Tahun ini, Anggaran Pemeliharaan Irigasi Parigi Moutong Tetap Nilainya

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, mendapat anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp200 juta untuk pemeliharaan jaringan irigasi.

Demikian ungkapan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPRP, Moh Aflianto Hamzah, S.T., saat redaksi kabarSAURUS menyambangi ruang kerjanya, Kamis (24/06).

Ia mengatakan, pemeliharaan jaringan irigasi sangat penting karena menjadi sumber pengairan untuk persawahan. Petani sangat bergantung pada keberadaan air irigasi, apalagi saat memasuki jadwal masa tanam.

Ia menyebutkan, di tahun 2021 Dinas PUPRP menganggarakan Rp200 juta untuk pemeliharaan irigasi, yang bersumber dari DAU. Biaya pemeliharaan itu digunakan untuk galian endapan irigasi dan juga pemarasan.

“Biaya pemeliharaan itu di setiap tahun kita lakukan satu kegiatan, seperti galian endapan dan juga pemarasan di 13 Daerah Irigasi (DI) Kabupaten Parigi Moutong,” sebutnya.

Ia menuturkan, tahun ini kegiatan seperti galian endapan dan pemarasan dilaksanakan bersamaan.

“Baru-baru kemarin kita laksanakan. Jadi biasanya satu tahun itu minimal tiga kali untuk melakukan pemeliharaan. Tetapi karena kemarin ada refocusing, kita baru dapat jatah satu kali untuk tahun ini,” tuturnya.

Ia menerangkan, setiap tahunnya SDA selalu menganggarkan Rp200 juta untuk pemeliharaan di 13 daerah jaringan irigasi, karena memang tidak ada penambahan untuk pemeliharaan jaringan irigasi.

“Kecuali mungkin ada penambahan daerah jaringan irigasi, baru anggarannya juga bisa bertambah,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berharap mendapat tambahan anggaran pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini. 

Baca Juga Berita Terkait : https://kabarsaurusonline.com/2021/06/24/pembangunan-jaringan-irigasi-parigi-moutong-tahun-ini-sempat-tertunda/

Pembangunan Jaringan Irigasi Parigi Moutong Tahun ini, Sempat Tertunda

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Proses pengerjaan pembangunan jaringan irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parigi Moutong yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021, sempat mengalami penundaan.

Pasalnya, di tahun 2021 DPUPRP Bidang Sumber Daya Air (SDA) mendapat empat paket pengerjaan jaringan irigasi di empat wilayah, yang teranggarkan dari DAK dengan nilai anggaran sebesar Rp 4 miliar lebih.

Seperti pemberitaan media ini sebelumnya, Empat wilayah yang menjadi titik pembangunan irigasi yakni Daerah Irigasi (DI) Parigi Selatan, DI Labalang Kecamatan Kasimbar, DI Malanggo dan DI Sigenti.

Hanya saja, beberapa titik pengerjaan pembagunan jaringan irigasi pada Empat wilayah itu, sempat mengalami penundaan. Hal tersebut, karena pengerjaannya bertepatan pada waktu bulan suci ramadhan.

Demikian kata Kepala Bidang SDA, Moh Aflianto Hamzah ST, saat redaksi kabarSAURUS menyambangi ruang kerjanya, Kamis (24/06).

“Pas penandatanganan kontrak bulan puasa. Jadi, mungkin saja kontraktor menganggap kalau pengerjaannya terjadi dibulan puasa itu tidak akan efektif karena sedang ibadah. Jadi banyak yang menunda, dilanjutkan setelah idul fitri,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari pengerjaan pembangunan jaringan irigasi sebelumnya, pihaknya telah sampai dalam pembangunan struktur pasangan batu beton.

“Kita usahakan, kemarin ini kita kejar. Karena di lapangan juga cuacanya sudah masuk musim hujan. Pekerjaan kita rata-rata struktur pasangan batu beton,” tuturnya.

Ia menerangkan, mengenai bahan material yang menjadi kebutuhan di lapangan sudah siap semua. Akan tetapi, tenaga kerja yang masih kurang.

“Kalau material di lapangan semua siap. Cuma, tenaga kerja kita yang masih agak kurang,” terangnya.

Lanjut Ia, sekarang ini pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sedang melakukan deviasi di DI Labalang Kecamatan Kasimbar.

Pasalnya, Kata Moh. Alfianto, Pada wilayah tersebut, terdapat material yang tidak sampai di tempat pengerjaan, akibat akses jalan yang sulit.

“PPK nya mendeviasi kita sekali ini di DI Labalang. Karena, ada material yang tidak bisa masuk ke tempat kerja, Sebab akses jalannya sulit. Biasanya, untuk membawa material itu ke lokasi kerja, menggunakan traktor atau gerobak,” bebernya.

DPUPRP Upayakan Pembangunan Jaringan Irigasi di Parigi Moutong, Tidak Menyebrang Tahun

Ia menyebutkan, pihaknya belum bisa menentukan berapa pendeviasian yang dilakukan PPK.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, hampir rata-rata deviasi setiap DI itu, mencapai enam persen.

“Sementara ini hasilnya belum saya tau. Jadi, rata-rata kita memang di deviasi sampai enam persen. Cuma yang di DI Labalang yang kemarin hampir sepuluh persen,” sebutnya.

Karena sempat alami penundaan waktu pengerjaan, DPUPRP Bidang SDA tetap selalu optimis akan lakukan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi secara tepat waktu.

“Kita usahakan progress kita akan tetap berjalan, karena selama ini kita punya pekerjaan irigasi yang didanai DAK tidak pernah tidak selesai,” ungkapnya.

Ia mengaku, sejauh ini, sejumlah pengerjaan jaringan irigasi yang dalam pengawasan pihaknya, belum pernah menyeberang tahun.

“Selalu optimis. Pekerjaan kita selama ini tidak pernah menyeberang tahun, pasti selesai 100 persen dan pada saat pemeriksaan BPK nya tidak pernah bermasalah. Jadi kita berharap juga tahun ini kita bisa seperti itu lagi, kalau bisa janganlah sampai menyeberang tahun. Kalaupun terjadi pasti kita denda,” tandasnya.

RSUD Anuntaloko Parigi, ‘Sajikan Wisata Pemandangan’ Sampah LB3

Parigi moutong, kabarSAURUSonline.com – Tumpukan sampah LB3 seakan  jadi ‘sajian wisata pemandangan’ disekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS), RSUD Anuntaloko Parigi.

Menggunungnya, sampah LB3 hasil dari kegiatan RSUD Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong mengandung mikroorganisme pathogen yang bersifat infeksius berbahan  kimia beracun. Selain itu, sebagian termasuk radioaktif yang sangat berbahaya bagi pasien, masyarakat sekitar, maupun perawat.

Pelayanan kesehatan yang menghasilkan banyak sampah dan  limbah,  tentunya perlu perhatian dari Rumah Sakit itu sendiri.

Pasalnya, selain menjadi potensi sebagai sarang penyakit, sampah LB3 tentunya  berbahaya  bagi siapa saja yang berada di sekitar lingkungan itu.

Berdasarkan hasil penelusuran media ini beberapa waktu lalu. Tumpukan LB3 yang nampak nyaris menyamai tinggi sebuah gedung disebelahnya, seakan ‘memanjakan mata’ saat melintas di sekitar TPS RSUD Anuntaloko Parigi.        

Sebagai  tempat pelayanan kesehatan masyarakat Parigi Moutong, kesan tidak ada perhatian pihak RSUD Anuntaloko terhadap fasilitas dan limbahnya, telah beberapa kali mendapat kritikan dari Anggota legislatif (Anleg) sejak tahun 2019.

Namun,  sampai kini, pihak management RSUD Anuntaloko seakan masih ‘tutup telinga dan matanya’.

Parahnya lagi, seperti pemberitaan media ini sebelumnya, beberapa sampah LB3 nampak bercampur dengan sampah biasa yang RSUD Anuntoloko produksi.

Hal ini, sudah sangat tentu dapat mengancam para petugas pengangkut sampah DLH Parigi Moutong.

Baca Juga Berita Terkait : https://kabarsaurusonline.com/2021/06/20/lb3-campur-sampah-biasa-rs-anuntaloko-parigi-moutong-semberono/

Ditambah lagi, beberapa LB3 peralatan perawat yang disinyalir kuat sebagai pakaian petugas medis yang menangani pasien Covid-19, nampak berada dalam tumpukan LB3 yang berada tidak jauh dari tumpukan sampah non medis.

Feri Budiutomo, Menyorot, Wisata Pemandangan LB3 Anuntaloko Parigi

Salah seorang Anleg yang juga merupakan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong, merespon kondisi RSUD Anuntaloko Parigi yang merupakan mitra komisinya.

Ia mengatakan, sejak setahun terakhir, pihak manajemen sudah tidak memfungsikan lagi mesih Insenator (pencacah) sampah LB3 nya.

Pasalnya, pengelolaan sampah LB3 RSUD Anuntaloko Parigi secara mandiri, mendapat penolakan warga Kelurahan Masigi, sekitar lingkungan rumah sakit tersebut.

Sehingga, untuk urusan pengelolaan sampah LB3 itu, Katanya Feri, pihaknya RSUD Anuntaloko Parigi melibatkan perusahaan dari Kota Palu sebagai pihak Ketiga.     

“Yang pertama, saya dengar, ya, untuk alat pemusnah itu dapat komplen dari masyarakat sekitar. Sehingga, sudah setahun ini mesin pencacah tidak lagi difungsikan, sampah LB3 itu, ternyata  sudah dipihak ketigakan. Perusahaan yang selalu menjemput dan memusnahkan,” ujarnya saat Redaksi media ini bertandang ke ruang kerjanya, Senin (21/6).

Feri mengaku masih menyaksikan kondisi yang nampak seakan ‘menyajikan wisata pemandangan’ LB3, saat berkunjung dan menyusuri arah belakang gedung Empat lantai RSUD Anuntaloko Parigi.

Melihat kondisi RSUD Anuntaloko Parigi saat ini, menurut Feri seakan tidak lagi representatif sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Pasalnya, lanjut Feri, selain persoalan sampah LB3, sejumlah sarana dan prasarana ruang pasien sebagai penunjang layanan kesehatan, nampak sudah tidak layak.

“Saya juga menguatkan, bahwa ada beberapa hal  yang harus di perhatikan oleh pihak manajemen rumah sakit. Apalagi, sejak tahun 2019, persoalan kamar mandi sudah saya ingatkan. Tentu saja, keinginan  masyarakat Parigi Moutong ketika sakit dan berobat di rumah sakit ini, berharap pulang akan sembuh,” tandasnya.

Badan Pengawas Koperasi Parigi Moutong

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Parigi Moutong, menyelenggarakan pelatihan pengawasan badan koperasi guna meningkatkan pengetahuan pengawasan dari badan pengawas koperasi.

Kegiatan itu, dilaksanakan di salah satu hotel yang ada pada wilayah Kecamatan Parigi, dengan dihadiri sebanyak 30 peserta.

Kegiatan itu menghadirkan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Parigi Moutong, H. Badrun Nggai, sekaligus membuka secara resmi.

Wabup H Badrun Nggai dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong sangat mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan wawasan bagi pengurus dan pengawas koperasi.

“Perlu didukung dan diapresiasi kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan serta dapat membuka wawasan bagi pengurus dan pengawas koperasi,” ujar Wabup.

Wabup berharap, dengan adanya pelatihan ini, koperasi mampu mengelola sumber daya alam dan juga mampu mewujudkan serta mengembangkan perekonomian yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana menyebutkan, berdasarkan data yang dikantongi Dinas UMKM, terdapat sebanyak 232 jumlah koperasi di Kabupaten Parigi Moutong yang terdaftar  pada Dinas UMKM.

“Koperasi yang terdaftar ini sebanyak 232 koperasi yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, dan pengurus koperasinya itu selalu rutin melaksanakan rapat anggota tahunan,” sebutnya.

Dengan adanya pengawasan kata Sofi, badan koperasi tersebut bisa bertumbuh dan menjalankan peraturan yang berlaku.

“Keberhasilan hingga tumbuh berkembangnya koperasi itu sangat ditentukan oleh pengawas koperasinya. Sebab, dengan adanya pengawasan itu peraturan dalam koperasi bisa dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” terangnya.

Ia menambahkan, perlu untuk diketahui, pelatihan kepengawasan ini diikuti kurang lebih 30 peserta se-Kabupaten Parigi Moutong. Selain untuk meningkatkan pengawasan terhadap koperasi, ini juga bertujuan untuk memberdayakan koperasi dan mengupayakan kondisi koperasi dalam keadaan sehat hingga mampu berdaya saing.

“Selain untuk meningkatkan kepengawasan pengawas terhadap koperasi, ini juga bisa memberdayakan koperasi, sehingga juga dapat menjadikan koperasi itu memiliki daya saing,” tandasnya.

Harapan Tatap Muka Terbatas, MA Alkhairat Parigi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Di tahun ajaran baru ini, MA Alkhairat Parigi, Kabupaten Parigi Moutong berharap bisa memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Demikian penuturan Kepala MA Alkhairat Parigi, Winarni N Maha, saat Redaksi kabarSAURUS, bertandang keruangannya, Sabtu (19/06).

Kata ia, pihaknya masih menunggu instruksi terpimpin mulai dari tingkat nasional hingga daerah, terkait kapan rencana pembelajaran tatap muka terbatas dimulai.

“Harapan saya, yang paling saya inginkan adalah (belajar) tatap muka. Tatap muka itu lebih efektif dari pada daring. Apalagi kita Madrasah, harus melihat adab dan akhlak dari anak-anak. Dan supaya kita juga bisa mengukur kemampuan mereka apalagi pada kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.

Winarni menambahkan, selama pandemi Covid-19 seluruh kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah MA Alkhairat Parigi Kabupaten Parigi Moutong tidak dapat dilaksanakan.

Padahal menurutnya, ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal yang dilakukan di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

Lanjutnya, sebelum pandemi MA Alkhairat Parigi mengisi kegiatan ekstrakulikulernya dengan kegiatan kesenian, olahraga, pramuka, dan keagamaan.

Mengingat, sekolah Madrasah Alkhairat yang memberlakukan sekolah pada hari Minggu. Sehingga, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan di setiap Hari Minggu.

Namun, kegiatan ekstrakurikuler yang paling ditunggu-tunggu yaitu kegiatan Kemah Dakwah.

Dimana, kegiatan tersebut adalah ajang perlombaan antar Madrasah untuk menampilkan potensi dan bakat siswa/siswinya dalam berbagai bidang.

“Sedangkan kegiatan pembelajaran masih dalam jaringan (daring). Kalau kegiatan ekstrakulikulernya belum bisa karena belum bisa tatap muka,” kata ia.

Ia mengatakan, meski demikian pada bulan suci ramadhan tahun 2021 yang baru saja berlalu, pihaknya melakukan pembimbingan terhadap beberapa muridnya untuk melakukan kegiatan safari ramadhan.

“Kami mengumpulkan beberapa kelompok untuk turun ke daerah-daerah mulai dari Tindaki sampai dengan Tinombo melakukan safari ramadhan,” tutupnya.

Dinkes Parigi Moutong Vaksinasi Tenaga Pendidik

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Memasuki tahun ajaran baru 2021, Dinas Kesehatan Parigi Moutong mulai lakukan vaksinasi terhadap seluruh tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.

Seiring dengan telah dimulainya kegiatan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah, pemerintah menargetkan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dapat dimulai pada Juli mendatang.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (COVID-19).

Selain tenaga pendidik, vaksinasi di Kabupaten Parigi Moutong juga dilakukan pada masyarakat lanjut usia (lansia). Pihak Dinkes Parigi Moutong mengatakan, sampai saat ini proses vaksinasi masih terus berlanjut di setiap puskesmas.

Selain puskesmas, Dinkes Parigi Moutong juga memilih sekolah sebagai tempat vaksinasi. Hal itu dilakukan agar proses pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan setiap hari.

“Jadi, kami dari Dinas Kesehatan Parigi Moutong menyasar guru. Kalau puskesmas yang ada pada Kecamatan Parigi ini menyasar guru dan lansia. Jadi kami berbagi tugas agar setiap harinya ada masyarakat yang divaksin,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Ni Made Mulyani, kepada media kabarSAURUS saat pelaksanaan vaksinasi di SMPN 2 Parigi, Sabtu (19/06/2021).

Ia mengatakan, pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia dan tenaga pendidik dilakukan sesuai dengan ketersediaan vaksin yang didistribusikan oleh pemerintah pusat.

“Kita lakukan vaksinasi itu berdasarkan vaksin yang distribusikan, dan peruntukannya untuk siapa. Itu harus habis,” tuturnya.

Ditanya terkait berapa jumlah tenaga pendidik dan lansia yang telah divaksin, pihaknya belum dapat memastikan karena harus melakukan penginputan data terlebih dahulu.

Vaksinasi Tenaga Pendidik, Libatkan Vaksinator dari Dinkes Parigi Moutong

Ia menambahkan, vaksinator yang bertugas melakukan vaksinasi di tiap puskesmas dan sekolah melibatkan petugas puskesmas dan petugas Dinkes Parimo yang berjumlah empat orang atau lebih.

“Vaksinator itukan terdiri dari penyuntik, ada yang di bagian pendaftaran, dan ada yang di bagian observasi. Biasanya empat orang dan bahkan lebih dari itu,” tutupnya

KKLR, mempererat Silaturahmi Perantauan Luwu Raya di Parigi Moutong

Parigi moutong, kabarSAURUSonline.com – Pembentukan KKLR oleh sejumlah warga Luwu Raya yang saat ini telah berdomisili pada wilayah Kabupaten yang Parigi Moutong guna mempererat silaturahmi.

Masyarakat Luwu Raya yang ada di Kabupaten Parigi Moutong membentuk wadah organisasi Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR), Pada Minggu 20 Juni.

Secara sederhana, rapat tersebut berlangsung pada kediaman salah seorang anggota KKLR Parigi Moutong, di Desa Boyantongo.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Luwu Raya yang tinggal di Kabupaten Parigi Moutong, di antaranya, Kades Sausu Trans, Muh. Amzal Syamsu, S.E., Sekdis BKKBN Parimo, Jumail, dan anggota DPRD Parimo, Umy Kalsum, S.E.

Sebagai perempuan berdarah Luwu, Umy Kalsum memberikan beberapa pandangannya mengenai keluarga Luwu Raya yang berada di kabupaten Parigi Moutong.

“Terbentuknya Kerukunan Keluarga Luwu Raya diharapkan dapat menjadi salah satu pengikat tali silaturahmi. Karena kita ini memang perantau di Sulawesi Tengah, maka dengan adanya KKLR kita bisa tau di mana saja keluarga besar kita berada,” kata Umy Kalsum.

Ia melanjutkan, KKLR yang dibentuk merupakan regenerasi dari yang sudah ada sebelumnya.

Katanya, KKLR yang di pimpin oleh Hasbar. SH saat ini, sudah berusia sekitar 15 tahun.

“Hari ini kita bersepakat untuk meregenerasi kembali KKLR dan alhamdulillah sudah terbentuk kepengurusan baru yang diketuai oleh Bapak Hasbar, S.H.,” ujarnya kepada kabarSAURUS, Minggu (20/6).

Sebagai ketua yang baru terpilih, Hasbar mengharapkan organisasi ini berkembang dan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Beberapa target untuk KKLR ke depan di antaranya, membentuk pengurus mulai dari kabupaten, kecamatan, dan desa.

“Setelah rampung, kita lanjut ke pembahsan mengenai iuran peranggota tiap bulannya. Lalu kita agendakan pertemuan. Termasuk membangun koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Hasbar.

Diketahui, nama lain yang mendampingi Hasbar dalam kepengurusan KKLR Parigi Moutong, yakni Muh Amzal Syamsu, S.E., sebagai wakil ketua, Umy Kalsum, S.E., selaku sekretaris, dan Munandar Hamid menjabat sebagai bendahara.

Exit mobile version
%%footer%%