KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Sosok Chandra Setiawan yang merupakan kader Partai PKB dan lolos menjadi Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Parigi Moutong periode 2024-2029, nampak ‘naik daun’ kalangan masyarakat kecil wilayah Kecamatan Taopa. Khususnya, warga Desa Palapi dan Bilalea.
Pasalnya, warga dari kedua desa tersebut nampak antusias ingin hadir dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang ia laksanakan untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, karena telah memberikan solusi atas beberapa keluhan masyarakat didaerah pemilihan (Dapil) nya itu.
Tidak hanya sejumlah warga, kehadiran sosok Chandra Setiawan yang kini menempati jabatan sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Parigi Moutong, juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Palapi dan Bilalea.
Berdasarkan rilis resmin Humas DPRD Parigi Moutong, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Dapil IV, Candra Setiawan, S.Pd., M.Pd., melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan II tahun 2026 di Kantor Desa Palapi, Kecamatan Taopa, Kamis (23/04/2026). Pertemuan resmi ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Palapi, Imam Desa, jajaran Kepala Dusun, tokoh pemuda, kelompok ibu-ibu pengajian, serta perwakilan warga dari Desa Taopa Barat dan Desa Bilalea.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Candra Setiawan. Meski baru menjabat selama kurang lebih 1,5 tahun, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD ini dinilai sangat produktif dalam merealisasikan program pemerintah melalui pokok pikiran (Pokir) yang menyentuh langsung kebutuhan desa, seperti fasilitas rumah ibadah, jalan kantong produksi, hingga sarana sanitasi umum.
Terkait infrastruktur dan mitigasi bencana, masyarakat mendesak adanya penanganan darurat terhadap akses jalan menuju Dusun Moian yang merupakan kawasan wisata andalan Desa Palapi, karena kondisinya hampir putus akibat abrasi pantai yang kian mengkhawatirkan. Selain itu, warga mengusulkan penimbunan jalan penghubung antara Desa Palapi dan Desa Nunurantai untuk memperlancar mobilitas antar-desa, yang dibarengi dengan permintaan renovasi total pada fasilitas toilet di Masjid Desa Palapi guna meningkatkan kenyamanan jamaah saat beribadah.
Di sektor produktivitas lahan dan kepemudaan, para petani sangat mengharapkan dukungan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern serta bantuan pupuk dan obat-obatan untuk memudahkan pengelolaan sawah dan perkebunan warga. Hal ini sejalan dengan aspirasi dari kelompok pemuda yang menginginkan penguatan peran dan keterlibatan aktif generasi muda dalam setiap kebijakan pembangunan daerah, agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, namun menjadi penggerak ekonomi dan sosial di wilayahnya masing-masing.
Menanggapi hal tersebut, Candra Setiawan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penyambung lidah masyarakat yang efektif. Ia menjelaskan bahwa selain pertemuan formal, dirinya telah melakukan penjaringan aspirasi dengan berkunjung langsung ke beberapa desa lainnya untuk menyerap keluhan warga secara lebih intim tanpa sekat birokrasi.”Apresiasi dari masyarakat adalah motivasi bagi saya untuk bekerja lebih keras. Seluruh usulan, mulai dari penanganan abrasi di jalur wisata hingga penguatan peran pemuda dan bantuan alat pertanian, telah kami catat sebagai agenda prioritas. Saya akan terus turun langsung ke desa-desa hingga akhir jadwal reses ini untuk memastikan seluruh suara warga dapat terakomodasi dalam penganggaran daerah,” tegas Candra Setiawan.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.