KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarsaurusonline.com — Ada yang janggal dari sikap Manajemen RSUD Buluye Napoae Moutong yang masih seakan ‘acuh tak acuh’ dengan polemik pencatutan nama institusi ini, untuk memuluskan aksi beraroma penipuan yang dilakukan oknum ASN dalam instansi tersebut pula.
Alih-alih memberikan penjelasan kepada publik, sikap pihak manajemen RSUD Bulye Napoae Moutong ini justru seakan dalam kondisi adem ayem, nyaris tanpa suara.
Informasi yang dihimpun kabarSAURUSonline.com menyebut, pencatutan nama RSUD Moutong diduga kuat digunakan oknum ASN di lingkup institusi tersebut untuk meyakinkan pihak ketiga terkait kegiatan atau proyek yang seolah resmi dan bernaung di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupapetn Parigi Moutong ini.
Disinyalir oknum ASN tersebut menggunakan modus penipuan yang terkesan klasik, namun nyatanya hal ini cukup efektif.
Dengan menawarkan sejumlah kegiatan yang diklaim sebagai kegiatan yang dilaksanakan RSUD Buluye Nappoae Moutong tahun 2025 kepada pihak lain (pengusaha), yang berujung pada permintaan sejumlah uang mengatasnamakan kerja sama yang belakangan diketahui dipersoalkan.
Ironisnya, ketika nama institusi publik dipakai sebagai tameng memuluskan akal bulus oknum ASN tersebut, pihak manajemen RSUD Moutong justru belum menunjukkan sikap terbuka kepada publik.
Sikap Seakan Acuh tak Acuh Bahkan Nyaris Bungkamnya Manajemen RSUD Buluye Napoae Moutong. Picu Spekulasi Liar di Masyarakat
Pernyataan yang sayup terdengar bahkan nyaris senyap oleh Manajemen RSUD Buluye Napoae Moutong terhadap kejadian ini, memunculkan kesan seolah institusi ini memilih berlindung dibalik tembok birokrasi.
Bahkan, kesan masih enggan nya Kurniati Masulili sebagai pejabat publik yang dinilai paling berkompeten menjelaskan terkait hal ini. Pasalnya, dirinya yang mendapat mandat menjadi Plt Direktur RSUD Buluye Napoae Moutong, justru memilih enggan untuk berkomentar lebih. Sehingga, hal ini menambah liarnya kisruh di diruang publik terkait sinyalemen proyek fikfif berujung pelaporan polisi atas dugaan penipuan terhadap oknum ASN di RSUD Buluye Napoae Moutong.
Hal ini pula dinilai justru memaksa munculnya sejumlah spekulasi dari berbagai kalangan masyarakat di daerah ini.
Sejumlah kalangan masyarakat menilai, kesan bungkamnya Plt Direktur beserta jajaran Manajeman RSUD Buluye Napoae Moutong ini, seakan menegaskan jika pihak manajemen RSUD tersebut sebenarnya telah mengetahui ‘pola main’ oknum ASN yang diduga melakukan penipuan dengan modus pelaksanaan kegiatan ditahun 2025.
Bahkan, pihak manajemen seakan memainkan ritme agar oknum ASN itu terjebak dalam pola permainannya sendiri, hingga berujung pada terlapornya oknum ASN tersebut ke pihak Polres Parigi Moutong, atas kasus dugaan penipuan.
Sementera itu, anggapan berbeda juga ikut mencuat dari beberapa kalangan masyarakat didaerah ini yang menilai adanya potensi keterlibatan pihak manajemen RSUD Buluye Napoae tersebut dalam memainkan skenario memuluskan modus penipuan melalui oknum ASN tersebut.
Hal ini seperti disampaikan Moh. Zen Badja, SH.MH, selaku praktisi hukum kelahiran Parigi Motong, kepada redaksi kabarsaurusonline.com via pesan singkat WhatsApp, Rabu, petang tadi (17, Desember 2025).
“Kalau nama institusi dipakai untuk dugaan penipuan, lalu dibiarkan tanpa klarifikasi, publik bisa berasumsi macam-macam. Ini berbahaya. Saya bahkan mencium aroma mempolitisir hukum dalam drama ini. Sehingga yang nantinya baik pihak Manajemen RSUD Moutong maupun oknum ASN tersebut, sama-sama dapat terlepas dari tanggungjawab. Sedangkan, korban yang notabene pengusaha yang baru ingin bertumbuh justru tetap mengalami kerugian, tanpa ada keberpihakan dari Negara, dalam hal ini Pemda Parigi Moutong,” tegasnya.
BERITA TERKAIT SEBELUMNYA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/11/dugaan-penipuan-okum-pejabat-rsud-buluye-napoae-moutong-dilapor-ke-polisi/
Menurutnya, indikasi keterlibatan lebih dari satu oknum ASN dalam kasus ini sangat kuat. Bahkan kata ia, kuat dugaan sejumlah pejabat yang memiliki akses atau setidaknya memahami seluk-beluk internal keuangan dan belanja RSUD Buluye Napoae Moutong tersebut.
“Hal ini, kan membuat modus pencatutan tampak lebih meyakinkan di mata korban,” jelasnya.
Alumni Fakultas Hukum Untad ini, bahkan mendorong dilakukan audit dari pihak eksternal secara menyeluruh, terhadap seluruh kegiatan di RSUD Moutong tahun anggaran 2025.
“Tujuannya jelas, memastikan kasus dugaan penipuan ini bukan fenomena tunggal, dan bukan pula puncak gunung es dari praktik yang lebih sistemik. Kalau perlu, jangan hanya oknumnya. Sistemnya juga harus dibongkar. Jangan sampai rumah sakit dikelola dengan logika proyek, bukan logika pelayanan,” tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara, Terkait Pencatutan Nama RSUD Buluye Napoae Moutong Untuk Aksi Beraroma Penipuan
Sorotan juga datang dari Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sutoyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV, mitra dari RSUD Moutong. Ia menuturkan, DPRD membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan instansi pelayanan publik Parigi Moutong untuk melapor secara resmi.
“Kalau memang korban merasa dirugikan dan hal ini ada berkaitan dengan RSUD Moutong, karena oknum ASN yang diduga melakukan penipuan itu merupakan pegawai atau pejabat dari RSUD tersebut, laporkan ke kami secara resmi. Kami akan mengambil tindakan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tegas politis Partai Nasdem ini, yang dikonfirmasi media ini Rabu malam (17, Desember 2025).
Sebelumnya, dua kali upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi media ini bersama tim kepada Plt Direktur RSUD Moutong, masih belum memberikan jawaban pasti atas sikap manajemen atas pencatutan nama intasi tersebut.
Kondisi ini seakan memperkuat dugaan bahwa persoalan pencatutan nama RSUD Buluye Napoae sebagai modus dugaan penipuan yang dilakukan Oknum ASNnya, dianggap sebagai hal yang yang ‘biasa saja‘.
KUNJUNGI JUGA : https://zonasulawesi.id/kasus-dugaan-penipuan-di-rsud-moutong-masuk-tahap-penyelidikan-polisi/
Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
