Ketua DPC Hanura Parigi Moutong, ‘Ultimatum’ Kapus Moutong

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Parigi Moutong, Fery Budiutomo, meminta agar Kepala Puskesmas (Kapus) Moutong, membuat penyampaian permohonan maaf, secara terbuka.

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong, yang juga Anleg DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ini mendesak agar Kapus Moutong untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video, menyusul polemik atas pernyataannya terkait dugaan dana talangan yang menyeret nama Selpina Basrin, yang notabene merupakan Anleg DPRD Parigi Moutong, Kader Partai Hanura.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, selaku Ketua DPC Hanura Parigi Moutong, dirinya patut bertanggungjawab terhadap situasi dan kondisi politik yang dapat berpotensi merugikan para kader partai.

Permintaan tersebut muncul sebagai respons atas kegaduhan yang berkembang di publik, terutama setelah pernyataan Kapus dalam forum resmi bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong yang dinilai menimbulkan multitafsir dan berpotensi mencemarkan nama baik.

“Apalagi, yang telah berstatus Anggota Legislatif. Saya. anggap perlu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur. Jika memang Kapus Moutong bisa buktikan bicaranya dalam forum resmi saat itu, kami juga tidak segan untuk mengambil langkah tegas terhadap kader kami.

Namun, jika tidak mampu membuktikan, saya harap Kapus bisa tanggungjawab terhadap imbas yang muncul akibat Statetmennya tersebut,” tegasnya.

Fery beranggapan, klarifikasi secara lisan saja tidak cukup untuk meredam polemik yang sudah terlanjur meluas di masyarakat.

Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan terbuka agar kepercayaan publik bisa dipulihkan.

“Karena pernyataan itu sudah beredar luas dan menjadi konsumsi publik, maka klarifikasi juga harus dilakukan secara terbuka. Salah satunya melalui video permohonan maaf, agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” terangnya.

Ia menambahkan, pejabat publik harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi, apalagi jika menyangkut pihak lain tanpa dasar yang jelas. Kesalahan komunikasi, lanjutnya, bisa berdampak serius terhadap reputasi individu maupun institusi.


Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.