Loncat ke konten
Menu Mobile
kabarSAURUSonline.com
  • kabarSAURUSonline.com
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI DAN BISNIS
  • HUKUM
  • POLITIK
  • REALIGI
  • FOKUS
  • OPINI
HEADLINE NEWS
Mengurai Benang Kusut Polemik Uang Bos PETI Dipinjam Kapus, Talangi Biaya Operasional PKM Moutong? Anleg PPP Pertanyakan Program PJU Bupati Parigi Moutong Paripurna LKPJ 2025, Candra Setiawan Pilih Walk Out Lebaran Ketupat Parigi Moutong Tahun 2026, Jadi Panggung Tradisi Rantau Gorontalo DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029, Dinilai ‘Banci’?
Anleg PPP Pertanyakan Program PJU Bupati Parigi Moutong
7 April 202615 April 2026
Anleg PPP Pertanyakan Program PJU Bupati Parigi Moutong

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Anggota Legislatif DPRD Parigi Moutong dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), […]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

KABAR TERBARU

Paripurna LKPJ 2025, Candra Setiawan Pilih Walk Out
7 April 202615 April 2026
Paripurna LKPJ 2025, Candra Setiawan Pilih Walk Out
Lebaran Ketupat Parigi Moutong Tahun 2026, Jadi Panggung Tradisi Rantau Gorontalo
28 Maret 202628 Maret 2026
Lebaran Ketupat Parigi Moutong Tahun 2026, Jadi Panggung Tradisi Rantau Gorontalo
DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029, Dinilai ‘Banci’
25 Maret 202625 Maret 2026
DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029, Dinilai ‘Banci’?
Toaka Eks Panja DPRD Parigi Moutong, Laporkan Punggawa Asosiasi Petani Durian Ke Polisi
17 Maret 202617 Maret 2026
‘Toaka’ Eks Panja DPRD Parigi Moutong, Laporkan ‘Punggawa’ Asosiasi Petani Durian Ke Polisi

KABAR FOKUS

Paripurna LKPJ 2025, Candra Setiawan Pilih Walk Out
Paripurna LKPJ 2025, Candra Setiawan Pilih Walk Out
DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029, Dinilai ‘Banci’
DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029, Dinilai ‘Banci’?
Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Kasus PETI di Karya Mandiri, Minta Talang Jumbo Dihadirkan Jadi Barang Bukti
Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Kasus PETI di Karya Mandiri, Minta Talang Jumbo Dihadirkan Jadi Barang Bukti?
Dugaan WNA Ilegal Jadi Pekerja di PT Agro Wisata Utama Menguat
Dugaan WNA Ilegal Jadi Pekerja di PT Agro Wisata Utama Menguat
Jerat Hukum Mengintai Oknum ASN RSUD Moutong Buntut Dugaan Penipuan
Buntut Dugaan Penipuan, Jerat Hukum Mengintai Oknum ASN RSUD Moutong  

Kategori: Sulawesi Tengah

Tentang Sulawesi Tengah

Melansir dari wikipedia, Sulawesi Tengah (disingkat Sulteng) adalah sebuah provinsi bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia.

Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa (2015).

Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas pada Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur yang menjabat sekarang adalah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. bersama dengan Rusli Baco Dg. Palabbi.

Sejarah

Wilayah sepanjang pesisir barat Sulawesi Tengah, dari Kaili hingga Tolitoli, ditaklukkan oleh Kerajaan Gowa sekitar pertengahan abad ke-16 dengan Raja Tunipalangga, sebagai pemimpinnya.[7]

Wilayah sekitar Teluk Palu merupakan pusat dan rute perdagangan yang penting, produsen minyak kelapa, dan “pintu masuk” ke pedalaman Sulawesi Tengah.[8]

Sedangkan, daerah Teluk Tomini sebagian besar berada pada kekuasaan Kerajaan Parigi.

Pada tahun 1824, perwakilan Kerajaan Banawa dan Kerajaan Palu menandatangani Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) dengan pemerintah kolonial.[9] Kapal-kapal Belanda mulai sering berlayar di bagian selatan Teluk Tomini setelah tahun 1830.[10]

Sulawesi Tengah baru benar-benar “diperhatikan” oleh Pemerintah Hindia Belanda pada periode tahun 1860-an.

Seorang pejabat pemerintah bernama Johannes Cornelis Wilhelmus Diedericus Adrianus van der Wyck, berhasil mengunjungi Danau Poso pada tahun 1865 sekaligus menjadi orang Eropa dan Belanda pertama yang melakukannya.

Langkah ini diikuti oleh pejabat pemerintah lainnya, Willem Jan Maria Michielsen, pada tahun 1869.[10] Wacana untuk menduduki wilayah ini ditolak—merujuk kepada kebijakan anti-ekspansi yang dikeluarkan pemerintah kolonial pada zaman itu.[11]

Baru pada tahun 1888, sebagian besar wilayah ini mulai menjalin hubungan dengan pemerintah di Batavia melalui perjanjian pendek yang ditandatangani oleh para raja dan penguasa lokal, sebagai tindakan antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan tersebarnya pengaruh politik dan ekonomi Britania Raya pada wilayah ini.[11]

Kemudian saar periode tersebut, Sulawesi Tengah berada pada yurisdiksi Afdeling Gorontalo, yang berpusat di Gorontalo.

G. W. W. C. Baron van Höevell, Asisten Residen Gorontalo, khawatir pengaruh Islam yang begitu kuat di Gorontalo akan meluas ke wilayah Sulawesi Tengah—yang saat itu masih belum dimasuki agama samawi, dan penduduknya sebagian besar masih pagan, penganut animisme, dan memeluk agama suku.

Baginya, agama Kristen adalah penyangga yang paling efektif melawan pengaruh Islam.[12] Ia menghubungi lembaga misionaris Belanda, Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), dan meminta mereka untuk menempatkan seorang misionaris di wilayah ini.

Pada tahun 1892, NZG kemudian mengirimkan misionaris bernama Albertus Christiaan Kruyt, yang ditempatkan di Poso dan berlanjut pada tahun 1894, ketika pemerintah mengangkat Eduard van Duyvenbode Varkevisser, sebagai Kontrolir atau pejabat pemerintah yang akan menjadi pengawas dan pemimpin wilayah Poso.

Zaman Reformasi

Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan.

Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi 2 Kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tojo Una-Una. Setelah pemekaran beberapa wilayah kabupaten, provinsi ini terbagi menjadi 14 daerah, yaitu 13 kabupaten dan 1 kota.

Ibu kota Sulawesi Tengah adalah Palu. Kota ini terletak di Teluk Palu dan terbagi dua oleh Sungai Palu yang membujur dari Lembah Palu dan bermuara di laut.

 

Berita, Berita, Kabar Advertorial, Kabar Daerah, Kabar Ekonomi, Kabar Fokus, Kabar Hukum dan Kriminal, Parigi Moutong, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat26 Agustus 202526 Agustus 2025

Ada Pungli Berkesan Kontribusi, Dibalik PETI Desa Sipayo

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Diduga kuat ada praktek Pungutan Liar (Pungli) berkonsep kontribusi dibalik […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Berita, Berita, Kabar Daerah, Kabar Fokus, Kabar Hukum dan Kriminal, Kabar Politik, Parigi Moutong, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat25 Agustus 202525 Agustus 2025

Ancaman Pidana dan Denda Ratusan Miliar, Intai Pelaku PETI

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Ancaman pidana dan Denda bernilai ratusan miliar rupiah mengintai para […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
program 100 Hari Bupati dan Wabup Dinilai Gagal
Berita, Berita, Kabar Advertorial, Kabar Daerah, Kabar Fokus, Parigi Moutong, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat25 Agustus 202526 Agustus 2025

Program 100 Hari Bupati dan Wabup Parigi Moutong, Dinilai Gagal?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com– Pasangan Erwin Burase dan Abdul Sahid selaku Bupati dan Wakil Bupati […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Dikonfirmasi Soal PETI, Kapolres dan Bupati Bungkam?
Kabar Daerah, Kabar Ekonomi, Kabar Fokus, Kabar Hukum dan Kriminal, Kabar Politik, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat25 Agustus 202525 Agustus 2025

Dikonfirmasi Soal PETI, Kapolres dan Bupati Parigi Moutong Kompak Bungkam?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dikonfirmasi Terkait masih maraknya aktivitas PETI di Parigi Moutong, Kapolres […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Berikut Sosok yang Disebut-Sebut Pemodal PETI di Parigi Moutong
Kabar Daerah, Kabar Fokus, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat25 Agustus 202525 Agustus 2025

Berikut Sosok yang Disebut-Sebut Pemodal PETI di Parigi Moutong

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Terdapat Tiga sosok yang kerap disebut-sebut sebagai pemodal pada tiga […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tes Malaria Bakal Dilakukan Dinkes Parigi Moutong
Berita, Berita, Kabar Advertorial, Kabar Daerah, Kabar Ekonomi, KABAR KESEHATAN, Parigi Moutong, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat25 Agustus 202525 Agustus 2025

Tes Malaria Bakal Dilakukan Dinkes Parigi Moutong

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Tes kesehatan menggunakan alat rapid Malaria bakal dilakukan Dinas Kesehatan […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Isi Hati Warga Pemilik Lahan Tambak di Sejoli Disampaikan Arifin Ke Bupati
Berita, Berita, Kabar Advertorial, Kabar Daerah, Kabar Ekonomi, Kabar Fokus, Kabar Politik, Parigi Moutong, Sulawesi TengahAhmad Nur Hidayat22 Agustus 202522 Agustus 2025

‘Isi Hati’ Warga Pemilik Lahan Tambak Udang Desa Sejoli, Disampaikan ke Bupati

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Politisi Partai Gerinda menyampaikan keluhan atau isi hati dari sejumlah […]

Menyukai ini:

Suka Memuat...
  • «
  • 1
  • …
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • …
  • 202
  • »

CARI

ANNIVERSARY

Banner Anniversary kabarSAURUSonline.com
kabarSAURUSonline.com (01 Agustus 2020 - 01 Agustus 2025)

ADVERTISE RAMADHAN 1447 HIJRIAH

ALAMAT KANTOR

JALAN TELKOM, KELURAHAN MASIGI, KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN PARIGI MOUTONG. {Samping Taman Hassan Bahasyuan)
082347055183
Redaksikabarsauruson@gmail.com
SETIAP HARI KECUALI TANGGAL MERAH
kabarSAURUSonline.com
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi KabarSAURUSonline Beserta Visi dan Misi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Website Kami

Jaringan Social

  • RSS
PT TARA CIPTA SAURUS
 

Memuat Komentar...
 

    %d