KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pedagang Pasar Sentral Parigi (PSP).
RDP tersebut, merupakan tindaklanjut dari persoalan pemindahan lokasi sejumlah pedagang di PSP yang sebelumnya mencuat di media sosial.
Pantauan media ini, RDP di pimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Parigi Moutong, Ahmad Dg Mabela, yang juga dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala PSP dan sejumlah pedagang di PSP, (Kamis 09 Oktober 2025).
Sekertaris Komisi II DPRD Parigi Moutong, Moh Fadli,
menyampaikan, persoalan terkait pemindahan para pedagang di lokasi PSP ini, ditentukan dengan desain dan kebijakan penataan PSP yang diambil Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong.
“Idealnya sebuah pasar itu, sehingga tidak menimbulkan problem dan pemindahan para pedagang hingga berkali-kali, kecuali ada by desain dan penataan yang dilakukan pemerintah daerah oleh dinas terkait yang dapat terima dan menguntungkan semua pihak,” ujar Fadli dalam rapat.
Fadli meminta kepada Disperindag sebagai OPD teknis, untuk dapat memaparkan dan menjelaskan bentuk desain dan penataan yang akan dilakukan di PSP kepada Komisi II DPRD Parigi Moutong serta para pedagang PSP yang hadir.
Sayangnya, Kepala Disperindag Parigi Moutong, Fit Dewana mengaku, tidak dapat menampilkan desain gambar penataan kembali PSP pada RDP tersebut, karena belum disiapkan.
Namun,kata ia, tujuan dari pemindahan lokasi para pedagang yaitu untuk mengembalikan konsep pembangunan awal PSP Tagunu tersebut. Dimana, gedung dan fasilitasnya digunakan sesuai peruntukannya.
“Untuk menampilkan by desain penataan PSP saat ini kami belum siapkan, akan tetapi terkait maksud dan tujuan dari penataan kembali PSP ini, yaitu untuk mengembalikan konsep pembangunan awal PSP Tagunu itu sendiri,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Fadli sedikit menyesali dengan keadaan tersebut, karena kata ia, RDP yang dilaksanakan saat ini seharusnya membutuhkan desain penataan PSP Tagunu itu.
“Jika kita mengacu pada konsep awal, tentu juga harus ada keseimbangan antara konsep desain awal pembangunan PSP dengan kapasitas pedagang yang terus berkembang saat ini. Karena bicara konsep awal belum tentu sesuai dengan pedagang yang ada saat ini, sehingga kami meminta kepada pihak terkait untuk membuat desain penataannya berdasarkan kapasitas. Tujuannya, agar agar hal ini tidak menjadi problem,” tegas Fadli.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.