Dinas Peternakan Parigi Moutong Minim Inseminator dan Dokter Hewan

Dinas Peternakan Parigi Moutong Minim Inseminator dan Dokter Hewan
Ilustrasi
Advertisements

PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong, masih minim Inseminator atau petugas Inseminasi Buatan (IB).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parigi Moutong, IW Gede Purna, kepada wartawan redaksi kabarSAURUS, Selasa (11/01).

Bacaan Lainnya
banner 970x250

“Kalau dari segi kualitas sudah meningkat, tapi kendalanya kalau dari segi jumlah kapasitas petugas belum. Karena kita cuma punya tujuh orang yang aktif, masih minim sekali, paling tidak satu kecamatan satu petugas,” ujar Purna.

Secara kualitas, kata Gede Purna, inseminator di Parigi Moutong, cara kerjanya sudah cukup profesional.

Hal tersebut dibuktikan pada tahun 2021, IB atau kawin suntik untuk ternak sapi melebihi target yakni 111 persen.

Kata ia, petugas inseminator masih disebut minim jika menghitung luas wilayah Kabupaten Parigi Moutong, yang terdapat 23 kecamatan dan 278 desa.

Selain itu, populasi ternak sapi di Parigi Moutong terbilang banyak, sehingga inseminator kesulitan dalam melakukan pelayanan untuk peternak.

Selain petugas IB yang masih kurang, Purna menambahkan, saat ini pihaknya juga masih kekurangan dokter hewan.

“Selama ini peternak kita belum memahami pentingnya kesehatan hewan. Kalau ada dokter hewan bisa mendektesi berbagai penyakit pada ternak sapi. Sehingga saat hari raya kurban, sudah bisa dilihat mana sapi yang bagus mana yang tidak,” jelasnya.

Dokter hewan bisa memeriksa dan mengetahui kondisi kesehatan sapi, kata Purna, sapi yang sehat dapat menghasilkan sapi yang berkualitas.

Lanjut ia, saat ini pihaknya hanya memiliki satu dokter hewan yang berstatus tenaga honor.

Paling tidak, kata Purna, daerah ini bisa memiliki tiga dokter hewan yang masing-masing terbagi di daerah utara, selatan dan tengah Parigi Moutong.

BACA JUGA : https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3675

Untuk diketahui, pemberian IB pada ternak sapi tersebut bertujuan untuk memperbaiki genetika sapi dan meningkatkan angka kelahiran dengan cepat secara teratur. Hal tersebut juga meningkatkan nilai ekonomis atau memiliki nilai jual tinggi karena memiliki keturunan yang bagus.

BERITA SEBELUMNYA : https://kabarsaurusonline.com/2022/01/12/ktna-parigi-moutong-sebut-penggunaan-tol-laut-masih-20/

Advertisements
banner 970x250
banner 970x250