Teluk Tomori, Objek Wisata Primadona Milik Morut

MORUT, kabarSAURUSonline.com – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Menyebut Teluk Tomori merupakan objek wisata Primadona.

Objek wisata laut Teluk Tomori yang terletak wilayah Kota Kolonodale merupakan salah satu unggulan bagi daerah itu. Mengapa tidak, pesona wisata bibir pantai dan panorama lautnya yang biru memungkinkan menggait minat wisatawan datang ke tempat tersebut.

“Morut memiliki banyak Objek Wisata. Tiap-tiap kecamatan memiliki objek wisata unggulan yang sementara terrintis,” ucap Alfred Rizal Tompira plt. Kadis Pariwisata, Pemuda Dan Olaraga kepada kabarSAURUSonline.com belum lama ini.

Alfred menuturkan, ada beberapa titik objek wisata unggulan seperti, Pantai Jompi, Bukit Teletubies atau Pulau Bajo, Air Terjun Mataruttung dan Pasenggarang Kilometer tiga. Itu semua kata ia, berlokasi pada wilayah Kota Kolonodale Teluk Tomori.

Ia menambahkan, selain itu Teluk Tomori juga sebagai kebanggaan kolonodale, karena alamnya masih asli dan memiliki air yang begitu tenang. Sehingga wisatawan yang berkunjung dari tempat ketinggian, akan mengira kalau itu sebuah danau.

Dengan potensi yang ada, pihaknya berencana fokus mengembangkan wilayah Teluk Tomori, karena memang andalan Kabupaten Morut.

PAD Teluk Tomori, Peraturan Bupati Masih Dalam Rancangan

Terkait objek wisata penyumbang PAD, Alfred mengungkapkan, masih sementara merancang peraturan Bupati tentang Retribusi. Sementara pada tahun depan pemerintah daerah akan mengusulkan Raperdanya kepada DPRD.

Tetapi, sudah ada beberapa objek wisata yang menghasilkan retribusi. Namun, masih menggunakan retribusi jasa umum, seperti beberapa objek wisata yang pengelolaannya melalui Desa.

“Selama ini memang belum ada, karena kami sementara merintis pembukaan-pembukaan retribusi ini. Artinya, kami lihat juga kelayakan objek wisata,” tuturnya. 

Lanjut Ia, untuk dua tahun terakhir pemerintah daerah sudah gencar membangun objek wisata melalui APBD. 

Pada intinya tambahnya, bicara soal tempat wisata bukan hanya berbicara terkait jumlah dananya yang masuk. Namun, yang terpenting memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Selama ini, sudah sangat membantu masyarakat, kelompok-kelompok nelayan, pemuda dan pecinta alam. Mereka sudah mengantar orang ke tempat wisata. Artinya, mereka sudah sejahtera atau meningkat karena setiap hari mengantar wisatawan yang ada,” imbuhnya.

DPT Parigi Moutong Ditetapkan, Giliran Tim Sukses Bergerilya

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong Sulawesi Tengah telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada serentak 9 Desember 2020.

Kejelasan jumlah DPT Parigi Moutong menghadapi pesta rakyat Sulawesi Tengah mendatang, sudah barang tentu menjadi sorot perhatian kedua kandidat.

Apalagi, Parigi Moutong terkenal dengan salah satu daerah pencatat rekor pemilih terbanyak. Sehingga, mata pasangan calon dan tim sukses kandidat tertuju pada setiap sudut daerah ini. Tak peduli panas dan hujan, asalkan jagoannya mendapat simpati masyarakat.

Komisioner KPU Parigi Moutong, Abdul Gafur kepada kabarSAURUSonline.com,  Kamis(16/10) mengutarakan, penetapan DPT itu sudah melalui rapat pleno. Setelah melalui proses panjang, mulai dari pendataan hingga perbaikan dan akhirnya mendapatkan angka akhir 294.069 orang jumlah pemilih  Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengungkapkan, dari  jumlah DPT 294.069 orang, terdiri dari laki-laki 150.410 orang dan perempuan 143.659 orang.

“Sejumlah pemilih ini nantinya akan mengantongi C6. Formulir pemberitahuan waktu dan tempat sebenarnya bagi pemilih menggunakan hak pilihnya,” ujarnya

Melansir dari Sulteng.antaranews.com, pelaksana tugas Ketua KPU Parigi Moutong, Dirwan Kerompot mengatakan pemilih tersebut tersebar di 23 kecamatan dan 283 desa/kelurahan.

“Angka ini menurun karena banyak pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sudah meninggal kurang lebih 11.654 orang, pindah domisili antar provinsi dan kabupaten berdasarkan data instansi terkait tahun 2018-2020 sebanyak 18.111. Namun untuk tahun ini kami belum merinci berapa warga yang  pindah domisili,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Parigi Moutong, juga mengalami penambahan. Dari 900 TPS menjadi 902 TPS, terdiri dari 48 TPS terpencil dan 37 TPS tersulit.

Bappelitbangda Parigi Moutong Sosialisasikan Pamsimas Tahun 2021

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Badan Perencanaan Pembangunan Dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, menggelar sosialisasi program Pamsimas tahun 2021.

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), merupakan program pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk kebutuhan air bersih masyarakat perdesaan.

Program penyediaan air bersih yang menganut pendekatan berbasis pendekatan masyarakat itu, hampir menjajaki seluruh desa yang ada.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong, H. Ardi Kadir yang membuka kegiataan sosialisasi menerangkan, Pamsimas bertujuan meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten yang telah melaksanakan program PAMSIMAS sejak tahun 2008 sampai dengan 2019. Program tersebut telah terlaksana sekitar 180 desa dampingan. Sedangkan tahun 2020 terdapat 15 desa reguler yang sedang melaksanakan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, adapun total desa penerima program hingga tahun 2020 sebanyak 195 desa dari 278 desa yang ada.

Lanjut Ia, dari 195 desa yang melaksanakan program tersebut, terdapat 137 desa masih mempunyai sarana yang berfungsi dengan baik.

“Ada sekitar 23 desa yang sarananya sama sekali tidak berfungsi dan ini menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.

Ia menerangkan, dari segi pendanaan, berasal dari biaya sharing antara APBD dan APBN. Secara rinci, total anggaran PAMSIMAS sejak tahun 2008 sampai 2020 yang bersumber dari APBD adalah Rp 8.577.899. 400. Sementara, APBN sebanyak Rp 37.041.602.000. Selain itu ada juga 10 persen dari biaya sharing APBDes.

Sementara kata Ardi, ada dua desa untuk pengusulan perencanaan tahun  2021 program Pamsimas reguler.   “Selain desa reguler atau desa baru. Parigi Moutong pada tahun 2020 juga mengikuti program Hibah Insentif Desa (HID) dan Hibah Khusus Pamsimas (HKP),” imbuhnya.

KPU Morut Gelar Debat Perdana Paslon di Tengah Covid-19

Morut, kabarSAURUSonline.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali Utara (Morut) Sulawesi Tengah menggelar debat perdana pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati.

Kegiatan yang menggunakan Gedung Tepo Asa (Morokoa) Kolonodale, Senin (19/10) dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 itu berlangsung hikmat.

Ketua KPU Morut, Yusri Ibrahim yang mengungkapkan, persiapan pelaksanaan debat publik Paslon pada pukul 19.30 wita tersebut tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Lanjut Ia, dalam perhelatan debat itu, hanya Paslon dan empat orang pendampingnya yang dapat mengikuti debat dalam ruangang gedung tersebut.

Kemudian tim pakar lima orang, moderator satu orang, lima orang Komisioner KPU dan anggota Bawaslu dua orang. Jadi, total peserta yang berada dalam ruangan sekitar 22 orang.

Untuk pendukung dan simpatisan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Morut, hanya dapat menyaksikan kandidatnya melalui layar kaca. Sedangkan, untuk para kandididat lebih awal menerima informasi dari pihaknya untuk tidak mengerahkan masanya.

“Untuk penyiaran agar supaya masyarakat dapat menyaksikan secara langsung debat kandidat ini, media yang ditunjuk menyiarkan secara Live Streaming. Ini, agar masyarakat Morut dapat menontonnya,” jelasnya.

Kegiatan debat paslon kata Yusri, agendanya sebanyak tiga kali. Menurut jadwal, tanggal 19 Oktober 2020, 7 November 2020 dan yang terakhir 28 November 2020.

“Tentunya kita mengharapkan agar supaya seluruh warga masyarakat Morut, dapat mengikuti secara saksama debat publik ini. Debat publik ini merupakan bagian dari kegiatan kampanye agar supaya masyarakat dapat mengetahui secara jelas, visi dan misi calon pemimpinnya,” Harapnya

Harga Sejumlah Bahan Pokok PSP Parigi Moutong Tidak Stabil

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Pada kodisi Covid-19, harga sejumlah bahan pokok yang menjadi lahan pencaharian sebagian pedangan Pasar Sentral Parigi (PSP) Parigi Moutong Sulawesi Tengah tidak stabil.

Kalau sebelumnya, harga telur ayam dan daging ayam yang mengalami Fluktuasi (Turun Naik Harga), saat ini kebutuhan pokok itu sudah stabil. Demikian penjelasan
Kabid Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kabupaten Parigi Moutong, I Gede W Sudarta kepada media kabarSAURUSonline.com, Senin(19/10).

Sudarta  menerangkan, sekarang berbeda lagi. Kebutuhan pokok yang mengalami fluktuasi harga terdapat pada bawang merah, bawang putih dan cabai merah.

Menurut Ia, pandemi Covid 19 menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan harga bahan pokok. Kemungkinan bawang merah dan bawang putih yang notabenenya nonlokal, menjadi penyebab keterbatasan pasokan kebutuhan pokok itu.

“Seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Daerah itu sekarang masih dalam pada Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) dan itu salah satu penyebabnya,” sebutnya.

Ia menyebutkan, begitu pun harga cabai merah yang sering berfluktuasi. Penyebabnya adalah cuaca yang kerap kali buruk pada akhir-akhir ini. Kenaikan harga cabai merah itu, berkisar Rp 10 ribu perkilogram, yang harga sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Hal itu jelas Ia, berdasarkan data lapangan yang sebulan terakhirmengalami dua kali kenaikan harga. Memungkinkan, jika musim penghujan yang sering melanda daerah itu sebagai penyebab lainnya.

“Karena hukum pasar itu, hukum persediaan dan permintaan. Apabila persediaan banyak permintaan sedikit, maka harga pasti akan turun. Kalau persediaan sedikit permintaan banyak pasti akan melonjak naik,” ujarnya.

Sampai dengan saat ini tambahnya, kebutuhan bahan pokok yang harganya masih konsisten atau tidak mengalami kenaikan yakni beras.  Secara umum, bahan pokok itu produksinya untuk Parigi Moutong stabil, karena panen tidak secara bersamaan.

“Dimasa pandemi Covid-19, kebutuhan sebagian besar bahan pokok untuk Parigi Moutong ini sebenarnya tidak terlalu bergejolak,” jelasnya.

DLH Parigi Moutong Gunakan Anggaran Covid-19 Untuk Bangun IPAL

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, menggunakan anggaran Covid-19 untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Titik pembangunan IPAL DLH Kabupaten Parigi Moutong melalui anggaran Covid-19 sudah terencana untuk wilayah Parigi dan Tinombo. Namun, serapan anggaran instansi tersebut hanya mampu membiayai satu titik Kota Parigi.

Padahal, sebelumnya DLH sudah mendapatkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk pembangunan kedua fasilitas itu.

Demikian ungkapan Kepala DLH Parigi Moutong, Mohammad Irfan Maraila, kepada kabarSAURUSonline, Senin (19/10). Ia mengatakan, penempatan pembangunan IPAL untuk Kota Parigi berada pada Gedung Asrama Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat).

Pertimbangannya kata Irfan, karena area tersebut merupakan tempat isolasi bagi pasien yang terpapar virus Covid-19. Untuk realisasi anggarannya sedikitnya menelan setengah dari penganggaran sebelumnya yakni Rp 100 Juta.

“Jadi yang terlaksana kemarin itu hanya untuk pembangunan instalasi IPAL Diklat saja,” ujarnya.

Lanjut Ia, dalam proses pembangunan tidak mendapat kendala. Akan tetapi yang menjadi kendala adalah pada saat pemeliharaan, karena banyak menyimpan bahan-bahan kimia.

Ia menuturkan, tidak tuntasnya program IPAL 100 persen merupakan sebuah insiden bagi pihaknya. Sebab, dengan adanya rekofusing anggaran banyak sekali program yang bergeser.

“Akan ada pengadaan lagi. Mungkin wilayah Kecamatan Tinombo bukan lagi untuk Parigi,” bebernya.

Sementara, untuk pengoperasian IPAL tersebut, pihaknya menempatkan sedikitnya lima orang petugas. Tiga orang petugas untuk Cleaning Servis dan dua orang pengangkut sampah-sampah medis.

Ia menerangkan, jika terdapat limbah Covid, petugas langsung mengumpulkan dan kemudian membawa ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk pemusnahan menggunakan insinerator.

“Saya kira tidak ada kendala dalam pengangkutan limbah ini, karena kita membawahya dengan kotak mobil yang tertutup. Bagi petugas pengangkutan limbah ini, sudah lengkap dengan standar covid-19,” tutupnya.

Sejumlah Kegiatan Lomba Mewarnai HUT Ke-7 Morut

MOROWALI UTARAkabarSAURUSonline.com – Sejumlah kegiatan Pemerintah Daerah Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah akan mewarnai peringatan HUT ke-7 kabupaten tersebut.

Melalui Instanti Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Morut, ajang tahunan daerah dalam merakan HUT ke-7 itu, tetap mengkedepankan protokol kesehatan.

“Ada empat kegiatan yang akan kami lakukan. Tetapi sangat berbeda dengan kegiatan-kegiatan tahun sebelumnya, karena Wabah Covid-19,” ucap Alfred Rizal Tompira Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olaraga Kabupaten Morowali Utara pada saat ditemui media ini, Senin (19/10).

Alfred mengatakan, untuk kegiatan Festival yang mengumpulkan banyak orang, pihaknya belum bisa melaksanakannya. Alasannya, situasi dan kondisi belum memungkinkan. Namun, pihaknya akan tetap mengusahakan pada tahun ini dan pastinya tidak akan kalah meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kegiatan Festival tetap kami lakukan dalan bentuk kegiatan Virtual. Itu sudah kami rapatkan dengan tim Gugus Covid-19,” ujarnya.

Lanjut ia, tahun ini ada empat kegiatan yaitu Fun Bike Virtual, dengan menggunakan aplikasi Relief. Jadi sambungnya, peserta bisa star dari mana saja. Namun, harus ada capaian jarak sejauh 100 km dalam tenggang waktu 12 hari. Kegiatan tersebut, tetap dalam pantauan panitia, berdasarkan rute dan persyaratan lomba.

“Sebenarnya kemauan kami untuk Fun Bike, starnya secara bersama-sama. Tapi dengan adanya Covid-19, jadi harus menyesuaikan dengan situasi yang ada,” terangnya.

Lomba Photografi dan Vidiografi Perkenalkan Wisata Morut

Selanjutnya, ada juga lomba photografi dan vidiografi dengan kategori pengambilan gambar dan vidio berlokasi pada semua objek wisata Morut. Itu kata ia, bertujuan memperkenalkan pada dunia luar terkait objek wisata daerah tersebut.

Ia menambahkan, sedangkan kegiatan pemuda olaraga sendiri, ada lomba senam, dengan kapasitas terbatas dan dalam gedung. Begitu pun pesertanya, hanya 10 orang perregu.

Kegiatan tersebut, berlaku untuk semua instansi, unit Kerja, Kecamatan dan Organisasi-organisasi lainnya.

“Kami lakukan dalam ruangan tertutup dan semua lewat protokol kesehatan. Jadi peserta 10 orang, official dua orang dan juri tiga orang. Sehingga yang berada dalam ruangan hanya 15 orang,” paparnya.

Adapun masyarakat atau group-group yang lain ingin menyaksikan bisa mengakses melalui Live streaming media sosial dan youtube.

Exit mobile version
%%footer%%