Menkes Budi Pantau Penanganan Stunting

Menkes Budi Pantau Penanganan Stunting
FOTO : ISTIMEWA (WEB.KEMKES)
banner 468x60

NASIONAL, kabarSAURUSonline.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G Sadikin memantau langsung penanganan stunting di daerah, sebagaimana dikutip dari laman resmi kemkes.go.id.

Menkes Budi melakukan kunjungan singkat ke beberapa titik di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat, 2 Desember 2022 lalu.

Bacaan Lainnya
banner 336x280

Dalam kunjungannya ke Posyandu di kantor Desa Glagahwaru, Menkes melihat langsung pelayanan kesehatan sekaligus berdialog dengan para kader mengenai penanganan stunting disana.

Kemudian dilakukan pula kunjungan rumah (home visit) kepada dua orang anak penderita stunting yang berdomisili di sekitar lokasi untuk melihat langsung kondisi balita tersebut, kemudian Menkes berbincang dengan pihak keluarga, serta memberikan paket bantuan untuk pemenuhan gizi sang anak.

Titik kunjungan berikutnya berada di Puskesmas Undaan, dimana selain meninjau proses dan progres penanganan stunting, Menkes juga melihat sarana alat-alat di laboratorium untuk screening penanganan penyakit lainnya seperti diabetes dan TBC.

Kemudian dititik kunjungan terakhir RSUD dr. Loekmono Hadi, Menkes melihat rencana pengembangan RS serta berdiskusi mengenai alur penanganan dan pembiayaan anak-anak stunting yang dirujuk dari puskesmas ke RS.

Hal itu sesuai arahan Presiden Jokowi, Indonesia harus melakukan akselerasi penanganan stunting menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024.

Secara nasional prevalensi stunting mengalami penurunan, dari 27.67% (Survei Status Gizi Balita Indonesia, 2019) menjadi 24,4% di tahun 2021 (SSGI, 2021).

Sebagai tindak lanjut, telah ditetapkan 12 provinsi yang perlu difokuskan untuk percepatan penurunan stunting yang terdiri dari tujuh provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi.

Yakni, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara.

Serta lima provinsi dengan jumlah kasus terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Banten.

Dibutuhkan intervensi spesifik untuk penanganan stunting, mulai dari intervensi yang dilakukan sebelum bayi lahir, melalui remaja putri mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), ibu hamil mengkonsumsi tablet TTD selama kehamilan, ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) mendapat tambahan asupan gizi.

Intervensi juga dilakukan setelah bayi lahir, melalui bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI Eksklusif, anak usia 6-23 bulan mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), balita dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, balita gizi kurang mendapat tambahan asupan gizi, balita gizi buruk mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk, balita memperoleh imunisasi dasar lengkap.

Melansir dari https://www.kemkes.go.id/article/view/22120400001/menkes-budi-pastikan-penanganan-stunting-di-daerah.html

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

banner 970x250