Tangani Sejumlah Kegiatan di RSUD Moutong, Novriana Bukan Untung Malah Buntung?

Tangani Sejumlah Kegiatan di RSUD Moutong, Novriana Bukan Untung Malah Buntung?

KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Ungkapan “bukan untung malah buntung” pun menjadi penegasan atas pengalaman pahit yang dialami Novriana, setelah menangani beberapa pekerjaan yang disebut-sebut berkaitan dengan kebutuhan RSUD Moutong.

Alih-alih meraup keuntungan, keterlibatan Novriana dalam sejumlah kegiatan di lingkungan RSUD Raja Tombolotutu Parigi Moutong justru berujung kerugian. Kepada KabarSAURUSonline.com, ia mengungkapkan sejak awal dirinya mendapat tawaran dari seorang oknum ASN di RSUD Buluye Napoae Moutong, untuk menangani sejumlah kegiatan di RSUD tersebut sebagai pihak ketiga, dirinya bermaksud menjalankan pekerjaan secara profesional.

Bacaan Lainnya

Namun realitas di lapangan berbicara lain. Novriana mengaku, sejumlah kegiatan yang ditawasi dan telah dikerjakannya, kini justru menyisakan sejumlah persoalan dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya ditawari untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan di RSUD tersebut, Saya masuk dengan niat kerja baik, karena pada dasarnya, ini  kali pertama saya selaku pelaksana kegiatan. Tapi faktanya, bukan untung yang saya dapat, malah buntung. Biaya sudah keluar, pekerjaan jalan, tapi hak saya tidak jelas,” ungkap Novriani dengan nada kecewa.

Ia menuturkan, beberapa kegiatan di RSUD yang ia tangani telah dilaksanakan sesuai permintaan yang disampaikan oknum ASN yang semula menawarkan sejumlah kegiatan tersebut.

Pengusaha pakaian asal kota Parigi ini, bahkan  mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan dapat diperoleh bernilai jutaan rupiah untuk satu item kegiatan.

Sembari menunjukkan arsip percakapan pesan singkat via WhatApp antara dirinya dengan oknum ASN RSUD tersebut yang juga dijadikannya sebagai bukti pendukung dalam laporan dugaan peipuan di Polres Parigi Moutong, Novriana ungkap sejumlah kegiatan di RSUD Buluye Napoae Moutong tahun 2025 yang  beberapa diantaranya telah mendapat pendanaan darinya.

“Saya yang latar belakang sebagai pengusaha pakaian, tentunya merasa tergiur dengan kegaitan yang punya keuntungan bernilai jutaan, seperti pembiayaan untuk perjalanan dinas  Rp 9 jutaan diRAB katanya Rp 12 jutaan, masih kegiatan yang sama dengan nilai Rp. 11 jutaan di RAB katanya Rp 14 jutaan. Terus untuk pembayaran cleaning service nilainya Rp 15 jutaan di RAB Rp. 19 jutaan, ada juga nasi kotak sebanyak 430 dos nilainya Rp 9 jutaan, di RAB katanya Rp. 17 jutaan dan snack dengan jumlah yang sama dengan nilai Rp 5 jutaan di RAB Rp 11 jutaan,” jelasnya merinci.

Selain itu, lanjut Novriana, ada lagi biaya pembayaraan Cleaning Service sebesar Rp 20 jutaan dengan RAB Rp. 26 jutaan,  LAB senilai Rp 12 jutaan di RAB sebesar Rp 15 jutaan, perjalanan dinas untuk 9 orang dengan nilai Rp. 14 jutaan di RAB sebesar 18 jutaan, pengadaan Nasi kotak sebanyak 200 kotak senilai Rp 2 jutaan di RAB sebesar Rp 5 jutaan, serta pengadaan snack dengan jumlah yang sama dengan nilai Rp 5 jutaan di RAB Rp. 8 jutaan.

“Masih ada juga pekerjaan lain yang dia (oknum ASN RSUD Moutong) tawarkan ke saya, seperti pengadaan AC, dan makan minum pasien. Jadi setiap kali saya dimintai dana untuk membiayai sejumlah kegiatan ini, saya transfer ke dia (oknum ASN di RSUD Buluye Napoae Moutong. Totalnya, ada 5 rekening tujuan yang berbeda-beda,” terangnya.      

Namun hingga sejumlah kegiatan tersebut rampung, kepastian soal pembayaran tak kunjung jelas. Situasi ini membuatnya berada di posisi serba sulit, terlebih ketika modal yang digunakan berasal dari kantong pribadi.

Ironisnya, kata Novriana, setiap kali mempertanyakan kejelasan haknya, jawaban yang diterima cenderung normatif dan berputar-putar dari oknum ASN tersebut.

Merasa, telah ditipu, Novriana pun melaporkan hal tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH), untuk mendapat keadilan atas kejadian yang ditimpanya. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Raja Tombolotutu belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan KabarSAURUSonline.com ke Direktur RSUD Moutong namun yang bersangkutan masih terkesan enggan memberikan respon menanggapi lebih.

“Mohon Maaf pak, saya masih kurang sehat,” jawab Kurniati Masulili selaku Plt Direkur RSUD Buluye Napoae Moutong, saat hubungi media ini via pesan singkat WhatApp Kamis pekan kemarin (11 Desember 2025). 

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2025/12/17/polres-parigi-moutong-dalami-kasus-dugaan-penipuan-oknum-asn-rsud-moutong/

KUNJUNGI JUGA : https://zonasulawesi.id/kasus-dugaan-penipuan-di-rsud-moutong-masuk-tahap-penyelidikan-polisi/


Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.