Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – DLH Kabupaten Parigi Moutong, berencana bakal menggandeng pihak Pemerintah Kecamatan untuk mengajak warga menabung sampah.
Program menabung sampah dan ditukarkan menjadi sembako, merupakan terobosan baru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, dalam upaya mengatasi persoalan sampah pada daerah ini.
Sampai saat ini, pihak DLH Parigi Moutong terus melakukan upaya agar masyarakat Kabupaten Parigi Moutong mau segera menabung atau menukar sampah rumah tangganya ke DLH.
Baca Berita Terkait : https://kabarsaurusonline.com/2021/06/16/terobosan-baru-dlh-parigi-moutong-sampah-bisa-tukar-sembako/
Sayangnya, sampai dengan saat ini, warga masih belum ada yang menabung sampah atau menukarkan sampah rumah tangganya kepihak DLH Parigi Moutong.
Tak hilang akal, DLH Parigi Moutong terus melakukan inovasi agar masyarakat Parigi Moutong dapat mengikuti program ini.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu, DLH akan mengadakan kerja sama dengan Pemerinrah Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong. DLH berencana mengajak Pemerintah Kecamatan agar terlibat membentuk satu Bank sampah bagi masyarakatnya.
Kemudian selanjutnya, pihak Kecamatan akan membawa sampah tersebut ke DLH. Ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses bank sampah dan bisa langsung menabung pada sampah yang tersedia pada wilayah Kecamatan tersebut.
Demikian penuturan Kepala Seksi Sampah Samsudin DLH Parigi Moutong, saat media ini menyambanginya, Rabu, (04/08).
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Kemungkinan kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan, untuk membentuk Bank Sampah yang akan dikelola ibu-ibu PKK,” ujarnya.
Ia mengatakan, munculnya ide kerjasama tersebut, karena penyebaran informasi yang DLH lakukan terkait sampah tukar sembako lewat sosial media, dinilai belum efektif.
Menurutnya, dengan kerjasama itu, diharapkan warga bisa cepat mendapat sosialisasi terkait informasi tentang sampah tukar sembako.
Ia menuturkan, keterbatasan anggaran APBD yang pihak DLH Parigi Moutong kelola beberapa tahun terakhir, merupakan faktor utama yang membuat sulitnya melakukan sosialisasi untuk mengatasi sampah kepada warga.
“Karena mengundang orang itu pasti butuh anggaran. Tapi kami tetap berupaya bank sampah ini bisa jalan. Kami juga akan tetap melakukan sosialisasi walaupun dengan anggaran yang terbatas,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.