Warga Adukan Kinerja Dinkes

  • Whatsapp
Warga Adukan Kinerja Dinkes Parigi Moutong ke DPRD (Foto:Khalik)
Advertisements

Parigi Moutong, kabarSAURUSonline.com –  Arif salah satu warga Parigi Moutong mendatangi gedung DPRD. Ia mengaku membawa aspirasi dan keresahan masyarakat terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bacaan Lainnya

Arif yang datang bersama perwakilan pemuda Alkhairaat, Riswan, juga mengeluh soal kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten parigi moutong, yang mendapati pejabat Dinkes tidak berkantor karena sedang berada di Lolaro. Padahal kasus covid-19 di Parigi Moutong tengah melesat naik.  

Menurut Arif, sebelum mendatangi DPRD mereka berkunjung ke Dinkes ingin berkonsultasi terkait vaksinasi Covid-19 dan rapid yang banyak dikeluhkan karena tidak tersedia di Puskesmas. Namun sayang, tidak dapat bertemu pejabatnya dengan alasan yang dinilai kurang pas untuk meninggalkan tempat, menghadiri kegiatan diving di Lolaro.

“Untuk Dinas Kesehatan jangan terlalu jauhlah dari Parigi ini, jangan lari-lari, kita datang ke sana tidak ada orang sama sekali, Kadisnya saja tidak ada, yang ada hanya sepri. Sepri bukan pemegang kebijakan, kita mau tanyakan apa yang menjadi masalah sekarang ini,” ujar Arif saat rapat dengar pendapat bersama DPRD, Rabu (28/7).

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Ketua DPRD sayutin, yang menjadi pimpinan rapat mengatakan, tidak adanya pejabat pengambil kebijakan yang tetap ‘stay’ di kantor berpotensi akan menimbulkan masalah saat ada keadaan darurat.

“Posisi kantor Dinas Kesehatan sekarang tidak ada satupun kegiatan struktural yang berada ditempat,  dengan situasi seperti ini, berada di kegiatan diving di Tinombo, di Lolaro posisi ini sekarang kalau terjadi emergency akan jadi masalah juga,” tegas Ketua DPRD.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Fery Budi Utomo menambahkan dengan kurangnya pejabat di kantor Dinas Kesehatan akan menjadi catatan DPRD.

“Dengan kurangnya pejabat yang berada di Dinas Kesehatan itu akan menjadi salah satu catatan kami, saya juga merasa kalau hal ini hanya dibahas  di komisi IV historinya akan putus,” tandas Fery.  

Advertisements
banner 970x90

Pos terkait