Anggaran DLH Tepangkas 1,3 Miliar

Anggaran DLH Tepangkas 1,3 Miliar
Sumber foto: kabarSAURUSonline.com

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Anggaran pagu APBD yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, terpangkas sebesar Rp 1,3 Miliar akibat Pandemi Covid-19.

Refocusing anggaran DLH Parigi Moutong akibat pandemic Covid-19, nampaknya cukup mempengaruhi kinerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, akibat serangan wabah yang mendunia itu, memaksa sejumlah program pada OPD itu harus terbengkalai. Tak tanggung – tanggung, terpangkasnya pengolaan anggaran APBD DLH Parigi Moutong mencapai Rp 1,3 Miliar.

Akibatnya, hak dari sejumlah tenaga honorer yang berada pad alingkup DLH Parigi Moutong ikut menjadi sasaran ‘potong-potong’ pagu APBD tahun 2020.

Hal itu disampaikan Kepala DLH Kabupaten Parigi Moutong, Mohammad Irfan Maraila kepada Redaksi kabarSAURUSonline.com saat menyambangi ruang kerjanya Selasa (10/11).

“Setidaknya ada Rp 1,3 miliar anggaran DLH harus terpotong pada masa pandemi 2020 ini,” ujarnya.

Untung saja tutur Irfan, pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020, DLH mendapat kucuran anggaran sekitar Rp 700 juta.

Meskipun menurutnya, anggaran itu masih belum cukup menutupi anggaran program yang sudah melalui perencanaan sebelumnya.

“Apa boleh buat, sudah seperti itu kondisinya. Ya, kami jalankan saja,” terangnya.

Ia menjelaskan, anggaran DLH Parigi Moutong senilai Rp 700 juta itu, teralokasikan untuk memenuhi gaji honorer yang sempat terpotong.

Selain itu kata Irfan, untuk kegiatan operasional persampahan seperti, pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perbaikan alat berat persampahan.

“Ada juga kegiatan tambahan dari anggaran itu yakni pemangkasan pohon, kalau ada yang tumbang,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari anggaran tersebut, pihaknya mengupayakan pengadaan ratusan bibit pohon Eboni untuk mengganti jenis pohon yang saat ini hidup pada sekitaran jalur dua Ibukota Parigi.

“Jadi, sementara ini pohon yang sudah ada kami pangkas, lalu kami tanam pohon Eboni pada sisi sampingnya. Kalau Eboni sudah tinggi sekitar satu-dua meter baru kita pangkas-pangkas lagi pohon yang sebelumnya,” tutupnya.

Jangan Lewatkan :https://kabarsaurusonline.com/rumah-kompos-jadi-sumber-pendapatan-dlh-parigi-moutong/


Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.