Empat Pegawai Disdukcapil Parigi Moutong Terkonfirmasi Positif Covid-19

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Terhitung sejak tanggal 28 April hingga saat ini, pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dihentikan sementara waktu. Hal itu karena empat pegawai Disdukcapil terkonfirmasi positif Covid-19.

Demikian ungkapan Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Yamin, saat redaksi kabarSAURUS datang meyambanginya, Senin (17/05/2021).

“Pelayanan sementara ini belum maksimal. Karena kemarin setelah mengikuti swab dari Dinas Kesehatan ada empat pegawai disdukcapil ini, yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Yamin.

Ia mengatakan, karena saat pelaksanaan swab dari Dinkes ada sejumlah pegawai yang tidak hadir, maka swab terlaksana tiga kali. Untuk yang swab belakangan, kata Yamin, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.

 “Tidak serentak. Tahap pertama ada yang tidak sempat hadir, mungkin saja karena ada urusan mendadak di luar. Ini sudah tiga tahap,” jelasnya.

Ia menuturkan, untuk tahap yang terakhir ini, Disdukcapil masih sementara menunggu  hasil swabnya. Sehingga untuk bisa menentukan kapan pelayanan kepada masyarakat bisa kembali berjalan, harus menunggu semua hasil swab pegawainya.

“Insha’Allah hasil yang terakhir ini sudah negatif semua, sehingga nanti kita juga akan rapat untuk menentukan kapan pelayanan di Dukcapil bisa kembali seperti sebelumnya,” terangnya.

Ia berharap, ketika nanti proses pelayanan akan berjalan kembali seperti biasanya, semua masyarakat atau pegawai Disdukcapil harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Nanti kalau sudah berjalan lagi pelayanannya, kita akan memperketat protokoler kesehatan di Disdukcapil, ini wajib untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19” tandasya.

Sebenarnya, lanjut Yamin, semua pegawai Disdukcapil Parigi Moutong sudah berusaha melindungi diri dari paparan Covid-19.

Bisa saja, tuturnya, yang belum lama ini terkonfirmasi positif terpapar pada saat melakukan pelayanan pada masyarakat yang datang ke Disdukcapil.

“Tidak kita tau empat pegawai kita yang terpapar ini, dari mana. Mungkin saja, dari masyarakat yang berurusan. Nanti kami akan memperketat protokol kesehatan di Dukcapil,” terangnya.

Pegawai Disdukcapil Parigi Moutong, Masih menunggu Hasil Lab

Ia menambahkan, sembari menunggu hasil lab, pihaknya mengimbau agar pegawai yang negatif Covid-19 bisa tetap menjaga kesehatan dan yang terkonfirmasi positif harus melakukan upaya-upaya penyembuhan.

“Hal ini perlu menjadi perhatian, mengingat pelayanan kepada masyarakat seharusnya tidak boleh berhenti terlalu lama,” tutupnya

Ketum SMSI, Firdaus: “Jangan Biarkan Tindakan ‘Barbar’ Militer Israel”

JAKARTA, kabarSAURUSonline.com  Ketua Umum (Ketum) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, melalui rilis resminya secara lantang mengatakan, jangan biarkan tindakan ‘barbar’ militer Israel terhadap Palestina.

Aksi pengeboman yang dilakukan Angkatan Bersenjata Israel dalam serangan hari Sabtu hingga Minggu dinihari (16/5/2021)  terhadap  bangunan kantor Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Gaza, Palestina mendapat kecaman dari berbagai pihak. 

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi perusahaan media Siber yang berkantor pusat di Jakarta, dan beranggotakan 1.225 media. Menilai tindakan militer Israel tersebut, sebagai perbuatan barbar, seperti saat manusia belum mengenal hukum dan aturan. 

“Tidak pantas tentara Israel melakukan perbuatan barbar di zaman yang sudah modern ini. Jangan biarkan tindakan barbar tentara Israel,”  kata Ketum SMSI Firdaus, didampingi M. Nasir Sekretaris Jenderal SMSI dalam keterangan pers hari Minggu, 16 Mei 2021 di Jakarta. 

Sebagai pimpinan organisasi media online terbesar di Indonesia selanjutnya turut mengecam tindakan militer Israel yang menghancurkan bangunan, termasuk kantor media Al Jazeera dan Associated Press. 

Firdaus sangat menyayangkan aksi brutal angkatan bersenjata Israel tersebut. Apalagi bangunan tersebut tidak hanya disewa oleh Al Jazeera dan AP melainkan  bangunan tersebut  menampung berbagai kantor berita di dalamnya.

Melihat konflik yang seolah tidak berujung ini, Firdaus yang juga owner Majalah Teras dan Group ini juga cemas akan terus bertambahnya korban jiwa akibat pertempuran antara Palestina dan Israel.

Dalam Rilis Resminya, Firdaus, Ketum SMSI Mengungkap Himpunan Data Terakhir Korban Jiwa di Palestina
   

Sementara itu, dari data terakhir yang dapat kantor berita Reuters, total ada 149 korban  jiwa manusia di Palestina, 41 di antaranya adalah anak-anak yang mayoritas  berada di wilayah Gaza. 

Sementara Israel sendiri  baru  melaporkan ada 10 warga mereka yang meninggal termasuk dua anak-anak.

Hari ini, Dewan Keamanan PBB (DK PBB) diagendakan akan menggelar pertemuan yang membahas situasi Israel dan Palestina. 

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan ketiga DK PBB soal isu kedua negara.

Sebelumnya, DK PBB sempat mencoba untuk mengeluarkan resolusi atau pernyataan bersama terkait pertempuran Israel – Palestina pada Kamis lalu.

Namun, upaya itu mendapat pertentangan dari Amerika yang menganggap rancangan DK PBB “kontra-produktif”. 

Selain itu, Amerika juga ingin mengupayakan langkah diplomasi langsung ke Palestina dan Israel terlebih dahulu. Dan, akhirnya  disepakati rapat yang digelar hari Minggu ini.

Sejauh ini, langkah diplomasi yang dilakukan Amerika sejak hari Jumat belum membuahkan hasil.

Ketegangan antara Palestina dan Israel, yang terburuk sejak tahun 2014, tetap saja meningkat dengan indikasi gencatan senjata belum tampak.

Hal inilah yang nantinya akan dibahas di DK PBB. Tantangan  ke depan dari apapun hasil rapat DK PBB soal de-eskalasi adalah milisi Palestina, Hamas. Mereka berperan besar dalam pertempuran dengan Israel. 

Kebanyakan negara, terutama negara Barat, tidak memiliki kontak dengan organisasi tersebut yang mereka cap sebagai kelompok teroris. Di sisi lain, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tidak punya pengaruh besar ke Hamas.

Rilis SMS Pusat

Anggaran Covid-19 Parigi Moutong Tahun 2021, Bukan Untuk Beli Vaksin

Parigi Moutong,kabarSAURUSonline.comDinas Kesehatan (Dinkes) memastikan sejumlah Vaksin Sinovac untuk daerah ini didatangkan secara ‘Cuma-Cuma’. Sehingga, dapat dipastikan miliaran anggaran Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong yang bersumber dari APBD tahun 2021, tidak untuk belanja pengadaan vaksin tersebut.

Dinkes, merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang turut bertanggungjawab terhadap penanganan untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19 pada wilayah Parigi Moutong.

Jika pada tahun 2020 lalu, OPD ini menjadi bagian garda terdepan menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pada tahun 2021, OPD ini memiliki ketambahan tugas baru. Yaitu, sebagai penanggungjawab atas kegiatan vaksinasi (penyuntikan Vaksin Sinovac) kesejumlah elemen masyarakat daerah ini.

Terkait hal itu, Wulandari Marasobu, selaku Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Parigi Moutong, menuturkan, meski pihaknya tidak mendapat target dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah terkait kegiatan Vaksinasi.

Namun, kata Wulandari, pihaknya berupaya untuk melakukan kegiatan tersebut secara maksimal.

“Untuk Kabupaten atau Kota, tidak mempunyai target dari pihak Provinsi. Karena, dari pusat sudah langsung menargetkan kesetiap kabupaten untuk kegiatan vaksinasi,” ujarnya.

Kepada Redaksi KabarSAURUS, yang menyambangi diruang kerjanya, Senin (17/05). Wulandari juga mengungkapkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, pengadaan Vaksin Sinovac ke daerah ini tidak ‘merogogoh kocek’ APBD Parigi Moutong.

Pasalnya, kata Wulandari, distribusi atau pun pengadaan sejumlah vaksi tersebut gratis ke Kabupaten Parigi Moutong dari Pemprov Sulteng.

Sehingga, dalam kegiatan vaksinasi juga, lanjut Wulandari, haruslah gratis pula kepada warga penerima vaksin tersebut.

“Jadi, kita ini tidak beli Vaksin. Vaksin itu diberi secara gratis, kita ini hanya tempat pendistribusian dari Provisi untuk pelaksanaan vaksin,” jelasnya.

Sekitar Rp500 Juta Anggaran Covid-19 Parigi Moutong Dalam Pengelolaan Dinkes, Telah Habis Untuk Membayar Petugas Vaksinator

Lebih lanjut, Wulandari menuturkan, jika porsi anggaran Covid-19 Parigi Moutong yang melekat pada Dinkes dan bersumber dari APBD tahun 2021.

Hanya untuk membayar Sepuluh petugas Vaksinator pada masing-masing puskesmas dengan jumlah sebanyak 20 Puskesmas.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia ketahui, pihaknya baru mengelola anggaran Covid-19 Parigi Moutong, yang bersumber dari APBD tahun 2021 tersebut  sekitar Rp500 Juta.

Ratusan juta anggaran tersebut untuk membayar upah petugas vaksinator dengan total keseluruhan mencapai 200 orang yang tersebar pada 20 Puskesmas.

“Anggaran dari APBD untuk 10 orang tim vaksinator yang kami siapkan pada tiap – tiap Puskesmas wilayah Parigi Moutong. Upah atau honor para petugas vaksinator ini, sesuai dengan SBU daerah ini,” tandasnya.

Baca Juga Berita Terkait : https://kabarsaurusonline.com/2021/05/11/update-covid-19-parigi-moutong-sekitar-90-warga-terkonfirmasi-positif/

Aksi Lambat Tanggap, Damkar Parigi Moutong Pakai Selang Bocor?

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Disinyalir, aksi tanggap Pemadam Kebakaran (Damkar) Parigi Moutong yang lambat dan juga menggunakan selang bocor, membuat Pemda harus kehilangan asetnya yang bernilai Miliaran Rupiah.

Damkar Parigi Moutong beberapa kali mendapat sorotan masyarakat yang menilai beberapa aksi lambat tanggapnya kerap menjadi salah satu faktor meningkatkannya nilai kerugian yang terjadi pada sebuah bencana kebakaran bangunan milik warga.

Hal ini juga terlihat pada kejadian terbakarnya Rujab ketua dan wakil ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (13/5) sore kemarin.

Hal itu terungkap berdasarkan pantauan media ini pada sebuah video live di salah satu aplikasi Sosial Media (Sosmed) Facebook, yang dibagikan oleh akun bernama Thiomy Noho kedalam grup INFO KOTA PARIGI.

Aksi ‘Semerawut’ upaya pemadaman api di kediaman Rujab Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, oleh pihak Damkar Parigi Moutong terpampang jelas dalam video berdurasi 15 menit, 27 Detik.

Dalam video tersebut memberikan kesan kuat jika pihak Damkar Parigi Moutong, tidak selalu siap sedia untuk menjalankan tugasnya. Pasalnya, dalam video live yang tayang sebanyak 18.153 tersebut, nampak jelas sejumlah warga turut andil memegang selang air dari mobil Pemadam milik Pemda untuk memadamkan api.

Tidak siap dan sigapnya lembaga yang menjunjung tinggi semboyan ‘pantang pulang sebelum padam’ di Parigi Moutong ini semakin kuat. Pasalnya, warga yang turut andil menyemprotkan air dari selang mobil pemadam Pemda tersebut, merupakan air yang ‘muncerat’ dari sejumlah sisi bagian selang tersebut yang bocor.

Kebocoran selang dari mobil Damkar Parigi Moutong ini juga diperkuat dengan penuturan pelaku video live itu pada durasi 2:55 sampai 3:01

“Wey bocor selang, bocor selang,” ucapnya.

Sontak hal itu membuat warga yang berdiri pada dekat sisi bagian selang yang bocor itu, langsung mengarahkan air yang keluar dari titik kebocoran selang itu ke api yang berada dalam bagian ruang tamu Rujab Ketua DPRD Parigi Moutong.

Selang Mobil Damkar Bocor, Pemda Parigi Moutong Dapat Saran Menohok Dari Netizen

Hal ini juga mendapat komentar dari seorang netizen yang menyaksikan video tersebut.

“Pemadam ko’ lambat airnya,” tulis pemilik akun Facebook bernama Abd. Faisal Pontoh.

Lebih lanjut, ia juga memberikan komentar bersifat saran namun menohok kepada Pemda Parigi Moutong.

“Selang bocor, perlu adanya peremajaan alat pemadam,” tulisnya lagi di kolom komentar video tersebut.

Rujab Dua Wakil Rakyat Parigi Moutong, Nyaris Jadi Abu

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Rumah Jabatan (Rujab) dua wakil rakyat yaitu, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, nyaris jadi abu akibat dilahap ‘Si Jago Merah’.Pada Kamis (13/05), sekitar pukul 17.30 Wita.

Telah terjadi kebakaran ‘hebat’ di Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.‘Si jago merah’ ini, berhasil melahap Rujab milik Ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budianto Tongani, dan milik Wakil Ketua I DPRD, Faisan Badja.

Bedasarkan pantauan media ini, kejadian itu tidak memakan korban jiwa. Namun, akibat kebakaran itu, disinyalir menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah. Hingga berita ini diterbitkan, masih belum ada kejelasan penyebab pasti kebakaran dua Rujab wakil rakyat Parigi Moutong tersebut.

Menurut Kapolres Kabupaten Parigi Moutong, Andi Batara Purwacaraka, penyebab kebakaran diduga karena adanya korsleting listrik yang pada akhirnya menimbulkan kebakaran.

Kata ia, hampir seluruh anggotanya yang menjalani tugas saat itu, turut mengamankan kejadian tersebut. Pasalnya lanjut Andi Batara, dalam kondisi bersamaan, pihaknya sedang melangsungkan operasi ketupat yang berada di Pos Horison.

Ia menambahkan, untuk armada pemadaman api ada dua unit mobil kebakaran milik Pemda dan satu water cannon milik polres yang datang untuk ikut memadamkan kobaran api di TKP.

“Dua unit pemadam milik Pemda, dan satu unit water cannon dari Polres yang ikut turun memadamkan api,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD, Sayutin Budianto, mengaku saat itu sedang menjalankan hari raya idul Fitri di kampung halaman.

“Saya belum tau, karena saya lebaran di kampung. Tadi malam (Rabu, 12/5 red), sekitar pukul 22:00 WITA, saya tinggalkan rumah dalam keadaan baik-baik. Tetapi mungkin saja ada instalasi dalam rumah yang korslet, saya juga kurang tahu itu,” tutur Sayutin.

Sayutin menerangkan, akibat terbakarnya Rujab wakil rakyat Parigi Moutong yang ia tinggali tersebut, terpaksa membuat dirinya harus kehilangan sejumlah dokumen penting, seperti ijazah miliknya, istri serta anak-anaknya yang tidak bisa terselamatkan, karena telah habis ‘dimakan’ api.

Ia menuturkan, karena rumah itu milik negara, pihak pemerintah harus melakukan investigasi dan penyidikan atas kebakaran itu.

“Kalau untuk kerugian material sendiri saya tidak bisa pastikan, karena itu milik negara. Maka dari itu saya meminta ke pemerintah untuk melakukan investigasi serta penyidikan yang menyebabkan terjadinya kebakaran itu,” bebernya.

Jadi Salah Satu Korban Kebakan Rujab Wakil Rakyat Parigi Moutong, Faisan Badja Mengaku Tidak Alami KerugianSedangkan, Faisan badja, yang rujabnya juga menjadi lalapan ‘si jago merah’ menerangkan, dirinya tidak ada kerugian pribadi, karena Ia berhasil menyelamatkan beberapa dokumen penting.

“Tadi anakku sementara tidur, habis selamatkan anakku langsung ambil dokumen lagi. Tapi, setelah itu, ketika saya ingin masuk lagi untuk mengambil kunci mobil sudah tidak sempat lagi, karena apinya sudah membesar,” terangnya.

SPPBE Parigi Moutong, Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Cukup

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com Jelang lebaran, Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Parigi Moutong, memastikan kecukupan stok dalam pemenuhan gas elpiji ukuran 3 kilogram sesuai permintaan agen.

SPPBE bertugas untuk mengangkut, mengisikan, dan menyerahkan tabung elpiji kepada agen yang telah ditunjuk oleh Pertamina.

Agen, memiliki tanggung jawab mengawasi seluruh pangkalan binaannya agar menjalankan distribusi gas elpiji 3 kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait hal itu, pihak SPPBE  Parigi Moutong mengaku belum menemukan kendala dalam terkait penyalurkan gas elpiji 3 kilogram pada sejumlah wilayah di daerah ini.

Adapun, beredar kabar tentang keluhan masyarakat mengenai kelangkaan elpiji, ditanggapi ‘santai’ oleh pihak SPPBE Parigi Moutong.

Menurut pihak tersebut, terjadinya kelangkaan dimasyarakat bukanlah semata-mata murni merupakan tanggung jawab mereka.

Pasalnya, mereka pun meyakini betul, pihaknya telah memenuhi semua kebutuhan para agen daerah ini. Agar penyaluran gas elpiji 3 Kilogram kesejumlah pangkalan sesuai ketentuan.

Hal itu seperti penuturan Kepala Kantor SPPBE Parigi Moutong, Muhtar. Saat Redaksi kabarSAURUS menemui diruang kerjanya, yang bertempat di Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong.     

“Kalau untuk alokasinya sendiri itu bukan kita yang tentukan, tapi pihak Pertamina, kita hanya siap melayani saja. Adapun, stok itu, semuanya terlayani dengan baik dari pihak kita. Intinya, selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran nanti, sama sekali tidak ada kendala untuk pelayanan,” ujarnya, Selasa (11/5).

Ia menuturkan, pihaknya, akan siap melayani sampai hari Idul fitri. Muhtar menegaskan, hal itu karena pihaknya adalah produk pelayanan pemerintah dengan Tupoksi sebagai penyaluran elpiji ke pihak agen.

Untuk itu, lanjut Muhtar, pihaknya akan tetap fokus memenuhi kebutuhan elpiji pada wilayah kerjanya.

“Kami sudah memenuhi setiap titik penyaluran setelah Pemda memetakan beberapa titik penyaluran yang masuk dalam sistem,” tegasnya.

Sedikitnya, SPPBE Parigi Moutong Siapkan Lima Armada Penyaluran Untuk wilayah Kecamatan Parigi dan Eks Kecamatan Parigi

Muhtar juga membeberkan, setiap hari pihaknya menyalurkan kurang lebih ribuan tabung gas subsidi tersebut kesejumlah pangkalan yang tersebar pada wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Menurutnya, penyaluran gas bersubsidi ke sejumlah pangkalan pada wilayah ini tersebut, melalui pengangkutan sekitar 30 armada milik agen.       

“Penyaluran elpiji ke pangkalan yang tersebar pada sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong, dilakukan dengan menggunakan 28 hingga 30 armada milik agen,” terangnya.

Muhtar menyebutkan, setiap hari, masing-masing armada milik agen memuat sekitar 560 tabung gas bersubsidi, saat penyaluran ke sejumlah pangkalan

“Empat sampai Lima dari puluhan armada milik agen untuk mengangkut penyaluran gas subsidi tersebut, dari depot SPPBE Parigi Moutong tersebut. Fokus penyaluran untuk agen yang ada di wilayah Kecamatan dan eks Kecamatan Parigi yang masuk dalam sistem pemetaan oleh Pemda Parigi Moutong,” terangnya

“Hal ini untuk menjaga stabilitas ketersediaan stok wilayah Kecamatan dan ekx Kecamatan Parigi, yang dibutuhkan oleh setiap pangkalan sesuai pemetaan sistem pemerintah melalui penaluran dari agen. Intinya, sejak awal bulan Ramadan sampai menjelang Lebaran ini, kami pastikan elpiji cukup untuk semua wilayah yang masuk dalam pemetaan Pemda,” pungkasnya.

Lagi, Teror OTK yang Berujung Pembantaian di Kabupaten Poso

Poso, KabarSAURUSonline.com Dua hari jelang hari raya Idul fitri 1442 H /13 Mei 2021. lagi-lagi terjadi aksi teror Sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang berujung pembantaian di tanah Lore, Kabupaten Poso. Tepatnya, berada di Desa Kalomago, Kecamatan Lore Timur.

Media ini yang melansir dari Portalsulawesi.id mendapatkan sejumlah informasi terkait aksi pembantaian kepada dua warga Desa Kalimago Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso tersebut.

Adalah Papa Dewi dan Nenek Ubad dilaporkan telah meregang nyawa karena dibantai oleh OTK. Dugaan sementara, OTK tersebut berjumlah Lima orang.

Diketahui, Papa dewi dan nenek Ubad merupakan satu keluarga, papa dewi merupakan anak dari nenek ubad.

Miris, jenazah nenek Ubad ditemukan dengan kondisi kepala terpenggal, terpisah dari tubuhnya.

Sementara korban lain diketahui bernama Lukas lese dan papa, kedua jenasahnya masih dalam proses evakuasi oleh Satgas Madago Raya.

Berdasarkan informasi pada Group pribadi WhastApp yang beredar, berisi tentang penggalan cerita atau kronologi kejadian terkait OTK tebar teror pada salah satu wilayah Kabupaten Poso.

Pada hari selasa (11/05/2021) sekitar pukul 08.00 Wita. Papa Kila (saksi yang selamat) bersama dengan dua rekannya yakni Papa Dewi dan Nenek Ubad, beristirahat dikebun miliknya yang berada di desa Kalimago Kecamatan Lore Timur.

Secara tiba-tiba, mereka didatangi sekelompok OTK dengan jumlah Lima orang. Melihat gelagat yang mencurigakan, Papa Kila langsung melarikan diri menjauh dari OTK tersebut.

Berdasarkan informasi lapangan, aparat keamanan yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sayangnya, tiba di TKP, para anggota aparat keamanan menemukan Dua warga yang telah tewas, diduga akibat dibantai sejumlah OTK tersebut. Selain itu, petugas keamanan juga menemukan satu unit sepeda motor yang terbakar.

Total Sebanyak Empat Warga Kalemago Jadi Korban Teror OTK yang Berujung Pembantaian di Kabupaten Poso

Keempat warga yang tewas dibantai tersebut merupakan warga Kalemago dari suku Toraja, dengan kesehariannya sebagai petani dan pekebun.

Saat ini, Satgas Madago Raya telah berada di TKP dan melakukan evakuasi jenazah. Selain itu, penyisiran dan penjagaan tampak dilakukan pada area sekitar TKP oleh sejumlah aparat berpakaian preman dengan dilengkapai senjata api.

Salah seorang warga Toraja yang tinggal didataran napu membenarkan jika empat warga yang dibantai OTK tersebut adalah suku Toraja.

“Iya, semua yang tewas adalah warga Toraja yang berkebun di Kalemago,” ungkap mama kevin melalui sambungan telepon kepada redaksi portalsulawesi.

Kapolsek Lore Utara, Ipda Kurniadi, saat dihubungi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keempat warganya yang tewas diduga kuat karena dibantai OTK.

“Iya, ada Empat warga Kalemago yang tewas, Dua jenazah sudah dievakuasi. Sementara, yang duanya lagi masih dalam proses evakuasi,” terangnya singkat.

Sementara itu, Polda Sulteng belum dapat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui aplikasi WhastApp kepada Kabid Humas ataupun Kapolda Sulteng pada nomor pribadinya, belum mendapatkan tanggapan.***

Exit mobile version
%%footer%%