Perajin Tahu Tempe Berjuang Tetap Eksis Ditengah Pandemi

Akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tidak sedikit industri kecil yang 'pontang-panting' berjuang untuk tetap eksis.
FOTO : Perajin Tahu Tempe (KS/Kiki)

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com – Akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tidak sedikit industri kecil yang ‘pontang-panting’ berjuang untuk tetap eksis.

Misalnya, industri kecil pabrik tahu-tempe di Kabupaten Parigi Moutong, yang dua tahun belakangan ini mengalami penurunan dari jumlah perajin dan produksi.

Salah satu, industri rumahan tahu tempe yang ‘sekarat’ dihantam pandemi, adalah Pabrik Trio Tahu Tempe Bu’de Sujinem. 

“Perkembangan pabrik kami ini semakin merosot dari tahun ke tahun, semenjak pandemi melanda,” kata Bu’de Sujinem, kepada wartawan kabarSAURUSonline, saat menyambanginya, Rabu (09/03).

Ia mengatakan, sejak awal pandemi ia harus segera membuat penyesuaian agar bisa terus berproduksi.

“Kendalanya, seperti naiknya harga bahan baku dan barang hasil produksi (tahu-tempe) tidak bisa dinaikkan harganya, karena bisa bikin pelanggan kabur akibat terlalu mahal,” ungkapnya.

Kendala lain lanjutnya, akibat pandemi Covid-19 sempat dilakukan pembatasan untuk mengurangi mobilisasi, sehingga itu mempengaruhi akses pengiriman bahan baku dari pemasok yang berada di luar daerah.

Sebelum ada Covid-19, mereka mendapatkan bahan baku dari pemasok kedelai Makassar.

“Kami dikasih hutang dari Makassar. Kedelai yang mereka kirim itu biasanya satu truk perbulannya. Jadi, kita bisa membayar dengan cara transfer ke mereka setiap bulan atau minggu,” bebernya.

Tetapi kata ia, dua tahun lalu setelah sebulan adanya pandemi dan Makassar  masuk zona merah, pemasok kedelai dari sana berhenti mengirim bahan baku sampai sekarang.

Ia menambahkan,  sekarang pabrik Trio Tahu-Tempe membeli kedelai di toko yang ada di Kota Palu.

“Dulu sebelum pandemi itu sampai 12 karung, sekarang sisa 6 karung atau sekitar 200 kilogram saja,” terangnya.

Ia menambahkan, meski kesulitan Bu’de Sujinem dan lima pekerjanya mencoba bertahan, dan berharap pandemi cepat berlalu.

Seperti diketahui pandemi Covid-19 ini sangat berimbas terhadap perekonomian baik makro maupun mikro, seperti pada level UMKM dan industri rumahanan tidak lepas dari dampak penurunan ekonomi ini.

banner 970x250

Eksplorasi konten lain dari kabarSAURUSonline.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

banner 970x250