KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com — Dualisme kelompok mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo yang berpolemik, disebut-sebut muncul karena adanya keterlibatan pihak tertentu, serta ketidaktelitian antara pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong.
Kondisi ‘saling tikung’ antar dua kelompok mahasiswa Parigi Moutong di Provinsi Gorontalo ini, dianggap akibat keteledoran pihak DIisdikbud Parigi Moutong, selaku OPD yang dititipakn APBD senilai Rp 50 juta rupiah.
Demikian penuturan Ardianto, selaku juru bicara (Jubir) KPMIPM saat mengadu di DPRD Parigi Moutong beberapa hari lalu (Senin Malam, 08 Desember 2025).
Ia juga mengklain, jika anggaran dana hibah tahun 2025 tersebut, merupakan anggaran yang sengaja disiapkan Pemda terhadap KPMIPM, yang diperuntukkaan sebagai anggaran pembayaran sewa kontrak bangunan yang dijadikan sebagai asrama.
“Sejak beberapa tahun kemarin kami selalu menjadi penerima dana hibah Pemda Parigi Moutong tersebut, untuk membayar biaya kontrakan asrama. Bahkan sejak pertengahan tahun ini, kami telah mengajukan sejumlah berkas yang jadi syarat permohonan pencairan anggaran tersebut. Sehingga, aneh saja “Aneh saja, kami yang mengurus dan mempersiapkan terkait kelengkapan berkas pengajuan pencairan anggaran tersebut. Tiba-tiba, saat kami hendak melakukan kroscek ke pihak Disdikbud Parigi Moutong. Berdasarkan informasi dari Ibu Dewi (salah seorang staf tenaga teknis yang bertugas melakukan verifikasi berkas terkait dengan permohonan pencairan anggaran pada lingkup Disdikbud Parigi Moutong, mengaku, bahwa anggaran tersebut sudah dicairkan Disdikbud ke organisasi kemahasiswaan asal Parigi Mouotng di gorontalo, lainnya. Hal ini, tetntunya patut dipertanyakan, apalagi organisasi tersebut baru saja terbentuk ditahun ini, ” terangnya.
Bahkan, pihak KPMIPM mengaku menemukan kejanggalan yang makin menguatkan dugaan mereka, terkait keterlibatan pemangku kepentingan di daerah ini, untuk memuluskan pencairan anggaran tersebut ke organisasi kemahasiswaan lainnya.
“Kami sudah senpat mencoba untuk mengadukan hal ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda). Namun saat itu, belum sempat kami bicara, tiba-tiba Pak Sekda langsung menyampaikan kepada kami untuk menemui Pak Chandra Setiawan,” ungkap Ketua Umum KPMIPM saat ditemui media ini, (Selasa, 09 Desember 2025).
Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal ini, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Disdikbud Parigi Moutong mengaku, terjadi mis komunikasi dalam proses pencairan anggaraan tersebut.
Meski demikian, Sunarti mengaku bakal melakukan mediasi antara pengurus KPMIPM dengan pihak pengurus organisasi mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo yang menerima anggaran hibah tersebut.
“Kami tidak tahu, kalau anggaran tersebut ternyata masuk ke organisasi yang lain. Pemahaman kami, yang datang saat proses pencairan tersebut adalah pihak yang sama dengan mereka (pengurus KPMIPM). Yah, kami pikir kalau gantian mengurus proses pencairan ini. Sehingga, kami menilai ada miskomunikasi yang perlu diluruskan. Karena kasian juga adek-adek mahasiswa yang tidak dapat bantuan ini, mereka sudah sempat pinjam uang untuk menutupi biaya sewa kontrakan terhitung sejak Juli hingga Desember, sekitar 7 jutaan lebih, Jadi, minimal yang adik-adik yang sudah menerima bantuan ini, minimal bantu kembalikan uang mereka senilai Rp 7 jutaan itu. Insyaallah dalam waktu dekat, kami akan mengundang kedua belah pihak untuk melakukan medaisi bersama. Kami tidak beniat tebang pilih terkait pemberian hibah ini. Pada prinsipnya, selaku Pemda, kami juga tidak boleh melarang anak-anak kita, untuk tidak mendapatkan bantuan. Asal memenuhi syarat kenapa tidak,”
“Kami berharap dalam proses mediasi nanti, anak-anak kita ini, mau bersepakat untuk membaur jadi satu, tidak lagi ada dua organisasi mahasiswa Parigi Moutong dalam satu wilayah. Kalau masih ada dualisme organisasi ditahun mendatang, kami pastikan tidak akan ada lagi anggaran hibah seperti saat ini untuk mereka. Insyaallah juga, kami akan berkunjung ke Gorontalo, dalam rangka perencanaan menyediakan Asrama Mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo. Mungkin di pekan ke tiga bulan ini,” tandasnya.
BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/10/anleg-hanura-parigi-moutong-minta-rdp-terkait-hibah-bagi-kpmipm/
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.