Indonesia Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Meningkat

Jakarta, kabarSAURUSonline.com – Indonesia kembali menjadi salah satu negara masuk dalam daftar peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis (24/9), ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 4.634 orang dalam 24 jam terakhir.

Data ini merujuk kutipan berita Kompas.com, yang saat ini indonesia mencatat rekor kasus terbaru peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 262.022 kasus.

Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam penambahan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, terdapat 38 kabupaten/kota yang mengalami perubahan. Perubahan status daerah dari risiko sedang (zona oranye) ke zona risiko tinggi (zona merah) atas penularan Covid-19 dalam sepekan terakhir.

“38 kabupaten/kota mengalami perubahan dari zona sedang ke zona tinggi,” kata Wiku.

Wiku menuturkan, atas perubahan status tersebut, maka jumlah zona merah Covid-19 negeri ini naik menjadi 58 kabupaten/kota.

Padahal katanya, pada pekan sebelumnya jumlah zona merah hanya 41 kabupaten/kota. Zonasi itu berdasarkan tiga indikator yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Sementara dalam penanganan penyebaran Covid-19 saat ini, pemerintah telah menetapkan empat jenis zona. Zona-zona tersebut antara lain, zona merah (risiko tinggi), oranye (risiko sedang), kuning (risiko rendah), dan hijau (tanpa kasus).

Alur dan Sumber Data Penanganan Covid-19

Melalui situs covid19.go.id media ini mengutib enam poin alur dan sumber data yang menjadi publikasi Satgas Covid-19 yakni :

  1. Sumber data yang dalam analisis ini merupakan data yang berasal dari Kementerian Kesehatan.
  2. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerima data konfirmasi kasus positif dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan sistem NewAll Record. Kemudian verifikasinya oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dan tindak lanjutnya melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.
  3. Data individual dari Pusdatin Kementerian Kesehatan masuk kesistem Bersatu Lawan COVID (BLC) oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan setiap hari.
  4. Data individual pasien lewat rumah sakit (termasuk OTG, ODP, PDP. positif yang merupakan kasus suspek dan terkonfirmasi). upaya mendapatkan melalui sistem RS Online yang pengelolanya adalah Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Kemudian ke Pusdatin Kemenkes.
  5. Data COVID-19 bersifat sangat dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
  6. Data yang masuk ke dalam sistem BLC akan dilakukan analisis harian dan mingguan yang dapat diakses pada website: https://covid19.go.id.

Sedangkan laporan analisis data Covid-19, penyusunannya menjadi gawean Tim Pakar Satgas Covid-19.

PP Muhammadiyah Waswas Pemilukada 2020 Kendalikan Virus Covid-19

JAKARTA, kabarSAURUSonline.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah waswas pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 9 Desember 2020 bisa mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19.

Sebagaimana ungkapan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir melalui situs berita Kompas.com Selasa (22/9). Haedar mengatakan, keputusan pemerintah, DPR RI dan Penyelenggara Pemilu untuk tetap melangsungkan Pilkada serentak 2020.

Menurutnya, apabila terjadi hal yang tidak semestinya terjadi seperti penyebaran pandemi Covid-19 semakin tak terkendalikan setelah Pilkada 2020. Pihaknya menegaskan harus ada pihak yang bertanggung jawab.

Namun semua itu lanjutnya, rakyat Indonesia harus sama-sama berdoa, semoga pelaksanaan momentum Pilkada guna hak demokrasi berjalan lancar.

“Kalau tetap dilaksanakan pemilukada demi hak demokrasi, kita berharap semuanya berjalan baik dan lancar,” katanya.

Ia bersyukur, jika pemerintah menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pemilu sebagaimana negara Singapura, Jerman, Perancis, dan Korea Selatan.

Negara-negara tersebut, kata Haedar, terbilang maju dan berstandar tinggi dalam peran pemerintah, penegakkan hukum, sistem kesehatan, dan disiplin masyarakat.

“Semoga Indonesia sebagus negara-negara maju tersebut dalam menangani dan mengendalilan Covid-19,” tutur Haedar.

Sementara, Komisi II DPR dan pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpendapat, pandemi Covid-19 untuk Tanah Air ini masih terkendali. Sehingga menjadi salah satu alasan DPR dan pemerintah sepakat tetap melaksanan Pemilukada 9 Desember 2020.

“Mencermati seluruh tahapan yang sudah dan sedang berlangsung masih sesuai. Sebagaimana perencanaan dan situasi yang masih terkendali. Maka Komisi II DPR RI bersama Mendagri. Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua DKPP menyepakati pelaksanaan Pemilukada serentak 9 Desmeber 2020 tetap berlangsung,” jelas Tito.

Disdikbud Parigi Moutong Akui Masa Covid-19 Banyak Keluhan

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Era pandemi Covid-19 saat ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah mengakui banyak keluhan pendidikan khususnya dari kalangan orang tua siswa.

Meski banyak keluhan yang timbul terutama sistim pengajaran via online. Instansi pendidikan Kabupaten Parigi Moutong tersebut tidak menjadikan sebuah permasalahan. Pasalnya, merubah kebiasaan belajar mengajar secara normal melalui bangku sekolah dengan pembelajaran rumahan sangat tidak efektif.

Namun, dengan kondisi wabah bencana non alam ini. Semua pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kerawanan penyebaran virus Covid-19 menjadi bagian aktifitas terlarang oleh pemerintah. Apalagi, menyangkut keselamatan para siswa generasi penerus tongkat estafet pembangunan bangsa.

Begitu ungkapan Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti kepada kabarSAURUSonline.com belum lama ini.

“Muncul pertanyaan lewat benak kita terutama orang tua yang sudah terbiasa melihat anaknya belajar melalui bangku sekolah. Orang tua menilai tidak efektif belajar rumahan, karena setiap anak memiliki hambatan belajar secara online,” ujarnya.

Ia mengakui, namanya sesuatu yang baru pasti ada-ada saja tantanganya. Akan tetapi, tidak bisa larut dalam hambatan tersebut, suka atau tidak suka semua pihak harus berlahan-lahan meninggalkan cara belajar yang konfensional.

Selain itu, pembiasaan sistim pendidikan harus juga mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Sehingga orang tua juga harus mengambil sisi positif seperti saat ini.

“Guru-guru harus semangat memberi pelajaran online walaupun tantanganya besar,” himbaunya.

Orang Tua Siswa Banyak Mengeluhkan Belajar Secara Online

Hingga saat ini sebut Sunarti, banyak sekali keluhan dari orang tua saat anaknya belajar secara online. Hal itu terjadi karena anak tidak memiliki telepon genggam android, pemanfaatan paket internet tidak efektif oleh anak dan lain sebagainya.

Ia juga menuturkan, jika terdapat siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan alasan beragam, juga tidak menjadikan hambatan untuk menilai siswa. Sehingga pihaknya menganggap keluhan orang tua merupakan sesuatu yang wajar.

“Kami juga mendapat himbauan dari Menteri Pendidikan bahwa utamakan keselamatan murid maupun Guru. Tentunya, saat menilai siswa yang buruk itu merupakan tindakan yang tidak bijak, karena kondisi yang tidak memungkinkan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap penilaian tenaga pendidik mengikuti bagaimana sistem pembelajaran yang berlaku. Olehnya, harapan berada pada kerjasama yang baik antara guru dan orang tua.

‘’Jika sekolah sudah mulai aktif seperti biasanya, berarti sudah ada kesepakatan antara orang tua dan guru,” terangnya.

Lama ‘Nongkrong’ Siswa Parigi Moutong Kembali Belajar Tatap Muka

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Setelah sekian lama siswa ‘nongkrong’, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Namun, sebelum melaksanakan tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, instansi pendidikan tersebut terlebih dahulu membentuk satuan gugus Covid-19.

“Seluruh sekolah yang ada siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Catatannya siswa wajib mengadakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19,” ungkap Kabid Guru, Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong Sunarti. kepada media ini, selasa (22/09).

Sunarti mengatakan, penyebaran virus covid-19 saat ini menjadi kekhwatiran banyak orang terutama para wali murid. Sehingga dengan adanya satuan gugus Covid-19, sekolah yang akan melaksanakan hal itu dapat terverifikasi sesuai syarat dari pemerintah.

Ia memaparkankan, setidaknya ada 15 item syarat yang harus terpenuhi oleh sekolah dalam pemberlakukan pembelajaran secara tatap muka.

“Antaranya harus ada MoU dengan masyarakat. Dalam hal ini, pihak sekolah pernah mensosialisasikan new normal, menyiapkan handsanitizer, masker bagi siswa atau berkaitan dengan protkol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya, mengenai orang tua yang belum mengizinkan anaknya melakukan pembelajaran secara tatap muka, harus membuat surat pernyataan belajar rumahan oleh orang tua.

Informasi lanjut mengenai pemberlakuan pembelajaran tatap muka kata Sunarti, tim kabupaten sementara melakukan penjemputan ceklist dan pernyataan orang tua. Setelah semuanya telah siap, pihaknya melaporkan hasilnya kepada Bupati untuk penerbitan surat keputusan.

“Dalam keputusan itu, tertuang penentuan sekolah mana saja yang memenuhi syarat melakukan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi pelaksanaan secara bertahap. Insya Allah akhir tahun 2020 akan dibuka,” jelasnya.

Jika sekolah mempunyai murid banyak lanjutnya, metodenya pemberlakuan sistem saving 18 siswa satu ruangan. Kemudian secara bergantian selama 4 jam pelajaran dengan tidak memberlakukan jam istirahat lalu pulang dan lanjut giliran berikutnya.

Jika Tidak Nyaman, Siswa Boleh Ikut larangan Orang Tua

Berkaitan dengan penjelasan Mendikbud, Nadim pada situs pgdikmen.kemendikbud.go.id mengenai protokol kesehatan ketat untuk sekolah tatap muka zona hijau dan kuning, Sabtu (8/8).

Nadim menegaskan, jika sekolah ingin melakukan pembelajaran secara tatap muka, orang tua siswa boleh melarang anaknya, jika merasa belum nyaman.

“Masing-masing orang tua boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah kalau mereka belum nyaman. Mereka mengizinkan melanjutkan PJJ (pelajaran jarak jauh.red) jika orang tuanya tidak memberikan izin untuk masuk sekolah tatap muka,” imbuh Nadim.

Bantuan Bencana Tahap II Parigi Moutong Nyaris Tuntas

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Bantuan anggaran stimulan tahap II bencana 28 September 2018 untuk Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah nyaris tuntas.

Gelondongan dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong. Bertujuan merehabilitasi dan merekontruksi rumah warga yang rusak akibat gempa Palu dengan magnitudo 7,4 yang terjadi pada 28 September 2018.

Demikian ungkapan Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Tri Nugraha kepada media ini, Selasa (22/9). Rio sapaan akarabnya mengatakan, sasaran kegiatan untuk dana bantuan bencana kali ini masih sama seperti tahap I yakni menangani sektor perumahan.

“Pada tahap II sekarang BPBD masih menangani kerusakan perumahan rakyat. Dana yang kami tangani sebesar Rp.63 milyar, ” ungkap Tri Nugraha.

Rio menuturkan, begitupun dalam pengalokasian anggaran perumahan masih terfokus pada tingkatan kerusakan sedang dan ringan.

Untuk jumlah penanganan tahap II ini sebutnya, sebanyak 918 KK yang terdampak gempa dengan kategori sedangkan mendapatkan kucuran  Rp 25 Juta perunit. Sedangkan rusak ringan berjumlah 4.094 KK mendapat kucuran dana sebesar Rp.10 juta perunit.

Pada proses pekerjaan hingga saat ini lanjutnya, tahapan pembangunan perumah pada setiap tingkat kerusakan, pihaknya berikan jangka waktu penyelesaian pembangunan.

“Bagi rumah yang tingkat kerusakan sedang jangka waktu selama 60 hari. Sementara untuk rumah dengan kerusakan ringan jangka waktunya selama 45 hari,” ujarnya.

Rio menambahkan, dari target jangka waktu itu, pihaknya memberikan tambahan waktu selama 15 hari. Tujuannya untuk melengkapi laporan pertanggung jawabannya atas dana rehabilitas bagi perumahan warga tersebut.

Dijelaskan, Dari target 5.012 unit rumah yang ditangani, saat ini sebanyak 4.689 unit rumah sudah dalam tahap pembangunan.

“Ya, kurang lebih sekitar 389 unit yang masih dalam tahap pencairan. Olehnya saya berharap kepada masyarakat untuk menggunakan dana ini sesuai dengan peruntukkannya,” pintanya.

BUMDes Lebo Parigi Moutong ‘Gigit Jari’

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lebo Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah tahun 2020 terpaksa harus ‘gigit jari’.

Menyusul anggaran penyertaan modal untuk BUMDes Lebo pada tahun ini, harus menjadi salah satu korban pelaksanaan program pembangunan desa tahun 2020. Demikian diungkapkan Sekretaris Desa (Sekdes) Lebo, Zulfikar kepadakabarSAURUSonline.com, belum lama ini.

”Untuk tahun ini BUMDes belum mendapat penyertaan modal, dan nanti penganggaran tahun 2021 akan datang,” terangnya.

Zulfikar menjelaskan, Desa Lebo yang memiliki 1.227 jiwa dari 340 KK yang sebagian besar merupakan petani, harus tertunda rangkai program pembangunan. Dimana desa itu, telah mendapatkan kucuran anggaran Dana Desa (DD) senilai Rp. 710.259.000.

Padahal, dana tersebut alokasinya untuk menjalankan program desa berupa Program Pemberdayaan dan Fisik. Namun dengan adanya Pandemi Covid-19, pemerintah desa tidak dapat menjalankan banyak program yang sudah melalui perencanaan sebelumnya.

“Ini terjadi karena sebagian DD kami harus beralih program untuk penanganan Covid-19. Sementara rata-rata program fisik berada berada dusun II,” sebutnya.

Untungnya lanjutnya, pencairan tahap pertama pihaknya sudah melaksanakan program fisik. Program itu yakni pembuatan Plat Duicker dengan anggaran sekitar 55 juta, pembuatan pagar sepak bola dengan anggaran sekitar 114 juta. Begitu pun program pemberdayaan seperti pelatihan aparat desa dan BPD.

Akibat virus corona DD yang seharusnya untuk pelaksanaannya program pemberdayaan dan fisik itu, habis teralokasikan dalam penanganan covid-19. Khususnya berupa Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

“Kami anggarkan berdasarkan kemampuan DD, sehingga penyaluran BLT desa ini berakhir bulan September 2020,” tutupnya.

Program Desa Bambalemo Ranomaisi Terbengkalai

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Sejumlah program Desa Bambalemo Ranomaisi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, tahun 2020. Harus terbengkalai akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Demikian pengakuan Sekretaris Desa (Sekdes) Bambalemo Ranomaisi, Sirman, kepada kabarSAURUSonline.com, diruang kerjanya, Senin (21/9).

Ia mengatakan, penggunaan dana desa tahun 2020 yang sebelumnya fokus pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, teralihkan untuk penanganan Covid-19.

“Maka dana desa ditentukann untuk dua hal Pertama, untuk pencegahan penanganan Covid-19 dan Bantuan Langsung Tunai (BLT)” ujarnya.

Ia menuturkan, hal itu berdasarkan Perpu nomor 1 tahun 2020 yang kemudian menjadi undang undang (UU) nomor 2 tahun 2020. Terkait, Kebijakann Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Akibatnya kata Sirman, Pemerintah Desa (Pemdes) Bambalemo Ranomaisi terpaksa harus mengalihkan program desa yang belum terlaksana tahun 2020 ke 2021

“Tahun ini, sebenarnya kami merencanakan pembangunan sistem tenaga surya. Karena anggaranya teralihkan untuk Covid-19. Insya Allah, program ini dapat terlaksana pada tahun depan,” terangnya.

Sehingga lanjut Sirman, Saat ini Pemdes Bambalemo Ranomaisi baru bisa melaksanakan dua program pembangunan saja yaitu, Jamban Masjid dan pembangunan lapangan futsal.

Menurutnya, kegiatan pemberdayaan sangat penting untuk masyarakatnya. Karena, dapat memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi setempat dan fasilitas yang ada.

25 Persen Anggaran Dana Desa Bambalemo Ranomaisi Untuk Penanganan Cvid-19

Ia mengungkapkan, terkait penanganan Covid 19, sejauh ini Pemdes Bambalemo Ranomaisu masih melakukan penyemprotan disinfektan.

“Untuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap tiga senilai Rp 300.000 telah selesai, dengan jumlah penerima sebanyak 59 KK,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemdes Bambalemo Ranomaisi belum memengetahui pasti jumlah ketersediaan dana Covid-19 hingga saat ini. Karena, kebutuhan untuk penanganan Covid-19 tersebut masih belum jelas.

”Kami masih belum memastikan berapa total secara kesuluruhan dana Covid-19 ini. karena tidak menutup kemungkinan kedepanya masih melakukan pembelian Disinfektan atau lain lain. Kami hanya memperkirakan total secara keseluruhan dana covid untuk sementara ini berjumlah 25%,” tutupnya.

Baca Juga:

Exit mobile version
%%footer%%