KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUonline.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong sosialisasikan Permendikdasmen No 8 tahun 2026, terkait pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepada awak media, Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menjelaskan sosialisasi ini sangat penting. Mengingat, adanya perubahan aturan yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026.
”Kegiatan ini adalah bimbingan teknis sekaligus sosialisasi Juknis BOS tahun 2026. Kita melakukan pendampingan penyusunan RKAS agar sekolah-sekolah dapat menyesuaikan dengan aturan terbaru dari Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tersebut,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa 3 Maret 2026.
Salah satu poin penting dalam regulasi terbaru ini adalah masih adanya kelonggaran terkait pembiayaan guru honorer. Ibrahim memaparkan, bahwa guru honorer yang tidak masuk dalam kategori paruh waktu masih dapat dibiayai melalui Dana BOS, asalkan memenuhi kriteria tertentu.
”Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 masih memberikan kelonggaran, bahwa guru honor yang tidak masuk dalam paruh waktu masih bisa dibiayai dari Dana BOS. Syaratnya, untuk sekolah swasta maksimal 40 persen dan sekolah negeri 20 persen dari total Dana BOS,” jelasnya.
Selain batasan persentase lanjut ia, guru yang bersangkutan wajib terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Dalam penyusunan RKAS tahun ini, Disdikbud menekankan agar pihak sekolah tidak lagi hanya terjebak pada penganggaran rutin yang berulang seperti Alat Tulis Kantor (ATK).
Melainkan, kata ia, Sekolah diminta untuk lebih kreatif dan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.
”Kami berharap dalam penyusunan RKAS ini ada sinergi antara program prioritas Kementerian Pendidikan dengan program daerah. Jadi, anggaran Dana BOS jangan hanya habis untuk rutin berulang atau sekadar ATK. Harus ada peningkatan mutu atau kualitas pembelajaran,” tegas Ibrahim.
Untuk diketahui, kegiatan yang terpusat di Aula Disdikbud Parigi Moutong ini, dilaksanakan selama empat hari dengan jumlah peserta yang mencapai 850 orang yang terdiri dari 425 Kepala Sekolah dan 425 Operator SD se-Kabupaten Parigi Moutong. “Selasa, 3 Maret Kecamatan Sausu hingga Parigi Utara, Rabu, 4 Maret Kecamatan Siniu hingga Tinombo Selatan, Kamis, 5 Maret Kecamatan Sidoan hingga Tomini dan Jumat, 6 Maret Kecamatan Mepanga hingga Moutong. Kegiatan kita laksanakan selama empat hari agar pendampingan kepada kepala sekolah dan operator bisa lebih maksimal dan terukur,” tandasnya.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.