Satu Proyek Jalan di Parigi Moutong Lambat, Lebihi 70 Hari

oleh -36 Dilihat
Satu Proyek Jalan di Parigi Moutong Lambat, Lebihi 70 Hari
Ilustrasi proses pengerjaan jalan Hotmix sumber berita riau terkini, Fix

PARIGI MOUTONG, kabarSAURUSonline.com – Satu dari sejumlah proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Parigi Moutong terlambat, tak tanggung-tanggung, waktu keterlambatannya pun sampai saat ini telah melebihi 70 hari dari batas waktu pekerjaan, seperti  yang tertuang dalam kontrak.

Adalah proyek pekerjaan jalan pada wilayah Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, yang diketahui menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang berhasil media ini himpun, proyek tersebut bernama tender Peningkatan Jalan Dusun I Kopi – Perkebunan, dengan kode tender 2756149.

Proyek jalan ini dibanderol ‘pundi-pundi’ pagu anggaran DAK APBD Kabupaten Parigi Moutong tahun 2021, sebesar Rp 4.800.000.000, melekat pada DPUPRP Pariogi Moutong, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknisnya.

Masih berdasarkan informasi yang terhimpun media ini, 8 Januari 2021 merupakan pengumuman tender atas jenis pengadaan pekerjaan konstruksi ini.

Kemudian, dilanjutkan  dengan tahap pengumuman pascakualifikasi dan download dokumen pemilihan yang dimulai 19 Januari 2021 pukul 22:00 WITA sampai 25 Januari 2021 23:59 WITA.

Sedangkan untuk tahapan penandatangan kontraknya, diberi rentan waktu sekitar Delapan hari yang dimulai sejak 10 Februari sampai 18 februari 2021.

Tercatat sebanyak 13 Perusahaan yang ikut bersaing memenangkan tender atas proyek berbanderol miliaran rupiah ini.

‘Dewi Fortuna’ nampak berpihak pada PT. Tunggal Maju Jaya, beralamat Jl. Soekarno Hatta No. 26 – Palu (Kota) – Sulawesi Tengah, yang ditetapkan sebagai pemenang tender atas proyek jalan tersebut.

Sayangnya, keberhasilan perusahaan ini dalam memenangkan tender untuk pekerjaan proyek jalan diwilayah bagian utara Kabupaten Parigi Moutong tersebut, nampak tidak diikuti dengan sebuah prestasi atas penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan harapan.

Pasalnya berdasarkan kontrak, proses pengerjaan proyek jalan tersebut diperkirakan berakhir pada pekan kedua September 2021, namun sampai saat ini, proses pengerjaan proyek jalan tersebut masih terus  berlangsung.

Hal ini berdasarkan pengakuan Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong, I Wayan Mudana, saat dikonfirmasi Redaksi KabarSAURUS melalui gawai, Rabu (1/12).

“Kalau berdasarkan kontrak, seharusnya sudah selesai per 16 September kemarin kalau saya tidak salah, sudah lumayan lama terlewatkan,” ungkapnya.

Pekerjaan Terlambat Lebihi 70 Hari, Proyek Jalan Ruas Dusun I Kopi Perkebunan di Parigi Moutong Kantongi Denda Capai Ratusan Juta

Wayan Mudana mengaku, meski demikian pihaknya tidak melakukan pemutusan kontrak dengan PT Tunggal Maju Jaya tersebut. Ia mengatakan, hal itu berdasarkan arahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tidak mengizinkan pihaknya melakukan pemutusan kontrak.

“Kemarin, kan, ruas itu sudah dilakukan pemeriksaan dari BPK, mereka tidak mengizinkan kita melakukan pemutusan kontrak, jadi, didenda saja sampai selesai. Karena, menurut BPK, kalau sampai terjadi pemutusan kontrak, kasian masyarakat juga ikut rugi, justru dengan denda, pekerjaan selesai dan ada juga pendapatan lain-lain yang didapat daerah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan dari pihak perusahaan adalah keterlambatan material Aspal menjadi faktor utama penghambat proses pengerjaan jalan hotmix pada ruas ini.

Menurutnya, hingga saat ini diperkirakan total denda yang harus PT Tunggal Maju Jaya bayarkan ke daerah mencapai sekitar Rp 200jutaan.

“Mungkin kemarin mereka sudah pesan hanya saja terkendala dibiaya untuk membayar, jadi tidal bisa dikirim materialnya dari perusahaan aspal. Tapi target mereka sekitar dua hari kedepan pekerjaan jalan ini sudah bisa selesai, kebetulan pengawas saya juga sudah ada dilapangan,” pungkasnya.

BACA JUGA : https://kabarsaurusonline.com/2021/10/04/dua-proyek-dak-parigi-moutong-dipastikan-meleset-dari-target/