Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Kembali ‘Dihantam’ Banjir

  • Whatsapp
Kabupaten Sigi Kembali ‘Dihantam’ Banjir
Ilustrasi. Sumber Foto: winnetnews.com
banner 468x60

Sigi, kabarSAURUSonline.com Sejumlah Desa wilayah Kabupaten Sigi, ‘nampaknya’ rawan terhadap bencana banjir. Bahkan beberapa Desa diataranya seakan jadi ‘langganan’ banjir.

Dilansir dari bebas.kompas.id, pada Desember 2019, ratusan jiwa warga Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Terpaksa, harus mengungsi, akibat ‘hantaman’ banjir beserta lumpur dan pasir.     

Bacaan Lainnya

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada akhir April 2019. Desa Bangga, yang juga masih dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Sigi, warganya seakan terpaksa menerima duka yang mendalam.

Pasalnya, belum cukup setahun menjadi korban bencana gempa bumi yang terjadi pada 28 September 2018. Mereka kembali harus menerima kenyataan sebagai korban bencana banjir bandang.

Bencana banjir kedua Desa ini begitu mirip. Dimana, air bercampur lumpur dan pasir diikuti dengan potongan-potongan kayu masuk ke wilayah pemukiman warga dan nyaris menutup seluruh rumah mereka.

Tahun ini, bencana serupa kembali melanda salah satu desa di Kabupaten yang kini menempatkan Muhamad Irwan Lapatta sebagai Bupatinya.

Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dihantam banjir pada Senin, (14/9) malam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Meski demikian, puluhan rumah nampaknya mengalami rusak sedang hingga berat akibat tertumbun lumpur.

Banjir tersebut terjadi pada pukul 20.00 Wita. Banjir berasal dari luapan Sungai Rogo, sungai yang berlebar 4 meter. Pasir, lumpur, potongan kayu, dan batu tersumbat di jembatan sehingga air meluap ke sisi selatan dan utara sungai.

Puluhan Rumah Dusun I Desa Rogo Kabupaten Sigi Rusak Berat

Rumah-rumah warga di dua sisi sungai itu pun terendam pasir, lumpur, dan sebagian kecil potongan kayu. Pasir dan lumpur menumpuk hingga 2 meter dari tanah dan lantai rumah. Potongan kayu tersebut kebanyakan kayu-kayu tua yang lapisan luarnya sudah lapuk.

Pada Selasa (15/9), debit air Sungai Rogo sudah mengecil. Dua alat berat dioperasikan di sungai untuk mengeruk bahan agar udara tidak mengalir terus ke rumah warga.

Sejak pagi, warga berusaha mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan dari dalam rumah. 

“Banjir datang dengan cepat sehingga kami tak sempat bawa barang-barang. Kami semua lari ke arah selatan. Syukur semua selamat,” kata Ilham (42), penyintas warga Dusun 1, Desa Rogo.

Sebanyak 224 jiwa mengungsi di rumah-rumah kerabat di Desa Rogo dan Desa Pulu.

Berdasarkan data Sekretariat Desa Rogo, banjir tersebut melanda 59 rumah dengan 20 rumah rusak berat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. wow ternyata bukan hanya terjadi satu atau dua kali bahkan sudah sering jadi langganan banjir… sengaja!!! atau?? ah entahlah.. dan dari puluhan rumah yg terdampak 10 diantaranya adalah rumah bantuan Pemerintah karna gempa 2 tahun silam (28 september 2018) dan lucunya berlokasi di dekat jembatan.. padahal pada tahun 2011 Kabupaten Sigi menetapkan melalui Penataan Ruang wilayah tersebut adalah daerah irigasi