Parigi Moutong Masuk Kategori Terbaik Terkait Koperasi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Kabupaten Parigi Moutong Provensi Sulawesi Tengah masuk kategori terbaik skala Provinsi Sulawesi Tengah terkait keberadaan koperasi.

Pasalnya, selama ini Parigi Moutong banyak memiliki koperasi yang menjadi primer provinsi dalam menjalankan usaha di tanah ‘Tadulako’ itu.

Demikian ungkapan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (DKUMKM) Kabupaten Parigi Moutong Siti Wahyuni Borman, kepada kabarSAURUSonline.com, di ruang kerjanya, Senin(23/11).

Ia mengatakan, Parigi Moutong sudah banyak memiliki koperasi-koperasi yang telah menjadi primer provinsi. Selain itu, cabangnya tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Termasuk koperasi simpan pinjam dan yang bergerak pada sektor ril,” ungkap Siti Wahyuni Borman

Ia menjelaaskan, pembentukan koperasi memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat. Apalagi, jika merujuk pada UU Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3, yang menjelaskan terkait tujuan berkoperasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ikut membangun pertanahan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sehingga tuturnya, pihaknya terus melakukan upaya dalam mempertahankan berbagai koperasi yang ada di Parigi Moutong. Upaya tersebut, yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada kalangan masyarakat dengan mengedukasi bagaimana berkoperasi yang baik dan benar. Apa saja hak-hak anggota dan apa manfaat ketika berkoperasi.

“Yang harus menjadi prioritas yaitu pada wilayah selatan. Ketidak percayaan masyarakat yang membuat kita harus melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Namun lanjutnya, kegiatan sosialisasi itu tidak dapat terlaksana, karena terhalang pandemi Covid 19. Sehingga pihak DKUMKM Parigi Moutong hanya mengadakan pelatihan melalui dana DAK non fisik, untuk setiap kalangan masyarakat yang menjalankan koperasi.

Ia memaparkan, terdapat lima angkatan pelatihan. Antaranya, angkatan satu untuk pengolaan buah-buahan dan menjahit. Angkatan dua bergerak di bidang koperasi.

Pada angkatan dua, pelatihan tertuju pada pengembangan kelembagaan, usaha dan bagaimana cara menyusun laporan anggota tahunan dan pengawas.

“Dua angkatan itu terdapat di daerah Parigi dan satu angkatan di daerah kota raya,” tutupnya.

Percepat Kepemilikan KIA, Disdukcapil Parigi Moutong Gandeng Disdikbud

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Mempercepat kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah gandeng instasi lainnya.

Instansi yang akan menjadi patner kerja tersebut yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kerjasama dengan instansi itu akan melibatkan Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, dalam rangka memperoleh data anak di bawah usia 17 tahun.

Begitu ungkapan Kepala Disdukcapil Parigi Moutong, Lewis kepada kabarSAURUSonline.com saat bertemu di ruang pelayanan Dukcapil Parigi, belum lama ini.

“KIA untuk anak Parigi Moutong ini memiliki dua jenis. Yakni untuk anak usia 0-5 tahun yang tidak menyertakan foto dan KIA untuk anak usia 5-17 tahun kurang sehari wajib menyertakan foto,” ujarnya.

Maka dari itu kata Lewis, untuk mempercepat proses kepemilikan KIA terutama bagi anak usia sekolah, pihaknya harus mengantongi data anak yang akurat dari setiap sekolah.

“Jadi kita minta beberapa data, seperti pas foto, akta kelahiran dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Karena kalau mengambil foto satu-satu, nantinya jadi memakan waktu lama,” ungkapnya.

Lewis menambahkan, untuk menerbitkan KIA, pihaknya masih menemukan beberapa kendala. Misalnya kata Ia, belum semua anak memiliki akta kelahiran atau belum terinput pada sistem.

Disdukcapil Parigi Moutong Masih Membuka Layanan KIA

Lanjut Lewis, pihaknya masih membuka layanan pencetakan KIA setiap hari. Sebab katanya, selalu ada perubahan data anak yang berusia 16 tahun beranjak ke 17 tahun.

“Jadi setiap hari berubah. Mungkin hari ini sangat minim tapi besok akan sangat tinggi. Karena mungkin saja banyak anak yang usianya bertambah dari 17 ke usia wajib KTP-El,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya dalam pencetakan KIA itu, hatrapannya bisa menjangkau warga yang tinggal di desa terpencil. Hal itu, untuk memenuhi hak kepemilikan anak atas salah satu dokumen identitas sebagai warga Negara.  

“Cukup dengan KIA saja, karena dalam kartu ini data individu anak sudah lengkap. Tetapi sekarang kan sudah menjelang waktu Pemilukada Provinsi, jadi kami fokus dalam percetakan KTP-El. Setelah selesai Pilkada maka akan fokus lagi untuk percetakan KIA,” tutupnya.

DPUPRP Lakukan Pemeliharaan Drainase Kota Parigi

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.comDrainase sejumlah titik di wilayah Kota Parigi, Kecamatan Parigi, kerap menjadi keluhan warga saat curah hujan yang tinggi melanda wilayah ini. Merespon hal tersebut, DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong melakukan pemeliharaan serta pembangunan drainase di sejumlah titik kota Parigi.  

Mengantisipasi adanya genangan air maupun banjir akibat hujan yang tinggi di wilayah ibu kota Kabupaten Parigi Moutong, DPUPRP membangun dan melakukan pemeliharaan drainase pada sejumlah titik.

Kota Parigi yang diketahui berada pada dataran rendah, menjadi langganan genangan air saat musim hujan. Sehingga, menyebabkan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga ikut tergenang air.

Untuk mewujudkan kawasan pemukiman warga tanpa genangan air. DPUPRP beserta pihak terkait melakukan pembangunan drainase pada beberapa titik wilayah Kota Parigi yang sering terendam air.

“Untuk pembangunan drainase dilakukan di jalan irigasi kampal, dua titik wilayah Kelurahan Bantaya yaitu, jalan Pramuka dan di RT 11. Kemudian tiga titik wilayah Kelurahan Masigi yaitu, jalan Magau Janggo, lorong Ponpes Abnaul Khairaat dan jalan SMP Alkhairat,” ujar Plt Kepala DPUPRP Parigi Moutong, Rivai, Jumat (20/11).

Sementara itu, untuk pemeliharaan kata Rivai, pihaknya melakukan penggalian endapan dan sampah pada sejumlah saluran drainase dengan manual dan menggunakan alat. Hal itu lanjut Rivai, telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Desember nanti tutur Rivai kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com, pihaknya juga akan melakukan pembersihan sungai/kanal pada wilayah Kota Parigi. Seperti sungai Toraranga, Sungai Maesa dan sungai Bantaya.

Perbaikan Drainase wilayah Kota Parigi Jalur Trans Kota Parigi, DPUPRP Bakal Mengusul ke BPJN XIV Palu

Sementara itu, Rivai mengungkapkan, untuk drainase pada wilayah jalan Trans Sulawesi yang rusak maupun tersumbat. DPUPRP akan terus melakukan koordinasi dengan pihak BPJN XIV Palu.

“Pasalnya, ada beberapa drainase pada Jalan Trans Sulawesi yang tersumbat akibat kurangnya pembersihan drainase. Sehingga, banyak yang mengalami kerusakan,” tuturnya.

Rivai menghimbau, bagi warga yang tinggal berdekatan dengan drainase, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, tidak membuat jembatan permanen pada bagian atas drainase, karena hal itu bisa menyulitkan petugas saat melakukan pembersihan saluran.

“Kami harapkan semua pekerjaan ini akan selesai tepat waktu di Desember nanti,” tutupnya.

Rumah Warga Pelawa Jadi Sasaran Amukan ‘Sijago Merah’

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Rumah warga Desa Pelawa Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Kamis (19/11) pukul 21.00 WITA menjadi sasaran amukan ‘Sijago Merah’.

Pemilik rumah yang di ketahui bernama Darmin (70an) dengan kondisi sakit itu, selamat dari ancaman kobaran api melahab setiap ruangan rumahnya.

Untungnya, kediaman Darmin bersebelahan dengan rumah milik anak-anaknya. Dengan kondisi kesehatan Darmin mengidap penyakit stroke, warga menggotong Darmin keluar dari dalam rumah.

Menurut informasi lapangan dari sejumlah warga setempat, saat itu istri Darmin tidak berada di rumah, karena ada urusan keluarga. Namun, oleh istrinya menitipkan pesan kepada anak-anaknya untuk menjaga bapaknya.

Warga setempat, yang melihat adanya kobaran api yang muncul dari dalam rumah, langsung berupaya memadamkan api. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Sementara warga lainnya yang ingin kobaran amukan ‘Sijago Merah’ cepat teratasi langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran. Berselang beberapa saat, dua unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong langsung terjun memadamkan api.

Walhasil, meski kobaran api berhasil padam, beberapa sudut ruangan rumah milik Darmin ludes terbakar. Kejadian pahit tersebut, sempat melumpuhkan arus transportasi di area kebakaran pasca penjinakan kobaran api. 

Hingga berita ini terbit, belum terdeteksi penyebab kebakaran tersebut. Hasil penelusuran kabarSAURUSonline.com di lokasi kebakaran, berbagai argumen spekulasi pun bermunculan. Mulai dari dugaan akibat kosleting listrik hingga anti nyamuk bakar, yang kemungkinan saat itu di gunakan oleh pemilik rumah.

Pembangunan Drainase di Bantaya, DPUPRP Memulai Penggalian

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pembangunan drainase di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. DPUPRP memulai prores penggalian saluran menggunakan alat berat.

Lokasi penggalian saluran untuk pembangunan drainase di kelurahan Bantaya itu, tepatnya pada kompleks Masjid At-Taqwa Kelurahan Bantaya. Alasannya, karena belum adanya saluran drainase yang memadai pada wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang terhimpun Redaksi kabarSAURUSonline.com. kegiatan bangun drainase, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas jalan. drainase adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan.

Kegiatan pembangunan drainase atau pembenahannya, berguna untuk mengurangi volume air. Selain itu, menjaga kualitas Aspal agar tetap awet dan tidak mudah rusak.

Kemudian, keberadaan jalan yang terhubung dengan sistem drainase kawasan atau lingkungan, sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan air yang dapat menjadi pintu masuk sarang penyakit.

Melansir dari situs resmi DPUPRP Parigi Moutong. Penggalian saluran drainase tersebut juga merupakan salah satu upaya antisipasi terjadinya genangan air yang dapat meluap ke rumah warga sekitar wilayah tersebut.

Hal ini pula yang mendasari DPUPRP melakukan perencanaan pembangunan drainase pada wilayah itu.

Pasalnya, warga kerap kali mengeluh ketika curah hujan yang tinggi luap air sampai ke ruas jalan sekitar lokasi, hingga menggenangi rumah warga.

Hal inilah yang paling mendasari pihak DPUPRP untuk mengambil tindakan rencana pembangunan drainase pada wilayah tersebut. Mengingat saat ini juga, curah hujan yang tinggi, kerap kali melanda Kabupaten Parigi Moutong.

Pantuan tim pengelola informasi DPUPRP Parigi Moutong, pengerjaan penggalian saluran drainase itu mengerahkan alat berat yang pelaksanaanya sejak Kamis pagi (19/11).

Tindakan Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong melalui DPUPRP, mendapat apresiasi dari warga sekitar Kelurahan Bantaya.

Salah satu bentuk apresiasi itu, warga sekitar kompleks Masjid At-Taqwa bekerjasama dengan pihak DPUPRP melakukan penggalian saluran di ririk tersebut.

Adrudin Nur Berharap TMS Berlanjut ke Jenjang SMP

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Adrudin Nur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Berharap program Tagana Masuk Sekolah (TMS) berlanjut hingga ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melansir dari website resmi Disdikbud Parigi Moutong. Demikian penyampaian, Adrudin Nur, saat menghadiri pembukaan TMS pada SD Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Selasa (17/11).

Ia berharap, TMS yang tahun ini menyasar sepuluh sekolah bisa berlanjut ke jenjang SMP.

Sementara itu, Kabid Linjamsos Dinsos Parigi Moutong, Ariesto. Saat memulai TMS pada Sekolah Dasar (SD) Lemusa Kecamatan Parigi Selatan, mengatakan, ada sepuluh sekolah wilayah Kabupaten Parigi Moutong, masuk dalam program Tagana Masuk Sekolah.

Sepuluh sekolah ini, katanya, merupakan program awal untuk anak SD untuk mengenal dasar-dasar kebencanaan. Pemilihan sepuluh sekolah ini, katanya, melihat dari kondisi wilayah yang menurut pihaknya sebagai daerah rawan bencana.

“Dinsos Parigi Moutong, memprogramkan Tagana Masuk Sekolah, untuk mengajarkan kepada anak-anak SD mengenal dasar-dasar kebencanaan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan kehadiran Tagana (Taruna Siaga Bencana) bisa menjadi nilai positif bagi proses pembelajaran pada sekolah.

“Jadi, secara umum kita gambarkan bahwa program ini adalah program dasar dalam kebencanaan untuk anak yang ada pada tingkat Sekolah Dasar,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dalam program awal Tagana ini, baru sepuluh sekolah yang menjadi focus pihaknya, yakni SD Lemusa, Olobaru, Boyantongo yang merupakan wilayah Kecamatan Parigi Selatan.

“Selanjutnya, SD Bambalemo Kecamatan Parigi, SD Uevolo, SD Tandaigi Kecamatan Siniu, SD Sidoan Kecamatan Sidoan. Kemudian, SD Tinombo, SD Silabia Kecamatan Tinombo serta SD Tomini kecamatan Tomini,” ungkapnya.

Bapplitbangda Parigi Moutong Kaji Bahan Makanan Sehat Ibu Hamil

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Badan Perencanaan Pembangunan Penilitian dan Pengembangan Daerah (BAPPLITBANGDA) Kabupaten Parigi Moutong, gandeng akademisi melakukan kajian bahan makanan sehat ibu hamil.  

Pihak akdemisi yang menjadi patner dalam mengkaji bahan makanan sehat bagi ibu hamil itu berasal dari Universitas Tadulako (UNTAD) Palu.

“Kajian itu merupakan program tahun 2020 yang sementara berjalan dan belum selesai,” ungkap Kabid LITBANG Bappelitbangda Dipan Wiraksa, kepada kabarSAURUSonline.com di ruang kerjanya, Selasa (17/11).

Bahan makanan yang sementara dalam pengkajian kata dia, yaitu makanan berbahan dasar serbuk daun kelor, minyak VCO dan biskuit brondo. Kajiannya kata Ia, mulai dari proses mengkonsumsi sejak mengandung sampai dengan melahirkan.

Ia mengatakan, uji coba produk alami tersebut, untuk mengetahui apa saja manfaatnya. Kemudian sejauh mana makanan itu mempengaruhi perkembangan janin pada ibu hamil sampai dengan melahirkan bayi.

“Itu yang biasa terkenal dengan 1000 hari pertama kehidupan,” katanya.

Lokus penelitian tersebut berlangsung di Kecamatan Siniu. Dengan pertimbangan di daerah itu memiliki angka ibu hamil cukup tinggi dari pernikahan anak bawah umur.

“Kita mau lihat dan bisa kita ukur dalam jangka waktu sembilan bulan. Demikian pula anak-anak, setelah kita uji coba dan berpengaruh sangat besar, maka kami akan mengadakan produk tersebut untuk  kedepanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, program itu menjadi lebih lama dari target waktu, karena terhalang pandemi COVID-19. Tidak mudah untuk bertemu langsung ibu hamil dan balita di masa pandemi seperti sekarang ini.

Lanjut Ia, jika hasil dari kajian tersebut sesuai dengan harapan, pihaknya akan mengembangkan bagi seluruh ibu hamil di Parigi Moutong.

Exit mobile version
%%footer%%