‘Sampah Tukar Sembako’, DLH Parigi Moutong Apa Kabar?

MUHAMMAD IRFAN MARAILA, Kadis DLH Kabupaten Parigi Moutong
MUHAMMAD IRFAN MARAILA, Kadis DLH Kabupaten Parigi Moutong, saat diwawancarai media ini diruang kerjanya beberapa waktu lalu (Sumber Design Foto : Redaksi KabarSAURUS)
Advertisements

Parigi Moutong, KabarSAURUSonline.com Sejak dikumandangkan Juli 2021 lalu, perkembangan program ‘Sampah Tukar Sembako’ oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, hingga kini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Program ini merupakan respon Pemerintah Daerah (Pemda), atas komitmen pemerintah pusat melaksanakan pengelolaan sampah dan menjadikannya sebagai bahan baku ekonomi.

Bacaan Lainnya

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019. Indonesia saat ini menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya untuk.

Oleh karena itu, Pemda dituntut untuk melakukan program-program serta terobosan baru agar bisa mengantisipasi lonjakan sampah pada daerahnya sendiri. Masyarakat pun, seharusnya dapat mendukung program tersebut.

“Program baru dari Dinas Lingkungan Hidup dibuat mengingat sampah plastik ini sangat banyak seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk sehingga jumlah volume sampah pun meningkat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup,  Irfan Maraila, kepada RedaksiSAURUS Kamis (09/09).

Pada bulan Juli kemarin, kata ia, DLH telah membuat program ‘Sampah Tukar Sembako’. hingga kini terus melakukan upaya sosialisasi agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengetahui dan mengambil manfaat dari program ini. 

Beberapa metode sosialisasi yang dilakukan seperti memanfaatkan jejaring media sosial dan juga sosialisasi tatap muka secara langsung dengan  masyarakat.

Mohammad Irfan Maraila, menambahkan, bank sampah tersebut tidak hanya dapat  melayani masyarakat secara perseorangan tetapi juga bisa  kelompok.

Program ‘Sampah Tukar Sembako’ DLH Parigi Moutong, Butuh Support Kampanye

Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaanya. Masih banyak masyarakat yang belum menerima informasi yang jelas tentang program ini salah satunya, kata Irfan.

Selain itu, lanjutnya, sebagian orang masih merasa enggan atau canggung, untuk menukarkan sampahnya dengan sembako.

“Kedepannya akan ada beberapa Perda yang dijadikan dasar untuk melaksanakan pengelolaan sampah,” tuturnya.

Oleh karena itu, Irfan berharap masyarakat antusias mendukung program “Sampah Tukar Sembako” tersebut. Menurutnya, selain memberi dampak baik pada lingkungan, program tersebut juga memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Kita berharap semoga kedepannya program ini dapat terlaksana dengan baik,  dan masyarakat mau mendukung dengan cara ikut berpartisipasi di dalamnya,” tutup Irfan.

Advertisements
banner 970x90

Pos terkait