Hepatitis Akut Misterius Serang Anak, IDAI Minta Nakes Edukasi Masyarakat

Hepatitis Akut Misterius Serang Anak, IDAI Minta Nakes Edukasi Masyarakat
FOTO :Kabar24 - Bisnis.com

NASIONAL, kabarSAURUSonline.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta Tenaga Kesehatan (Nakes) aktif mengedukasi masyarakat mengenai Hepatitis Akut Misterius pada anak-anak.

Demikian kata, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, melalui siaran pers bersama IDAI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa (03/05), melansir kompas.com.

Bacaan Lainnya

“IDI dan IDAI meminta bantuan dan dukungan dari setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk aktif mengedukasi masyarakat setempat untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila ada anak atau anggota keluarga yang mengalami gejala,” ungkap Piprim.

Piprim meminta, masyarakat tetap tenang dan berhati-hati dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan.

“Yaitu mencuci tangan, minum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, kemudian membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, para orang tua perlu mewaspadai penyakit ini dengan mengamati sejumlah gejala yang timbul.

Gejalanya antara lain kata ia, gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil berwarna tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan terjadi penurunan kesadaran.

“Apabila anak mengalami gejala-gejala tersebut, segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Nadia.

Nadia juga mengimbau agar tidak bergantian alat makan, serta menghindari kontak dengan orang sakit.

“Juga tetap perlu melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada,” tambahnya.

Lanjut ia, pihaknya masih melakukan investigasi mengenai penyebab Hepatitis Akut misterius ini melalui pemeriksaan panel virus lengkap.

“Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang,” kata Nadia, dalam keterangan resmi yang diterima kompas.com, Minggu (01/05)

Pihaknya menyebut, Kemenkes telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua minggu terakhir usai WHO menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak yang belum diketahui penyebabnya ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Diketahui, hingga 1 Mei 2022 lalu, sedikitnya 228 dugaan kasus Hepatitis Akut misterius pada anak-anak di 20 negara telah dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sebagian besar kasus berasal dari Eropa. Namun, ada juga di Amerika, Pasifik Barat, dan Asia Tenggara.

Di Indonesia sendiri, sebanyak tiga pasien anak yang dirawat di RS Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta, meninggal dunia diduga karena terjangkit Hepatitis Akut tersebut.

Nadia menyampaikan, ketiga pasien yang meninggal ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.


Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.