Ada Benjolan di Kepala, Dani Tetap Semangat Bersekolah

oleh -208 Dilihat
Ada Benjolan di Kepala, Dani Tetap Semangat Bersekolah
FOTO : ISTIMEWA (Doc.Nurlina)

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Moh. Dani adalah seorang anak yang tinggal di Desa Tada Utara Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong, yang sampai saat ini masih aktif dan  semangat bersekolah meski sedang menderita penyakit benjolan di kepalanya.

Menurut informasi, Dani  bersekolah dijenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kelompok Bermain (KB) Permata Hijau Desa Tada Utara Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong.

“Informasi ini saya dapatkan dari Ibu kandung Dani, pada saat saya menghadiri kegiatan parenting yang diadakan oleh Paud KB Permata Hijau tempat Dani bersekolah, dikegiatan tersebut saya bertemu Dani dan Ibunya,” demikian kata Nurlina Sani, yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bidang Paud dan Dikmas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong.

Via telepon kepada wartawan kabarSAURUSonline.com, Selasa (02/08) Nurlina mengatakan, informasi yang didapat dari ibu kandung anak tersebut, penyakit berupa benjolan di kepala Dani, semakin hari semakin membesar, namun Dani tetap bersemangat beraktivitas seperti teman-teman sebayanya.

Lanjutnya, hingga sekarang semangat yang Dani miliki, menjadi inspirasi anak-anak yang lain untuk rajin bersekolah.

“Berjalannya waktu, benjolan yang ada di kepala Dani semakin membesar, hal itu membuat kondisinya terlihat sangat memprihatinkan, dan yang lebih mengharukan, dengan kondisi seperti itu ia masih punya kemauan untuk bersekolah dan bermain dengan temanya,” tutur Nurlina menceritakan pertemuanya dengan Dani.

Diketahui, Dani sebelumnya sudah pernah dirujuk oleh Bidan Desa Tada, namun sayangnya, pihak keluarga tidak melanjutkan pengobatan karena terkendala biaya.

Keluarga Dani tergolong masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu secara ekonomi.

Sampai saat ini, biaya menjadi kendala utama keluarga untuk membawa Dani mendapatkan penanganan secara medis.

“Dani mendapat rujukan dari Bidan yang ada di desanya, namun pada saat itu pihak keluarganya tidak punya biaya, sehingga sampai saat ini belum ada penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Nurlina berharap, Dani mendapat perhatian dari Dinas terkait atau dari lembaga/organisasi sosial manapun, agar penyakit Dani bisa ditangani secara medis.

“Dari postingan foto dan informasi tentang Dani, yang sebelumnya saya posting di akun facebook pribadi saya, saya berharap ada masyarakat yang peduli, maupun itu Dinas terkait atau relawan, agar anak tersebut cepat untuk ditangani,” tutupnya.