SMAN 1 Parigi, Pembelajaran Tatap Muka Buat Siswa baru

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pasca pemberlakukan pembelajaran secara tatap muka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. SMAN 1 Parigi Kabupaten Parigi Moutong mengeluarkan kebijakan lain.

Sesuai surat edaran Gubernur tanggal 1 oktober 2020 yang memberi ruang bagi siswa untuk menerima pelajaran secara tatap muka. sangat menyejukan hati setiap orang tua siswa.

Berbeda halnya kebijakan SMA N 1 Parigi. pemberlakukan pembelajaran tatap muka itu hanya berlaku bagi siswa baru. Begitu ungkapan Kepala Sekolah SMA N 1 Parigi Abdul Muiz kepada kabarSAURUSonline.com belum lama ini.

Dalam pemberlakuan pembelajaran secara tatap muka itu katanya, sekolah SMAN 1 Parigi melakukan tindakan preventif.

“Saat akan melakukan pembelajaran tatap muka terlebih dahulu periksa suhu tubuh pukul 07.30 wita,” ujarnya.

Selanjutnya, proses belajar mengajar dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 wita, dengan membatasi jumlah siswa yang hadir maksimal 18 orang.

Pada surat edaran Gubernur menyatakan bahwa pemberlakuan belajar secara tatap muka saat ini berlaku hanya untuk  kelas baru ditingkat SMA.

“Saat ini siswa-siswi baru kelas 10, masih dalam proses pengenalan lingkungan sekolah. Baik pengenalan terhadap guru, teman maupun kelas yang akan mereka tempati,” tuturnya.

Pembelajaran Secara Tatap Muka, Orang Tua Sudah Sepakat

Ia mengatakan, sebelum pemberlakuan belajar secara tatap muka, pihaknya bersama orang tua telah melakukan kesepakatan dalam bentuk surat pernyataan. Jika ada pihak orang tua tidak menyetujui, maka tidak ada pemaksaan mengenai hal itu.

Tegasnya, untuk siswa yang tidak mendapat izin orang tua, maka bisa mengikuti pembelajaran daring atau melalui media online. Bagi siswa yang tidak memiliki telepon genggam atau smartphone, terpaksa mengerjakan tugas secara manual.

“Dalam melakukan pembelajaran tatap muka ini pihak sekolah tetap mengadakan protocol kesehatan secara ketat. Mempersiapkan syarat-syarat protocol kesehatan dalam hal ini harus mamakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut informasi saat ini, Provinsi Sulawesi Tengah masuk zona merah setelah terjadi peningkatan terkonfirmasi positif korona. Mencegah hal itu lanjutnya, pihaknya harus mengambil langkah yang tepat dalam melakukan pencegahannya. Jika dalam pengecekan suhu badan terdapat suhu badan siswa 37 derajat keatas, pihaknya memulangkan sekaligus karantina selama 1 minggu.

Begitu juga, untuk siswa-siswi bepergian keluar kota yang daerah tujuannya berstatus darurat covid atau zona merah.

“Jika ada yang terpapar maka kami akan siap menjamin dengan membawa siswa tersebut ke puskesmas terdekat atau kerumah sakit. Dalam hal ini juga orang tua harus bekerja sama dengan kami jika ada kerjasama insya Allah semua akan teratasi,” tandasnya.

Pandemi Covid-19, Penerimaan Retribusi Pasar Sentral Parigi Tidak Stabil

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menghantam Indonesia, pendapatan atau omset pedagang khususnya Pasar Sentral Parigi anjlok.

Hal itu disebabkan karena menurunnya daya beli masyarakat dan pengurangan aktivitas luar rumah untuk mencegah penyebaran wabah corona. Sehingga penerimaan retribusi pasar tidak stabil.

Demikian ungkapan Kepala Pasar Sentral Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Rozi Yulanto Tagunu kepada media kabarSAURUSonline belum lama ini.

Ia mengatakan, untuk pendapatan pasar menyangkut retribusi perhari bersumber dari pungutan pedagang. Atas pengunaan fasilitas pasar dan jenis penjualan serta penjagaan kebersihan.

Lanjut ia, total semua pedagang yang ada 656 orang, yang sudah tutup 75 orang. Sedangkan yang masih aktif berdagang sebanyak 581 orang. Sehingga penerimaan retribusi pasar menjadi tidak stabil.

“Sekarang ini pendapatan pasar menjadi tidak stabil, karena kadang konsumennya ada kadang juga tidak ada. Apalagi banyak konsumen yang sudah tidak aktif. Untuk pendapatan pasar perorang sebanyak 2000 termasuk pembersihan. Seribu untuk ke daerah dan seribu lagi untuk pembersihan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk pedagang yang menempati ruko, setiap dua tahun harus melapor ke Pemerintah Daerah. Tujuan memberikan laporan guna mengetahui apakah masih ingin melanjutkan kontrak atau berhenti.

Pandemi Virus Corona Bikin Pedagang Kecil ‘Menangis’

Pandemi covid-19 berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro kecil pasar sentral Parigi yang sangat merasakan penurunan pendapatan.

Bahkan, ada beberapa pedagang mengaku bahwa pendapatan mereka berkurang, selama adanya wabah covid-19. Pasar menjadi sepi sehingga barang-barang pedagang banyak yang tidak laku.

Salah seorang pedagang ikan, Saida Nento mengakui bahwa penurunan pendapatannya sangatlah drastis pada masa pandemi covid-19. Jika membandingkan dengan sebelum terjadi pandemi sangat jauh hasilnya.

“Sekarang sepi, sehingga pendapatan saya menjadi tidak stabil. Adanya pandemi ini sangat menganggu harga dagangan saya. Biasanya saya bisa menghasilkan Rp.500 ribu perhari tapi kini sangat berbeda,” tutur Saida Nento.

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah seorang pedagang tomat, Zaitun. Dia mengatakan pendapatannya juga menurun akibat pembatasan sosial saat pandemi covid-19. “Karena pandemi ini dagangan saya jadi sepi sekali, itupun dalam sehari untung saja dapat sampai Rp. 200 ribu, dan ini sangat tidak memuaskan,” tutupnya.

Hewan Qurban Disiapkan DPUPRP Rayakan Idul Adha

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comHewan qurban disiapkan DPUPRP untuk sejumlah pegawai non PNS pada Dua Instasi Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong.

Informasi kegiatan pada OPD ini, berhasil terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com dengan melansir berita dari situs resmi DPUPRP Kabupaten Parigi Parigi Moutong. (kode penulis SL)   

Selaku pelaksana tugas Kadis DPUPRP Parigi Moutong, Rivai mengatakan, perayaan Idul Adha 1441 Hijriah, yang jatuh pada (31/7). DPUPRP siapkan hewan qurban jenis Sapi, sebanyak Tiga ekor.

Ia menuturkan, Satu dari Tiga ekor Sapi tersebut, akan tersalurkan melalui panitia qurban Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda).

Sementara Dua ekor Sapi sisanya, DPUPRP siapkan sebagai hewan qurban yang dagingnya nanti, akan tersalurkan kepada sejumlah pegawai non PNS lingkup OPD itu.

“Alhamdulillah, ini hasil dari teman-teman pejabat lingkup OPD ini, yang sudah mau menyisihkan gajinya sejak September 2019 lalu. Alhasil, terkumpul anggaran senilai Rp31.600.000. Uang senilai itulah, yang terpakai DPUPRP untuk siapkan hewan qurban ini,” ujarnya.

Muhammad Arman, mandapat mandat menjadi Ketua Panitia DPUPRP Parigi Moutong, untuk penyaluran daging qurban bagi Pegawai Honornya.

Ia mengatakan, daging dari Dua ekor Sapi yang DPUPRP siapkan sebagai hewan qurban itu , rencananya akan dikemas menjadi 80 paket.

“Setiap satu paket berisi daging dengan berat Satu Kilo Gram,” ungkapnya.

DPUPRP Siapkan Hewan Qurban, Sebanyak 100 Kilogram Daging Qurban Hasil Dua dari Tiga ekor Sapi yang Disembelih

Ternyata, paketan daging Dua ekor Sapi dari Tiga ekor yang sebelumnya DPUPRP siapkan sebagai hewan qurban tahun ini bagi pegawai honornya itu, melebih target panitia.

“Alhamdulillah, setelah kita kemas Satu Kilo Gram setiap paketnya, ternyata menjadi 100 paket. Wasyukurillah, ini melebih dari yang kami targetkan,” terangnya.

Terkait teknis penyaluran, tambah Muhammad Amran, tidak berbeda dari biasanya. Para penerima yang layak, mendapat kupon yang sebelumnya sudah terbagikan.

“Insyaallah semua penerima adalah mereka yang layak, semua paket kami salurkan hari ini. Kupon itu menjadi syarat untuk menerima daging qurban dengan cara menukar ke panitia yang ada pada saat penyaluran. Sebenarnya, hal ini biar lebih tertib, sehingga tidak ada yang mendapat lebih dari satu paket,” tutupnya.

Pemdes Sidoan Barat Kembali Salurkan BLT Bagi 122 KK

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020 bagi 122 KK.    

Akibat pandemi Covid-19 membuat Menteri Keuangan Republik Indonesia, mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 50 tahun 2020, terkait BLT DD.

Dalam salah satu klausal pasal pada Permenkeu itu, menerangkan bahwa setiap Pemdes harus menyalurkan BLT DD kepada masing-masing warga penerima manfaat, sebesar Rp.600.000. Nominal tersebut terhitung untuk periode bulan pertama sampai dengan bulan ketiga, tahun 2020, terhitung sejak April 2020.

Kemudian, BLT DD sebesar Rp. 300.000 pada periode tiga bulan berikutnya untuk tahun yang sama.

Pemdes Sidoan Barat Salurkan BLT Periode Terakhir Tahun 2020

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Sidoan Barat, Ishak H. Lasapa, kepada kabarSAURUSonline.com, usai menyalurkan BLT DD bagi 122 KK penerima manfaat di desa tersebut.

“Ini merupakan periode terakhir penyaluran BLT, hal ini berdasarkan Permenkeu naomor 50 tahun 2020,” ujarnya Rabu (30/9).

Untuk BLT DD selama enam bulan ini kata Ishak, Pemdes Sidoan Barat menyiapkan porsi anggaran dengan total Rp 329.400.000, bagi 122 KK penerima manfaat tersebut.

Selaku penanggungjawab penggunaan DD, Tak hentinya Ishak menyampaikan kepada warga penerima manfaat bantuan tersebut, agar penggunaan anggaran bantuan itu bisa tepat sasaran.    

“Seperti untuk kebutuhan pokok. Apalagi, saat ini wabah pandemic Covid 19 terus mengalami peningkatan terutama dalam cakupan wilayah Sulawesi Tengah,” terangnya.

Ia menuturkan, Pemdes Sidoan Barat, bakal merencanakan kembali penyaluran BLT DD tersebut untuk tahun 2021.

“Jika masih ada aturan yang bisa menguatkan, kami tetap akan melaksanakan pada penganggaran tahun berikut,” terangnya.

Ishak menambahkan, selaku Kades Sidoan Barat, Ia mengapresiasi kinerja Pemdes Sidoan Barat, yang membantunya dalam hal melaksanakan amanat pemerintah pusat pada masa pandemi covid-19.  

“Selaku Kades, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada  semua pihak. Yakni, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan Sidoan, Pendamping Desa, BPD, Relawan Covid 19, lebih khusus kepada masyarakat desa Sidoan Barat,” tutupnya.

Baca Juga : https://kabarsaurusonline.com/puluhan-anak-sidoan-barat-dapat-beasiswa-dana-desa/

Juga : https://kabarsaurusonline.com/bencana-non-alam-pemdes-sidoan-barat-penuhi-blt-desa-tahap-ii/

Desa Binangga Parigi Moutong Hanya Tuntaskan Satu Program 2020

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Masa pendemi Covid-19, Desa Binangga Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, hanya menuntaskan satu program pembangunan tahun 2020.

Pemanfaatan anggaran APBN bagi desa melalui dana desa (DD) 2020 untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, harus terhenti. Padahal, dalam perencanaan pembangunan desa program-program tersebut sudah tertata dengan rapi.

Demikian ungkapan PLT Desa Binangga, Sarifudin, kepada kabarSAURUSonline.com saat temui di kediamannya, Senin (28/9).

Menurut ia, sederetan program pemanfaatan DD dalam APBDes tahun 2020 bagi Desa Binangga terpaksa harus tergeser tahapan pelaksanaan kegiatannya. Bahkan, ada program yang harus hilang akibat pandemi covid-19.

“Anggaran DD Rp.904 juta untuk program pembangunan dan pemberdayaan desa ini, terpaksa kami alihkan ke covid. Alhamdulillah sudah ada program pembangunan yang terealisasi 100 persen yaitu Drainase bertempat Dusun I (satu) pada pencairan tahap I. Sedangkan pembangunan Balai Pertemuan masih sekitar 50 persen tahap pembangunannya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk kegiatan pemberdayaan hanya sebatas honorarium. Yang lainnya katanya, harus tertunda karena anggaran begitu besar arahnya kepenangan covid-19 khususnya bantuan berupa BLT.

“Selebihnya dana ini kami gunakan untuk penanganan covid-19 seperti menyediakan alat ukur suhu, masker dan bahan untuk penyemprotan desa,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dari 540 KK warga setempat, 150 KK menerima bantuan BLT pada tahap pertama, bantuan BST 60 orang dan yang lainnya penerima bantuan BPNT.

“Alhamdulillah ada bantuan dari kemensos berupa BPNT, sehingga penerima BLT tahap dua ini berkurang,” terangnya.

Tegasnya, BLT desa hanya berakhir pada bulan September. Alasannya, karena kemampuan desa untuk menganggarkan hanya sampai bulan tersebut.

“Untuk pembangunan lanjutan balai pertemuan, insha’Allah tahun depan. Mengingat, itukan kebutuhan utama kita dalam proses pelayanan, karena 6 tahun belakangan ini, proses pelayanan masyarakat berlangsung di rumah kepala desa,” tutupnya.

Pandemi Covid-19, ‘Ganggu’ Omset Penjualan Motor

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pandemi covid-19 mempengaruhi hampir semua lini kehidupan. Termasuk yang merasakan dampak paling hebat yaitu dunia usaha seperti sektor industri otomotif.

Sebut saja salah satu dealer kota Parigi, Honda  PT. Anugerah Perdana Parigi yang mau tidak mau harus ‘terganggu’ omsetnya akibat tidak tercapainya target jual bulan ini.

Terkait itu, Kepala dealer Anugerah Perdana Roxi Lukananta kepada kabarSAURUSonline mengatakan, target penjualan sepeda motor setiap bulan yaitu 50 unit. Namun saat ini baru mencapai angka 34 unit.

“Selama pandemi ini penjualan motor pada Honda Anugerah Perdana belum maksimal dan belum mencapai target hingga 100%. Namun kami akan terus berusaha dan minimal target pencapaian 95%, ” ungkapnya disela-sela kesibukannya.

Roxi mengaku, meski pandemi pihaknya tidak akan kehabisan cara untuk meningkatkan performa marketing. Sebab ada target yang harus terpenuhi oleh perusahaan. Mempertahankan prestasi jual bahkan meningkatkan lebih baik lagi bukan hal yang mustahil menurutnya.

Sebab jika melihat dari hasil jual dealer cabang Palu seperti PT Gusti Ngurai dan PT. Imam Bonjol mampu mencapai angka jual hingga ratusan unit motor. Bahkan kabarnya, bulan ini menembus sekitar 500 unit motor.  

Target Penjualan Motor, Karyawan Patuhi Protokol Pandemi Covid-19

Namun kata Roxi, meski terus terpacu dalam peningkatan target jual pihaknya tetap menekankan pentingnya protokol kesehatan kepada semua karyawan. Kesehatan pegawai adalah salah satu aset penting bagi perusahaan.

“Harus tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Termasuk saat menjual atau yang biasa kita dengar marketing harus selalu menggunakan masker saat bertugas mencari konsumen,” bebernya.

Ia mengatakan, salah satu cara untuk mencapai target penjualan ada promo penawaran kepada masyarakat. Promo tersebut berbeda-beda setiap bulan, shingga selalu ada kejutan bagi konsumen.

Misalnya kata roxi, ada potongan angsuran selama tiga bulan pada akhir pelunasan dan DP terjangkau sehingga harganya lebih terjangkau.

Selain itu jelas ia, desain dan fitur sepeda motor yang dalam penjualan tidak kalah saing dengan produk yang lain. Bahkan pihak Honda sudah meluncurkan tipe terbaru yang makin canggih.

Hebatnya lagi, untuk menarik daya beli, konsumen tidak repot lagi dengan urusan administrasi yang bertele-tele. Cukup bawa Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga saja, sudah bisa proses. Bahkan untuk mencegah penularan covid-19, berkas bisa melalui pengiriman via email atau whatsApp.

Dugaan Gratifikasi Bupati Parigi Moutong Bergulir di Kejati Sulteng

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Laporan warga atas dugaan praktek gratifikasi yang dilakukan Bupati Parigi Moutong, ternyata sudah bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kisruh terkait Samsurizal Tombolotutu VS Hantje Yohanes, ternyata tidak berhenti di pengadilan negeri (PN) Parigi.

Berlabel Bupati dua periode untuk Kabupaten Parigi Moutong. Nampaknya, tak lantas membuat Samsurizal Tombolotutu nyaman duduki kursi orang nomor satu di daerah yang memiliki visi terdepan tahun 2020.

Babak baru buntut dari putusan PN Parigi beberapa waktu lalu, yang menyatakan Samsurizal Tombolotutu berhutang kepada Hantje Yohanes. Saat ini bergulir di Kejati Sulteng.

Melansir dari PortalSulawesi.id, Kejati Sulteng mulai mendalami laporan warga terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Bupati Parigi Moutong. Bahkan, pihak Kejati Sulteng sudah sempat melakukan pemanggilan kepada Bupati dua periode ini.

Hal tersebut mendapat pembenaran dari Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulteng, Inti Astuti pada Senin, (28/9).

Ia mengatakan, penyidik Kejati Sulteng yang dibawah koordinator intelejen Bambang Supriyanto. Telah meminta keterangan kepada enam orang terkait laporan dugaan praktek Gratifikasi tersebut.

“Pihak penyidik Kejati hanya mengundang beberapa orang untuk klarifikasi atas laporan masyarakat terhadap Bupati Parigi Moutong, terkait dugaan gratifikasi. Tetapi, perkara sebenarnya kasus perdata dan sudah inkrach,” ujarnya.

Ia menuturkan, persidangan terkait kasus perdata itu ‘menempatkan’ Samsurizal Tombolotutu CS sebagai tergugat. 

Sejumlah nama yang menjadi pihak tergugat dalam kasus tersebut, dinilai telah lalai pada sebuah kesepakatan dalam perjanjian yang saat ini sudah memiliki hukum tetap atau inkrach.

“Kasusnya pernah bergulir pada pengadilan Negeri Parigi dan sudah inkrach. Bahwa, mereka ada perbuatan wanprestasi, karena tidak tidak terjadi sesuai kesepakatan,” terangnya.

Ia menambahkan, enam orang yang telah dimintai keterangan oleh pihak Kejati Sulteng berinisial. TA, NR, IF, DB, HY dan ST.

“Untuk perkembangan pemeriksaan, nanti kami hubungi kembali,” tandasnya.

Exit mobile version
%%footer%%