KABUPATEN PARIGI MOUTONG, labarSAURUSonline.com – Dugaan kasus penipuan terhadap calon Mahasiswa Baru (Maba) di Universitas Tadulako (Untad) mencuat ke permukaan.
Penerimaan Maba ditahun ajaran baru, seakan menjadi ladang mata pencaharian bagi para oknum makelar pendidikan, dengan modus bagian dari orang dalam lingkungan universitas.
Oknum ‘makelar pendidikan’ ini, melancarkan aksinya dalam meraup pundi-pundi rupiah, dengan iming-iming dapat meloloskan para korban yang menjadi calon Maba melalui jalur khusus.
Hal ini juga, terjadi di Universitas Tadulako (Untad), yang notabene merupakan salah satu universitas negeri kebanggaan masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah.
Kondisi ini, seperti yang dialami salah seorang calon Maba tahun 2025, berinisial NRL (18 th), warga Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, yang mengaku telah menjadi korban dari oknum makelar pendidikan yang diketahuinya sebagai mahasiswa di Untad.
Tak tanggung-tanggung, NRL mengaku dirinya digembosi pundi-pundi rupiah oleh pelaku dengan total nominal mencapai kisaran Rp 10 juta, oleh pelaku, yang menjanjikan jika dirinya bisa menjadi mahasiswa Untad.
“Totalnya sekitar 10 juta rupiah, tapi saya kirim secara bertahap, ada juga yang saya serahkan secara tunai,” ungkap NRL kepada media ini, saat dikonfirmasi via telepon seluler (Jumat, 10 Oktober 2025).
NRL kemudian, menceritakan kronologis kejadian yang membuatnya menyadari telah ditipu seorang oknum yang mengaku mahasiswa.
Awalnya, kata NRL, dirinya mengikuti pendaftaran Maba Untad , melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
“Nah, waktu pendaftaran, karena via online, kebetulan saat saya upload, ada satu berkas saya yang sulit dibaca sama sistem. Kebetulan juga saat itu ada grup WhatsApp, terkait pendaftaran ini. Jadi, saya sempat bertanya dalam grup itu soal kendala yang saya hadapi tersebut, barangkali ada yang bisa berikan solusi. Nah, tiba-tiba dia (Oknum Makelar), memberikan petunjuk terkait Kendala yang saya hadapi dan berhasil,” ungkapnya.
Sayangnya, lanjut NRL, saat pengumuman hasil seleksi tersebut, dirinya dinyatakan tidak lolos.Kemudian, NRL menerangkan, dirinya dihubungi oknum tersebut, dan menjanjikan bakal membantu melalui jalur khusus.
Meski sempat ragu, namun keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan dorongan serta iming-iming dari oknum tersebut, NRL kemudian memenuhi syarat melalui jalur khusus tersebut.
“Dia (oknum makelar pendidikan) tersebut sampai mengirimkan KTP ke saya, makanya saya percaya dan kirim uang via transfer ke dia saat itu. Awalnya saya mau masuk di Jurusan PGSD, tapi katanya mahal, jadi saya minta di jurusan sosiologi dan katanya bisa kalau di jurusan itu, dengan biaya 7 juta. Namun saya mengaku tidak ada uang segitu, terus katanya boleh 5 juta. Itupun saat itu, saya baru ada uang sebesar 3 juta. Kemudian katanya, boleh dicicil, yang ada saja dulu. Makanya sy transfer. Buktinya masih ada,” ungkapnya.
Mirisnya, hingga saat ini, NRL tak kunjung dapat merasakan duduk di kursi mahasiswa Untad. Bahkan, sejumlah dana miliknya pun tidak mendapat kejelasan dari pelaku.
“Berapa hari lalu, sudah saya coba hubungi via pesan dan telepon lewat WA, tapi tidak ada jawaban. Padahal nomornya aktif. Saya tidak tahu mau bagaimana,” tandasnya.
oknum yang diduga sebagai pelaku penipuan tersebut, merupakan warga Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Kabupaten Parigi Moutong, dengan berinisial ‘A’
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.