Anleg Hanura Parigi Moutong Minta RDP Terkait Hibah Bagi KPMIPM

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com — Polemik terkait penyaluran hibah bagi mahasiswa Parigi Moutong yang sedang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo. Anggota Legislatif (Anleg) Partai Hanura dorong agar pimpinan DPRD Kabupaten Parigi Moutong, melalui komisi IV untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengurai persoalan yang dinilai sudah berlarut-larut dan menimbulkan kegaduhan publik.

Anleg Hanura menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam proses penganggaran maupun penyaluran hibah wajib dipastikan sejak awal. Pasalnya, rogram hibah pendidikan adalah hak publik, sehingga setiap alurnya harus dapat dijelaskan secara terbuka.

 “Kita tidak ingin ada kebingungan di masyarakat, apalagi ini menyangkut mahasiswa. Bisa jadi Disdikbud hanya sebagai OPD yang menyalurkan, tapi kewenangan untuk verifikasi ada di Kesbangpol. Sepengetahuan saya, tidak boleh ada lembaga kemasyarakatan yang mendapat anggaran hibah jika tidak melalui rekomendasi terdaftar dari Kesbangpol. Sehingga, kalau pun perlu dilakukan RDP maka diundang seluruh pihak terkait dengan hal ini biar clear,” tegasnya, Yusar, kepada media ini Senin malam (08 Desember 2025).

Senada dengan hal yang sama, Srikandi Hanura dari daerah pemilihan (Dapil) Empat yang notabene mencakup wilayah Kecamatan Moutong, Bolano Lambunu, Taopa, serta Kecamatan Bolano, Selpina Basrin, yang juga merupakan anggota Komisi IV mitra dari Disdikbud Parigi Moutong, menuturkan, RDP bukan semata-mata untuk mencari siapa yang salah, melainkan memastikan bahwa kebijakan hibah yang bersumber dari APBD berjalan sesuai aturan, tidak menimbulkan kecurigaan, dan benar-benar menyentuh sasaran.

Menurutnya, terkait polemik hibah bagi mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo ini, telah disampaikan kepada Ketua Komisi IV.

“RDP ini penting sebagai forum klarifikasi. Kalau anggarannya ada, di mana mandeknya? Kalau belum ada, jelaskan juga kepada publik. Jangan sampai mahasiswa yang jadi korban ketidakjelasan. Saya juga telah menghubungi Ketua Komisi IV terkait hal tersebut melalui sambungan telepon, kebetulan beliau sedang sakit. Insyaallah beliau akan menindaklanjuti terkait hal ini,” terangnya kepada redaksi kabarSAURUSonline.com Rabu siang, disela kesibukannya. (10 Desember 2025).

Seperti pemberitaan media ini sebelumnya, Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Parigi Moutong yang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo tergabung dalam organisasi Kerukunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Kabupaten Parigi Moutong (KPMIPM), mengaku dana hibah yang disediakan Pemda untuk mereka disabotase melalui organisasi lain yang juga berkonsep sebagai kerukunan mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/09/dana-hibah-pemda-parigi-moutong-ke-kpmipm-disabotase/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://citaparigata.id/2025/12/10/organisasi-mahasiswa-baru-terima-dana-hibah-kpmipm-angkat-bicara/?amp=1

Anggaran Rehab Ruang Kerja Wabup Parigi Moutong Bernilai Fantastis

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Besaran anggaran rehabilitasi ruang kerja Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, dianggap sejumlah pihak bernilai fantastis ditengah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

Berdasarkan hasil penelusuran media ini dalam sistem informasi pengadaan barang dan jasa Kabupaten Parigi Moutong, terdapat kegiatan rehabilitasi ruang kerja Wabup Parigi Moutong dalam salah stau program belanja barang dan jasa dilingkup Bagian Perencanaan dan Keuangan (Renkeu) Sekretariat Daerah ini, dengan pagu anggaran mencapai 600 jutaan.

Besaran pagu anggaran yang disediakan bagian Renkeu Sekretariat Daerah Parigi Moutong terhadap pekerjaan rehabilitasi ruang kerja Wabup tersebut, mendapat respon negatif dari berbagai kalangan masyarakat didaerah ini.

Salah satu tanggapan miring mencuat dari seorang pemuda kelahiran Parigi Moutong, yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulteng, jebolan program studi strata satu Fakultas Ilmu Pemerintahan, Universitas Tadulako (Untad), Moh, Fikri Riski, yang menganggap kebijakan porsi anggaran untuk kegiatan rehabilitasi ruang kerja Wabup Parigi Moutong tersebut, bernilai cukup fantastis dan terkesan abaikan asas dari kebijakan efisiensi anggaran yang sementara digalang Pemerintah Pusat saat ini.

“Ketika pemerintah menyerukan penghematan, publik tentu mempertanyakan urgensi rehabilitasi ruang kerja pejabat yang kondisinya masih baik,” ujarnya, kepada media ini (Senin, 8 Desember 2025).

Menurutnya, secara kasat mata kondisi bangunan ruang kerja Wabup belum menunjukkan tanda-tanda adanya kerusakan struktural yang dapat mengancam penghuni didalamnya.

Bahkan, kata Fikri, dirinya sangat meyakini jika ruang kerja Bupati dan Wabup Parigi Moutong mendapat porsi anggaran operasional untuk pemeliharaan aset.

Sehingga, lanjutnya, penjelasan mengenai apapun terkait teknis demi melenggangkan proyek tersebut, sangat tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang digaungkan pemerintah.

“Jika kita menelaah lebih jauh terkait kebijakan efisiensi anggaran yang dimaksud pak presiden, maka, anggaran sebesar Rp 600 juta hanya untuk biaya rehab ini, bisa setara dengan membangun dua ruang kelas baru sekolah di Parigi Moutong, bisa untuk biaya beasiswa bagi sekitar 50 – 60 orang adik-adik mahasiswa asal Parigi Moutong, bisa untuk membuka 6 – 10 jalan kantong produksi atau bisa untuk bantuan dukungan produksi bagi puluhan kelompok tani atau ratusan petani dan nelayan. Bahkan, bisa untuk mendukung pengadaan operasional pengangkut sampah bagi wilayah kota Parigi. Jika terkelola dengan bijak, seperti itulah kira-kira pemanfaatan anggaran tersebut untuk bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, agar Wabup Parigi Moutong semestinya dapat menjadi contoh bagi sejumlah pejabat teras di daerah ini sebagai pelayan publik. Ia menambahkan, proyek pekerjaan rehab ruang kerja Wabup Parigi Moutong ditengah efisiensi anggaran tersebut, sarat akan kepentingan ‘Balas Jasa’ yang beraroma praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“Sebagai unsur pimpinan, seharusnya Wabup dapat menjadi contoh bagi para kepala OPD serta jajaran pejabat dibawahnya dalam berbirokrasi, agar dapat merubah mindset berfikir bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) utamakan memberi pelayanan maksimal bagi rakyat, bukan mendapat pelayanan maksimal dari ‘uang rakyat: melalui pengelolaan APBD,” tegasnya.

“Kalau berfikir ingin pekerjaan yang nyaman dengan fasilitas atau pendapatan miliaran, jadi pengusaha, itu yang lebih aman. Tapi, kalau mau jadi pelayan rakyat harus berfikir ‘dilarang kaya’, karena seorang pelayan tidak mungkin lebih kaya dari ‘majikan’. Jadi, kalau ada pelayan yang kaya, maka kekayaannya perlu dipertanyakan,” tambahnya.

Sementara itu, diketahui CV. Ara Karya Perdana yang merupakan perusahaan asal Kota Palu, ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pekerjaan proyek rehabilitasi ruang kerja Wabup Parigi Moutong tersebut, dengan total nilai anggaran berkontrak sebesar 390an juta rupiah.

Dikonfirmasi redaksi kabarSAURUSonline.com, usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Parigi Moutong, yang berlangsung pada Senin Malam (08 Desember 2025), terkait proyek pekerjaan rehab ruang kerjanya, Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid mengaku hal tersebut atas permintaannya.

Kondisi karpet yang kotor, lantai berdebu serta kursi yang mulai nampak rusak, membuat Wabup Parigi Moutong, lebih memilih untuk dilakukan rehabilitasi daripada pemeliharaan terhadap sejumlah aset Pemda tersebut.

“Saya menilai, kondisi karpet yang kotor, dengan lantai yang tebal akan debu serta kursi yang mulai nampak rusak,”ujarnya.

Rehab Ruang Wabup Parigi Moutong, Beraroma Nepotisme?

Melansir dari gemasulawesi.com, Janggal Rehab ruangan Wakil Bupati Parigi moutong, dari pagu anggaran Rp623.647.960 juta tiba-tiba dipertengahan jalan terjadi koreksi berubah menjadi Rp398.926.162,76.

Harusnya, jika mengacu pada Pagu anggaran yang ada senilai Rp623.647.960 juta maka posisi paket pekerjaan ada dalam posisi daftar lelang.

Sayangnya, akibat nilai HPS yang terkoreksi ke angka Rp398.926.162,76, akhirnya proses Rehab ruangan wakil Bupati Parigi moutong menjadi pengadaan langsung.

Untuk diketahui sebelumnya, batas nilai untuk pengadaan langsung adalah Rp200 juta.

Dengan adanya Perpres No. 46 Tahun 2025, proyek pengadaan barang/jasa pemerintah dengan nilai hingga Rp400 juta dapat dilakukan melalui metode pengadaan langsung, yang berarti dapat dilakukan tanpa melalui proses lelang atau tender terbuka.

Perubahan ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/09/kinerja-penanganan-kasus-korupsi-kejari-parigi-moutong-2025/?amp=1

KUNJUNGI JUGA : https://www.gemasulawesi.com/id/daerah/34723/aroma-nepotisme-dan-akal-akalan-anggaran-di-proyek-rehab-ruang-wakil-bupati-menguat

Capaian Kinerja Penanganan Kasus Korupsi Kejari Parigi Moutong 2025

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Memperingati hari Anti Korupsi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong, sampaikan capaian kinerjanya dalam penanganan kasus korupsi di daerah ini.

Ditengah derasnya tuntutan publik terhadap penegakan hukum yang tegas dan transparan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong kembali membeberkan capaian kinerja penanganan kasus korupsi sepanjang tahun 2025.

Saat ditemui awak media pada Selasa petang (9/12/2025), Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, Purnama SH.MH, menuturkan, saat ini Kejari tengah menangani lima kasus korupsi aktif, terdiri dari dua kasus dalam tahap penyelidikan dan tiga kasus dalam tahap penyidikan.

Ketiga kasus pada tahap penyidikan tersebut bukanlah kasus baru, melainkan warisan tahun sebelumnya.

Seluruhnya berkaitan dengan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Tiga kasus tersebut yakni penyalahgunaan APBDes Desa Auma, APBDes Desa Buranga, serta APBDes Desa Donggulu,” ujar Kajari Gunawan.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2025 ini, Kejari Parigi Moutong juga tengah melaksanakan penuntutan terhadap empat kasus korupsi, seluruhnya berkaitan dengan Dana Desa (DD) dan APBDes.

Dari empat kasus tersebut, satu telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Sementara, tiga lainnya masih dalam proses persidangan, menunggu vonis hakim.

“Penuntutan dalam kasus penyalahgunaan APBDes Desa Bambalemo dengan tersangka Irfan Adenan sudah selesai disidangkan. Ada juga penyalahgunaan DD Maleali dengan dua terdakwa, serta kasus penyalahgunaan APBDes Desa Sausu Auma,” jelas Kajari.

Tahun ini, Kejari juga mengeksekusi dua terpidana kasus korupsi yang sebelumnya telah diputus pengadilan, yaitu Jhony Sumule, terpidana terkait kasus penyalahgunaan anggaran APBN di SMP Negeri 1 Parigi, serta Irfan Adenan, terpidana kasus penyalahgunaan APBDes Desa Bambalemo.

Eksekusi ini disebut sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh putusan hukum benar-benar ditindaklanjuti, bukan hanya berhenti di meja persidangan.

Saat ditanya soal perkembangan penanganan dugaan korupsi di lingkup KPUD Parigi Moutong, Kajari mengakui bahwa prosesnya mengalami hambatan.

Kajari Parigi Moutong mengaku, hal ini bukan karena kurangnya niat penindakan. Melainkan, karena sejumlah data kunci telah lebih dulu diserahkan pihak KPUD kepada auditor BPK.

Sehingga kata ia, dalam penanganan kasus ini pihak Kejari Parigi Moutong mengalami sedikit hambatan terkait akses bahan data yang dibutuhkan.

“Kami telah melayangkan surat ke BPK terkait permintaan bahan data. Namun sampai saat ini belum ada jawaban,” kata Gunawan.

Meski demikian, ia memastikan jika perihal terkait keterlambatan data tersebut tidak serta merta membuat pihaknya menghentikan proses penanganan dalam dugaan kasus korupsi dilingkup KPUD Parigi Moutong Untuk diketahui, laporan capaian kinerja ini, seyogyanya patut mendapat apresiasi dari masyarakat Parigi Moutong.

Berdasarkan data yang disampaikan, terlihat jika sebagian besar kasus yang ditangani Kejari Parigi Moutong masih merupakan pekerjaan rumah. Hal ini terkesan menunjukkan betapa panjang dan berbelitnya proses penanganan perkara korupsi di daerah ini.

Namun demikian saat ini, publik Parigi Moutong juga berharap, jika sederet perkara yang disampaikan bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Melainkan, fondasi bagi penindakan yang lebih tegas dan progresif di tahun mendatang.

“Soal penanganan dugaan kasus korupsi di KPUD Parigi Moutong, tentunya membuka sejumlah pertanyaan diruang publik, terkait mengapa data audit seakan menjadi hambatan klasik yang terus berulang? Dan kapan publik bisa melihat percepatan nyata dalam pemberantasan korupsi di daerah ini?. Selain itu, mengapa sebagian besar kasus yang ditangani masih merupakan PR lama?,” ungkap praktisi hukum yang notabene putra Parigi Moutong, Moh Zein Badja, SH.MH kepada media ini via telepon selulernya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/09/dana-hibah-pemda-parigi-moutong-ke-kpmipm-disabotase/?amp=1

Dana Hibah Pemda Parigi Moutong ke KPMIPM Disabotase?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Anggaran dana hibah Pemda Parigi Moutong Kepada Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Parigi Moutong yang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo tergabung dalam organisasi Kerukunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Kabupaten Parigi Moutong (KPMIPM), diduga kuat telah disabotase organisasi lain yang disinyalir juga berkonsep sebagai sebagai Organisasi mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo.

Keresahan atas dugaan tersebut disampaikan langsung perwakilan KPMIPM, ke sejumlah anggota DPRD Parigi Moutong, beberapa saat sebelum agenda rapat paripurna digelar Senin malam (08 Desember 2025).

Dihadapan sejumlah anggota DPRD serta pejabat daerah dan Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, Andrianto selaku juru bicara KPMIPM menuturkan, upaya mereka untuk mencairkan anggaran dana hibah bagi lembaga mereka tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, nampak menemui jalan buntu.

Pasalnya kata ia, anggaran dana hibah yang sejak beberapa tahun sebelumnya telah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, untuk KPMIPM, sebagai biaya untuk membayar kontrakan gedung yang dijadikan sebagai asrama tersebut, telah dicairkan pihak Disdikbud Parigi Moutong ke pihak lain.

“Kami sudah menyerahkan semua berkas pengajuan pencairannya sejak jauh hari. Karena tak kunjung ada pencarian, belakangan kami melakukan kroscek konfirmasi ke pihak Disdikbud, dan ternyata disampaikan ke kami kalau anggaran tersebut sudah dicairkan ke organisasi mahasiswa asal Kabupaten Parigi Moutong di Gorontalo yang lain. Nah, informasi yang kami dapatkan, organisasi ini baru juga terbentuk tahun ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak Disdikbud sempat menjanjikan untuk melaksanakan mediasi antar kedua belah pihak.

Sayangnya, lanjut Andrianto, sampai saat ini pihaknya tak kunjung mendapat konfirmasi lebih lanjut terkait proses mediasi tersebut.

Aduan terkait dana hibah bagi mahasiswa Gorontalo asal Parigi Moutong ini, mendapat berbagai respon dari sejumlah anggota DPRD yang hadir saat itu.

Bahkan, sejumlah wakil rakyat ini meminta agar Wabup Parigi Moutong sesegera mungkin untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya memahami betul kondisi Dana hibah bagi mahasiswa di universitas Gorontalo asal Parigi Moutong, kebetulan sejak saya diawal jadi anggota DPRD turut ikut memperjuangkan hal ini. Permasalahan sebenarnya adalah karena ketidakmampuan Pemda untuk membangunkan Asrama bagi anak-anak kita yang sementara kuliah di Gorontalo. Makanya, dialokasikan Dana hibah untuk membayar biaya kontrakan gedung yang disewa dan dijadikan sebagai asrama putra dan putri disana. Sampai dengan tahun 2024 kemarin, Alhamdulillah, dana hibah bagi asrama mahasiswa tersebut terus dicairkan ke mereka. Pertanyaan, bagaimna nasib mereka di tahun ini, yang ternyata anggaran yang diharapkan dapat menanggulangi pembayaran kontrak asrama tersebut tidak dapat cair ke mereka. Saya harap ini mendapat perhatian serius dari Pemda,” tegas anggota DPRD Parigi Moutong, kader Partai PKS, Mohammad Fadli.

Sementara itu, Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid, mengaku akan menyampaikan hal ini kepada Bupati. Ia menyakini, kondisi tersebut tidak diketahui Bupati Parigi Moutong, secara pasti.

“Saya yakin, pak Bupati tidak mengetahui hal ini secara rinci. Namun saya juga berharap, kiranya asrama bagi mahasiswa asal Parigi Moutong di Gorontalo ini juga dapat dinikmati seluruh mahasiswa dari 23 kecamatan di Parigi Moutong yang sedang belajar di Gorontalo. Jadi bukan hanya khusus mahasiswa dari satu atau dua kecamatan di daerah ini saja,” tandasnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/07/meriah-dan-penuh-sukacita-beragam-kreativitas-siswa-ditampilkan-dalam-perayaan-natal-di-sd-negeri-2-parigi/?amp=1

Meriah dan Penuh Sukacita, Beragam Kreativitas Siswa Ditampilkan Dalam Perayaan Natal di SD Negeri 2 Parigi

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com — Suasana penuh keceriaan menyelimuti halaman SD Negeri 2 Parigi saat perayaan Natal siswa-siswi digelar pada (Minggu, 07 Desember 2025). Acara yang diikuti seluruh peserta didik beragama Kristen bersama para guru dan para wali murid ini, berlangsung meriah, tertib, dan sarat nilai kebersamaan.

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Hidup Dalam Damai, Berbagi Dalam Kasih”, yang tercermin dari berbagai penampilan kreatif para siswa mulai dari vocal group, tarian bernuansa Natal, pembacaan puisi, hingga drama musikal berjudul “Kado Natal Untuk Yesus”.

Kepala SD Negeri 2 Parigi,  mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai toleransi dan cinta kasih antar sesama sejak dini.

 “Perayaan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar berbagi kebahagiaan, memperkuat persaudaraan, serta mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka,” ujarnya.

Acara semakin semarak ketika para siswa kelas rendah menampilkan gerak dan lagu bertema Natal yang mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua yang turut hadir. Sementara itu, siswa kelas tinggi menampilkan drama singkat bertajuk “Cahaya di Malam Natal” yang menyampaikan pesan moral tentang pentingnya saling menolong.

Perayaan diakhiri dengan prosesi doa bersama dan pembagian hadiah bagi para siswa yang tampil dalam berbagai kategori lomba. Para guru menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa yang mempersiapkan acara ini dalam waktu relatif singkat.

Salah satu orang tua siswa, Susy, mengungkapkan rasa bangga atas penyelenggaraan kegiatan ini.

 “Anak-anak terlihat sangat senang dan percaya diri. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi mereka,” tuturnya.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, SD Negeri 2 Parigi berharap semangat Natal dapat terus hidup dalam diri para siswa, tidak hanya melalui selebrasi, tetapi juga lewat tindakan sehari-hari dalam lingkungan sekolah maupun di rumah.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/11/29/proyek-perpustakaan-parigi-moutong-ada-intervensi-wabup/

Proyek Perpustakaan Parigi Moutong Ada Intervensi Wabup?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pekerjaan Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong, mengaku dintervensi Wakil Bupati (Wabup), terkait dengan proses pencairan anggaran terhadap proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Pencairan dana proyek gedung baru Perpustakaan per termin oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah diduga mendapat tekanan dari Wakil Bupati (Wabup) H Abdul Sahid.

Tekenan tersebut, mulai terjadi sejak pencairan termen pertama hingga ketiga, meski bobot pekerjaan yang dicapai CV Arawan sebagai pelaksana belum mencapai target.Upaya intervensi dari orang nomor dua di daerah itu, diduga karena adanya kedekatan dengan pihak pelaksanaan, yang diketahui meminjam perusahaan CV Arawan untuk mengerjakan proyek berbandrol Rp8,7 miliar tersebut.

“Kalau menurut saya, murni Wakil Bupati. Kenapa, termin pertama saja, kami sudah diintervensi,” ungkap Kepala Dispusarda Parimo, Sakti Lasimpara di Parigi, Jum’at, 28 November 2025.

Di awal proyek berlangsung, kata dia, Wabup Parimo menghubungi dan mengundangnya ke rumah jabatan, tanpa mengetahui apa tujuannya saat itu.

Setelah tibanya di sana, Wabup Parimo memintanya untuk segera mencairkan dana proyek gedung Perpustakaan termin pertama dengan bobot 30 persen.

“Waktu itu, Wabup baru saja pulang dari Luwuk. Pak Wabup bilang, Pak Sakti tolong cairkan yang 30 persen. Jadi saya tanya, siapa punya Pak. Kemudian dijawab, itu si Stenli,” ungkapnya.

Sakti menyampaikan dokumen baru saja diterimanya, dan akan mempelajari terlebih dahulu, jika memenuhi ketentuan akan diproses.

Namun, Wabup Parimo memintanya untuk membantu proses pencairan, dengan alasan pihak pelaksana sudah tidak memiliki dana.“Artinya pengaruh cukup luar bisa, tekanan dari awal saya cerita, agar tidak ucuk-ucuk di tengah muncul persoalan ini,” jelasnya.

Pemeriksaan dokumen tersebut, lanjut Sakti, dilakukannya untuk memastikan perusahaan asuransi yang digunakan pihak pelaksana sebagai jaminan benar adanya. Setelah itu, proses pencairan termin pertama akhirnya direalisasikan.

Tak sampai di situ, proses pencairan termin kedua dengan bobot pekerjaan 50 persen pun lagi-lagi mendapatkan tekanan. Sakti mengungkapkan, Wabup Parimo kembali menanyakan kenapa pihaknya belum menindaklanjuti permohonan pihak pelaksana.

“Wabup bilang, kenapa belum dicairkan? Jadi saya jawab, Pak bagimana mau dicairkan kalau bobot belum sampai?” imbuhnya.

Ia menegaskan, intervensi Wabup Parimo sangat kuat dalam proyek tersebut, khusunya dari sisi pencairan dana proyek.

“Karena setiap kali pencairan dana, ditelpon dari Wabup. Harus segera dibayar, diselesaikan. Loh, kalau tidak sesuai ketentuan, terus kita mau apa? Apakah mungkin mereka berpikir kalau Wabup yang telpon, saya diam. Mohon maaf dulu, ini risikonya di diri saya,” ujarnya.

Pada termin kedua itu, kata ia, upaya Wabup Parimo menghubunginya melalui telpon terjadi puluhan kali namun diabaikannya. Hingga akhirnya, ia menjawab telpon tersebut.

ia mengaku, dalam percakapannya dengan Wabup Parimo, bahwa gedung perpustakaan diawasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI karena masuk dalam 10 proyek stategis nasional.

Ia pun mengungkapkan, seluruh proses mulai dari pelaksanaan pekerjaan hingga anggarannya diawasi. Sehingga, tidak boleh ada kesalahan dan harus dievaluasi terlebih dahulu.

“Maksudnya, kalau sudah sesuai bobotnya untuk apa ditahan anggaran. Sementara, saat itu ada minus 5 persen, bobot 50 persen. Harusnya pada bobot 55 persen baru kita selesaikan. Tapi, apakah beliau paham atau tidak, tetap menekan untuk segera membayar, jangan dipersulit, jangan nanti mereka mempersoalkan kita,” ungkapnya.

Akibat kondisi itu, Sakti mengaku sempat menyampaikan kepada Wabup Parimo untuk tidak menekannya dan mengingatkan agar tidak dimanfaatkan orang lain.

Selanjutnya pada termin ketiga dengan bobot 75 persen. Wabup Parimo kembali menyampaikan permasalah yang sama.

“Saya dipanggil waktu upacara 10 November. Pak Wabup bilang, itu dokumennya Stenli? Jadi saya jawab, maaf Pak belum saya proses karena belum sesuai ketentuan. Beliau mendesak, jangan proses saja,” bebernya.

Karena tak membuahkan hasil, Wabup Parimo mengundang bendahara Dispusarda Parimo ke ruangannya, untuk menanyakan alasan anggaran termin tiga tak kunjungan direalisasikan.

Karena banyaknya tekanan, bahkan juga berasal orang-orang di provinsi, ia pun melakukan koordinasi dengan pengawas di lapangan, untuk menghitung bobot pekerjaaan. Ketika proses pekerjaan sedang berjalan, Sakti akhirnya menetapkan bobot 75 persen saat progress masih mencapai 72 persen.

“Seharusnya kan bobot terpasang 75 persen, karena kami tidak dalam kondisi menyusahkan (kontraktor), tidak ada itu. Kalau sesuai ketentuan, kami lakukan karena berkonsekuensi juga dengan kami,” tukasnya.

Wabup Parimo merasa pihaknya mempersulit kontraktor. Padahal, permintaan pencairan termin ketiga diprogress masih 70 persen, dan sangat berisiko.

“Makanya dia (Wabup) undang bendahara saya dan Kabag Pembangunan. Saya tahu, karena Kabag Pembangunan menghubungi tim teknis saya,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Dispusarda Parimo, Muhamad Afandi membenarkan diundang Wabup Parimo ke ruang kerjanya, untuk menyatakan pencairan termin ketiga. Kala itu, Wabup Parimo menanyakan alasan proses pencairan ditahan oleh pihak OPD.Sehingga dia menjelaskan, tidak berani membuat Surat Perintah Membayar (SPM) jika laporan belum ditandatangani kepala dinas, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kabag Pembangunan yang hubungi saya, untuk menghadap Pak Wabup. Waktu itu, hanya saya sendiri diundang. Pak Wabup bilang kenapa ditahan-tahan. Jangan Pak bend, kita nanti dilapor sama wartawan, mau dikorankan nanti kita,” ungkapnya. Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Parimo, H Abdul Sahid yang dihubungi media via WhatsApp terkesan tak mau menanggapi dugaan intervensi pencairan termin proyek gedung perpustakaan.

Terpilih Aklamasi, Fery Budiutomo Nahkodai DPC Hanura Parigi Moutong

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Fery Budiutomo, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Parigi Moutong periode mendatang, terhitung sejak tahun ini.

Dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong, yang berlangsung siang tadi (Rabu, 26 November 2025). Salah satu agendanya yakni pemilihan pimpinan atau ketua organisasi, yang dianggap dapat memberikan warna baru dalam sejarah kepemimpinan DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong, dalam masa lima tahun kedepan.

Sosok kader partai yang saat ini juga duduk sebagai Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Daerah Pemilihan (Dapil) Parigi Moutong yakni, Fery Budiutomo, menjadi kandidat terkuat.        

Alhasil, proses pemilihan berlangsung dinamis namun tetap dalam suasana yang kondusif, menghasilkan kesepakatan dari peserta Muscab yang menyatakan, mengusung dirinya sebagai ketua tanpa adanya kandidat lain yang diajukan.

Aklamasi tersebut, dianggap mencerminkan soliditas internal sekaligus harapan baru bagi penguatan struktur partai di daerah.

Sementara itu, dalam pidato politik perdananya sebagai nahkoda baru DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong, Fery Budiutomo, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader yang ,,telah bekerja keras dalam kontestasi Pemilihan Legislatif  (Pileg) tahun 2024, sehingga partai ini masih memiliki keterwakilan kursi di DPRD Parigi Moutong.

Meskipun demikian, kata ia, tidak dapat dipungkiri keperkasaan Partai Hanura di Parigi Moutong dalam kontestasi Pileg 2024 ini, sempat tergerus jika dibandingkan dengan Pileg periode sebelumnya, yang mampu memiliki keterwakilan sebanyak empat kursi di DPRD Parigi Moutong.

“Seperti dikatakan dewan penasehat tadi, Partai Hanura ini, dari Empat kursi turun menjadi dua kursi. Namun, saya juga masih patut memberikan apresiasi kepada seluruh kader yang berjuang dalam Pileg 2024 kamarin, karena masih bisa memperoleh kursi di DPRD Parigi Moutong. Karena saya merasakan bagaimana perjuagan kita bersama bisa memperoleh kursi,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Fery, dirinya berharap agar masa kepengurusan DPC Partai Hanura Parigi Moutong yang di nahkodainya, seluruh kader dapat bekerja mengguanakan hati nurani serta semangat gotong royong dalam membangun partai ini.

“Saya berharap, semua pengurus harus mengedepankan hati nurani dan prinsip gotong royong dan kekeluargaan dalam membangun struktur partai, serta tetap berpedoman pada asas keterbukaan, tegas dan terukur,” tegasnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dapat berjalan mulus, maka perolehan lima kursi dalam perhelatan Pileg periode tahun selanjutnya, bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk digapai.

“Bahkan, tidak mustahil lagi, ketika beberapa tahun kedepan Partai Hanura hadir untuk meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Parigi Moutong. Insyaallah, hari ini adalah langkah awal dengan energi baru untuk kita bersama-sama mengenalkan Partai Hanura, yang masih banyak warga Parigi Moutong belum mengetahui tentang Partai ini. Beberapa warga simpatisan yang hadir saat ini, bahkan baru tahu Partai Hanura dari memilih saya. Maka, tolong jangan tempatkan saya, Feri  Budiutomo, seakan diatas Partai, tapi tempatkan Feri Budiutomo ini diluar dari pada Partai. Karena tanpa Partai ini saya mungkin tidak akan wakil rakyat yang bisa membawa kehormatan kita semua yang hadir ditempat ini, untuk menjawab apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita,” tandasnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2022/01/05/keluhan-minimnya-anggaran-disabilitas-dianggap-alasan-klasik-dinsos/

KUNJUNGI JUGA : https://fokussulawesi.com/sah-fery-budiutomo-nahkodai-partai-hanura-parigi-moutong/

Exit mobile version
%%footer%%