Pemdes Jononunu Salurkan BLT Kepada 45 KK Tahap Pertama

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.com – Upaya pemerintah dalam menopang perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ialah penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Selasa (12/05), Pemerintah Desa (Pemdes) Jononunu Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah menyalurkan BLT kepada 45 KK penerima manfaat.

Bantuan yang dikucurkan bersumber dari pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2020, dengan kategori yang sudah diatur dalam aturan penyaluran bantuan.

Adapun sasarannya diperuntukan kepada masyarakat miskin yang sama sekali belum pernah menerima bantuan, baik bantuan Pemerintah Pusat maupun Daerah,

“Mekanisme sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes PDTT),” ungkapnya Sekdes Jononunu Noval kepada media ini.

Mengacu pada hal itu, Noval menerangkan pihaknya mengucurkan anggaran sekitar Rp180 juta yang dialokasikan melalui DD tahun 2020 sebesar 25 persen.

Dia menyebutkan dalam penyaluran anggaran BLT desa dibagi menjadi beberapa tahap. Namun dirinya belum merincikan berapa jumlah tahapan dimaksud.

Pasalnya, untuk tahap berikutnya Pemdes masih akan  berkoordinasi dengan pihak Badan Pemusyarawatan Desa (BPD) untuk menentukan mekanisme penyaluran bantuan.

”Kalau pembagian tahapannya kami belum tentukan akan dibagi menjadi berapa kali,” kata Noval.

Dia membeberkan, untuk tahap pertama telah disalurkan sekitar Rp270 juta dari pembagian anggaran total dana DD yang dialokasikan.   

Penyaluran ditahap pertama itu, terhitung bulan April dengan besaran anggaran yang diterima masyarakat yakni Rp 600 ribu.

“Pastinya, Pencairan akan datang kami belum bisa pastikan berapa jumlah dana bantuan. Apakah diberikan langsung sekaligus dua bulan  atau masih seperti tahap satu ini,” tutupnya.

Fraksi Bintang Indonesia Minta Bupati Tutup Dua Akses Masuk

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.com – Dinilai rawan, Fraksi Bintang Indonesia DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah meminta Bupati menutup akses keluar-masuk Toli-Toli-Mepanga dan Tambu-Kasimbar.

Penegasan yang dilontarkan Ketua Fraksi Bintang Indonesia, Wawan Setiawan usai rapat Pansus, Selasa (12/5) kepada media ini merupakan upaya tepat.

Menyusul, kedua titik Kabupaten Toli-Toli-Kecamatan Mepanga dan Tambu Pantai Barat-Kecamatan Kasimbar adalah akses jalur keluar-masuk yang rawan penyebaran Covid-19.

“Posko yang disana tidak terpantau maksimal. Lagi pula, kita jangan terlalu banyak membuka ruang akses yang pada akhirnya kita setegah mati,” ujarnya.

Menurut Ketua DPC Partai Bulan Bintang itu, arahkan semua pengguna jalan Toli-Toli, Tambu untuk melewati Posko Covid-19 yang ada di Tawaeli.

Untuk posko yang ada didua titik tersebut kata Wawan, harus memperketat penjagaan agar pengendara kendaraan tidak lagi melewati jalur itu.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita menjaga kriteria zona hijau yang masih kita miliki,” sebutnya.

Instruksi tersebut, hanya kewenangan Bupati Parigi Moutong. Sehingga pihaknya berharap pemerintah menindak lanjutinya, sebelum bisa merubah keadaan.

Lagi pula katanya, beberapa daerah yang menghubungkan jalur tersebut dengan daerah itu, masuk dalam kategori besar penyebaran wabah mematikan Covid-19.

“Seperti Kabupaten Buol yang dikategorikan zona merah dan ini yang harus kita antisipasi lebih awal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Parigi Moutong Azis Tombolotutu mengakui jika penjagaan di kedua Posko tersebut tidak intens dilakukan.

Pasalnya, waktu penjagaan tidak dilakukan sesuai dengan jadwal waktu yang ditetapkan, sehingga dirinya meminta DPRD mengeluarkan rekomendasi.

“Terkadang belum sampai jam 12 malam poskonya sudah tidak ada penjaganya,” terangnya.

Pansus Covid-19 Parigi Moutong Datangkan Kepala BPKAD dan BPBD

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.com – Langkah awal kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah terkait Covid-19 mengundang Kepala BPKAD dan BPBD untuk dengar pendapat.

Rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Pansus Covid-19 Sutoyo, Selasa (12/5) menitik beratkan sejumlah pertanyaan diseputaran penggunaan anggaran Rp.26 milyar.

Mulai dari alasan pemerintah daerah belum merealisasikan anggaran, hingga rincian pelaksanaan anggaran tersebut dipertanyakan oleh anggota DPRD yang tergabung didalam Pansus.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Parigi Moutong, Yusrin Usman mengakui jika anggaran tersebut memang belum secara keseluruhan dicairkan.

Menurut dia, dengan adanya sejumlah bantuan pemerintah baik pusat, provinsi hingga desa, pemerintah daerah mengambil kebijakan tidak terburu-buru mencairkan anggaran.

“Yang ditakutkan, terjadi dobol bantuan atau tumpang tindih,” ungkapnya.

Dijelaskannya, anggaran puluhan milyar itu berhubungan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020, yang kemudian dibagi menjadi dua yakni dana tak terduga dan kesehatan itu sendiri.

Adapun kata Yusrin, dana yang tersimpan di BPKAD adalah dana tak terduga sebesar Rp 10 milyar yang akan diposikan untuk enam posko yang ada.

“Sampai saat ini dari Rp.26 milyar anggaran Covid-19, baru ada sekitar Rp.2,5 milyar yang tercairkan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Azis Tombolotutu dihadapan anggota Pansus merincikan penggunaan anggaran Covid-19.

Azis mengatakan pihaknya sudah mencairkan anggaran sebesar Rp.2,5 milyar untuk kebutuhan melunasi anggaran dinas yang dipinjamkan selama bulan maret-april.

“Dana pinjaman dinas itulah yang sebelumnya digunakan untuk membiayai posko-posko penanganan di Kabupaten Parigi Moutong,” tuturnya.

Diterangkannya, penggunaannya termasuk pembayaran honor Tim Gugus dan Petugas Lapangan di enam posko yang ada di daerah itu.

Untuk honor Tim Gugus kata dia, dibayarkan setiap bulan. Sedangkan petugas lapangan dibayarkan sebesar Rp.250.000 per 1×24 jam.

“Termasuk juga makan minum dilapangan semuanya sudah dikondisikan,” paparnya.

DPD Nasdem Parigi Moutong Bagikan 15 Ribu Masker ke Masyarakat

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.com Upaya menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Parigi Moutong, kembali lakukan gerakan penyaluran masker kepada masyarakat. 

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang merupakan besutan Surya Paloh, menyediakan sebanyak 15 ribu buah masker untuk masyarakat wilayah Kabupaten Parigi Moutong. 

Penyaluran masker kali ini dipimpin langsung ketua DPD NasDem Parigi Moutong, Sayutin Budianto didepan kantor DPD dengan sasaran pengendara kendaraan bermotor. 

Kepada media ini, Sabtu (9/5) Sayutin Budianto mengungkapkan pembagian masker kepada masyarakat kota Parigi merupakan bentuk tanggung jawab partai. 

Paling khusus kata dia, bentuk kepedulian pihaknya ditengah pandemi Covid-19 yang semakin menghantui masyarakat akhir-akhir ini. 

“Sementara ini kami lakukan di jalan trans Sulawesi depan kantor NasDem dan Pasar Sentral Parigi (PSP) dengan kuota yang dibagikan sebanyak 1500 buah, dari total yang di targetkan yaitu, sebanyak 15 Ribu” ungkapnya. 

Menurut Ketua DPRD Parigi Moutong itu, upaya menyediakan masker kepada masyarakat berdasarkan hasil pengamatan lapangan kader partai. 

Dia mengungkapkan, masih begitu banyak masyarakat di sekitaran Ibukota Parigi Moutong belum mengenakan masker saat keluar rumah. 

Padahal kata dia, Pemerintah pusat maupun daerah telah menginstruksikan untuk senantiasa memakai masker saat keluar dari rumah. Bahkan, jika diperlukan, didalam rumah sekalipun tetap mkenggunakan masker. 

“Saya kira ini bukan karena masyarakat tidak patuh dengan instruksi pemerintah, namun kondisi ekonomi faktor utama sehingga masyarakat kita belum sepenuhnya memakai masker,” terangnya. 

Langkah awal kita tutur Sayutin, penyalurannya dilakukan di area Ibukota Parigi. Selanjutnya, akan dibagikan kesetiap Kecamatan melalui jajaran pengurus partai Nasdem wilayah Kabupaten Parigi Moutong. 

“Seluruh Kecamatan, kami akan bantu dengan masker. Sehingga seluruh pengurus partai semuanya bergerak untuk membaginya,” tuturnya. 

Soal Dana Bencana, Sejumlah Warga di Kecamatan Parigi ‘Gigit Jari’

Carut Marut Data, Cara Kerja Tim Lapangan yang ‘lalod’ Ditambah Kinerja Kordinator Terkesan ‘Tidak Becus’. Diniliai Sebagai Penghambat Penyaluran Dana Bencana di wilayah Kecamatan Parigi 

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.comNasib belum beruntung, nampaknya masih harus dirasakan ribuan korban rusak Ringan dan Sedang bencana 28 September 2018. Khususnya, warga yang berdomisili di lima Kelurahan wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pasalnya, setelah penantian penyaluran Dana Stimulan Bencana yang nyaris memasuki dua tahun lamanya dari warga korban bencana tersebut, kucuran anggaran dari pemerintah pusat itu dijanjikan Oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, akan sampai ke tangan warga sebelum hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah/2020.

Sayangnya hingga kini (Hari ke 16 Bulan Suci Ramadhan), ribuan warga penerima dana bantuan yang tersebar di Lima Kelurahan wilayah Kecamatan Parigi, seakan ‘dipaksa menelan janji manis’ dari pihak Pemda.

‘Carut Marut’ Data Penerima Hingga ‘Buruknya’ Kinerja Tim Lapangan Jadi Faktor Lambatnya Penyaluran Dana Bencana di Wilayah Kecamatan

Selain ‘carut marut’ data warga yang tercatat sebagai korban penerima dana stimulan bencana tahap II menjadi salah satu faktor penghambat.

Sejumlah faktor lain turut terungkap selang berjalannya sejumlah tahapan dalam proses penyaluran anggaran berbandrol sekitar Rp 66 Miliyar.

Cara kerja tim lapangan bentukan BPBD Parigi Moutong melalui seleksi beberapa waktu lalu salah satunya. Faktor ini pun disebut-sebut jadi pengaruh besar cepat tidaknya proses penyaluran dana bencana tersebut.

Sebagai OPD teknis menangani penanggulangan bencana di daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, memang selaku penanggungjawab setiap tahapan penyaluran anggaran bernilai Miliyaran Rupiah tersebut.

Diketahui, sekitar Rp 66 Miliyar Dana Stimulan Bencana Tahap II yang diperintukan kepada sekitar 5000 warga korban bencana di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (09/05).

Hasil penelusuran KabarSAURUSonline.com. Hingga saat ini, belum satupun warga korban bencana 28 September 2018, kategori rusak sedang dan ringan di Lima Kelurahan wilayah Kecamatan Parigi dapat mencairkan dana tersebut.

Kinerja sejumlah tenaga tim Fasilitator (merupakan tim lapangan) terkesan “lambat Loading (Lalod)” melakukan verifikasi dan validasi data warga penerima bantuan berdasarkan Surat Keputusan (SK) korban kategori rusak sedang dan berat yang telah disediakan BPBD.

“Verivali itu seperti, menyesuaikan data yang ada di SK dengan bukti dokumen kependudukan dan kepemilikan atas bangunan maupun tanah dari korban atau warga penerima. Ini berdasarkan syarat dalam juknis penerima dana stimulan bencana tahap II,” ujar seorang tenaga fasilitator yang engan namanya disebutkan. Saat ditemui KabarSAURUSonline.com belum lama ini.

Ini Pengakuan Tenaga Fasilitator Salah Satu Kelurahan Wilayah Kecamatan Parigi

Kemudian, dari kantor redaksi KabarSAURUSonline.com, media ini coba menggali informasi dari tenaga fasilitator lainnya via Gawai belum lama ini.

Salah seorang tenaga fasilitator yang juga meminta namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan, mengungkap sejumlah tugas yang dibebankan kepadanya sebagai tenaga fasilitator dana stimulan bencana tahap II.

“Selain Verivali, fasilitator juga bertugas melakukan pendampingan disemua tahapan. Mulai dari pengajuan pembukaan rekening penyaluran dana stimulan dari koban bencana sesuai kategorinya melalui proposal,” ungkapnya.

Masih via Gawai, kemudian lanjut oknum tenaga fasilitator itu, Pendampingan saat pembuatan rekening di bank, pendampingan pembuatan serta pengajuan proposal Rencana Penggunaan Dana (RPD) dan pengisian dokumen pencairan dana.

“Berdasarkan petunjuk teknis (juknis), itu sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mencairkan anggaran dari bank ke tangan warga. Kemudian, pendampingan sekaligus monitoring pemanfaatan anggaran itu untuk laporan pertanggungjawaban,” terangnya.

Dia membenarkan, jika sampai saat ini wilayah dampingannya belum juga terarahkan untuk melakukan pembukaan rekening. Padahal kata dia, sejumlah proposal pengajuan pembukaan rekening dari warga dampingannya telah diserahkan kepada Koordinator Fasilitator (Korfas)nya.

Kinerja Korfas yang Menangani Penyaluran di Kecamatan Parigi, ‘Lalod’

Pengakuan Andriyanto, PPTK Dana Stimulan Tahap II BPBD Parigi Moutong. Terkait korban yang dinyatakan telah siap mencairkan dana tersebut sekitar 900an Kepala Keluarga (KK). Namun dari jumlah tersebut, belum ada penerima yang berasal dari wilayah Lima Kelurahan di Kecamatan Parigi.

Hal itu seakan ‘telanjangi’ Koordinator Fasilitator (Korfas) yang terkesan ‘tidak becus’ menjalankan tanggungjawabnya di wilayah tersebut.

Jelang hari raya Idul Fitri ditengah Pandemi Covid-19. Anggapan bila Korfas Kecamatan Parigi ‘tidak peka’ dengan ekonomi warga ditengah pandemi Covid-19 mencuat kepermukaan.

Upaya atas tindakan sengaja ‘menahan berkas’ dokumen proposal warga atas pengusulan pembukaan rekening penyaluran dana tersebut mencuat kepermukaan.

Korfas Kecamatan Parigi, Tamsil yang dikonfimasi KabarSAURUSonline.com Sabtu (09/05). menuturkan, saat ini sebanyak 100an tambahan proposal pengajuan untuk pembukaan rekening dari warga telah sampai kepadanya.

Namun, dirinya masih enggan menyetorkan ke pihak BPBD. Tamsil mengatakan, dirinya masih menunggu sampai jumlah proposal tambahan itu mencapai 200an KK, sesuai dengan yang dia targetkan.

Anehnya, dia mengelak jika tindakan itu membuat dirinya dianggap sengaja ‘menahan’ ratusan dokumen proposal warag untuk pengajuan pembukaan rekening penerima dan bencana tersebut.

“Bukan sengaja menumpuk pak, tidak masalah memang kalau sudah harus disetor biar belum cukup dari target saya sekitar 200an KK. Mungkin Senin saya akan setor ke PPTK,” tuturnya.

Padahal, pihak BPBD tidak memberikan target untuk memproses proposal penyaluran dana stimulan ke tahap selanjutnya.

Tamsil Menolak Dianggap Paling Bertanggungjawab Lambatnya Penyaluran Dana Bencana

Terkesan menolak dirinya disebut paling bertanggungjawab atas lambatnya penyaluran Dana Stimulan Bencana Tahap II bagi ribuan warga yang tersebar diwilayah  Kecamatan Parigi.

Pasalnya kata dia, dua kelurahan dan beberapa desa yang masih jadi bagian dari wilayah tersebut ditangani oleh Korfas lain.

“Untuk Kecamatan Parigi, saya tangani Kelurahan Masigi, Bantaya dan Kampal, Desa Bambalemo serta Bambalemo Ranomaisi dengan jumlah korban rusak sedang dan berat sekitar 1200an KK,” ungkapnya kepada media ini saat dihubungi melalui Gawainya.

Dia mengakui, sampai saat ini belum ada warga dalam wilayah pendampingannya yang telah siap melakukan pencairan terhadap dana tersebut.

Selain karena proses pembukaan rekening penerima baru selesai sekitar pertengahan bulan April 2020 lanjut dia, sejumlah faktor pendukung dalam proses tahapan pencairan dana itu juga belum disiapkan BPBD.

“Baru sekitar dua atau tiga minggu kemarin pembukaan rekening bagi 300an KK. Sekarang tim kami sedang melakukan penyusunan proposal pencairan RPD. Ada juga kendala yang muncul dari BPBD itu sendiri. Seperti, penyediaan brosur pengganti tahapan sosialisasi. Serta, materai yang digunakan pada salah satu bagian dalam dokumen RPD yang masih terbatas,” tuturnya.

Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) Akui, Belum Ada Pencairan Dana Bencana di Kecamatan Parigi

Sebelumnya, PPTK Dana Stimulan Bencana Tahap II BPBD Parigi Moutong, Andriyanto, yang dikonfirmasi media ini via Gawai belum lama ini, membenarkan pengakuan dari oknum tenaga fasilitator wilayah Kecamatan Parigi.

Dia menuturkan, dari jumlah sekitar 900 warga penerima bantuan, gabungan antara korban kategori rusak sedang dan ringan pada gelombang pertama. Kata dia, tidak satupun warga dalam jumlah itu, berasal dari wilayah Kecamatan Parigi.

“Jauh-jauh hari sudah saya bilang sama Korfasnya. Mau lima warga yang siap berkasnya ke tahap berikutnya, langsung ajukan saja. Kalau untuk kuota yang 900an warga yang siap mencairkan anggaran ini. Tidak termasuk warga berdomisisi di lima Kelurahan yang ada di Kecamatan Parigi,” jelasnya.

Dia menuturkan, sejauh ini Korfas yang menangani wilayah itu baru memasukkan ratusan berkas proposal penyaluran untuk pembukaan rekening penerima.

“Sudah ada ratusan warga penerima yang terbuka rekeningnya dan sudah siap disalurkan anggaran itu. Kami tinggal ajukan penyaluran dari kas daerah langsung ke masing-masing rekening penerima. Untuk tahapan pencairannya, menunggu pengajuan RPD dan proses pencairan bagi 900an warga di gelombang pertama ini selesai,” terangnya.

Cannavaro: Maradona Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Bukan Messi

Guangzhou – KabarSAURUSobline.com– Fabio Cannavaro tak setuju Lionel Messi disebut sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa. Menurut Cannvaro, Diego Maradona lebih berhak atas predikat itu.

Dilansir dari sport.detik.com, bicara sepakbola modern, Messi bisa dibilang adalah yang terbaik. Bergelimang gelar dan rekor di level klub bersama Barcelona ada bukti sahih kehebatan Messi di lapangan.

Masih kurang? Messi sudah mencetak lebih dari 600 gol selama kariernya dan punya enam trofi Ballon d’Or, terbanyak di antara pemain lain. Kemampuan olah bolanya pun mengundang decak kagum.

Kehebatan Messi ini acapkali dibanding-bandingkan tak cuma dengan Cristiano Ronaldo, tapi juga dengan pesepakbola masa lampau, dalam hal ini Maradona. Kebetulan mereka sama-sama kidal dan berasal dari Argentina.

Tapi, bagi Cannavaro, Maradona adalah yang terbaik. Sebab sepakbola di eranya terbilang lebih keras berbeda dari saat ini.

“Pemain satu ini berbeda karena saat itu sepakbola tidak seperti sekarang. Saya sangat menghormati Messi. Dia adalah salah satu terbaik di generasi saat ini,” ujar Cannavaro yang kini melatih klub China Guangzhou Evergrande itu.

“Dia banyak ditendang oleh lawan, tapi penguasaan bolanya lengket dan dia sangat tangguh,” sambungnya seperti dikutip Sky Sports.

“Messi itu pemain top, tapi seniornya itu berada di dunia berbeda. Saya tidak pernah membandingkannya dengan pemain lain. Saya tidak pernah melihat Pele, tapi saya menonton Maradona, selama tujuh tahun saya melihatnya bermain.”

“Dia bukan salah satu yang terbaik, tapi yang terbaik.”Sebagai perbandingan, Messi belum pernah memberikan gelar bergengsi untuk Timnas Argentina, sementara Maradona membawa negaranya juara dunia 1986. Menurut Anda, siapa lebih baik?

Sementara itu, dilansir dari wikipedia, Posisi playmaker bernomor punggung 10 klasik, Maradona adalah pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang menetapkan biaya transfer rekor dunia dua kali, pertama ketika ia ditransfer ke Barcelona untuk rekor dunia kemudian £ 5 juta, dan kedua, ketika ia ditransfer ke Napoli untuk biaya rekor lain £ 6,9 juta.

Inna lillaahi Wa Innaa ilaihi raaji’uun, Djoko Santoso Meninggal Dunia

Jakarta, KabarSAURUSonline.com – Mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Djoko Santoso dikabarkan meninggal pada Ahad, 10 Mei 2020, sekitar pukul 06.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto.

Dilansir dari nasional.tempo.com, kabar berpulangnya mantan panglima jendral (Purnawirawan) ini, berdasarkan penuturan salah seorang politikus Partai Gerindra    Habiburokhman.

“Ya informasi tersebut benar,” ujar kepada Tempo.

Djoko Santoso memang diketahui aktif terlibat di dunia politik bersama partai Gerindra pasca purnatugas.

Djoko merupakan Panglima TNI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pada Desember 2007 hingga September 2010. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Perstuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Jenazah mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Djoko Santoso akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, siang ini, Ahad, 10 Mei 2020, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka yang mendalam, seluruh satuan jajaran TNI/TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf. Nefra Firdaus dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Dia menjelaskan jenazah Almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka hari ini pukul 13.00 menuju pemakaman San Diego Hills. Setelah perawatan jenazah di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, almarhum Djoko Santoso akan dibawa ke rumah duka, Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur.

Nefra menyatakan KSAD bakal hadir di rumah duka, selain para pejabat teras TNI/TNI AD, para mantan KSAD, para Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI, keluarga, kerabat, sanak keluarga, serta para pelayat.

“Untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan Almarhum agat diterima di sisi-Nya dan husnul hotimah,” ujar Kolonel Nefra.

Djoko meninggalkan istri, Angky Retno Yudianti, dan dua anak yaitu Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati.

Menurut Nefra, Djoko sosok yang tegas dan perhatian terhadap para prajurit. Djoko Santoso adalah Panglima TNI ke-16 yang menjabat sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010. Sebelumnya, Djoko adalah KSAD ke-24 (18 Februari 2005 – 28 Desember 2007).

Exit mobile version
%%footer%%