
Oleh : Bashar Badja/Ahmad Nur Hidayat (Yoel lape)
Parigi Moutong, KabarSAURUS.COM – Stop Diskriminasi, Covid-19 bukan aib, sayangnya pesan ini nyaris terlupakan dalam setiap himbauan pemerintah yang digaungkan.
Hampir setiap aktifitas penanganan Covid-19, permerintah seakan fokus pada pembatasan penyebaran virus mematikan ini. Dilain pihak, penguatan moral kepada masyarakat terkait Covid-19 bukanlah aib terabaikan.
Padahal, sifat penyebaran wabah Covid-19 bisa melalui banyak cara, sudah mengikis rasa kepercayaan hingga kepedulian terhadap sesama.
Faktanya, dari hasil pantauan Kabarsaurus.com beberapa pekan kemarin di Kabupaten Parigi Moutong, kejadian menyedihkan dialami dua orang warga yang masih berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP).
Dimana kedua ODP itu, terkesan terdiskriminasi dari lingkungan masyarakat. Mulai ‘Diusir’ dari salah satu hotel di wilayah Parigi, kemudian berpindah ke hotel lain hingga ke Cotage di lokasi eks Sail Tomini.
Disana, harapan mendapatkan ketenangan untuk mengisolasi diri ditengah status ODP yang disandang, justru mendapat penolakan warga sekitarnya sampai harus mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan.
Sementara dilansir dari berbagai sumber, Covid-19 bukan aib yang harus ditutup-tutupi atau penderitanya diperlakukan secara diskriminatif.
Pesan Bekas Pasien Positif dan Anis Baswedan, Covid-19 Bukan Aib
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19) dan menjalani perawatan di RSUD Kerawang.
Di ruang isolasi RSUD Karawang, dirinya membagikan semangat untuk tetap optimis di tengah pandemi.
Dia mengatakan, terpapar Covid-19 bukanlah aib, baik bagi pribadi maupun keluarga. Penyakit ini mampu dilawan dengan rasa percaya diri.
“Menjadi pengalaman berharga, kondisi semakin hari semakin membaik setelah menjalani perawatan,” ujanya, Jumat (3/4).
Menurut dia, Virus tersebut, akan mudah menjangkit jika orang dalam kondisi panik dan resah, sehingga menimbulkan katakutan yang berlebih.
Pada saat itu kata dia, daya tahan tubuh menurun sehingga virus corona dengan mudah menjangkit.
“Jangan merasa kecemasan akut, karena bakal bikin stres akhirnya tubuh lemah imun turun, peluang bagi virus masuk dalam tubuh,” jelasnya.
Dia menegaskan kalau imunitas tubuh kuat, tidak panik, maka akan menghambat virus Corona masuk kedalam tubuh.
“Rasa takut yang ada saat itu manuasiawi karena kabarnya virus corona ini sangat mematikan. Namun sejak awal dinyatakan positif belajar ikhlas menghadapinya,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan meminta masyarakat ikut berperan dalam upaya memerangi wabah Covid-19. Anies meminta masyarakat terbuka dan tak perlu malu soal kondisi kesehatan.
Dia menegaskan, Covid-19 bukan sebuah aib sehingga tidak perlu ada tindakan diskriminasi kepada penderitanya maupun perawat.
“Perlu kami garis bawahi, Covid-19 bukanlah aib. Jadi kalau terdeteksi bukan disembunyikan. Justru kalau terdeteksi harus menyampaikan supaya melindungi yang lain dari tertular dan melindungi diri supaya ada tindakan perawatan,” pesannya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.