KABUPATEN PARIGI MOUTONG, KabarSAURUSonline.com – DPRD Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan antrean BBM yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.
Kisruh antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Parigi Moutong menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius untuk menyikapi kondisi tersebut.
Tak tinggal diam, DPRD Parigi Moutong kemudian menggelar RDP lintas komisi yang menghadirkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian (TPHP), Dinas Perikanan, pihak SPBU, Disperindag, dan Pihak Pertamina Patra Niaga.
Pantauan media ini, sejumlah persoalan yang menjadi keluhan masyarakat terkait antrian BBM yang kerap mengular di sejumlah titik SPBU di wilayah Parigi Moutong, disuarakan para Anggota Legislatif (Anleg) yang hadir.
Hal ini lantas memaksa DPRD melakukan ‘sisir kutu’ terhadap data kebutuhan dan pasokan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite disejumlah titik SPBU di Parigi Moutong.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas TPHP seakan menjadi ‘sasaran empuk’ sejumlah Anleg DPRD Parigi Moutong yang hadir, terkait data penerbitan Barcode Petani dan Nelayan.
Selain dua OPD tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga juga dimintai data suplai BBM bersubsidi perhari, ke setiap SPBU di wilayah Parigi Moutong.
Untuk diketahui, RDP tersebut dipimpin langsung wakil ketua I DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, di dampingi Ketua Komisi I, Moh. Erfain.
Hingga berita ini diterbitkan, RDP yang dimulai sekitar pukul 10:00 WITA tersebut, masih terus berlangsung.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
