.

Turut hadir dalam kegiatan itu,  Kadisdikbud Parigi Moutong,  Adrudin Nur, tim seleksi Dedy Supriyanto dari PPPPTK Bahasa Jakarta mewakili LPPKSS Solo, Dr. Azep Suhara Argawinta LPMP Jawa Barat. Selain itu, Drs.Sutanto M.M, Dra. Evita Burharuddin,M.Pd PPPPTK bahasa Jakarta, Wahyuningrum, S.Pd PPPPTK Bahasa Jakarta, Dr.Asia  M,Pd LPMP Sulawesi Tengah. Serta Drs, cherfin Jansen sasauwuk, M,Pd LPMP Sulawesi Tengah, Mohammad Darman Darwis, M,Pd, Faizal M,Pd dan Udehing M,Pd.

Pembangunan Asrama Mahasiswa, DPUPRP Sudah Kantongi KRK

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comPembangunan asrama mahasiswa Parigi Moutong di Kota Palu, secara bertahap telah menyelesaikan sejumlah persiapan pendirian bangunan. Kali ini, DPUPRP telah mengantongi Keterangan Recana Kota (KRK) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah.

Hasil penelusuran Redaksi kabarSAURUSonline.com. Setelah sebelumnya, DPUPRP Parigi Moutong telah berhasil memastikan alas hak kepemilikan atas gedung (warisan dari Kabupaten Donggala), yang menjadi tempat tinggal warga Parigi Moutong saat mengenyam pendidikan di Kota Palu.

Melansir dari situs resmi milik DPUPRP Parigi Moutong. Pada 27 November 2020, DPUPRP Parigi Moutong, kembali mendapat dokumen dukungan terkait percepatan kegiatan rehabilitasi atau pembangunan asrama mahasiswa yang baru.

“Kami dari dinas setelah tahap KRK ini selesai dan disetujui, langsung mengurus IMB. Tadi staf kami langsung ke kantor kelurahan untuk mengurus kelengkapan administrasi IMB,” ujar Plt Kadis DPUPRP, Rivai.

Baca Juga : http://pu-parigimoutong.com/?p=2543#.X9ZN21X7QdU

Ia mengatakan, KRK merupakan salah satu syarat mutlak untuk pengajuan izin mendirikan pembangunan asrama mahasiswa tersebut.

Terkait hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) DPUPRP Parigi Moutong, Rivai, kemudian mengadakan pertemuan dengan pengurus bangunan tersebut.  

Dalam pertemuan itu, pengurus bangunan yang sampai kini masih jadi tempat tinggal kaum cendikia asal Parigi Moutong. DPUPRP memberikan design pendirian bangunan tersebut.

Selain itu, pertemuan itu juga memberikan kesempatan bagi pengurus asrama menyampaikan segala ‘unek-unek’ mereka. Terutama, permintaan terkait percepatan bangunan itu, oleh Pemerintah Daerah (Pemda), melalui DPUPRP Parigi Moutong.

Kemudian, Rivai menjelaskan, setelah menerima dokumen KRK pihaknya langsung melakukan sejumlah proses untuk melengkapi dokumen yang menjadi syarat pendirian bangunan tersebut.

“Kami berharap pada bulan Desember nanti, IMB bisa keluar dari dinas Perizinan Terpadu Kota Palu. Sehingga, kelengkapan pembangunan asrama mahasiswa ini telah lengkap,” tutupnya.

Pembangunan Drainase Kelurahan Bantaya Diapresiasi Warga

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pembangunan drainase di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, oleh DPUPRP Parigi Moutong. Mendapat apresiasi dari warga setempat.

Hal itu berdasarkan informasi yang berhasil terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com dengan melansir salah satu artikel yang terbit pada website resmi DPUPRP Parigi Moutong.

Kondisi struktur bangunan sebelumnya pada drainase tersebut yang sudah jauh dari kata layak sebagai saluran pembuangan warga yang menjadi wilayah padat penduduk.

Pasalnya, ketika menghadapi curah hujan yang cukup tinggi, drainase tersebut sudah tidak mampu menampung lagi. Bahkan, genangan air dengan volume yang cukup besar menjadi pemandangan tidak sedap, jika ketambahan dengan pembungan limbah masyarakat.  

 “Itu drainase kalau setiap hujan lebat pasti tergenang air. Makanya, kami warga Bantaya khususnya kompleks Jalan Pramuka sangat menyambut hangat dan berterima kasih pada DPUPRP. Karena sudah melaksanakan pembangunan drainase ini,” ujar Boby, salah seorang  warga sekitar lokasi pekerjaan, Kamis (26/11).

Ia mengatakan, langkah Pemerintah Daerah (Pemda) melalui DPUPRP terkait pembangunan drainase ini patut mendapat apresiasi.

“Langkah Pemda melalui DPUPRP, patut mendapat apresiasi, kami lihat juga tahun ini banyak pekerjaan dalam kota Parigi. Memang dalam kota ini, perlu ada penataan,” ujarnya.

Ia menuturkan, penataan pembangunan dalam wilayah Kecamatan Parigi sebagai Ibukota Kabupaten Parigi Moutong, perlu menjadi salah satu prioritas dari Pemda.

Kata Boby, dalam menanggapi permasalahan terkait pembangunan infrastruktur wilayah Kecamatan Parigi, khususnya wilayah kota Parigi. Membutuhkan peran dari sejumlah pihak.

Selain Mengapresiasi Pembangunan Drainase, Warga Dorong DPUPRP Lakukan Pembangunan Infrastruktur Penataan Wilayah Kota Parigi

Sehingga, tambahnya, kerjasama sejumlah pihak dalam hal penataan kota Parigi ini dapat menciptakan penataan kota yang dapat membuat kenyamanan bagi warga maupun pendatang. Serta, situasi dan kondisi yang keamanan.      

“Saya pikir kita harus objektif dalam menilai, Bagaimana situasi Kota Parigi saat ini. Pesona wajah Kecamatan Parigi sebagai ibukota Kabupaten Parigi Moutong harus tertata dengan baik. Sebagai warga biasa, kami pasti berharap adanya prioritas untuk penataan kota yang lebih baik,” tuturnya.

“Intinya semua elemen harus dapat bekerjasama demi terciptanya situasi  ibukota kabupaten yang bagus,” tambahnya.

Baca : http://pu-parigimoutong.com/?p=2519#.X9Y8olX7QdU

Jangan Lewatkan : https://kabarsaurusonline.com/bidang-pertanahan-dpuprp-terbikan-80-sertifikat-bidang-tanah/

FGD PPKD selesai, Penginputan DAPOBUD dimulai

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comFGD PPKD telah selesai. Langkah Disdikbud Parigi Moutong selanjutnya adalah, melakukan penginputan data ke aplikasi Dapobud.

Kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com, saat menyambangi ruang kerjanya, Jumat (27/11).

Kepala Bidang Disdikbud Parigi Moutong. Sri Nur Rahma, menuturkan, pelaksanaan FGD PPKD belum lama ini, terbagi pada dua zona.

Zona pertama, adalah wilayah Kecamatan Parigi. Sedangkan, wilayah Kecamatan Tinombo Selatan hingga Moutong, merupakan zona kedua.

Pelaksanaan kegiatan FGD pada dua zona tersebut, berhasil menambah beberapa suku dan memenuhi salah satu objek dalam kebutuhan pundi-pundi data PPKD.

“Beberapa suku itu mencakup, suku tialo, lauje serta suku-suku lain yang masih termasuk bagian dari Parigi Moutong. Hal ini telah memenuhi 11 objek data dalam penyusunan dokumen kebudayaan yang akan masuk kedalam aplikasi Dapobud dari kemendikbud. Berdasarkan, UU Nomor 5 tahun 2017 ,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Sri, langkah selanjutnya, adalah penyusunan dokumen perencanaan.

“Pembuatan dokumen perencanaan kebudayaan ini, untuk mencari cara bagaimana agar 11 objek tersebut bisa lestari. Bagaimana caranya  agar 11 objek ini bisa berkembang, maju dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menuturkan, hal yang terpenting dalam penyusunan dokumen tersebut adalah enumerataor, yang bertugas mengumpulkan data lapangan serta menyusun dokumen kebudayaan.

“Ada Dr. Ikhtiar Hatta, Moh Junaedi Dosen Antropologi Universitas Tadulako (Untad) Palu. Iksam (Arkeolog) Sulawesi Tengah, Muhammad Ikbal (Jurnalis) dan Pardi Salama (Budayawan),” sebutnya.

Para enumerator itulah, kata Sri, yang akan mengkombinasikan serta meramu setiap kebutuhan kebudayaan, dengan melihat objek-objek yang ada pada daerah ini.

“Jadi, dari situ akan hadir gagasan serta ide-ide. Setelah dokumenya jadi, akan dikembalikan ke daerah untuk menjadi bahan pembahasan kami kembali, bersama dengan tim Bappelitbangda,” tutupnya.

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/lagu-daerah-garapan-disdikbud-diluncurkan-usai-pilkada/

Kepala Desa Lebo Beberkan Gambaran Program Tahun 2021

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Kepala Desa Lebo, Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Hamsin membeberkan gambaran perencanaan pembangunan desa tahun 2021.

Pasca wabah Covid-19 melumpuhkan sendi pembagunan desa tahun 2020, pihak Pemerintah  Desa Lebo kembali melakukan pembenahan program untuk tahun berikutnya.

Beberapa program desa berdasarkan hasil musyawarah masyarakat, akan menjadi sasaran pelaksanaan anggaran Dana Desa (DD) Lebo pada tahun 2021 mendatang.

“Tahun depan, kami sudah merumuskan beberapa program pembangunan, baik itu program fisik maupun program pemberdayaan masyarakat,” terang Hamsin kepada media kabarSAURUSonline.com, Kamis, (26/11).

Ia mengatakan, merujuk pagu anggaran DD Lebo tahun 2021 bertambah sekitar Rp 900 jutaan, maka pihaknya sudah mempersiapkan pelaksanaan kegiatannya.

Memang akuinya, pada tahun ini sejumlah program desa harus terpending dengan adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19.

Akan tetapi katanya, kedepan pihak pemerintah desa setempat sudah melakukan penggalian gagasan terkait program prioritas tahun 2021.

“Khusus program pemberdayaan masyarakat, fokus pada kelompok bididaya kepiting bakau, empang dan kelompok peternak,” sebutnya.

Begitu juga lanjutnya, dengan pemberian bantuan terhadap BUMDes, yang pada tahun ini belum mendapatkan penyertaan modal.

Ia menjelaskan, badan usaha tersebut nantinya akan menjadi penanggung jawab bantuan anggaran desa terkait dengan kelompok masyarakat.

“Sekarang pengurus BUMdes sudah ada dan kami akan memfungsikannya pada tahun 2021. Termasuk program destinasi wisata pantai, yang akan kami laksanakan,” tuturnya.

Sementara lanjut Hamsin, untuk program pembangunan fisik skala prioritas adalah pembangunan talud, rainase dan pagar lapangan sepak bola. Untuk pembangunan talud, titiknya mangarah pada sepanjang empang yang masyarakat menyebutnya dengan nama ‘Tasi Kodi’.

Exit mobile version
%%footer%%